
Setelah mengalami perjalanan yang melelahkan, akhirnya rombongan perguruan Tengkorak putih yang dipimpin langsung oleh ketuanya Mo kwi sampai juga di Kota Beiping.
Sambutan dari Perguruan Tengkorak putih cabang Beiping di depan gerbang sangat meriah. dan disana juga terlihat. Shin mo yang memakai caping dan anggota perguruan Dewa iblis yang lain, Kim mo dan Nio nio juga hadir, mereka mendengar Perjalanan Mo kwi di sergap oleh pasukan siwi kaisar Zhiangwhen, dan tadinya akan menyusul, tapi setelah mendengar Mo kwi berhasil bahkan membunuh Iblis 5 unsur Beng mo ci, dan sepasang Iblis kembar, mereka sangat gembira dan tak sabar menunggu kedatangan Mo kwi.
Perguruan Tengkorak putih cabang Beiping dan Perguruan Dewa iblis, berkumpul bersama.
Mo kwi menghampiri ayahnya, ketika akan bersujud, sang ayah lalu memegang bahu putranya itu, dan menatap kearah Mo kwi.
Lalu berkata.
"Kau sungguh membuat ayah mu bangga nak," Shin mo berkata kepada Mo kwi. kemudian memeluk putranya itu.
Kim mo dan Nio nio yang melihat Hek mo bersama rombongan Mo kwi terkejut.
"Adik, kau rupanya bersama dengan Mo kwi..!!" Hek mo memberi hormat kepada Kim mo, lalu berkata
"Aku bertemu dengan Adik hitam ketika berusaha mencari kakak." Hek mo berkata.
Kim mo dan Nio nio saling pandang ketika mendengar Hek mo berkata.
"Adik hitam katamu..?" Kim mo berkata.
"Ya, adik hitam, Hek mo berkata sambil melirik kearah Mo kwi, Kim mo dan Nio nio tersenyum mendengar perkataan dari Hek mo, ketika tahu siapa yang dimaksud adik hitam oleh Hek mo.
Pemuda itu adalah putra Shin mo, kenapa kau sebut dia adik, seharunya kau memanggilnya cucu, Kim mo berkata, Kakak aku tak mau dipanggil kakek oleh Mo kwi, aku maunya dipanggil kakak, karna kita berdua sama sama hitam, Kim mo dan Nio nio tertawa mendengar perkataan dari Hek mo, lalu mereka bertiga berlalu.
"Ayah apa, kakek Guan yu dan Tabib Huo berada di sini..?" Mo.kwi berkata.
"Apa kau tidak menerima surat dari ayah..?" sudah ayah, hanya ingin memastikan saja, mereka ada di sini, mendengar perkataan ayahnya wajah Mo kwi gembira, Mo kwi lalu menceritakan, ikwal tentang Pedang gila.
Shin mo terkejut, ketika mendengar perkataan dari Mo kwi, lalu memerintahkan kepada Hek kwi untuk segera membawa kereta yang terdapat Pedang gila, untuk langsung dibawa kepada Tabib Huo.
Shin mo mengerutkan kening ketika melihat 4 orang yang bertubuh aneh menghampiri dirinya dan Mo kwi.
Dewa bumi, Dewa langit dan sepasang Hantu darah sampai, Mo kwi kemudian memperkenalkan mereka kepada ayahnya.
Mereka lalu memberi hormat, setelah di perkenalkan oleh Mo kwi, bahwa pria didepannya adalah sang ayah, Shin mo, ketua perguruan Dewa iblis.
"Selamat bertemu Ketua perguruan Dewa iblis," Dewa bumi berkata, "kami adalah pengikut Dewa api dari hutan larangan."
Shin mo terkejut ketika mendengar perkataan Dewa bumi, bahwa mereka berasal dari hutan larangan.
Apalagi setelah mendengar, bahwa mereka pengikut Mo kwi yang di sebut Dewa api.
Setahu Shin mo orang orang hutan larangan adalah sebuah perkumpulan misterius, yang hampir sama dengan perguruan Dewa iblis, tapi hutan larangan, jarang pernah keluar dari tempat mereka, dan tak mau ikut campur masalah dunia persilatan.
__ADS_1
Shin mo hanya bisa menggelengkan kepala, dan tersenyum setelah mendengar perkataan dari Mo kwi.
Setelah bercakap cakap, lalu mereka masuk kedalam kota Beiping dan tinggal di markas perguruan Tengkorak putih.
Setelah istirahat, malamnya Mo kwi menemui ayahnya.
"Nak, Raja muda Yan ingin bertemu dengan kita dan ingin berbincang bincang." Shin mo berkata kepada Mo kwi.
"Raja muda Yan,..!" apa yang ingin Raja muda Yan bicarakan ayah..?" Aku juga tidak tahu, mari kita kesana, Raja muda Yan sudah menunggu kita."
Lalu keduanya berjalan menuju sebuah istana yang lumayan besar.
Pelayan lalu mengantarkan, Shin mo dan Mo kwi menemui Raja muda Yan.
Di sebuah ruangan yang tidak terlalu besar, duduk seorang pria, yang teraenyum ramah ketika melihat Shin mo dan Mo kwi masuk kedalam ruangan.
Shin mo kemudian memberi hormat kepada Raja muda Yan, dan diikuti oleh Mo kwi.
"Selamat bertemu kembali Tuan Shin mo, apa ini adalah...!" benar tuanku, Ini adalah putra hamba Mo kwi," Shin mo berkata.
Raja muda Yan menatap kearah Mo kwi, kemudian mengangguk anggukan kepala, dan senyum Raja muda Yan terlihat dari bibirnya.
"Ayah dan anak sama sama gagah,"
Raja muda Yan berkata sambil tersenyum,
Shin mo berkata sambil tersenyum.
"Aku mendapat kabar dari mata mata bahwa pasukan kaisar Zhiangwen. tak lama lagi akan sampai di kota jinan."
"Aku khawatir terhadap anak angkatku, putri Qiao. yang sedang mempertahankan kota jinan." Raja muda Yan berkata dengan raut wajah yang sedih.
"Kami datang kekota Beiping juga memang sedang memikirkan masalah itu Raja muda Yan."
"Hamba dan putra hamba setelah membuat rencana akan segera berangkat ke kota Jinan," Shin mo berkata.
Mendengar perkataan dari Shin mo, wajah Raja muda Yan gembira, "Pendekar Shin,..!" terima kasih atas pertolongan mu, jika perang ini berakhir, dan Beiping di berikan kepercayaan untuk memimpin."
Aku tak akan melupakan jasamu," Raja muda Yan berkata.
"Raja Muda, Kami hanya tak ingin melihat rakyat menderita, kami tak minta balas jasa, jika perjuangan ini berhasil, kami berharap Raja muda mau memperhatikan rakyat."
"Karna kami juga rakyat, kami ikut merasakan, dan melihat rakyat sangat menderita saat ini, kami perguruan Dewa iblis tak kan tinggal diam, bila meliha rakyat menderita." Shin mo berkata.
"Baik, jika perjuangan ini berhasil, aku Yan zhudi akan memperhatikan rakyat, dan mensejahterakan negri ini," setelah berkata, Raja muda Yan, mempersilahkan Shin mo dan Mo kwi, mengambil secawan arak yang telah tersedia, lalu mereka minum bersama.
__ADS_1
Setelah bercakap cakap sebentar, Shin mo dan Mo kwi pamit undur diri.
Shin mo menyuruh Mo kwi untuk istirahat, karna besok, mereka akan merencanakan, kepergian ke kota Jinan, dan strategi apa yang akan mereka gunakan untuk membantu kota Jinan.
***
Pagi pagi sekali, Mo kwi sudah bangun, sebelum ikut pertemuan rapat rencana berangkat kekota Jinan, pemuda itu ingin bertanya kepada tabib Huo, tentang keadaan Pedang gila.
Mo kwi sudah bertanya tanya, dimana tempat tabib Huo tinggal.
Mo kwi lalu masuk ke sebuah rumah yang tidak terlalu besar tapi mempunyai halaman yang luas, dan di tumbuhi berbagai tumbuhan obat.
Tok,.tok,.tok.
Terdengar suara langkah kaki, setelah Mo kwi mengetuk pintu rumah.
Pintu terbuka, seorang kakek berjenggot putih, dengan rambut di gelung keatas dan diikat sebuah pita putih.
"Anak muda siapa kau, dan ada perlu apa pagi pagi datang kesini..?" kakek itu yang memang tabib Huo berkata.
"Tabib Huo ini Mo kwi,.!" aku ingin tahu keadaan kakak ku Pedang gila."
Setelah tahu yang datang adalah Mo kwi, anak dari ketuanya, Tabib Huo mempersilahkan Mo kwi masuk.
Lalu tabib Huo membawa Mo kwi melihat Pedang gila, posisi Pedang gila sedang posisi tengkurap, dan di punggung nya, terdapat beberapa gunungan kecil dari rempah rempah obat, yang atas nya dibakar di urat besar yang berada di punggung Pedang gila.
Mo kwi menarik nafas, ia sangat sedih melihat keadaan Pedang gila.
Tabib Huo lalu mengajak Mo kwi bercakap cakap, di ruangan depan.
"Nak, Tan huo yang kau sebut Pedang gila itu, sedang dibersihkan badannya dari racun hawa dingin iblis 5 unsur.:
"Kakek, apa kakak ku bisa sembuh..?" Mo kwi berkata.
"Dia akan sembuh, tapi masalah ingatan saudara Tan huo, saudara Gwan telah mencoba mengobati urat syaraf di kepala Pedang gila, tapi dia hanya menggelengkan kepala."
"Ketika menolong kakak mu, pelindung Hek mo, menggunakan pukulan jari iblis, dan menyalurkan tenaganya melalui kepala, sehingga membuat Syaraf otak, banyak yang rusak akibat panasnya jari iblis."
"Tapi memang cara itu yang harus digunakan, untuk menyelamatkan Pedang gila, akibat racun dingin Beng mo ci."
"Pedang gila bisa sembuh, tapi otaknya ta akan normal kembali, tabib Huo berkata.
"Dia hanya tau bahwa dia adalah Pedang gila."
Serelah mendengar perkataan pedang gila bisa sembuh, Mo kwi hatinya merasa tenang.
__ADS_1
"Kakak, Setelah kembali dari Jinan, aku ingin melihat mu sehat, dan menyambut kedatanganku dari kota Jinan membawa kemenangan."
Mo kwi berkata sambil melangkah pergi.