
Orang ini yang waktu itu aku kejar ketika di atas penginapan, seorang yang memiliki ilmu meringankan tubuh dengan memantulkan kakinya, dan ternyata karna kaki nya terbuat kayu.
Mo kwi berkata dalam hati, dan terus memperhatikan pintu kuil.
Tak lama kemudian, terlihat 2 orang memanggul 2 buah bungkusan besar.
Li chun yang melihat 2 orang keluar, seperti memanggul bungkusan, ku pikir hantu, ternyata orang.
Sssstt...!!
Pedang gila menoleh sambil jari nya ke mulut, memberi isyarat Li chun untuk diam.
Setelah 2 orang keluar, tak lama kemudian tiga orang keluar mengikuti kedua orang yang memanggul bungkusan besar itu.
Pedang gila yang melihat mereka melesat, kemudian tanpa aba aba langsung melesat ke arah mereka yang baru saja ke luar kuil, Dewa langit menggelengkan kepala, kemudian bersama Mo kwi melesat mengikuti pedang gila.
Phuiih..!!
Li chun meludah ke samping, lalu berkata
Aku di suruh diam dan sembunyi, sedangkan dia, langsung keluar menunjukan dirinya sendiri, dasar orang gila.
Li chun sambil mengerutu, kemudian melesat mengikuti ke arah Mo kwi dan yang lain, begitu pula dengan rombongan Yie dong, yang ikut bergerak setelah melihat dari kejauhan, Mo kwi dan yang lain sudah keluar dari tempat persembunyiannya.
Mo kwi, Pedang gila dan Dewa langit, terus melesat dengan segenap kemampuan ilmu meringankan tubuh yang mereka miliki.
Kalian berpencar, dan hadang mereka," Mo kwi berkata kepada kedua anak buahnya, Pedang gila dan Dewa langit.
Keduannya mengangguk mendengar perkataan Mo kwi kemudian, Pedang gila, ke kiri dan Dewa langit bergerak ke arah kanan, Mo kwi terus melesat ke tengah.
Dan memang benar dugaan Mo kwi, mereka sedang menunggu Pedang baja yang di suruh mengantarkan surat ancaman dan melihat lihat keadaan, tidak kembali setelah memutuskan, akhirnya kepala naga berniat untuk memindahkan tawanan mereka.
Dan malam itu, Juru tulis, pedang kayu memanggul Ling ji dan Nenek Kharmila, yang telah di totok dan di masukan ke sebuah karung kemudian di panggul, sedangkan Kepala naga, siluman Harimau dan Setan kaki satu mengawal dari belakang.
Langkah angin setelah berpikir bahwa ketuanya sudah mengikuti dari belakang, Langkah angin dan yang lain memotong jalan berusaha, mencegat rombongan kepala naga.
karna Langkah angin sudah memantau situasi, dan tau arah, mereka akhirnya bisa mencegat dan menghadang terlebih dahulu Juru tulis dan Pedang kayu.!!
Juru tulis terkejut, ketika sedang berlari kakinya di serang.
Bhuuk...!!
__ADS_1
Sebuah sepakan kaki langkah angin mengenai kaki, juru tulis yang langsung limbung dan tubuhnya terhempas ke tanah.
Sedangkan Pedang kayu menunduk ketika merasakan angin berdesir, sebuah tamparan ke kepala menyerang nya dari samping, serangan Kwan bin lewat dan berhasil di hindari.
Tapi sebuah tendangan dari Yie dong, menghantam Pedang kayu dan tak bisa di hindari, Pedang kayu terlempar, sedangkan Kwan bin langsung melesat menangkap bungkusan yang terlempar dari pegangan Pedang kayu.
Dua bungkusan berhasil di tangkap, kemudian di buka.
Ling ji dan nenek Kharmila di dalam kedua bungkusan itu tampak lemas dan tak sadarkan diri, tabib Huo kemudian memeriksa Keduanya lalu menotok 2 kali, sekali di leher dan dada, kemudian memberi obat, kepada Ling ji dan Nenek Kharmila.
Sementara Langkah angin, Kwn bin dan Yie dong, menghadang juru tulis dan Pedang kayu.
Sementara itu, Mo kwi yang mengejar kepala naga, semakin lama semakin mendekat.
Dengan segenap kemampuan, kaki pemuda itu hampir tak menapak tanah, kemudian melesat dan melampaui kepala naga.
Kepala naga terkejut ketika merasakan sebuah tenaga di atas kepalanya, kepala naga menghantamkan tangannya ke atas begitu pula dengan Siluman harimau.
Tapi serangan mereka lewat, dan hanya mengenai tempat kosong.
Sedangkan Setan kaki satu, yang sedang memantulkan kaki kayunya dan melesat, ber iringan dengan Mo kwi di udara, Setan kaki satu terkejut, apalagi ketika Mo kwi mnyeringai sambil menghantamkan pukulan jari pedang ke arah Setan kaki satu.
Wajah kaki satu pucat, kemudian melemparkan tubuhnya, dan serangan Mo kwi berhasil di hindari, tetapi Setan kaki satu, tubuhnya terhempas ke semak belukar, yang membuat bajunya sobek sobek.
Mo kwi sudah menggenggam pisau darah naga dan pisau raja neraka.
Matanya menatap seorang kakek yang rambut riap riapan, dan di keningnya seperti ada benjolan yang seperti tanduk se ekor naga.
Kau rupanya yang telah tak tahu malu, menggunakan akal licik untuk menculik istriku.
Rupanya tuan Mo kwi, tak kusangka informasi yang kau dapat cepat dan akurat, bisa mengetahui tempat persembunyian kami.
"Kau sangat percaya diri tuan, sementara kawan kami yang membawa istrimu sudah pergi." kepala naga berkata.
"kau tak usah khatirkan tentang itu, aku akan menyusul mereka jika sudah membasmi kalian." Mo kwi berkata setelah mendengar perkataan dari Kepala naga
Mo kwi yang memang sudah .gemas dengan para penculik itu, langsung menyerang, Pisau naga darah, menusuk ke arah dada, sementara Pisau raja neraka menyabet ke arah tangan dari Siluman harimau, mereka terkejut melihat serangan kedua pisau itu, apalagi kepala naga yang melihat pisau darah naga yang merupakan senjata milik gurunya Dewa sesat.
""Awas pisau nya beracun..!!" Kepala naga berkata, Ia tahu betul racun pisau darah naga, sangat berbahaya bila tergores sedikit saja jangan harap bisa hidup lebih dari satu hari,
Mo kwi, kemudian berputar, dengan ilmu putaran malaikat pedang, tubuhnya berputar dengan 2 pisau pendek, menyerang kepala naga dan Siluman harimau, sementara Setan kaki satu, mulai berdiri dan melihat pertempuran ketiga orang itu, setan kaki satu selalu menunggu kesempatan ingin memobokong Mo kwi, karna setan Kaki satu merasa bahwa ia tadi tersungkur ke semak semak karna merasa di bokong juga oleh Mo kwi, Setan kaki satu terus mengawasi pertempuran.
__ADS_1
Dengan ilmu putaraan pedang malaikat, Mo kwi terus menyerang ke arah Kepala naga dan Siluman harimau, Siluman harimau yang harus berhati hati, karna ia menggunakan cakarnya sebagai senjata.
kepala naga menggunakan pedang.
Setiap pedangnya menangkis atau menyerang, itu adalah ke sempatan Siluman harimau menyerang Mo kwi.
Trang, trang.
Pedang kepala naga menyambar perut dan kemudian menyabet ke arah leher.
Mo kwi menangkis, serangan ke arah perut, lalu tangan kiri, bergerak naik dan menahan serangan ke arah leher.
Melihat Mo kwi sibuk menangkis pedang, Siluman harimau mencakar ke arah kaki Mo kwi.
Mo kwi terkejut ketika melihat kakinya di serang, dan kemudian pemuda itu menyabetkan Pisau darah naga, ke arah Tangan Siluman harimau yang menyerang kakinya.
Silluman harimau terkejut, setelah tak berhasil, kemudian ia menarik tangannya kembali, tapi kepala naga menusuk kan pedang ke arah lambung, Mo kwi bergerak ke arah kiri dan itu adalah tempat setan kaki satu berdiri menunggu.
Ketika melihat, Mo kwi semakin mendekat ke arahnya, Setan kaki satu kemudian melompat dengan cepat, kaki kayu nya yang sudah bertumpu di batu untuk bantu ia melesat, kemudian tongkatnya menyerang ke arah Kepala Mo kwi.
Mo kwi terkejut ketika merasakan hawa dingin di kepalanya.
Tenaga dalam baja api ia kerahkan ke arah kepala, sementara itu siluman harimau, cakarnya menyambar ke arah dada kiri.
Breet...!!
Lima buah garis cakar terlihat ketika baju Mo kwi ikut sobek oleh cakaran Siluman harimau, tetapi setan kaki satu yang sebentar lagi tongkatnya akan mengenai kepala, terkejut ketika pinggang nya sakit dan dirinya terlempar akibat di tinju oleh seseorang.
Dewa langit menyeringai dia tadi yang menghantam Setan kaki satu.
Sementara itu, Setan kaki satu kembali terlempar ke arah semak semak, wajah nya luka luka akibat pohon semak yang berduri.
Semetara itu pedang gila berjalan santai ke arah Mo kwi, sambil berkata.
"Guru, berikan 1 lawan untuk ku."
Mo kwi tersenyum mendengar perkataan Pedang gila, dan berkata.
"Kau ingin yang mana ?"
Aku ingin bertempur dengan si kaki kayu, Dewa gila lawan siluman kucing, sedangkan guru lawan si kepala aneh saja.
__ADS_1
Mo kwi tersenyum mendengar perkataan Pedang gila dan mengangguk,
"Baik,..mari kita selesaikan dengan segera."