Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 170 Menumpas Perguruan Naga merah kota Qu fu


__ADS_3

Gubernur Lie sangat terkejut ketika mengetahui bahwa tuan Mo cian yang seorang Pedagang ternyata mempunyai giok kaisar Yongle, yang merupakan giok perlambang kaisar, karna orang yang membawa giok itu akan dianggap sebagai kaisar sendiri, dan perintahnya harus dilaksanakan.


Dan ketika Mo cian berkata, bahwa perguruan terbesar yang berada di Qu fu, yaitu perguruan naga merah, akan di tumpas oleh tuan Mo cian ini, ketika di tanya apakah sanggup dan tuan Mo cian berkata, jika kepandaian orang orang yang naga merah tak jauh beda dengan Chan bu yang merupakan wakil tongcu dari naga merah maka, walaupun berjumlah kurang lebih 100 orang anak murid perguruan naga merah, maka cukup salah satu pengawalnya yang menghadapi maka urusan beres.


"Cuma 1 orang apakah mampu menghadapi perguruan naga merah,


aku sudah tak bisa maju mundur pun ada jurang, biarlah jalani saja dulu," gubernur Lie mao berkata dalam hati.


Sekitar 20 prajurit kota Qu fu ikut dengan gubernur Lie ke markas perguruan naga merah yang berada di pusat kota, sebuah gedung mewah dan halaman yang luas untuk tempat latihan murid perguruan naga merah.


Mo kwi, Ling ji, Dewa langit, Hek wi, dan Pedang gila berada di belakang gubernur Lie dan 20 orang prajurit kota Qu fu, tampak raut wajah ketakutan dari para prajurit itu ketika di beritahu bahwa mereka akan menumpas perguruan naga merah yang jumlahnya ratusan lebih, sedangkan mereka hanya 20 orang dan hanya dibantu oleh seorang pedagang dan para pengawalnya.


Prajurit prajurit itu berjalan seperti tak bersemangat, dan langkah kaki mereka semakin mendekati markas perguruan naga merah semakin berat.


Gubernur Lie menyadari apa yang ada di hati para prajuritnya, tapi ia tak peduli, karna jika ia tak melaksanakan, maka ia bisa di tuduh bersekongkol dengan perguruan naga merah, dan para prajurit itu belum mengetahui bahwa orang yang mereka sangka sebagai pedagang, sebenarnya adalah utusan langsung kaisar Yongle dan mempunyai giok perlambang kaisar yang artinya seperti kaisar sendiri.


Gubernur Lie menyuruh salah seorang prajurit untuk melaporkan kedatangannya kepada ketua cabang perguruan naga merah yang berada di kota Qu fu.


Pintu gerbang perguruan naga merah terbuka, ketika mengetahui bahwa yang datang adalah gubernur Lie.


Gubernur Lie kemudian di terima oleh ketua cabang perguruan yang berada di kota Qu fu, yang di sebut kaki naga, salah seorang dari 3 naga, pendiri dari perguruan naga merah, karna kaki naga anggota termuda, maka ia menjadi tongcu di kota Qu fu ini, dan hidup layaknya seorang raja di kota Qu fu.


Kaki naga tersenyum melihat kedatangan dari gubernur Lie, dan seorang pemuda berpakaian mewah dengan seorang wanita cantik, dan seorang berpakaian hitam dengan memakai caping yang menutupi wajahnya.


"Ketua perkenalkan, inilah tuan Mo cian.!!" seorang pedagang sutra dari kota Gui zhou yang ingin membuka kongsi dagang di kota Qu fu," gubernur Lie berkata sambil menunjuk kepada Mo kwi, yang memang sudah diatur oleh Mo kwi apa yang harus gubernur Lie katakan setelah sampai di perguruan naga merah.


Ketua perguruan naga merah kota Qu fu, mengangguk mendengar perkataan dari gubernur Lie lalu berkata, "tuan Lie kenapa harus repot repot datang kesini, bukankah 10 orang murid perguruan naga merah dan Chan bu sudah mendatangi kediaman tuan Lie ?"


"Benar tuan, mereka masih berada di tempatku untuk makan dan minum terlebih dahulu," gubernur Lie berkata.


Hmm..!!


Kaki naga mendengus mendengar perkataan gubernur Lie, "mereka di beri tugas malah bersenang senang, setelah sampai di sini, akan ku hukum mereka," Kaki naga berkata membalas perkataan dari gubernur Lie mao.


"Dan tuan Mo cian, apa sudah tahu mengenai peraturan jika ingin membuka kongsi dagang di kota Qu fu ?" Mo kwi mengangguk mendengar perkataan dari Kaki naga lalu berkata.


Aku sudah bertemu dengan tuan Chan bu di tempat kediaman gubernur Lie, dan tuan Chan bu sudah memberi tahu tentang peraturan itu, Mo kwi berkata.


Kaki naga mengangguk mendengar perkataan dari Mo kwi lalu berkata, "Jadi tuan Mo cian sudah di beritahu oleh saudara Chan tentang aturan itu, lalu apa tanggapan tuan Mo cian, apa masih berminat membuka kongsi dagang di kota Qu fu ini ?"


Mo kwi tersenyum mendengar perkataan dari Kaki naga kemudian berkata.

__ADS_1


"Ketua, peraturan yang tuan Chan bu katakan agak janggal dan terasa aneh untuk kami sebagai pedagang..!!"


"Apa maksud dari perkataan tuan Mo cian ?" apa saudara Chan memaksa tuan untuk mengikuti aturan dari kota Qu fu ?"


"Tuan Chan bu tidak memaksa ketua, kongsi dagang ku sudah banyak di kota kota besar, tapi hanya di sini aku merasa aneh, kenapa kami harus memberikan 50 persen hasil keuntungan kami kepada perguruan naga merah, bukankah kami hanya cukup membayar pajak kepada pemerintah dan bebas berdagang ?" Mo kwi berkata.


Wajah kaki naga berubah mendengar perkataan dari Mo kwi dan berkata, "Kami tidak memaksa tuan untuk mengikuti aturan di kota Qu fu ini, tetapi jika tuan Mo cian mau berdagang di sini, itulah aturan yang berlaku di kota Qu fu, benarkan apa yang aku katakan tuan Lie mao ?" gubernur Lie hanya diam tak menjawab perkataan kaki naga.


Melihat gubernur Lie hanya diam dan tak menjawab perkataannya, alis mata Kaki naga naik, wajahnya langsung berubah bengis melihat sikap dari gubernur Lie, Kaki naga menatap tajam ke arah gubernur Lie yang menunduk tak berani melihat tatapan tetua perguruan naga merah kota Qu fu.


"Ketua..!! peraturan itu, apakah berasal dari pemerintah atau hanya aturan yg di keluarkan oleh perguruan naga merah ?" aku sudah membuka kongsi dagang dimana mana, tapi baru di kota Qu fu ini ada aturan yang menyesatkan para pedagang seperti kami di sini." Mo kwi berkata.


"Tuan Mo cian, anda adalah tamu, dan sebagai tamu sebaiknya anda hati hati jika bicara, jangan sampai anda celaka gara gara mulut anda sendiri." Kaki naga membalas perkataan dari Mo kwi.


"Ketua, apa ada yang salah dalam perkataanku ? tuan Kaki naga boleh bertanya kepada para pedagang lain, dan kami tak pernah membayar dengan keuntungan yang kami peroleh, cukup membayar pajak kepada kerajaan dan memberi hadiah kepada penguasa setempat, dan itupun bukan 50 persen dari keuntungan yang kami dapat," Mo kwi berkata.


"Tuan Mo cian, tak usah banyak cakap, jika tak ingin berdagang di kota Qu fu kami perguruan naga merah tak memaksa, dan tuan boleh pergi dari kota Qu fu," Kaki naga berkata,


"Dan setelah kami pergi, kau akan merampok kami di jalan, bukankah selama ini begitu yang terjadi jika ada pedagang yang tak mau berdagang di kota Qu fu ?" Mo kwi berkata.


Braaak...!!


Kaki naga menggebrak meja batu di hadapannya, dan meja itu langsung terbelah dua, wajah gubernur Lie langsung pucat melihat meja batu yang tebal sekali pukul langsung terbelah dua oleh Kaki naga.


Tapi ketika Mo kwi hendak menjawab, terdengar jeritan saling susul berasal dari luar ruangan.


"Kurang ajar,..!!" siapa yang berani mengacau di perguruan naga merah," Kaki naga berkata lalu berdiri, kemudian berjalan keluar ruangan dan tak memperdulikan Mo kwi dan gubernur Lie yang masih berada bersamanya.


Mo kwi dan gubernur Lie kemudian berdiri dan mengikuti Kaki naga berjalan keluar ruangan.


Kaki naga setelah sampai di luar dan melihat yang terjadi wajahnya langsung berubah bengis, ia melihat anggota perguruan naga merah sedang mengeroyok 2 orang kakek yang sedang mengamuk di depan markasnya, dan satu persatu anak buahnya tewas oleh kedua kakek itu, sementara 20 orang prajurit kota Qu fu hanya melihat pertempuran dari pinggir.


Beerhenti....!!


Suara yang dialiri tenaga dalam tinggi menggelegar, keluar dari mulut Kaki naga, Kaki naga langsung berteriak karna jika ia tak menghentikan pertempuran, maka anak buahnya nya yang ia lihat hanya tinggal separuh akan habis, karna separuh anggota perguruanya yang lain tewas bergelimpangan dengan berbagai luka, dan sebagian tewas dengan tubuh membiru.


"Siapa kalian..!!" mengapa kalian mengacau di perguruan naga merah ?" Kaki naga berkata.


Kedua kakek itu tak menjawab, sedangkan mereka yang bertempur, mendengar teriakan ketuanya, sebagian anggota perguruan naga merah yang tersisa langsung mundur, dan mereka memang sudah merasa jeri melihat keganasan kedua kakek aneh yang datang bersama gubernur Lie.


"Siapa kalian ?" Kaki naga berkata kembali setelah melihat yang bertempur, masing masing mundur.

__ADS_1


Mo kwi tersenyum melihat aksi kedua anak buahnya itu,


Kaki naga langsung menoleh kebelakang ketika terdengar suara yang membalas perkataannya, dan melihat Mo kwi dan gubernur Lie berjalan kearah nya


"Kedua orang itulah yang akan membasmi perguruan naga merah, dan mereka adalah anak buah ku."


Mo kwi, sambil menatap bengis kearah kaki naga, lalu berkata


"Hari ini tak kan ada lagi perguruan naga merah di kota Qu fu, karna aku akan menumpas perguruan naga merah sampai ke akarnya dan hari inilah, awal pembersihan perguruan naga merah, tapi jika kau bisa menjawab pertanyaanku dan mau bertobat, maka nyawamu akan selamat."


"Rupanya kami telah di jebak," Kaki naga berkata,


"Apa yang ingin kau tanyakan ?"


Di mana kakek ku si telapak salju, majikan istana es yang di sembunyikan dan di serang oleh perkumpulan Bajak merah yang menjadi induk dari perguruan naga merah ini.


Kaki naga wajahnya langsung berubah ketika mendengar perkataan Mo kwi, dan hanya diam tak menjawab.


"Kenapa kau hanya diam tak menjawab ?"


"Apa kau tak menyangka dan kaget, bahwa aku tau hubungan antara perguruan naga merah dan perkumpulan Bajak merah dari sebrang lautan ?" Mo kwi hanya menggertak Kaki naga dengan perkataannya dan melihat perubahan wajah ketua perguruan naga merah cabang kota Qu fu, ia semakin yakin bahwa naga merah dan Bajak merah saling berhubungan.


Menunggu jawaban yang tak kunjung datang, wajah Mo kwi berubah agak kehitaman karna menahan hawa amarahnya.


Kemudian Mo kwi berkata kencang.


"Habisi mereka semua, jangan sampai ada yang tersisa."


Mendengar perkataan dari Mo kwi,


Dewa langit lalu berkata kepada Pedang gila.


"Hai gila,..!!" mari kita pesta hari ini.


Pedang gila, mendengar perkataan Dewa langit langsung meludah ke tanah dan berkata kepada Dewa langit


"Phuuuih..!!"


"Pestanya tak kan lama,..!!" Pedang gila berkata.


Dewa langit mengerutkan keningnya, mendengar perkataan Pedang gila, lalu berkata.

__ADS_1


"Mengapa pestanya tak kan lama ?" Dewa langit berkata, Pedang gila lalu membalas perkataan dari Dewa langit.


"Keroco semua."


__ADS_2