Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 96 Terjebak


__ADS_3

Sambil mempersiapkan anggota yang akan berangkat, Mo kwi sering berjalan, melihat lihat keadaan,


Yie dong mengatur anggota perguruan tengkorak putih, yang akan berangkat.


Shin tian masih terlihat biasa, seperti tidak ada masalah bagi penduduknya, hilir mudik, yang melakukan aktivitas.


Seorang pengemis cilik, menarik narik baju Mo kwi,


kemudian pengemis cilik itu memberikan sebuah surat, Mo kwi mengambil surat itu, lalu membaca nya,


*U*tara Shin tian


telaga batu.


Hmm,..!!


"Telaga batu, utara shin tian."


Tanpa bertanya siapa yang menitipkan surat, Mo kwi langsung bergerak, ke utara.


Ternyata, tempat yang disebut telaga batu adalah bekas telaga besar yang kering, dan banyak batu batu, hingga di sebut telaga batu, dan di tengah, terdapat seperti meja bundar dari batu, dengan kursi yang juga terbuat dari batu alam, bulat yang kecil dan pas dijadikan kursi, dengan di kelilingi.hutan yang tak begitu lebat


Mo kwi melihat, merah, coklat terus di depannya, biru dan hijau. dan di tengah tengah berwarna putih, dan di belakang nya warna merah dan biru.


Dewi siluman 5 unsur dan sepasang lblis kembar, tengah menunggu kedatangan Mo kwi.


Hmm..!!


Mo kwi mendengus melihat siapa yang berada di sana, setelah tiba, Mo kwi tanpa memberi hormat, berkata, "ada perlu apa mengundang ku kesini..?"


"Ternyata kau ketua perguruan tengkorak putih, Iblis gurun yang terkenal itu."


Ling ji berkata kepada Mo kwi, tapi Mo kwi tak menjawab.ia menatap kearah mereka satu persatu, "aku bertanya, apa maksud kalian mengundangku..?"


"Ketua Mo, duduk lah dahulu, kenapa tergesa gesa, kita teman bukan musuh," When ning berkata.


Akhirnya Mo kwi duduk, dan berhadapan dengan Ling ji, "Kau kira gampang sampai ke Beiping," Ling ji menatap dingin kearah Mo kwi, "aku sudah tahu berapa orang dan seberapa kuat anggota perguruan tengkorak putih yang kau miliki, kami akan membabat habis, jika masih nekad pergi ke Beiping.


Kecuali..!!"


"Kecuali apa..?" kecuali ketua bergabung dengan kami, semua yang ketua inginkan akan kami penuhi," When ning berkata, sambil mengedipkan matanya kearah Mo kwi.


Mo kwi diam mendengar perkataan dari When ning.


"Jika kau sudah setuju, aku akan memberi tahu rencana kita buat Beiping, bagaimana,..?" When ning berkata.


"Kapan aku bilang setuju..!!" Mo kwi berkata,


"Jadi apa keputusan mu..?" Ling ji bertanya.

__ADS_1


"Apa perlu aku memberitahumu..?" Mo kwi berkata.


Wajah Ling ji, Dewi siluman air berubah, mendengar perkataan Mo kwi.


"Apa kau ingin perang terbuka,..?"


Hati kecil Ling ji sebenarnya ingin Mo kwi bergabung dengannya, setelah tahu Pemuda yang pernah bertemu di hutan, adalah ketua perguruan tengkorak putih.


Tapi sikap pemuda itu membangkitkan amarah nya.


"Kau pikir, kau gampang keluar dari sini..!!" Ling ji berkata.


"Jika aku mati, aku akan membawamu serta, buat teman ngobrol ku disana, bagaimana..?" Mo kwi berkata.


Wajah Ling ji merah padam, ya malu, ya kesal dan marah, Ling ji lalu menggebrak meja batu.


Meja batu bergetar, percikan air dan arak yang muncrat keatas, langsung di kibaskan oleh Ling ji, kearah Mo kwi, air dan arak membeku, seperti jarum dan paku, melesat kearah Mo kwi.


Mo kwi mengibaskan, kedua tangan, tangan pemuda itu seperti berkilat, dan tubuh pemuda itu sedikit berkilat, air yang menjadi es dan meluncur seperti senjata rahasia, hancur terkena kibasan Mo kwi, dan yang menghantam tubuh pemuda itu juga hancur, tak bisa menembus, ilmu sisik naga yang dikeluarkan.


"Punya isi juga," Ling ji menatap dingin kearah Mo kwi, "apa ada yang lebih keras lagi, dari yang tadi..?"


Mo kwi berkata.


Ling ji sudah tak bisa mengendalikan emosi, tubuh nya langsung melesat kearah Mo kwi, kaki nya yang langsing menendang kepala, Mo kwi mengangkat tangannya menangkis tendangan Ling ji,


Dheeeeess...!!


Serangkum angin dingin, melesat kearah Mo kwi, Mo kwi tak mau kalah, ia lalu mengibaskan tangannya, ilmu inti api, melesat, dan bertemu dengan pukulan Ling ji.


Dhuuuaar..!!


Ling ji terhuyung, tapi kemudian sudah berdiri normal kembali.


Sepasang iblis kembar langsung bergerak, kedepan Ling ji, melindungi Ling ji, yang kalah beradu tenaga dalam.


When ning telah memegang paku iblis dan siap menyerang., sedang ketiga adiknya, mengelilingi Dewi siluman air.


"Adik, mari kita ringkus dia, kita bawa dan taklukan, kalau sudah tertangkap, Jangan khawatir, dia pasi akan takluk di tanganku," When ning berkata.


"kakak jangan lupa padaku," Dewi tanah berkata dengan sama genitnya.


"Ketua, apa kau senang dengan hal hal yang dipaksa, Adik dewi tanah suka menggali, dan sangat suka memaksa," lalu dewi siluman api dan dewi siluman tanah, tertawa bersama.


"Kakek kepung dia..!!" lumpuhkan saja, selebihnya urusan ku, When ning berkata kepada sepasang iblis kembar, tapi keduanya malah melihat kearah Ling ji.


Keduanya lalu melesat, kearah depan, setelah melihat Ling ji menganggukan kepala.


Hmm..!!

__ADS_1


"Ini undangan kehormatan, dari orang orang kaisar Zhiangwen, sungguh amat memalukan orang orang yang berada di belakangnya"


"Pantas saja kekuasaannya akan tumbang, karna mempunyai anak buah pengecut, dan suka menipu."


Hahaha


Mo berkata sambil tertawa, "jika kalian mampu silahkan saja bekuk aku."


"Ingat bekuk dia..!! jangan di lukai," When ning berkata. hatinya sangat senang, ia yakin, kali ini berhasil, dan membayangkan Mo kwi, berada di kamar berdua dengannya.


Iblis api dan Iblis es bergerak menyerang dari arah berlawanan, sedangkan, ke empat dewi siluman bersiaga, bergerak saling bantu, dan menyerang bergantian.


Dengan langkah kilin. serangan sepasang iblis kembar, berhasil di hindari, kedua hawa tenaga dalam yang berbeda, serasa menghimpit tubuh Mo kwi, panas dan dingin bertemu di tubuh Mo kwi.


Mo kwi, menghindari, serangan iblis api yang mengincar pinggangnya, tapi hawa dingin di rasakan mengarah punggung,


Mo kwi berkelit ke samping, menyelamatkan punggungnya, dan membiarkan, pukulan Iblis api masuk ke pinggang.


Bhuuuuk...!!


Mo kwi, terhuyung selangkah kebelakang.


Mo.kwi, mengibaskan bajunya, di pinggang yang tadi terkena pukulan Iblis api, karna sama bersipat panas, dan Mo kwi pernah makan mutiara api, membuat pukulan Iblis api tak berarti.


Iblis api mendengus, melihat pukulannya, hanya mampu membuat Mo kwi terhuyung, tanpa mengalami luka.


Iblis api makin penasaran, lalu kembali menyerang dan terus mendesak Mo kwi, sedangkan ke empat Dewi siluman sangat mengganggu.


Mo kwi yang perhatiannya terfokus kepada, sepasang iblis kembar, sering mendapat serangan mendadak, dari When ning dan adik adiknya.


Amarah Mo kwi makin lama makin memuncak.


Jika seperti ini terus, aku bisa kehabisan tenaga.


Dengan langkah kilin, Mo kwi menangkap kaki Dewi siluman kayu yang menendang lehernya, dengan sedikit tenaga ia menjepit kaki itu, dan melemparkannya kearah Ling ji, Dewi siluman kayu menjerit, pergelangan kakinya, panas dan sangat sakit, hingga akhirnya mundur, tak bisa ikut bertempur.


Merasa tak ada jalan lain, kemudian Mo kwi mengeluarkan ilmu raja hitam, Sepasang iblis kembar yang akan menyarangkan pukulannya, menarik kembali, karna takut tangan mereka, terkena racun hitam dari tubuh Mo kwi,


Sepasang iblis kembar kemudian mundur, kedekat When ning, "kalian hati hati, tubunya sekarang mengandung racun, pakai senjata atau tenaga dalam untuk melukainya. tenaga dalamnya sebentar lagi habis, kita pancing dia," iblis es berkata.


Mo kwi setelah melemparkan, Dewi siluman kayu, melompat mundur, ia menarik nafas dalam dalam, tenaganya banyak tersedot, "satu satunya jalan, aku harus beradu jiwa dengan mereka...!!"


Ketika hendak bergerak, sebuah benda bergerak sangat kencang kearah Mo kwi.


Mo kwi, menangkap benda yang menuju kearah nya, dan wajahnya mengerut melihat, sebuah ayam bakar, yang masih mengepulkan asap.


Seorang kakek berjalan sambil makan ayam bakar, berteriak.


"Adik hitam, sudah lama aku mencarimu..!!" Seorang kakek yang pendek dengan perut besar dan berwajah hitam, berjalan sambil melambaikan tangan kearah Mo kwi, kakek itu tak peduli, sepasang iblis kembar dan dewi siluman menyerang nya, ia tetap berjalan kearah Mo kwi.

__ADS_1


Mo kwi, tersenyum melihat siapa yang datang, dari mulutnya terdengar suara pelan..


Kakek Hek mo.


__ADS_2