Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 162 Mas Kawin Untuk Nenek Kharmila


__ADS_3

Wajah Sharika langsung berubah mendengar perkataan dari Pedang gila dan berpikir.


"Apa orang ini tidak gila ?" jangankan cuma 1 pedang dengan satu kerajaan pun aku tak kan mau menukarkan kepalaku ini.


"Bagaimana hitam, mau tidak ?" namaku sharika bukan hitam..!!" pendeta Sharika sangat marah dan merasa di permainkan oleh Pedang gila.


Adik mu lebih baik dari kau, dia sudah memberikan mas kawin untukku.


Pendeta Sharika mengerutkan keningnya mendengar perkataan Pedang gila.


"Apa, Sharmani memberikan mas kawin untuk mu ?"


Pedang gila mengangguk mendengar perkataan dari pendeta Sharika.


"Mas kawin apa yg dia berikan padamu ?" Sharika bertanya kepada Pedang gila.


Hmm..!!


"Masih tanya, tentu saja kepalanya," wajah pendeta Sharika sangat terkejut ketika mendengar perkataan dari Pedang gila, tadinya Sharika berpikir adik nya belum kembali karna bingung mencari jalan ke istana yang penuh lika liku, dan sama sekali tak menduga bahwa adiknya telah tewas dan kepalanya di pakai sebagai mas kawin oleh kakek berwajah merah itu.


Wajah pendeta Sharika terlihat sangat bengis, dan matanya tajam menatap kearah Pedang gila,


"katakan siapa saja yang mengeroyok adikku ?" pendeta Sharika berkata.


Pedang gila mendengus, jika kau waktu itu tidak pergi, dan bisa memberikan mas kawin, aku sudah kawin dengan adik.


"Ini semua gara gara kau hitam..!!"


Pedang gila berkata.


Lalu melesat kearah pendeta Sharika, Pedang kelabang biru langsung menebas kearah dada, pendeta Sharika langsung menghantamkan mustika tulang purba kearah pedang kelabang biru.


Traaang..!!


Pedang kelabang biru bertemu dengan mustika tulang purba, beradu dan mengeluarkan suara layaknya pedang dengan pedang, karna mustika tulang purba adalah tulang berusia ribuan tahun dan sangat keras.


Tangan pendeta Sharika bergetar dan pendeta itu sangat terkejut, gilaa, aku sudah mengeluarkan 7 bagian tenaga dalam tapi tanganku masih tergetar dan kakek berwajah merah itu seperti tak merasakan apa apa, "siapa dia sebenarnya ?" pantas saja jika Sharmani tewas di tangannya, aku harus berhati hati, agaknya dia bukan pengawal biasa, pasti dia seorang tokoh di daratan tionggoan ini.


Pendeta Sharika kakinya melangkah perlahan, dan memasang kuda kuda, lalu mustika tulang purba dengan posisi menyilang di depan dada, siap menerima serangan atau pun dipakai menyerang.


Pedang gila lalu melesat, sambil terlebih dahulu mengibaskan pedang kelabang biru, hawa pedang langsung melesat menyerang kearah tubuh pendeta Sharika, melihat hawa pedang yg menyerang kearahnya, pendeta Sharika langsung mengibaskan mustika tulang purba miliknya, angin tenaga dalam dari kibasan senjata pendeta Sharika melesat kearah hawa pedang yang di keluarkan oleh Pedang gila.


Blaaar,...!!


Suara gemuruh tanda beradunya tenaga dalam tinggi terdengar, para prajurit yang bertempur di sekeliling mereka, langsung bergerak menjauhi keduanya.


Setelah kedua pukulan bertemu, Pedang gila langsung menebaskan pedang kelabang biru kearah leher Pendeta Sharika, pendeta Sharika menunduk menghindari serangan dari Pedang gila, sambil balas menyerang dengan menyabetkan mustika tulang purba, kearah kedua kaki Pedang gila.


Melihat kakinya di serang, Pedang gila loncat keatas, lalu kakinya balas menendang kepala dari pendeta Sharika.


Pendeta Sharika lalu dengan tangan kiri menangkis tendangan Pedang gila.

__ADS_1


Plaaak..!!


Telapak kaki dan telapak tangan bertemu, lalu pendeta Sharika langsung mendorong kaki dari Pedang gila, dengan tangan kirinya.


Whuuuut...!!


Pedang gila yang tengah berada di udara dan terkena dorongan, langsung melambung makin keatas, Pedang gila bersalto di udara, lalu dari atas dengan posisi tegak lurus dan pedang kelabang biru tertuju kearah kepala dari pendeta Sharika melesat dengan sangat cepat menyerang pendeta Sharika, yang sedang berada di bawah.


Melihat pedang gila, menyerang seperti sebuah tombak yang melesat dari atas.


Pendeta Sharika lalu memasang kuda kuda, dan menarik nafas dalam dalam, lalu mengeluarkan ilmu andalannya yang bernama angin Dewa hitam, setelah menaruh mustika tulang purba di pinggang, kedua tangan dari Pendeta Sharika langsung menghantam kearah Pedang gila.


Segulung angin berwarna agak kehitaman, langsung melesat keatas.


Melihat segulung angin menyerangnya, Pedang gila mendengus, lalu tangan kiri bergerak mendorong, lalu tangan kanan mengibaskan pedang, 2 buah hawa tenaga dalam langsung bergerak dan bertemu, menimbulkan suara menggelegar, pendeta Sharika mengeluarkan hampir 12 bagian tenaga dalam.


begitu pula dengan Pedang gila.


Blaaaaar...!!


Pedang gila langsung terpental kebelakang, sedangkan kedua kaki dari Pendeta Sharika langsung melesak kedalam tanah akibat besarnya kedua tenaga dalam yang di keluarkan oleh kedua tokoh tua itu.


Dari sisi bibir pendeta Sharika, terlihat darah segar keluar dari dalam mulut, pendeta dari Thian tok itu, berusaha untuk tidak memuntahkan darah dari mulutnya.


Kedua tangannya lalu bergerak keatas dan kebawah, dan menarik nafas dalam dalam lalu di keluarkan perlahan lahan, dan berusaha mengalirkan tenaga dalam kesekeliling tubuh, dan berusaha menyembuhkan luka dalam yang diderita akibat beradunya kedua pukulan.


Pedang gila yang terpental, kemudian berputar sambil bersalto dan turun ketanah, dari sisi bibirnya juga terlihat darah mengalir, tenaga dalam pedang gila lebih unggul dari pendeta Sharika, tapi posisi Pedang gila yang berada di atas tak menguntungkannya bila beradu tenaga dalam, sehingga Pedang gila juga terkena luka dalam dan dari dalam tubuh, darah bergolak dan langsung keluar dari mulut Pedang gila.


Pedang gila menatap kearah pendeta Sharika.


"Kita sama sama terluka, kau atau aku yang akan mati..!!" pendeta Sharika berkata kepada Pedang gila.


Pedang gila tak membalas perkataan dari pendeta Sharika, tapi tubuhnya melesat, dan pedang kelabang biru langsung menebas dada dari Pendeta Sharika.


Pendeta Sharika yang sudah bertekad mengadu nyawa, melihat Pedang gila menyerang, langsung ikut bergerak dan menghantamkan mustika tulang purba miliknya.


Trang,..traang,..traaang.


Tiga kali Pedang gila menyabet dada, pinggang kemudian leher selalu di tangkis oleh pendeta Sharika, dan pertarungan semakin cepat, kedua tangan pendeta Sharika terkadang memanjang dan menyerang Pedang gila.


Pedang gila sudah mengetahui dan merasakan pukulan akibat tangan yg bisa memanjang itu, dan selalu waspada, karna Sharika lebih hebat dari Sharmani.


Pertarungan mereka mulai menjadi pusat perhatian, banyak prajurit berbaris dan berada di kubu masing masing melihat pertarungan, dan memberikan ruang yang cukup besar untuk Pedang gila dan pendeta Sharika bertempur.


Debu mengepul keatas, pertarungan semakin sengit cahaya biru dari pedang kelabang biru, dan cahaya putih dari mustika tulang purba, saling serang dan saling tindih, untuk mendesak lawan.


Pedang gila sangat bernafsu untuk mengalahkan pendeta Sharika, serangan serangan pedangnya makin lama semakin cepat, jurus pedang kilat di kombinasikan dengan jurus iblis gila, menjadi sangat dasyat.


Pukulan tangan kiri Pedang gila susah untuk di tebak kemana arahnya, sementara itu kecepatan dari pedang kelabang biru sangat merepotkan pendeta Sharika.


Pendeta Sharika tangan kirinya mengeluarkan pukulan pukulan angin Dewa hitam miliknya.

__ADS_1


Nenek kharmila datang dan melihat pertempuran, kemudian terlihat mulutnya berkomat kamit dengan menggunakan tenaga dalam tingkat tinggi, nenek Kharmila mengirimkan suara jarak jauh, yang hanya bisa di dengar oleh Pedang gila.


Hmm...!!


"Jika tak sanggup, biar adik saja yang lawan."


Pedang gila, langsung menoleh kearah asal suara, dan ketika melihat nenek Kharmila tengah menyaksikan ia bertarung.


Dan hatinya merasa panas mendengar perkataan dari nenek Kharmila.


Gerakan Pedang gila semakin cepat, dan pendeta Sharika semakin terkejut, Pedang gila bertempur seperti kesetanan, dan tak putus putus menyerangnya.


Tangan dari pendeta Sharika mulai panas, karna mustika tulang purba sering bertemu dengan pedang kelabang biru.


Saat Pedang gila menyerang, pedang kelabang biru dari atas membabat pundak pendeta Sharika.


Pendeta Sharika terkejut lalu menangkis dengan mustika tulang purba.


Traang...!!


Saking kerasnya tebasan Pedang gila yang hampir menggunakan semua tenaga dalamnya, tangan dari pendeta Sharika tak kuat menahan lagi, mustika tulang purba terlepas dari genggaman dan langsung terpental jauh.


Pendeta Sharika terkejut, apalagi setelah melihat telapak kiri kakek berwajah merah itu masuk, dan menghantam dadanya tanpa bisa di cegah lagi.


Bhuuuk..aaaaaarght...!!


Suara pukulan dan jeritan terdengar, tubuh pendeta Sharika langsung terpental terkena hantaman tangan kiri Pedang gila.


Darah langsung muncrat dari mulut, dan beberapa tulang dadanya patah.


Dan ketika pendeta Sharika terpental, Pedang gila langsung memburu, dan menebas kearah leher dari pendeta Sharika.


Craaaaas..!!


Kepala pendeta itu terpental dan tubuhnya langsung ambruk ketanah, dan perlahan menjadi biru.


Sorak sorai, terdengar dari kubu pasuka putri Qiao melihat Pedang gila berhasil menebas leher dari pendeta Sharika, dan langsung menyerang


pasukan kaisar Zhiangwen, yang putus harapan mereka melihat jagoan mereka tewas.


Pedang gila yang telah menyarungkan pedang kelabang biru, lalu merobek kain baju prajurit yg tewas, dan mengambil kepala Pendeta Sharika, mata dari pendeta Sharika melotot, seperti tak rela kepalanya bisa tertebas oleh pedang gila.


Pedang gila tak memperdulikan pertempuran sengit antara pasukan kaisar Zhiangwen dan putri Qiao.


dan terus melangkah kearah nenek Kharmila.


Ketika melewati tubuh tanpa kepala dari pendeta Sharika.


Pedang gila langsung menendang tubuh tanpa kepala itu, dan tubuh tanpa kepala itu langsung melesat jauh,


Pedang gila lalu berkata, sambil melangkah kearah nenek Kharmila.

__ADS_1


"Gara gara kau, kawin ku tertunda.


__ADS_2