Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 88 Rencana Jubah Emas


__ADS_3

Setelah para siwi tewas, anggota perguruan tengkorak putih yang masih hidup kemudian memadam kan api yang membakar markas mereka.


Mereka lalu berkumpul setelah di beritahu Tongcu mereka, sepasang walet terbang, bahwa ketua perguruan tengkorak putih datang, lalu Mo kwi melihat anggota perguruan tengkorak putih tidak banyak tersisa, dan hanya kurang dari 30 orang.


"Aku Iblis gurun yang di percaya oleh Ketua Tan untuk menggantikan beliau, dan aku tak mau memaksa, jika kalian ingin terus menjadi anggota perguruan tengkorak putih, maka kalian akan bersamaku, tapi jika kalian ingin mundur, tak menjadi masalah dan aku tak kan mempersalahkan keputusan kalian."


Biarpun kita disebut golongan hitam, tapi kita harus mempunyai prinsip yang harus kita pegang, dan saat ini kerajaan sedang berperang, dan kita bisa melihat diantara keluarga kerajaan itu, siapa yang harus kita dukung dan siapa yang harus kita perangi."


Aku memutuskan mendukung Raja muda Yan, dan bila kalian ada yang tak setuju dengan keputusanku, maka kalian boleh mengundurkan diri dari sekarang, dan aku tidak akan mengganggu orang yang mundur, tetapi bila kita nanti bertemu dan yang mundur menjadi sekutu dari kaisar Zhiangwen, maka kita akan bertemu kembali sebagai musuh, yang akan mundur aku persilahkan dari sekarang, dan aku menjamin keselamatannya keluar dari sini tanpa ada yang menghalangi."


Setelah berkata, Mo kwi kemudian diam sambil melihat kearah anggota perguruan tengkorak putih yang masih tersisa akibat serangan para Siwi.


Lalu sepasang Walet terbang, melangkah kedepan Mo kwi dan berjongkok, dengan menyilangkan lengannya di depan dada, kami sepasang walet terbang, siap mati dan akan selalu menjadi anggota perguruan tengkorak putih, dan akhirnya satu persatu maju kemudian berjongkok, menyatakan kesetiaannya.


Mereka kemudian berteriak kencang.


Hidup tengkorak putih.


Hidup iblis gurun


Hidup Raja muda Yan.


Suara mereka terdengar gegap gempita.


Mo kwi mengangguk dan merasa bangga mendengarkan perkataan mereka, baik jika saudara saudara sudah membuat keputusan.


"Paman dan Bibi,..!!" Mo kwi berkata kepada sepasang walet terbang, "kita akan bergerak besok untuk menuju kekota Shin tian, kumpulkan semua harta yang bisa dibawa, dan siapkan kuda kuda, besok kita berangkat.


"Mana Mata mata yang paman katakan tadi,..?"


"Hamba Mata elang, memberi hormat kepada ketua," Mo kwi mengangguk, lalu berkata


paman tunjukan jalan menuju tenda tenda para siwi itu, malam ini juga kita habisi mereka.

__ADS_1


"Baik ketua, mari..!!"


Mata elang kemudian memimpin dan berjalan didepan, setelah mendekati hutan diutara kota Thai yuan, mereka lalu melihat puluhan tenda para siwi.


"Apa kau tahu satu tenda itu berisi berapa orang Siwi,..?" Mo kwi bertanya kepada mata elang.


"Sebenarnya tak banyak siwi di tenda tenda itu ketua, apalagi ketua tadi sudah membunuh mereka di kota."


"Para siwi adalah semacam pasukan khusus yang bisa mengepalai puluhan bahkan ratusan prajurit, rombongan ini di pimpin oleh jubah emas, panglima yang sudah berpengalaman, dan agaknya mereka memang sengaja mendatangi kota kota kecil, dan membasmi mereka yang menentang kaisar Zhiangwen, dan tenda besar yang masih menyala itu adalah tempat jubah emas, pemimpin mereka"


Mo kwi mengangguk mendengar perkataan Mata elang, lalu berkata, "kalian tunggu disini, aku akan ketenda besar itu, jika aku sudah bergerak dan mereka mulai keluar dan menyerbu tenda besar, kalian bakar tenda tenda itu, dan habisi mereka."


"Pedang gila, kau lindungi Li chun dan mata elang,.!!"


Setelah mereka mengangguk mendengar perintah.


Mo kwi bergerak dengan cepat layaknya hantu malam, penjaga malam yang sedang patroli tak melihat gerakan pemuda itu.


Mo kwi dengan hati hati mendekati tenda itu, ia melihat seorang pria memakai pakaian layaknya siwi tapi berwarna emas.


"Kenapa siwi yang kekota Thai yuan belum juga kembali..?" Jubah emas berkata kepada orang orang yang berada disana dan sedang berkumpul, sementara di meja itu, terlihat sebuah peta dengan bendera bendera kecil tertancap di gambar seperti sebuah kota.


"Mungkin mereka sedang bersenang senang panglima," salah seorang siwi berkata.


setelah mendengar perkataan siwi itu, jubah emas tak bertanya lagi, dalam situasi perang memang sering terjadi, terkadang bila memasuki kota, banyak prajurit prajurit yang merampas dan memperkosa wanita wanita yang mereka lihat.


"Kasim Co sudah memberi instruksi...!!"


"Kita sudah tak bisa mendiamkan saja Raja muda Yan mengambil satu persatu kota, kita rebut kembali, dan tugas kita adalah menyisir kota kota kecil, "kemudian menghabisi semua pengikut Raja muda Yan, dan target terakhir kita adalah kota Beiping."


Jubah emas berkata sambi menunjuk kearah bendera yang paling besar yang menancap di kota Beiping.


Hmm..!!

__ADS_1


"Jadi mereka adalah pasukan penyisir yang hanya memberantas pasukan kota kota kecil dan pendukung pendukung Raja muda Yan"


"Pasukan seperti mereka inilah yang paling jahat, karna menusuk dan melemahkan dari belakang,"


"Dan agaknya mendengar perkataan mereka, Bei ping akan di kepung dari berbagai sudut, kemudian menghancurkannya."


"Hebat juga rencana kalian..!!" Mo kwi berkata sambil melangkah masuk kedalam tenda, sambil memegang pedang bintang miliknya.


Jubah emas dan para siwi yang berada didalam tenda terkejut melihat Mo kwi masuk sambil menenteng pedang berwarna kehijauan.


"Siapa kau,..?" Jubah emas berkata, Mo kwi tak menjawab pertanyaan jubah emas, tapi berkata,


"Anak buah kalian telah membakar perguruan tengkorak putih di kota Thai yuan."


Hahaha, seorang siwi tertawa.


"Jadi rombongan a Kiat sudah berhasil, dan kau mau balas dendam karna Pasukan siwi berhasil, membakar perguruanmu..?"


"Apa kau tetua perguruan tengkorak putih kota Thai yuan, yang ingin membalas dendam..?" tunggu saja prajurit siwi kembali, mereka pasti juga akan membunuhmu, tangan tangan kami yang berada disini malas bersentuhan dengan mu."


Mo kwi menatap tajam siwi yang bicara, "mulut mu besar juga untuk ukuran seorang kroco." Mo kwi berkata, "dan biasanya orang yang paling besar mulut yang mati terlebih dahulu."


"Seperti komandan mu si Rajawali api dan Kapak setan yang sudah aku kirim ke neraka."


Wajah siwi yang tadi berkata mendengar perkataan Mo.kwi, pucat pasi, kemudian, tanpa basa basi lagi, Mo kwi melemparkan Pedang bintangnya.


Shiiiiing....Craaaaaash,..!!


Jubah emas berusaha menebas pedang bintang yang melesat kearah siwi yang tadi bicara, tapi Pedang bintang seperti punya mata, bergeser sedikit, kemudian melesat kembali, dan lansung menebas leher siwi yang tadi sudah berbicara meremeh kan Mo kwi dan perguruan tengkorak putih milik nya.


Kepala siwi itu terlepas dari leher, darah menyembur dari leher dan muncrat ke atas, kepala siwi itu menggelinding, kedekat jubah emas, dan tak lama kemudian tubuh siwi itu ambruk, dan pedang bintang Mo kwi, melayang sebentar di atas kepala para siwi, kemudia balik kembali ke tangan Mo kwi, para siwi langsung mengeluarkan pedang mereka dan bersiap, tapi Mo kwi tak peduli.


Matanya menatap tajam kearah jubah emas, lalu berkata.

__ADS_1


"Kau ingin besar omong juga..?"


__ADS_2