Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
CH : 139 Mendapat Teman baru


__ADS_3

Mo kwi berpakaian layaknya seorang tuan muda, dan Ling ji berpakaian layaknya seorang nyonya muda, dan ia sangat senang, dengan perannya itu.


Sedangkan pedang gila, bertindak sebagai kepala pengawal pedagang muda, dengan anak buahnya, Zhou fang dan To heng, sedangkan Mata elang bersama Langkah angin, terkadang berkuda mendahului rombongan untuk melihat dan membaca situasi.


Mo kwi memang sengaja hanya membawa, sedikit kawan, karna Mo kwi dan Zhou fang dan To heng, datang ke kota Nanjing untuk, untuk membujuk beberapa perwira kawan mereka, yang selama ini tak suka dengan pemerintahan Kaisar Zhiangwen.


Dewa bumi meminta supaya Dewa langit ikut, tapi Mo kwi menolak secara halus, karna Mo kwi belum bisa mencegah Dewa langit jika bertemu musuh, yang suka main sikat


Dan itu sangat berbahaya jika berada di kota Nanjing karna mereka akan jadi pusat perhatian, sedangkan Pedang gila, dengan isyarat tangan sudah mengerti, karna memang mereka sudah lama sering bersama sama.


Sedangkan, sepuluh anggota biasa, seperti kusir, dan pengawal kereta barang memang dari perguruan tengkorak putih yang sudah biasa berdagang jauh, dan hapal situasi di kota Nanjing.


Hingga rombongan Mo kwi memang terlihat layaknya seperti rombongan pedagang kecil, yang suka menjajakan sutra, bahan berkualitas yang sangat di butuhkan oleh bangsawan bangsawan yang berada di kota raja.


Perjalanan yang dilakukan pagi hari, akhirnya mereka sampai di kota Cho an.


Mata elang dan Langkah angin, yang berangkat terlebih dahulu, telah menyiapkan tempat penginapan terbesar, untuk menjaga wibawa tuan muda mereka.


Ketika Mo kwi datang, banyak pelayan yang memberi hormat, karna memang mereka sudah di beri uang tips hanya untuk mengenalkan nama Mo cian nama samaran Mo kwi pedagang muda yang sukses,


Tanpa melihat kanan kiri, mata yang memandangnya, Mo kwi langsung menuju tempat yang sudah di pesan oleh Mata elang, sementara Pedang gila yang memakai caping, matanya melirik kearah seorang perempuan tua, yang berkulit agak kecoklatan. dengan sebuah permata kecil, diantara kedua alis mata perempuan tua itu, dan ada garis garis kecantikan yang masih terlihat di wajah perempuan tua itu.


Dan pedang gila terus menatap kearah perempuan tua itu, yang juga melihat kearah pedang gila yang memakai caping.


Perempuan tua itu bersama dengan seorang pemuda yang juga berkulit agak kecoklatan, dan wajah keduanya tampak asing.


Diantara para tamu, di tempat santai yang berada di ruangan depan penginapan, yang memang di siapkan pemilik penginapan, untuk para tamu yang menginap, memesan makanan dan sekedar santai, untuk minum teh atau minum arak.


Mata elang dan Langkah angin, sudah memesan kamar yang ada ruangan, di penginapan ini.


Setelah sampai Langkah angin langsung menghubungi kawan kawannya yang merupakan anak buah Sian bin, yang berada di kota Cho an,


Dan Sian bin sudah memberitahu putri Qiao bahwa Cho an adalah kota yang agak tidak beraturan, uang berkuasa disana, dan putri Qiao telah mempersiapkan untuk Mo kwi segala sesuatu kebutuhan untuk Mo kwi.


Dan langkah angin menyebar kawan kawan mereka untuk menghembuskan isu, membuat nama Mo cian pedangang muda yang sukses, singgah ke kota Cho an, sebelum ke kota Nanjing untuk menjual sutra sutra terbaik.


Mata mata pihak kerajaan, mencari tahu, dan setelah bertanya tanya, kepada para pedagang yang memang sudah di pesan oleh anak buah Sian bin, dan membenarkan, sehingga mereka percaya, Mo cian adalah pedagang sutra dari kota Gui zhou yang sukses.


Mo kwi melihat Pedang gila, yang membuka capingnya.


"Guru," Pedang gila berkata,


Mo kwi mendengus mendengar perkataan Pedang gila, kakak harus memanggil apa padaku.


"Tuan Mo cian..!"


lalu kenapa memanggilku guru ?"


Pedang gila tak berkata kembali, setelah mendengar perkataan dari Mo kwi.


"Jangan ada kesalahan, misi kita sangat penting, apa kalian mengerti ?"


Zhou fang, To heng dan yang lain mengangguk, hanya Pedang gila yang diam.


Kita hanya sehari di kota Cho an, dan besok langsung berangkat kekota Nanjing, kesan yang kita buat akan sampai terlebih dahulu ke kota Nanjing, jika kita tidak berhati hati.


Mata elang dan Langkah angin, cari dan sebarkan informasi penting, dan usahakan mereka mengetahui, orang seperti apa Mo cian, pedagang sutra terbaik dari Gui zhou.

__ADS_1


Dan sebelum aku sampai di kota Nanjing, aku ingin mereka tahu, siapa Mo cian.


"Mari kita istirahat !" untuk memulihkan tenaga.


besok kita berangkat ke kota Nanjing.


Setelang mendengar perkataan Mo kwi, mereka lalu mengundurkan diri,


Dan hanya tesisa Pedang gila yang masih berdiri.


Ling ji berkata,


"kakak Pedang gila, kenapa tidak ikut keluar ?"


Aku tidur di sini, menjaga guru.


mendengar perkataan dari Pedang gila


Mo kwi lalu memberi isyarat kepada Pedang gila untuk keluar kamar.


Pedang gila melihat isyarat itu, lalu berjalan keluar kamar, dan berkata pelan, "perempuan berkuasa di dalam ruangan."


Esok harinya Kereta Rombongan pihak Mo kwi bergerak meninggalkan kota Chou an, menuju Nanjing.


Ketika hendak keluar, Mo kwi melihat dua orang, seakan akan tengah mencegat keberangkatan mereka.


Mo kwi melihat, mereka adalah tamu di penginapan, yang sama dengannya.


Pedang gila turun dari kuda dan berkata.


"Ada apa mencari tuan Mo cian."


Lalu terdengat suara perempuan tua, yang berkata dengan bahasa han yang agaknya belum begitu lancar.


"Aku dan cucuku ingin ikut menumpang ke kota Nanjing..!!" nenek itu berkata, "dan tak tahu jalan, karna kami berasal dari negri Thian tok, ini cucuku Nhiskala, dan aku sendiri bernama Kharmila devi, menyebrangi lautan untuk mencari teman, yang lama tak bertemu.


Pedang gila terus menatap perempuan tua itu, yang tengah bicara dengan gurunya, entah kenapa, ia suka menatap kearah wajah perempuan tua itu.


"Kami mendengar segelintir orang akan mencegat dan merampok tuan Mo cian, di tengah perjalanan, sewaktu berada di penginapan.


Jika kami boleh ikut bersama, maka kami akan melindungi rombongan Tuan muda Mo cian sampai Kota Nanjing."


Mo kwi menatap kedua orang itu, lalu mengangguk dan mempersilahkan, nenek Kharmila untuk masuk kedalam kereta, sementara Nhiskala, menunggang seekor kuda.


Rombongan Mo kwi kemudian melanjutkan perjalanan.


"Tuan muda Mo sangat beruntung," nenek kharmila berkata, "seorang pedagang sutra yang sukses."


"Nenek tahu, siapa aku ?" Mo kwi berkata.


Nenek Kharmila tersenyum mendengar perkataan Mo kwi, "orang orang kota Cho an, membicarakan tentang tuan muda Mo, dan aku mendengarnya.


Hmm..!!


Mo kwi mengangguk, anak buah paman Sian bin memang hebat, mereka membuat namaku sampai orang lain tahu. Mo cian, pedagang sutra terbaik.


Mo kwi berkata dalam hati.

__ADS_1


Lalu nenek Kharmila bercerita, sewaktu ia muda pernah berada di Tionggoan ini, tetapi kemudian, kembali ke Thian tok.


"Tuan muda Mo, siapa orang bercaping itu ?"


"Dia kepala pengawalku, ada apa nenek kharmila ?"


Tidak apa apa tuan muda Mo, aku merasa dia sering melirik kearahku, nenek Kharmila berkata, dan wajahnya terlihat malu., Ling ji tersenyum dan berkata, "mungkin dia suka sama nenek !"


Nyonya jangan bercanda, mana ada seorang pria yang suka sama nenek nenek.


Mereka bercakap cakap ringan, dan Mo kwi mulai suka, dengan nenek Kharmila ini, yang menurutnya seorang yang ramah, tapi ia tahu dari gerak geriknya, nenek ini orang yang memiliki kepandaian tinggi.


Dan ketika tengah asik bercakap cakap, tiba tiba kereta berhenti mendadak, dan Mo kwi mendengar suara tertawa yang keras.


Hahaha


"Tuan Mo cian, silahkan keluar, aku kerbau gunung ingin berbicara dengan mu !"


Mendengar teriakan itu, Mo kwi keluar dari kereta, di ikuti Ling ji dan nenek Kharmila.


Mo kwi melihat sekitar 30 sampai 40 orang sedang berdiri menghadang di depan Pedang gila.


Seorang pria tinggi besar, dengan rambut acak acakan, yang menjadi pemimpin mereka.


Nenek kharmila lalu berbicara dengan bahasa yang tak mereka mengerti, kepada Nhiskala, dan pemuda itu mengangguk, mendengar perkataan dari nenek nya, lalu turun dari kuda.


Kerbau gunung, tak peduli terhadap pemuda asing itu, ia berkata.


Tuan Mo cian, tinggalkan barang barang bawaan, dan kami akan mengampunimu.


Mendengar kerbau gunung bicara, Nhiskala maju makin kedepan, pedang nya yang panjang dan melengkung, sudah siap berada di pinggang.


"Kau pengawal tuan Mo cian ?"


Nhiskala tak menjawab.


Hmm..!!


"Sombong sekali kau..!!" kerbau gunung berkata, ketika Nhiskala tak menjawab.


"Siapa kau anak muda, dan apa gelar mu,


siapa tau aku kenal dengan gurumu..!!"


Nhiskala tetap tak menjawab, hanya tangannya memegang pedang di pinggang.


Terdengar dengusan dari pedang gila, ketika mendengar perkataan dari Kerbau gunung, lalu berkata.


"Kerbau yang banyak bicara,"


"Apa kau bilang ?" kerbau gunung berkata, mendengar perkataan Pedang gila yang juga sudah turun dari kuda, dan berjalan kearah Nhiskala.


"siapa namamu ?" dan entah kenapa kerbau gunung menurut, menjawab pertanyaan dari Pedang gila.


"Kerbau gunung"


Lalu pedang gila menatap kearah awan dan berkata,

__ADS_1


"seumur hidup, baru kali ini aku melihat, ada kerbau bisa jawab pertanyaanku" sambil menarik nafas dalam dalam.


__ADS_2