Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 62 Sesuatu Yang Mengejutkan Di Kota Yunan


__ADS_3

Mo kwi setelah membaca surat itu, wajahnya menatap langit, "jika memang benar perkampungan lembah awan adalah markas Dewa iblis, tempat ayah tinggal, maka ayah pasti dan yang lain akan repot, surat seperti ini, pasti dikirimkan kekota kota terdekat, belum lagi siwi yang berjumlah 100 orang.


Aku harus segera mencari perkampungan lembah awan, jika ayah masih membenci ku, aku bisa membantu dari luar sambil bersembunyi," Mo kwi berkata dalam hati.


Sudah berapa lama kalian mendapat kan surat ini..? Mo kwi berkata kepada orang tua itu.


Sudah dua hari tuan muda.


Hmm...!!


"2 hari ya, Dari sini kekota Yunan berapa lama..?" Mo kwi bertanya kepada orang tua itu.


Jika berkuda dengan cepat, 2 hari sampai kekota Yunan, tuan muda.


Mo kwi mengangguk mendengar perkataan orang tua itu.


"Aku tak tahu sejak kapan para Siwi siwi istana berangkat, tp jika Srigala api, menerima surat, dan mengumpulkan para jago, pasti sekarang mereka akan berangkat, aku yakin sebagian dari mereka sudah berada dikota Yunan, bisa jadi mereka dalam 4 atau 5 hari lagi berkumpul dikota Yunan, setelah semua jago berkumpul, pasti langsung menyerang perkampungan Lembah awan, Mo kwi berkata, kepada orang tua yang berada didepannya."


"Siapa dari kalian berlima yang tahu jalan menuju ke perkampungan lembah awan..?" Mo kwi berkata.


Tuan muda..!!


"Jarang orang yang tahu perkampungan lembah awan, memang perkampungan itu namanya sering terdengar diantara para pendukung Raja muda Yan, tapi tempat nya masih menjadi misteri."


"Jika kekota Yunan, hamba yang paling hapal jalannya," orang tua itu berkata.


"Baik kalau begitu, kau jadi penunjuk jalanku, kalian berempat lebih baik dibagi dua dan ambil barang barang mereka yang berguna bagi kalian, lalu singkirkan mayat mereka..!!" jika tidak disingkirkan, dan dilihat oleh kawan kawan Srigala api, kalian juga yang repot nantinya, "sedangkan yang dua lagi langsung membawa surat ini, dan berikan kepada putri Qiao, dan segera mengirimkan bantuan kekota Yunan, jika ia bertanya, bilang aku yang menyuruh, kusir kereta kudanya, si Iblis gurun."


Baik kami akan melaksanakan, keempat orang itu serempak berkata.


Setelah mengambil sekantung uang emas, dari salah seorang dari Srigala api yang tewas, Mo kwi kemudian bersama orang tua itu memiilih tiga kuda terbaik lalu, berangkat kekota Yunan,


kelima orang itu sebenarnya memang ingin kekota Chengdu, karna disana ada kawan mereka yang mempunyai burung merpati, untuk menyampaikan berita penting kekota Beiping.


Baik, kita berdua kekota chengdu dan mengirimkan merpati, dan tulis saja berita ini dari Iblis gurun.


****


Memang dia terlihat tua, tapi tehnik menunggang kudanya patut diacungi jempol.


Orang tua itu memecut kudanya untuk terus berlari, dengan diikuti oleh Mo kwi dan Pedang gila dibelakangnya.


Tapi biar bagaimanapun, surat lewat udara lebih cepat sampai,

__ADS_1


Sebelum Mo kwi, sampai dikota Yunan, surat itu sudah lebih dulu sampai ditangan putri Qiao.


Putri Qiao gemetar memegang surat yang dikirim memakai burung merpati dari kota Chengdu, setelah membaca surat itu, tapi bukan isinya, melainkan nama orang yang tertulis dan mengirimkan surat.


Mo kwi, Iblis gurun, Lagi lagi kau muncul tak terduga, sudah dicari kesana kemari tapi tak ada hasil.


Putri Qiao sudah menduga perguruan Dewa iblis pasti orang dari dunia persilatan yang mendukung Raja muda Yan, yang akan di gempur terlebih dahulu, untuk membalaskan sakit hati, dari habis nya pasukan pembunuh dari Kasim Co yaitu pasukan siluman, tapi tak menyangka akan secepat ini tempat mereka, ditemukan oleh orang orang kasim Co.


Sebuah senyum tersungging di bibir putri Qiao.


"Iblis gurun..!! Aku takan melepaskan kau kali ini."


Lalu putri Qiao memanggil pelayannya untuk bersiap menuju kota Yunan. sambil membawa bala bantuan.


200 pasukan berkuda, yang diantaranya 50 pasukan panah.


****


Mo kwi bertiga, hanya istirahat untuk makan dan sebentar melepaskan lelah, karna kuda mereka juga butuh istirahat, setelah cukup beristirahat, mereka memecut kuda kuda mereka untuk terus berlari agar cepat sampai di kota Yunan.


Dan tidak banyak hambatan selama mereka melakukan perjalanan.


Siang hari setelah melakukan perjalanan selama dua hari, Mo kwi, Pedang gila dan orang tua penunjuk jalan sampai didepan gerbang kota Yunan.


Paman..!!


"Lebih baik mencari penginapan terlebih dahulu, sambil melepas lelah dan melihat situasi, kita juga bisa bertanya tanya," orang tua itu mengangguk mendengar perkataan dari Mo kwi.


Akhirnya mereka menemukan penginapan yang tak terlalu besar dan tempatnya ditengah kota, dan penginapan itu juga menjadikan ruangan depan untuk rumah makan, sehingga enak untuk bersantap tanpa harus keluar penginapan.


Malamnya mereka berkumpul dirumah makan dan bercakap cakap sambil minum arak.


Banyak yang memandang kearah meja mereka, itupun melihat keunikan wajah dari Pedang gila, yang berwarna merah.


Tapi mo kwi tak memperdulikan, dan asik meminum araknya.


Ketika Pelayan mengantarkan arak, Mo wki memberikan uang emas kepada pelayan, hitung semua dan sisanya untukmu, wajah pelayan itu sangat gembira mendengar perkataan Mo kwi, karna sisa pembayaran untuk makanan dan arak masih sangat besar.


Tapi mendadak wajah nya mengkerut mendengar perkataan dari Mo kwi, ketika bertanya perguruan apa yang menguasai kota Yunan, karna sudah tradisi, setiap kota, jika tak punya jago yang menguasai kota, pasti ada perguruan besar yang menguasainya.


Dengan agak takut takut, pelayan itu berkata, yang menguasai kota ini adalah perguruan tengkorak putih, dan memberitahu, gedung cabang dikota Yunan tak begitu jauh dari penginapan ini.


Mo kwi lalu menyuruh pergi pelayan itu, setelah meletakan arak dimeja.

__ADS_1


"Besok kita ke gedung tempat perguruan tengkorak putih itu, yang katanya dekat dari sini, paman..!!"


"Un,.Uuntuk apa tuan muda..?" Apa tuan muda tidak tahu bahwa perguruan tengkorak putih adalah perguruan golongan hitam yang terbesar saat ini."


"Aku tahu..!!" Mo kwi berkata, "jika mereka yang menguasai kota ini, berarti mereka mengetahui seluk beluk kota dan sekitarnya, jika benar perkampungan lembah awan berada di sekitar kota ini, pasti mereka akan datang kekota untuk membeli kebutuhan, dan aku yakin perguruan tengkorak putih yang berada disini pasti kenal, dengan beberapa orang dari lembah awan yang sering datang kekota Yunan."


"Tapi apa mereka akan memberitahu kita, tuan muda..?" Orang tua itu berkata.


"Paman tenang saja, itu urusanku," Mo kwi berkata sambil tersenyum.


Keesokan harinya sebelum siang, mereka bertiga berhasil menemukan gedung, yang tak begitu besar, tapi mempunyai halaman yang luas, gedung tempat perguruan tengkorak putih, cabang kota Yunan.


Mo kwi berkata, ia teman dari ketua Tan, dan ingin bertemu dengan Tongcu ( ketua cabang ) kota Yunan.


Penjaga itu seperti tak memperhatikan perkataan Mo kwi, tapi matanya menatap kearah wajah Pedang gila yang berwana merah, lalu kemudian menyuruh temannya untuk kedalam dan melapor.


Tak lama kemudian Mo kwi disuruh masuk, dan menunggu diruangan depan.


Masuk seorang kakek, bercelana selutut berwarna hitam, dan memakai pakaian hitam.


"Apa benar, kau teman ketua Tan..?" Kakek itu berkata, sambil menatap kearah Pedang gila.


"Biar aku yang mewakili berbicara paman," Mo kwi berkata, kepada kakek itu.


Aku disuruh ketua Tan, jika membutuhkan bantuan, bisa menghubungi perguruan tengkorak putih, dimanapun aku berada.


"Apa kau punya sesuatu, yang bisa kau perlihatkan untuk membuktikan ucapanmu..?" Kakek itu berkata, sambil menatap tajam kearah Mo kwi.


Mo kwi lalu memberikan lempengan logam hitam pemberian Tan lian yang bergambar tengkorak putih. yang kata Tan lian adalah tanda pengenal ketua.


Wajah kakek itu berubah hebat, Melihat tanda pengenal yang diberikan oleh Mo kwi.


"Apa tuan muda bergelar Iblis gurun..?" Mo kwi mengangguk mendengar perkataan Kakek itu.


Dua bulan lalu Perguruan tengkorak putih mengadakan pertemuan besar, semua tetua berkumpul untuk mengumumkan, bahwa Ketua perguruan Tengkorak putih telah memilih ketua yang baru, yaitu Murid malaikat sesat, yang bergelar iblis gurun, dan juga cucu angkat dari Yie dong, para tetua semua setuju, karna ketua Tan dan pelindung perguruan, si Pedang iblis Kwan bin lalu Yie dong sebagai penasehat perguruan sendiri yang berkata, dan memastikannya, dan kakek dihadapan Mo kwi ikut menghadiri pertemuan itu, mewakili cabang kota Yunan.


Kakek yang berada di depan Mo kwi, lalu berjongkok sambil mengepalkan kedua tangan diatas kepala, dan berkata.


"Hamba Cao pi, bergelar Tendangan geledek.


Tongcu kota Yunan memberi hormat kepada ketua."


,

__ADS_1


__ADS_2