
Mo kwi setelah mendengarkan cerita dari Hwa rang.
Memutuskan untuk membantu Tuan Mu ryeong ayah dari Hwa rang, gadis yang berada di depannya.
Karna Tuan Mu adalah pribadi yang ramah, dan di tangkapnya Tuan Mu ryeong adalah murni akibat dari kesalahannya yang mengajak pibu Lee hyun yang sampai membuat dendam pembesar itu karna kalah taruhan, kemudian Pedang gila langsung menebas burung pusaka milik Lee hyun.
Mo kwi duduk di sebuah batu pipih di sisi kanan dan kirinya ada Ling ji dan Hwa rang sedangkan di depan semua anak buahnya berkumpul.
"Paman dan kawan kawan sekalian, tuan Mu ryeong telah di tangkap oleh rombongan saudara Lee hyun yang bernama Lee gong, dia adalah perdana mentri raja Jin, dari kerajaan Silla, menurut keterangan nona Hwa rang dan dua kepala pasukan kota Go yang berhasil melarikan diri.
"Rombongan keluarga kerajaan silla yang selesai berburu bersama perdana mentri Lee gong, langsung ke kota Go dan menangkap Tuan Mu ryeong, dan mereka membawa 300 pasukan khusus pengawal raja dan pastinya bukan itu saja, karna mereka pasti membawa beberapa pesilat yang tangguh karna keberadaan raja Jin hyeong dan para pangeran yg berada di dalam rombongan."
"Aku akan membawa 30 anak buah dan sisanya, mata elang dan Langkah angin, dan kakak Li chun menunggu kereta bersama dengan 20 orang anak buah yang lain, jika sampai 2 hari kami tak kembali kalian bawa kereta dan barang barang ke kota Gaya dan berikan kepada ayah ku." Mo kwi berkata.
"Aku lagi, aku lagi yang jaga," Li chun berkata sambil menarik nafas mendengar perkataan dari Mo kwi.
Terlihat gurat kekecewaan di wajahnya, ketika mendengar perkataan dari Mo kwi.
"Kakak, tugas mu sangat penting, aku tak bisa hanya mempercayakan Mata elang dan Langkah angin untuk menjaga harta yang banyak ini dan kau lah yang harus memimpin mereka," Mo kwi berkata sambil tersenyum.
Li chun tak berkata, hanya mengangguk mendengar perkataan dari Mo kwi.
"Dan yang lain ikut aku, tapi ingat..!!" jangan bertindak jika tidak ada perintah ku, karna kita akan bertemu dengan raja Jin, penguasa kerajaan Silla, jika kita bertindak ceroboh, maka bisa terjadi perang, antara Silla dan kerajaaan kita," Mo kwi berkata.
"Kau dengar itu," Dewa langit berkata, tanpa menoleh ke arah pedang gila, tapi menyikut lengan Pedang gila.
"Kau yang selalu memulai, aku yang kena getahnya," Pedang gila juga berkata, tanpa melihat ke arah Dewa langit.
Setelah memberi pengarahan kepada anak buahnya, mereka lalu istirahat untuk memperiapkan diri buat esok.
Ling ji dan Hwa rang tidur di kereta mewah tempat Mo kwi, sedangkan pemuda itu, bersemedi menenangkan diri, sambil mempelajari racun darah naga yang ada di dalam tubuhnya.
Dalam Keheningan, di hutan tampak sinar merah, dekat Sungai kecil di sebuah tempat yang agak sepi, tempat Mo kwi bersemedi, Kwan bin dan Yie dong yang tak tahu Mo kwi, mendapatkan racun darah naga, tampak menggelengkan kepala melihat warna merah terang yang mengelilingi tubuh ketuanya itu.
"Ilmu apalagi yang di dapat oleh ketua, sehingga tubuhnya menjadi merah." Kwan bin berkata dalam hati.
Sedangkan Hwa rang tak melihat, tapi ia cemas karna Mo kwi memutuskan pergi, dan Hwa rang hanya tau Mo kwi seorang pedagang, dan soal silat memang pernah melihat kemampuan pemuda itu ketika melihat ia melemparkan pedang kepada anak buahnya, tapi mereka akan bertemu dengan raja Silla dan perdana mentri Lee gong
Raja Jin hyeong, orang nomor satu dan nomor dua, berada dalam rombongan kerajaan, sudah pasti mereka membawa pasukan terbaik, dan pengawal pribadi yang handal, dan bila mereka mendatangi, sama saja artinya dengan mengantar nyawa, Hwa rang berkata dalam hati.
Dan memekirkan hal itu, Hwa rang menyesal telah memberitahu Mo kwi tentang ayahnya, tapi ia tak tahu kepada siapa lagi harus meminta bantuan untuk menolong ayahnya yang tertawan.
tak terasa waktu dari malam telah berganti pagi.
Mo kwi, tetalh menyelesaikan semedinya, pemuda itu berjalan ke arah sungai kecil yang berair jernih, kemudian membasuh mukannya.
Ling ji yang melihat suaminya sudah bangun dan membasuh muka langsung memburu.
__ADS_1
"Kwi koko kenapa tak memanggilku ?" aku kan bisa memasak air panas untuk membasuh muka.
Tak apa Ling moi, sekali kali menggunakan air dingin biar sehat, Mo kwi berkata sambil tersenyum.
Mo kwi kemudian menyantap sarapan yang di sediakan, Hwa rang merasa tenang dan damai melihat mereka tampak sangat akur dan saling bercanda.
Baik lah, setelah makan, kita berangkat ke rumah tuan Mu, Mo kwi berkata.
Mereka yang mendengar dan Ikut, langsung mengangguk ketika Mo kwi berkata.
Mo kwi, Yie dong, Kwan bin, Pedang gila dan nenek Kharmila, Dewa langit, tabib Huo, Ling ji, Hwa rang, kedua kepala pasukan kota Go, dan 30 orang anak buah mereka.
Mo kwi memimpin dengan memakai baju sutra biru yang indah dan mewah, ia ingin menunjukan kepada raja penguasa Silla, bahwa ia menghargai raja Silla dari cara ia berpakaian.
Mereka memacu kuda kuda mereka kembali memasuki kota Go dan menuju rumah Tuan Mu ryeong.
Ketika sampai di depan rumah tuan Mu, banyak prajurit prajurit berpakaian mewah berjaga jaga di dlsekitar pintu masuk rumah tuan Mu,
sangat berbeda dengan pakaian prajurit biasa.
"Pasti mereka adalah pengawal raja," Mo kwi berkata dalam hati.
Para prajurit langsung bersiap dan mengepung rombongan Mo kwi ketika sampai di depan pintu gerbang rumah tuan Mu ryeong.
Mo kwi kemudian turun dari kuda dan memberi hormat kepada seorang tua yang berpakaian mewah dan memakai sebuah topi yang di hiasi oleh beberapa helai bulu burung di topinya itu.
Tuan prajurit, Ham ba bernama Mo cian, ingin menghadap raja Silla, untuk meluruskan masalah yang terjadi antara aku, tuan Lee dan tuan Mu ryeong, Mo kwi berkata sambil membungkuk memberi hormat.
Hmm...!!
"Tunggu di sini...!!"
komandan pasukan itu setelah berkata, lalu kemudian berteriak,, "jika kalian melihat ada gerakan dari mereka," panah saja habisi semua, jangan kasih ampun." setelah berkata, komandan pasukan itu lalu ke dalam untuk memberitahukan kedatangan Mo kwi.
Akhirnya rombongan Mo kwi di bawa ke belakang, di taman yang lumayan luas, Mo kwi dan anak buahnya berkumpul di kelilingi oleh ratusan prajurit kerajaan Silla. dan Hwa rang langsung menjerit dan hendak lari, ketika melihat ayah nya di ikat di sebuah tiang kayu dan tengah di cambuki oleh prajurit Silla.
tapi Ling ji dengan cepat menangkap tangan gadis itu dan menyuruh nya untuk diam.
Tak lama kemudian, seorang pria tua berpakaian mewah keluar dari rumah tuan Mu, dan di belakang nya tampak Lee hyun mengikuti orang tua itu.
Para prajurit yang mengepung tampak memberi jalan ketika melihat perdana mentri Lee gong berjalan menghampiri Mo kwi.
Lee gong menatap ke arah Mo kwi dari atas kepala sampai kaki.
"Kau yang bernama Mo cian yang telah melukai salah seorang saudara kami dengan kejam ?" Lee gong berkata kepada Mo kwi sambil matanya menatap tajam ke arah Mo kwi.
"Tuan, kami tidak melukai Tuan Lee hyun tanpa alasan, kami bertanding secara adil dan jika kalah itulah hukaman yang tuan Lee hyun dapatkan," Mo kwi berkata sambil memberi hormat kepada Lee gong.
__ADS_1
"Dusta paman..!!" mereka tau akan menang jadi mnegajak anak buah ku untuk pibu," Lee hyun berkata.
Lee gong tak menanggapi perkataan dari ponakannya.
Tuan Mo cian adalah tamu di Silla, apa tuan pikir bisa seenaknya saja terhadap rakyat Silla apalagi setelah tuan tahu siapa Lee hyun, dan darimana Lee hyun berasal.
"Mo cian, sudah mengatakan yang sebenarnya kepada perdana mentri Lee gong, apa jika bertarung secara adil di negara Silla mendapat hukuman jika menang ?" Mo kwi berkata.
Lee gong mendengus mendengar perkataan dari Mo kwi dan berkata, tergantung siapa lawa yang kau hadapi," Lee gong berkata.
"Ponakan tuan, meminta semua hartaku dan juga istriku jika aku kalah, dan bisa jadi akupun akan di bunuh oleh Lee hyun, apa kami tidak bisa untuk sekedar mempertahankan diri ?" Mo kwi berkata.
"Apa kau tak mendengar aku tadi berkata, tergantung siapa lawan yang akan kau hadapi,"
"Baik..!! aku akan mengikuti petunjuk tuan Lee gong, tapi bebaskan Tuan Mu, karna dia tak bersalah." Mo kwi berkata.
"Dia adalah penghianat kerajaan, dia beserta keluarganya akan di hukum mati hari ini." Lee gong berkata.
Hwa rang yang mendengar ayahnya akan di hukum mati berteriak, "tidak, jangan, jangan hukum ayah ku, ayahku tak bersalah,"
sementara, Lee hyun tersenyum di belakang Lee gong.
"Dan kalian juga bersiap lah untuk mati," Lee gong berkata.
Hmm...!!
Mo kwi mendengus mendengar perkataan perdana mentri Lee, wajah pemuda itu mulai gusar.
"Aku sudah berbaik hati padamu, rupanya kau seorang mentri tua yang picik, dan kau pikir gampang membunuh ku ?" Mo kwi berkata.
"Dewa langit, ambil tuan Mu dan bawa kesini..!!"
"Pedang gila, aku ingin kepala orang yang telah kau jadikan kasim, dan aku tak mau kalian gagal."
Begitu mendengar perkataan Mo kwi, kedua orang anak buahnya itu langsung melesat dengam cepat, Dewa langit melompat melewati kepungan, sabetan pedang dan tombak ia kibas kan dengan tangan kanan, beberapa orang prajurit berpakaian mewah itu terpental, Dewa langit langsung melesat ke arah tiang tempat Mu ryeong di ikat, sambil menghindari cambuk yang ke arah kepala, Dewa langit langsung menendang algojo yang tadi mencambuki tuan Mu ryeong, Algojo itu langsung tersungkur terkena tendangan Dewa langit.
Dewa langit lalu memegang tali besar, yang mengikat tubuh Mu ryeong, dan membetotnya, tali tali yang mengikat tubuh Mu ryeong langsung putus, Dews langit lalu memanggul tubuh Mu ryeong dan melesat kembali ke dekat Mo kwi.
Sementara itu, Pedang gila menyeringai mendengar perkataan Mo kwi, Pedang gila lalu melesat ke arah Lee gong, sebuah cahaya biru menyambar, Lee gong terkejut, seorang pengawal pribadi perdana mentri langsung menarik tangan Lee gong, dan menghantamkan tangan kanannya ke arah Pedang gila, pedang gila bergerak memutar menghindari serangan, dan gerak memutar itu nya, mendekati arah Lee hyun yang berdiri.
Ĺee hyun terkejut dan berusaha menghindar, tapi jurus pedang kilat telah lebih dulu, menebas ke arah lehernya.
Sreeet...craaash...!!
Kepala Lee hyun langsung menggelinding, setelah tiba di tanah dengan mata yang masih melotot, tubuh dan kepalanya, tak lama kemudian menjadi biru, Lee gong dan para prajurit khusus pengawal raja terkejut dan tak menyangka akan kehebatan kedua kakek itu, karna di tempat mereka, silat tidak terlalu menonjol, dan masih kalah jauh dengan orang orang dari Tionggoan.
Lee gong langsung bersembunyi di balik pengawalnya, kau cepat panggil sepasang pedang langit, Lee gong berkata, pria itu mengangguk mendengar perkataan dari tuannya, lalu masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Sementara pedang gila sudah kembali, lalu berkata kepada Mo kwi.
Murid malas memegang kepala kasim.