Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 63 Melihat Dua Adik


__ADS_3

Mo kwi terkejut melihat dan mendengar perkataan kakek, yang menyebut namanya Cao pi, apalagi orang tua yang bersama Mo kwi, langsung menoleh kearah pemuda, yang berada di sebelahnya.


Cao pi yang melihat Mo kwi bingung, kemudian menceritakan tentang pertemuan besar, yang diadakan belum lama ini.


Memang, sewaktu Tan lian, dan Yie dong, mendapat tekanan dari Kwan bin, dan bertemu dengan Shin mo di kota Fu'yi, Tan lian, berkata akan mewariskan perguruan tengkorak putih kepada Mo kwi, orang yang lebih berhak, karna murid langsung dari Malaikat sesat, dan menguasai ilmu Raja hitam yang di sebut sebagai ilmu pelindung dari perguruan tengkorak putih, dan Shin mo berkata, tak mau mencampuri urusan perguruan mereka, dan jangan karna melihat bahwa Mo kwi adalah putranya, Tan lian memberikan jabatan ketua kepada Mo kwi.


Tan lian, merasa bersalah kepada enci Mei hwa, yang sudah berkorban untuknya, hingga meninggal karna melahirkan Mo wi, di tempat yang jauh.


Tan lian lalu akan berdiri disebelah Mo kwi dan membantunya, membesarkan perguruan tengkorak putih.


Setelah pamit kepada Shin mo, dan mendapat kepastian Shin mo mengakui Mo kwi sebagai anaknya, karna kesaksian Yie dong yang bersumpah didepan Shin mo bahwa perkataannya benar, dan tidak dibuat buat.


Mereka berdua lalu meninggalkan kota Fu'yi dengan wajah tersenyum, menuju goa di gunung Kunlun, menemui Kwan bin dan membicarakannya.


Kwan bin sangat gembira mendengar keputusan Tan lian yang akan memberikan jabatan ketua kepada Mo kwi, dari pertama Kwan bin bertemu dengan Mo kwi kakek itu sudah menyukai Mo kwi, pemuda yang acuh dan pendiam, apalagi disebutkan bahwa Mo kwi juga putra dari Shin mo dan Mei hwa.


Kwan bin langsung berkata kepada Yie dong.


"Tetua Yie, kirimkan surat untuk para tetua dan para tongcu perguruan tengkorak putih untuk segera berkumpul, kita rapat besar untuk memberitahu. Ketua Tan akan menyerahkan jabatan ketua perguruan tengkorak putih, kepada Mo kwi si Iblis gurun, Murid Malaikat sesat, pemilik sebenarnya dari perguruan tengkorak putih."


Yie dong tersenyum, dan mengangguk.


Mo kwi masih mengeleng gelengkan kepala, kemudian berkata, "terserah paman saja, jika bertemu, nanti aku akan bicara dengan ketua tan, dan minta penjelasan masalah ini."


"Sekarang, aku butuh bantuanmu, apa kau tahu letak perkampungan lembah awan..?" Mo kwi berkata kepada Cao pi.


"Maaf ketua..!! karna hamba tidak becus, hingga saat ini tidak tahu letak perkampungan lembah awan, tapi mereka selalu kearah jalan pintas ke Gui yang, karna banyak gunung dan lembah yang sering berkabut, biasanya para pedagang atau penduduk, lebih memilih memutar, tak mau melewati lembah, karna berbahaya jika ingin kekota Gui yang."


"Perguruan tengkorak putih yang berada di kota Yunan saling menghormati, dengan orang orang yang berasal dari perkampungan lembah awan."


"Dan tak berani membuntuti, untuk mengetahui letak dari perkampungan lembah awan, karna perkampungan lembah awan, tempat berkumpulnya para jago tua dunia persilatan. dan Cao pi tak berani menyuruh anak buahnya membuntuti."


Bibir Cao pi tersenyum lebar, ketika Ia teringat sesuatu.


"Ketua, dua hari lagi adalah hari pasar di kota Yunan,


besok pasti banyak pedagang masuk kota Yunan."


"Dan setiap hari pasar, perkampungan lembah awan selalu mengirim orang, untuk membeli kebutuhan seperti bahan obat langka, yang hanya bisa didapat jika hari pasar tiba, pasti mereka datang...!!"


"Dan wakil ketua Tan dengan penasehat Yie juga sedang berada di perkampungan lembah awan, Ketua bisa bertanya," Cao pi berkata.


Kemudian Mo kwi menceritakan, tentang surat yang diambil dari seorang utusan, tentang rencana penyerbuan ke perkampungan lembah awan.


Cao pi terkejut mendengar cerita ketuanya.

__ADS_1


"Ketua..!! Aku akan segera memerintahkan semua anggota perguruan untuk mencari tempat tempat yang dicurigai yang menjadi tempat mereka berkumpul, karna Siwi siwi, istana saja 100 orang."


"Dan undangan kekota kota, yang pasti mengirimkan jagoan jagoannya, pasti mereka membutuhkan tempat yang besar," Cao pi berkata.


Sejenak ada keraguan di hati Cao pi melihat ketuanya yang masih muda itu, "apa ia punya kemampuan..?"


Batinnya berkata, sambil melihat Mo kwi.


"Apa yang membeli kebutuhan selalu orang yang sama..?" Terkadang bergantian, tapi yang sering adalah seorang nenek yang berdandan seperti Suthay, yang selalu mendampingi, orang orang lembah awan yang datang."


"Baik, laporkan bila melihat orang atau kumpulan yang dicurigai."


"Jika menemukan tempat mereka berkumpul, itu lebih baik lagi."


"Lalu apa bila sudah menemukan mereka, apa yang harus dilakukan ketua..?" Mo kwi tersenyum dan teringat akan perkataan ayahnya, ketika mereka menyerbu pasukan siluman, pertanyaannya hampir sama, dengan Cao pi.


Mo kwi lalu menatap Cao pi, dan berkata.


Lihat, lalu sikat.


Mo kwi setelah dipaksa, akhirnya mau tinggal di gedung peguruan tengkorak putih.


Karna jika ada kabar penting dari anak buah Cao pi, Mo kwi akan langsung tahu.


Mo kwi bangun agak siang, ia merasa sangat nyaman.


Setelah membersihkan badan, dan makan makanan ringan, Mo kwi mengajak makan di tempat penginapan, sambil mengambil barang mereka yang masih tersimpan di sana, dan membayar biaya menginap.


Cao pi ikut, lalu mereka berangkat kepenginapan yang jaraknya tak jauh dari gedung milik perguruan tengkorak putih.


Makanan yang dihidangkan dimeja habis disikat oleh keempat orang itu, setelah santai dan minum arak, tak ada yang mencurigakan, memang banyak penginapan penuh oleh para pedagang yang datang, karna besok hari pasar dikota Yunan, selain itu tak ada lagi, hal yang harus diperhatikan.


Hmm..!!


Seperti ada yang ganjil, suasana terlihat biasa saja, tapi suasana seperti ini yang membuat aku was was.


Mo wki berkata dalam hati.


"ketua..!! Lebih baik kita kembali, dan istirahat untuk hari esok, sambil menunggu anak buah hamba, siapa tahu salah seorang dari mereka ada kabar gembira," Cao pi berkata kepada Mo kwi.


Mo kwi setuju dengan Cao pi lalu mereka kembali.


Mo kwi, bermeditasi dikamarnya, menenangkan diri sambil melatih dan meningkatkan tenaga dalam baja api miliknya, dan tenaga dalam Mo kwi meningkat pesat setelah memakan mutiara api dan darah kilin, peningalan gurunya.


****

__ADS_1


Jalan jalan sangat ramai, mendadak di sisi sisi jalan penuh dengan orang yang menjajakan dagangannya, para pembeli juga banyak yang datang dari kota, dan perkampungan terdekat untuk membeli kebutuhan, di hari pasar kota Yunan.


Mo kwi, Cao pi, orang tua yang sampai saat ini


Mo kwi belum tahu siapa namanya, dan Pedang gila.


Mereka duduk di kedai arak yang terletak dekat jalan dan, bisa melihat jelas kearah keramaian.


Ketika asik meminum arak, dan terkadang tersenyum melihat anak anak yang menangis, meminta dibelikan gula gula atau mainan, oleh orang tuanya.


"Itu mereka datang ketua..!!" Cao pi berkata,


Mo kwi melihat sekitar tujuh orang, dengan tiga orang yang mencolok, berada didepan.


Seorang Suthay bertubuh tinggi dan kurus, dengan memegang sebuah kebutan berbulu putih keperekan, berpakaian putih, dan di kanan kirinya masing masing seorang gadis yang sangat cantik, di kanan Suthay gadis berpakaian hijau, dan terlihat anggun, dan di kiri gadis berpakaian merah, yang terlihat senyum senyum, melihat keramaian.


Ketika mereka melewati kedai arak tempat Mo kwi berkumpul.


Suthay itu berkata ketika melihat gadis berpakaian merah, seperti terkadang melihat, tempat yang menjual perhiasan rambut.


"Shin hoa, jangan terlalu jauh, dasar bocah manja lama di gunung," Suthay itu berkata.


"Ih..nenek..!! perhiasan ini bagus bagus," Shin hoa berkata.


"Nanti saja, setelah kita membeli bahan obat, baru kau beli hiasan rambut itu, kau lihat kakak mu Shin Bwe yang selalu tenang, kenapa kau tak bisa seperti kakakmu."


Gadis yang disebut Shin bwe tersenyum mendengar perkataan, dari Suthay, tapi Shin hoa mecibirkan lidahnya sambil menghampiri.


"Baik baik, tp jika hari pasar, aku boleh ikut lagi."


Gadis yang bernama Shin bwe sempat melirik kearah Mo kwi, lalu menunduk.


"Shin bwe, Shin hoa, marga mereka Shin..!!"


Dan agaknya umur mereka tak jauh berbeda denganku, apa mereka adalah adik tiriku,..?"


Lamunan Mo kwi terhenti ketika mendengar suara gemuruh dari puluhan kuda, mata nya yang tajam dan bisa melihat jauh karna tenaga dalamnya sudah meningkat.


Puluhan penunggang kuda berpakain seragam, dengan memakai sebuah pelindungi dada dari baja tipis berwarna putih keperekan bergerak kearah keramaian.


Melihat seragam dan hiasan kepala seperti bulu burung rajawali, terdapat di pelindung kepala para penunggang kuda itu, Mo kwi yakin, mereka pasukan Siwi yang diutus kasim Co.


Senyum tersungging di bibir Mo kwi


"Mereka cari mati rupanya."

__ADS_1


__ADS_2