Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 157 Dewi Bulan Dan Dewi Bintang 2


__ADS_3

Mo kwi merasakan tenaga dalam yang kuat dari kedua gadis itu.


Sedangkan sepasang Dewi malam terkejut ketika masing masing telapak tangan mereka bergetar, ketika bertemu dengan telapak tangan Mo wki.


"Nona berdua..!!" kami akan pergi sendiri jika mau, dan nona berdua boleh pergi meninggalkan tempat ini sebelum terlambat.


"Menarik juga," Dewi bulan berkata.


"Tuan muda,..!!" sekarang bukan kami berdua tapi dirimu yang menawarkan kami untuk pergi dari sini."


"Apa kami tidak salah dengar ?" Dewi bulan berkata sambil tersenyum kearah Mo kwi.


"Nona..!!"


Sebelum Mo kwi berkata lebih lanjut, tiba tiba terdengar suara Ling ji yang memotong perkataan dari Mo kwi.


"Kwi koko..!!" mereka bukan nona seperti apa yang kau lihat.


"Umur mereka sama dengan paman Shin mungkin juga lebih tua mereka," Ling ji berkata kepada Mo kwi.


Mo kwi terkejut mendengar perkataan dari Ling ji.


Kedua gadis belia yang berada di hadapannya, ber umur lebih tua dari ayahnya.


Melihat perubahan dari wajah kekasihnya, Ling ji langsung berkata.


"Kwi koko, mereka berdua murid Dewi matahari, seorang ratu golongan hitam dari negara Jin,


Kwi koko harus berhati hati."


Mo kwi mengangguk mendengar perkataan dari Ling ji, lalu berkata kepada sepasang Dewi malam.


Nona kami akan pergi, dan tolong jangan menghalangi kepergian kami dari sini, dan asal nona tahu, sekarang istana kaisar Zhiangwen sudah di kepung oleh pasukan raja muda Yan zhu di.


Di bawah pimpinan putri Qiao.


"Siapapun yang menyerang kami tak peduli, kami yakin kami bisa pergi dari sini," Dewi bulan berkata


"Hmm...!!"


Jika kalian pikir mampu pergi dari sini silahkan, tapi itu juga jika aku mengijinkannya.


Mo kwi membalas kesombongan dari perkataan Dewi bulan.


"Agaknya kau punya sedikit kepandaian, jangan sombong anak muda..!!" jangan mentang mentang kau sudah bisa menahan kedua pukulan kami, lantas menjadi jumawa." Dewi bulan berkata.


"Kakak biar aku coba dulu..!!" tapi kakak harus siap jika aku dalam bahaya."


"Kau bisa pegang pegang, sedangkan aku yang harus waspada, kau memang pengen untung terus, Dewi bulan berkata sambil tersenyum genit, kau harus ingat yang lebih muda harus mengalah, ringkus dia, biar nanti malam kita bisa pesta bertiga," Dewi bulan berkata, dan sepasang dewi malam tertawa bersama.


"Penampilan kalian dengan omongan sangat bertolak belakang, agaknya aku tak boleh membiarkan kalian keluar dari sini hidup hidup."


Mo kwi berkata.


"Kau sangat berwibawa di umur se usiamu..!!" itu hal yang janggal hingga membuat aku semakin penasaran." Dewi bulan berkata.


"Kakak sudahlah, aku sudah tak sabar lagi, Dewi bintang berkata.

__ADS_1


Dewi bulan langsung duduk di sebuah batu pipih, dengan kecapi berada di depannya.


Dewi bintang, mengeluarkan selendangnya dan berkata kepada Mo kwi, jika kau tertangkap selendang ini, maka kau akan jatuh kepelukanku.


He he he, Dewi bintang berkata lalu tertawa.


Mo kei makin sebal, mendengar perkataan Sepasang Dewi malam.


Tangan nya langsung menebas kearah pundak Dewi bintang.


Dewi bintang sudah mengikat dengan erat sulingnya di ujung selendang, ketika Mo kwi menyerang, Dewi bintang langsung mengibaskan selendangnya.


Selendang melesat dengan cepat dan ujung suling menotok kearah dada Mo kwi.


Mo kwi terkejut lalu menarik kembali serangannya, jika ia memaksa menyerang pundak Dewi bintang, selendang itu akan lerlebih dahulu sampai, dan menotok dada Mo kwi.


Mo kwi kemudian bergerak ke samping kanan, lalu dengan langkah kilin, menyambar ke arah dada Dewi bintang.


Dewi bintang seperti terkejut tapi tak menghindar, malah membusungkan dadanya ke arah tangan Mo kwi.


Ling ji mendengus melihat gerakan Dewi bintang.


Sedangkan Mo kwi terkejut dan wajahnya langsung merah, sebelum mengenai dada, Mo kwi menarik serangannya.


Dewi bintang tersenyum ketika melihat Mo kwi mundur, lalu selendangnya iya ikatkan di pinggang, dan hanya memegang suling.


"Kenapa tuan muda tidak teruskan saja, aku sudah siap mati di tanganmu," Dewi bintang berkata sambil mengerling kan matanya kearah Mo kwi.


Tiba tiba Ling ji melemparkan, selendang pendek pelindung leher bila cuaca dingin.


"Aku menerima pukulanmu, lalu kenapa kau tak teruskan ?" Mo kwi terdiam mendengar perkataan dari Dewi bintang, dan memang benar ia yang menarik pukulannya."


Sekarang giliranku yang menyerang.


Dewi bintang, setelah berkata langsung mnyerang ke arah leher Mo kwi.


Sulingnya tegak lurus langsung melesat ke arah leher Mo kwi, Mo kwi lalu menepak kearah lengan yang memegang suling yang tengah menyerangnya.


Tangan Dewi bintang bergerak ke kiri, sambil menghindari tepakan Mo kwi, serangan bergeser kearah pundak kiri Mo kwi, Mo kwi bergerak mundur selangkah, lalu mengibaskan tangan kirinya.


Serangkum angin melesat menyambar kearah tubuh Dewi bintang, Dewi bintang ber putar kekanan, menghindar sambil kakinya menendang pinggang Mo kwi.


Mo kwi mendengus, dan menangkap pergelangan kaki Dewi bintang lalu ia lemparkan.


Dewi bintang merasakan tenaga dorongan yang sangat besar, tubuhnya melambung keudara, Dewi bintang berputar di udara, lalu turun sambil bersalto dan tegak berdiri dasamping kakaknya yang sedang duduk.


Kakak, pemuda itu bukan orang sembarangan, tenaga dalamnya jauh di atasku, jika melawan sendirian, kita pasti tak kan mampu.


Dewi bulan yang mendengar perkataan dari adiknya, sudah memegang kecapi dan bersiap, jika sampai adiknya Dewi bintang berkata seperti itu, maka ini memang bukan lawan yang mudah.


Jika ilmu suara penguasa malam tak bisa melumpuhkan dia, jangan tanggung tanggung kita keluarkan Jurus, sepasang pengantin malam ajaran guru yang hanya boleh di pergunakan jika keadaan benar benar terjepit, Dewi bintang mengangguk mendengar perkataan dari Dewi bulan.


Lalu kedunya bergerak ke kiri dan ke kanan, sambil masing masing memegang alat musik mereka, yang sekaligus di gunakan sebaai senjata.


Suling berdengung sementara, suara kecapi, terdengar mendenting, dan menggetar kan telinga, orang yang mendengarnya.


Suling bergerak kearah leher Mo kwi, sementara kecapi sambil tali senarnya di tarik hingga menimbulkan bunyi, dan badan kecapi menghantam pinggang dari Mo kwi.

__ADS_1


Mo kwi menggunakan langkah kilin, mundur lalu bergerak kesamping kiri menghindari hantaman kecapi dari Dewi bulan, setelah bergerak menghindar, tangan kanan Mo kwi langsung balik menghantam pinggang Dewi bulan.


Dewi bulan terkejut, lalu ia menggerakan kecapinya untuk menahan hantaman tangan Mo kwi.


"Braaaak...!!"


Kecapi, itu bergetar dan Dewi bulan, langsung melesat mundur kemudian, melihat kecapinya, dan hatinya lega ketika melihat senjata andalannya, tidak mengalami kerusakan, ketika terkena hantaman tangan Mo kwi.


Keduanya semakin lama semakin gencar saling serang, suara dentingan kecapi dan riuhnya suara suling, membuat pertempuran kacau balau.


Mo kwi membagi tenaganya, untuk menutup telinga dan bergerak menyerang dan menghindari serangan.


"Hebaaat..!!" sebuah kombinasi silat yang aneh, pantas jika Ling ji menyebut bahwa guru meraka adalah ratu golongan hitam di negri Jin."


Suara suling dan kecapi, Tak begitu mempengaruhi Mo kwi, semakin lama Mo kwi bergerak, semakin dasyat suara suling dan kecapi yang masuk melalui telinganya.


Mo kwi berusaha menghancurkan kedua senjata dari sepasang Dewi malam, dengan langkah Dewa angin, sambil di gabungkan dengan ilmu iblis gila, tubuhnya bergerak sangat cepat dan serangan pukulannya susah di tebak.


kedua sepasang Dewi malam.sangat terkejut melihat dan merasakan perubahan jurus serangan dari Mo kwi, tadi serangannya teratur dan dapat di baca oleh mereka, tetapi sekarang, serangan serangannya sangat susah untuk di tebak kemana arahnya.


Mo kwi sudah tak ragu lagi menhantamkan pukulannya, tidak seperti tadi, dan itu di sadari oleh sepasang Dewi.


ketika Dewi bulan mengahantamkan kecapinya ke arah kepala, Mo kwi langsung menyambut dan menhantam kan tinjunya ke arah kecapi milik Dewi bulan.


Braaaak....kraaaks..!!"


Suara keras terdengar, dan kecapi senjata milik Dewi bulan, patah menjadi 2, Dewi bulan, langsung menyerang kearah Mo kwi, suara desahan dan tertawa genit terdengar, Mo kwi terkejut ketika melihat serangan dan, perkataan yang menurutnya aneh, apalagi setelah Mo kwi melihat sepasang Dewi malam itu bergerak lemah gemulai sambil melepaskan pakaian luar dan dalam mereka satu persatu.


Sambil bergerak, mereka melepaskan pakaiannya, lalu di lemparkan kearah Mo kwi, dan keduannya sudah mulai memainkan jurus, sepasang pengantin malam mencari mangsa.


Gerakan menyerang dan menghindar, sangat menonjolkan bagian kewanitaan, sehingga Mo kwi menjadi salah tingkah, belum lagi suara dengusan, dan desahan nafas yang membuat pikirang orang melayang layang, dan kosetrasi menjadi buyar.


Mo kwi yang masih berdarah muda dan panas, berusaha menolak suara suara yang masuk, karna kosentrasinya benar terganggu.


Sebuah tinju, menghantam perut, tapi bisa di hindari, tapi sebuah sabetan kearah pundak tak bisa di hindari, ketika menyabet, posis dada dari dewi bulan berada di depan wajah Mo kwi.


Mo kwi lengah dan sabetan itu yang bikin Mo.kwi terhuyung, mundur.


"Hoaaks...!!"


Mo kwi memuntahkan darah segar, lalu minum sebuah obat pemberian tabib huo.


Sepasang Dewi malam yang tanpa busana, sudah bersiap, sementara Mo kwi semakin geram, melihat ilmu ilmu yang mereka keluarkan dan bisa di katakan, sebuah ilmu yang melenceng dari hal kepantasan.


Mo kwi menatap Sepasang Dewi malam, tubuh putih, wajah yang cantik.


Apakah benar seperti yang Ling ji bilang bahwa mereka seumuran dengan ayahku, ketika mereka mendengar.


"Hmm..!!"


"lelaki dimana mana sama saja, bosan liat yang lama, melotot liat yang baru...!!" Ling ji berkata.


"Aku tak kan bosan melihat tubuhmu, tapi tubuh mereka mereka sebentar lagi akan kubuat hitam.


Lalu Mo kwi berkata kepada sepasang Dewi malam, "ini jurus terakhir yang kau gunakan bersiaplah..!!"


Mo kwi berkata sambil mengeluarkan pisau raja neraka, dan menatap ajam kearah Sepasang Dewi malam.

__ADS_1


__ADS_2