
Li chun dan See in tertegun, tak mengerti maksud dari perkataan pria bertopeng yang disebut Pedang gila, tadi pria itu menyerang dengan ganas berusaha membunuh Mo kwi, dan sekarang berkata bahwa ia adalah gurunya.
Li chun gelengkan kepala, begitu juga See in dan orang orang yang berada diruangan itu, mereka tak mengerti dengan apa yang terjadi.
Tan lian juga sama tak mengerti, dan bertanya kepada Yie dong.
"Paman, apa yang terjadi kepada Pedang gila, kenapa ia memanggil guru kepada pemuda itu, bukan kepada paman Tio ban."
Sebelum berkata, Yie dong menghela nafas dalam dalam.
"Inilah kelemahan ilmu hipnotis saudara Tio ban punya,"...!! ketua.
"Orang yang terhipnotis oleh Tio ban, akan berbalik menuruti perintah orang yang berhasil membunuh Tio ban, jika yang terhipnotis melihat langsung orang yang membunuh Saudara Tio ban, maka ia akan menganggap orang itu sebagai pengganti Tio ban, seperti yang ketua lihat ini."
"Mari ketua kita tinggalkan tempat ini,"..!! jika guru pemuda itu datang, maka kita susah untuk keluar dari sini," Yie dong berkata.
Tan lian mengangguk mendengar perkataan dari Yie dong, ketika hampir semua orang diruangan itu terkejut dan memperhatikan Mo kwi, dan pria bertopeng yang berdiri dihadapan Mo kwi.
Dua bayangan melesat keluar dari ruangan, Cui im yang selalu memperhatikan meja Tan lian lalu berteriak.
"Jangan pergi kau pengecuuut,"..!! teriak Cui im menyadarkan orang orang yang berada didalam ruangan.
Tapi kedua bayangan itu melesat dengan cepat sambil mengibaskan tangan, kearah penjaga pintu ruangan.
Dua orang penjaga pintu terpental terkena kibasan tangan dari Tan lian, dan dengan cepat kedua orang itu lalu keluar dan menghilang di tengah kerumunan orang, yang sudah mulai banyak berdatangan ketempat gubernur Zhang xuan.
Pedang gila masih berdiri didepan Mo kwi sambil melintangkan pedangnya didepan dada, tanpa berkata kata, sambil menatap kearah Li chun dan See in ketika berusaha mendekati Mo kwi.
Mo kwi tengah duduk sambil mengatur pernapasannya juga tak mengerti, dengan pria bertopeng yang di sebut pedang gila.
Setelah mengatur pernapasan dan luka dalamnya sedikit membaik, Mo kwi dengan memegang kursi utuh, lalu bangkit berdiri, darah segar masih terlihat disekitar mulut pemuda itu.
Kau minggirlah, Mo kwi berkata kepada Pedang gila,
Mendengar perkataan Mo kwi, Pedang gila lalu minggir dan mundur kebelakang pemuda itu.
Li chun dan See in kemudian menghampiri Mo kwi dan bertanya.
"Adik, kau tak apa apa,"..? Li chun bertanya kepada Mo kwi, "dadaku terasa sesak sekali kak, agaknya luka dalam ku lumayan parah," Mo kwi berkata kepada Li chun.
Mendengar perkataan Mo kwi, See in kemudian mengeluarkan sebuah botol kecil dari balik baju, dan mengeluarkan 2 buah pil berwarna hitam dan memberikan kepada Mo kwi.
"Minumlah obat luka dalam ini nak,"..!! "Terima kasih paman," Mo kwi berkata sambil menerima obat, kemudian langsung memasukan obat itu kedalam mulutnya, rasa hangat mengalir ketika obat itu masuk kedalam perut Mo kwi.
__ADS_1
Sementara Diao chan berbisik kepada ayahnya.
"Apa ayah masih ingat dengan pemuda itu,"..? Diao chan bertanya kepada ayahnya.
"Aku memang seperti pernah melihat pemuda itu, tapi aku sudah lupa, karna banyak orang sudah sering aku temui."
"Dialah pemuda yang pernah membuat geger waktu ayah diangkat menjadi gubernur kota kaifeng setahun lalu," Diao chan berkata kepada ayahnya.
Gubernur Zhang terkejut ketika mendengar perkataan putri nya.
"Ah,...Aku ingat sekarang,"..!! Gubernur zhang berkata sambil tersenyum mengangguk.
"Dia adalah kusir kereta Putri Qiao,"
Diao chan mengangguk sambil tersenyum manis mendengar perkataan dari ayahnya.
Tapi kemudian wajah gubernur Zhang berubah.
"Berarti dia adalah mata mata,..!! Dan diperintahkan oleh putri Qiao, untuk menyusup kamari," Zhang xuan berkata kepada anaknya Diao chan.
"Ayaaah,..!! "Apa ayah ingat, dulu putri Qiao minta pada kita untuk menginap beberapa hari sebelum kembali kekota Fu'yi, dayang ku selalu mengawasi apa yang putri Qiao lakukan sewaktu menginap ditempat kita."
"Putri Qiao menyembuhkan luka racun cucu sepasang Pendekar bermuka hewan, dan dayangku berkata, pemuda itulah sebenarnya yang menyembuhkan cucu, dari sepasang Pendekar bermuka hewan, bukan putri Qiao."
"Dan putri Qiao menyuruh orang orangnya untuk mencari tapi tak berhasil dan akhirnya kembali kekota Fu'yi, aku masih ingat wajah putri Qiao waktu itu, sangat kusut dan seperti habis menangis ketika keluar dari rumah kita."
"Dan pemuda itu datang berdua dengan pemuda bertubuh besar yang terlihat dogol itu," Diao chan berkata kepada ayahnya gubernur Zhang.
"Ayah, ini kesempatan kita untuk membujuk pemuda itu agar bergabung dengan kita."
Gubernur Zhang tersenyum ketika mendengar perkataan dan penjelasan dari putrinya.
Gubernur Zhang lalu berdiri dan menghampiri kearah Mo kwi diikuti oleh putrinya.
Pedang gila langsung menghadang, ketika melihat gubernur Zhang dan rombongannya.
"Kau minggirlah," Mo kwi berkata kepada Pedang gila yang berada didepannya, mendengar perkataan dari Mo kwi, pedang gila lalu menyingkir dan berdiri dibelakang Mo kwi.
Gubernur Zhang memberi hormat kepada Mo kwi. pemuda itu sedang berdiri bersama, Li chun dan See in.
"Maaf kan atas kekacauan yang terjadi ditempat kediaman ku, kejadian ini sungguh diluar perkiraan," gubernur Zhang berkata kepada Mo kwi.
"Sudah lah tuan gubernur, seharusnya aku harus meminta maaf karna telah membuat kekacauan di acara tuan gubernur," Mo kwi berkata kepada gubernur Zhang sambil menjura, kemudian setelah menjura, Mo kwi terbatuk, dan darah keluar kembali dari mulut Mo kwi.
__ADS_1
Li chun merasa khawatir melihat darah keluar kembali dari mulut adiknya, lalu melotot kearah gubernur Zhang.
"Gara gara acaramu ini, adiku jadi terluka, kau harus tanggung jawab," Li chun berkata sambil melotot kearah gubernur Zhang.
Wajah gubernur Zhang langsung berubah mendengar perkataan dari Li chun, tapi gubernur Zhang tersenyum kembali ketika bajunya ditarik tarik perlahan oleh putrinya.
"Aku sebagai tuan rumah, meminta maaf kepada adikmu." gubernur Zhang berkata mendengar perkataan dari Li chun, hati Zhang xuan sebenarnya merasa panas mendengar perkataan dari Li chun, tapi ia berusaha menutupi kemarahan, ketika Diao chan menarik bajunya.
"Kenapa meminta maaf hanya kepada adikku, aku juga terluka dan dirugikan oleh mu, tapi kau belum minta maaf padaku,"..? Li chun berkata.
Wajah gubernur Zhang ketika mendengar perkataan dari Li chun wajahnya berubah kelam, sedangkan See in, tersenyum.
"Rasakan sekarang, kau pikir tidak pusing bicara dengan Li chun," See in berkata dalam hati sambil tersenyum. dalam hatinya See in tertawa tawa melihat wajah gubernur Zhang berubah ketika mendengar perkataan dari Li chun.
Lalu dengan suara kencang gubernur Zhang berkata, sambil menahan marah, "aku minta maaf pada tuan pendekar,"
"Kau aku maafkan," Li chun berkata.
"Dan jangan ulangi lagi,"..!!
Diao chan menutupi mulut, supaya ketawanya tak terdengar oleh ayahnya.
Tapi tidak dengan para tamu, mereka tertawa begitu mendengar perkataan Li chun, seolah olah gubernur adalah bawahannya, telah melakukan kesalahan.
Gubernur Zhang sambil mendengus, kemudian kembali ketempatnya dan menyuruh pelayan untuk membersihlan ruangan, lalu menyuruh pelayan lain untuk mengurus mayat Tio ban yang tewas, dan masih tergeletak di lantai.
Diao chan tersenyum manis kearah Mo kwi.
"Tuan muda, sebaiknya tuan muda beristirahat dahulu didalam kamar, untuk menyembuhkan luka dalam."
Mo kwi mengangguk mendengar perkataan Diao chan.
"Mari tuan muda," Diao chan berkata, ingin mengantarkan Mo kwi kekamar untuk beristirahat.
Ketika mereka melangkah tiba tiba sebuah bayangan melesat dan berdiri menghadang Mo kwi, seorang kakek tinggi besar dengan pedang di punggung setelah memberi hormat, lalu berkata kepada Mo kwi
"Maaf anak muda, ada satu hal ingin aku tanyakan,"...? kakek itu berkata.
Mo kwi mengerutkan dahi, ketika mendengar perkataan kakek bertubub besar dan berdiri dihadapannya.
"Siapa paman dan apa keperluan paman padaku,"..? Mo kwi berkata kepada kakek itu.
"Namaku Liu kang, ketua perguruan pedang suci, dan aku ada perlu dengan muridmu itu, Liu kang berkata, sambil menunjuk kearah Pedang gila"
__ADS_1