
Taiko menatap ke arah Musashi dan berkata, "apa aku harus melawannya ?"
Dia memakai pedang dan kau juga seorang ahli pedang, lawan dia dan jangan bikin malu perkumpulan kita !" Musashi berkata, setelah melihat Taiko mengangguk, Musashi kemudian kembali duduk dekat Minamoto dan berbisik bisik sebentar, lalu pandangan keduanya ke arah panggung arena, melihat 2 jago tua tengah siap bertarung.
Seperti biasa, Taiko tak banyak bergerak dan selalu memperhatikan langkah kaki dari musuhnya, karna langkah kaki bisa menentukan, ke arah mana sebuah serangan akan di lakukan.
"Mau apa liat liat, kenapa tidak langsung serang," Pedang gila berkata, tetapi Taiko tak menjawab perkataan Pedang gila dan terus menatap ke arah kaki Pedang gila.
Pedang gila kemudian melesat dan membabat kaki Taiko, taiko mundur selangkah, kemudian Pedang nya membabat dari atas ke bawah.
Pedang gila langsung menangkis pedang Taiko dengan mengangkat pedangnya ke atas menahan pedang milik Taiko yang menebas kepalanya.
Traang...!! bunga api terpecik akibat kuatnya benturan kedua pedang.
Taiko yang melihat tebasanya di tahan, lalu kaki kanannya menendang ke arah dada Pedang gila.
Pedang gila, menangkis dengan tangan kiri tendangan dari Taiko.
Plaak..!!
Kemudian, Taiko menarik pedang panjangnya yang melengkung, lalu menebas kembali ke arah pundak Pedang gila.
Pedang gila menghindari serangan Taiko dengan menggeser tubuhnya, lalu pedang kelabang biru, menusuk ke arah dada Taiko.
Taiko menepis tusukan Pedang gila, dengan pedang panjangnya.
Setelah kedua pedang menempel, kemudian Taiko memutar pedang panjangnya lalu ganti ia yang menusuk kearah perut.
Pedang gila lompat mundur, sambil tangan kirinya mengibas, angin menderu keluar dari kibasan tangan kiri Pedang gila.
Taiko melihat hawa tenaga dalam dari kibasan tangan kiri Pedang gila juga melompat mundur sambil kedua tangan yang memegang gagang pedang, menebas berusaha memecah hawa tenaga dalam yang di keluarkan oleh Pedang gila.
Whuut...crasshh.
Hawa tenaga dalam terbagi 2 sehingga tak membuat repot Taiko, untuk menghindari serangan tenaga dalam dari Pedang gila.
"Hmm..boleh juga !" Pedang gila berkata sambil menyeringai ke arah Taiko.
Taiko diam tak membalas perkataan Pedang gila, dan matanya tetap melihat ke arah kedua kaki musuh.
Pedang gila memutar mutar pedang kelabang biru.
Lalu kembali menyerang, kali ini Pedang gila menyambar ke arah leher Taiko.
Dan untuk ke sekian kalinya Taiko menangkis serangan Pedang gila.
Saling serang dan saling mengintip kelemahan lawan membuat pertarungan semakin lama semakin seru dan menegangkan bagi orang orang yang menonton.
Semakin lama serangan Pedang gila semakin cepat, tapi Taiko tetap tak banyak bergerak, matanya yang sangat tajam tak pernah lepas dari Pedang gila, karna serangan serangan Pedang gila tidak lagi lambat tapi sangat cepat.
__ADS_1
Dan melihat langkah kaki, sudah tidak ada gunanya lagi.
Semakin cepat Pedang gila menyerang, membuat Taiko semakin repot untuk membendung serangan serangan Pedang gila.
Sebuah tangkisan lalu sabetan pedang Taiko, membuat Pedang gila mundur, dan Taiko juga melompat mundur.
Kau bertempur seperti patung, bikin kesal orang saja pedang gila berkata, Wajah Pedang gila mulai menunjukan rasa gusar.
Mo kwi yang melihat wajah pedang gila yang mulai berubah, memberi isyarat kepada ayahnya untuk bersiap menghadapi kemungkinan kemungkinan yang terjadi.
Melihat isyarat Mo kwi, Shin mo mengangguk dan memberi isyarat yang hanya di mengerti oleh anggota perguruan Dewa iblis untuk bersiap siap menghadapi kemungkinan pertempuran terbuka antara mereka dengan perkumpulan Bajak merah.
Taiko yang melihat musuh, emosinya memuncak dan aura pembunuh yang keluar dari tubuh Pedang gila sangat terasa.
Taiko kemudian, memegang Pedang panjang dengan sebelah tangan, lalu mencabut pedang pendek miliknya yang terselip di pinggang.
Sambil memegang kedua Pedang panjang dan pendek, Taiko berteriak sambil mengangkat semangatnya sendiri.
Hiaaaat...!!
Kali ini Taiko yang menyerang Pedang gila, kedua pedang menyerang Pedang gila, pedang pendek menusuk ke arah perut dan pedang panjang Taiko menyabet ke arah leher musuhnya.
Pedang gila mendengus, Pedang kelabang biru menangkis Pedang pendek Taiko, kemudian setelah menangkis, Pedang gila menarik kepalanya menghindari serangan pedang panjang Taiko.
Pedang kelabang biru lalu menyabet ke arah pinggang Taiko.
Taiko menangkis serangan Pedang gila dengan pedang pendeknya, kemudian pedang panjangnya menyabet ke arah kaki.
Ha ha ha
Pedang gila tertawa, "ini baru yang namanya bertempur, saling serang jangan cuma diam seperti bukan lelaki saja." Pedang gila berkata.
"Diam kau !" Taiko berteriak mendengar perkataan Pedang gila, emosinya mulai terpancing, dan kini Taiko yang mulai marah menyerang Pedang gila dengan segala kemampuan yang ia miliki, di negrinya Taiko adalah seorang samurai yang cukup di segani.
Tapi kali ini, ia seperti di ledek oleh kakek berwajah merah itu,
Tetapi Taiko juga harus memperhitungkan serangan serangan musuh, karna pedang kakek berwajah merah itu berwarna biru dan Taiko tau apa arti warna biru atau hitam dari sebuah senjata, tanda senjata itu beracun, jika ia lengah dan tergores akan fatal.
Sebab itulah Taiko dari pertama bertempur sangat berhati hati, terhadap kakek berwajah merah yang pedangnya memancarkan warna biru.
Tapi sekarang, emosinya memuncak yang tadinya hanya menunggu, sekarang malah terlebih dahulu menyerang Pedang gila dengan kedua pedang yang ia miliki.
Sinar biru dan dua sinar putih dari pedang Taiko, saling serang, Pedang gila juga sudah sangat bernafsu ingin menyudahi pertarungan ini, tetapi pertahanan dari Taiko sangat kokoh, sehingga sulit untuk pedang gila menyudahi pertempuran secepat mungkin.
Pedang gila menggunakan jurus pedang kilatnya.
Mo kwi memberi isyarat kepada ayahnya, melihat Pedang gila sudah mulai ambil ancang ancang, ketika pedang kelabang biru naik, sejajar dengan kepala dan kaki kanannya maju sedangkan kaki kiri di tarik ke belakang.
Itulah jurus Pedang kilat yang akan di keluarkan oleh Pedang gila, Musashi dan minamoto melihat pedang gila mengambil posisi yang tidak biasa, mengerutkan dahi dan ketika akan berteriak memberitahu Taiko untuk berhati hati, Pedang gila sudah melesat dengan sangat cepat, pedang kelabang biru menusuk ke arah leher.
__ADS_1
Taiko yang terkejut melihat kecepatan lawan, menangkis serangan yang ke arah leher dengan pedang pendek di tangan kiri, lalu pedang panjang di tangan kanan menebas pinggang
Trang...!!
Pedang gila ketika pedang kelabang biru di tangkis, langsung memutar tubuh menghindari serangan yang ke arah pinggang, kaki pedang gila menendang kaki Taiko.
Ketika Taiko akan lompat, pedang gila dengan pedang kelabang biru, dari arah belakang langsung menusuk bahu Taiko.
Taiko yang terkejut dan tak menyangka akan di serang dari belakang, dengan pedang pendek miliknya menangkis serangan pedang.
Tapi kaki Taiko sudah tak bisa menghindar lagi.
Buuuk..!!
Taiko, menggigit bibirnya menahan sakit, ketika kakinya terkena tendangan Pedang gila.
Setelah berhasil menendang kaki, tangan kiri Pedang gila menghantam ke arah pinggang, Taiko menyabetkan peedang pendeknya ke arah tangan Pedang gila.
Pedang gila menarik tangannya, lalu pedang kelabang biru, tanpa di duga dengan cepat menyambar ke arah tangan kanan Taiko.
Craaaas...traang
Tebasan Pedang gila tak bisa di hindari, tangan kanan Taiko sebatas siku putus terkena tebasan pedang kelabang biru.
Jeritan Taiko sangat memilukan hati, tangan kanannya yang masih memegang pedang kemudian jatuh kelantai panggung arena
Perlahan racun kelabang biru mulai naik, rasa gatal, panas dan sakit membuat jeritan Taiko semakin kencang.
Aaarrrgh..!
Pedang gila yang melihat Taiko sudah mulai limbung, akibat racun yang terus menjalar.
Langsung menedang tubuh Taiko.
Buuuk..!!
Tubuh Taiko terpental, dan meluncur ke arah Musashi dan Minamoto.
Minamoto yang melihat salah seorang tamu undangan dari negrinya tewas sangat geram apalagi disana ada Tamu istimewa,
Pemimpin klan sakura dibawah pimpinan Minamoto.
Kurang ajar, teriak Musashi sambil mencabut pedang dan di kuti oleh semua anak buah perkumpulan Bajak merah.
Mo kwi juga sudah mengeluarkan pisau darah naga dan pisau raja neraka dan bersiap.
Musashi kemudian berteriak, kencang.
Seraaaang..!
__ADS_1
Ketika melihat hampir ratusan orang bergerak ke arahnya, Pedang gila menyeringai lalu menoleh ke arah Dewa langit dan berkata.
Dewa gila, mari kita pesta pantai