Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 122 Mendapat Tawanan Perang


__ADS_3

Ketika Mo kwi berteriak dengan mengerahkan tenaga dalamnya, pertarungan langsung terhenti.


Semua mata melihat kearah Mo kwi yang tengah mengangkat kepala Kasim Co pin tinggi tinggi dengan tangan kirinya.


Dan tak lama kemudian, para prajurit kaisar Zhiangwen yang melihat pemimpin mereka telah tewas, satu persatu membuang senjata mereka dan menyerah, Mo kwi menarik nafas lega, ketika pertempuran yang sangat menguras tenaga dan pikiran berakhir.


Pasukan musuh yang besarnya 2x lipat dari jumlah pasukannya, dapat di kalahkan dengan strategi, taktik dan tempat yang tepat.


Pedang gila menengok kekiri dan kekanan ketika melihat tidak ada yang bergerak dan orang orang membuang senjata dan sebagian menyarungkannya, lalu ikut menyarungkan pedang kelabang biru ke punggung dan berjalan kearah Mo kwi.


dan bertanya, "apa sudah beres guru ?" dan ketika melihat Mo kwi mengangguk, senyum terlihat dari bibir Pedang gila.


Mo kwi kemudian, memberi perintah kepada kepala komandan, untuk mengurus pasukan kaisar Zhiangwen yang menyerah.


Mo kwi memerintahkan kepada prajurit nya untuk membakar mayat mayat yang berserakan akibat pertempuran.


Setelah istirahat dan menyantap perbekalan, Mo kwi kemudian, menuju tempat para tawanan, yang sudah di ikat dan mereka semua tertunduk lesu, siap menerima kemungkinan pahit, akibat kejamnya perang.


Memang sebagai seorang prajurit, mereka siap mengemban tugas, dan melakukan apa yang di perintahkan, tapi resiko yang diambil oleh seorang prajurit yang mengalami kalah dalam peperangan, jika tidak tewas, mereka pasti akan menjadi tawanan.


dan hanya 2 itu saja kemungkinan yang terjadi.


Mo kwi mendapat laporan, hampir kurang lebih 1000 orang pasukannya tewas, dan banyak yang terluka.


Dan pasukan musuh yang tertawan, kurang lebih sekitar 2000 an, kini mereka duduk dan tertunduk lesu, siap menerima apapun kemungkinan terburuk, yang akan mereka alami.


"Siapa di sini yang kalian anggap pemimpin, dan bisa mewakili kalian ?" Mo kwi berkata.


Seorang pria bertubuh besar, dengan raut wajah yang menunjukan ketegasan, maju dengan tangan terikat.


Aku bernama Jan Zhou fang, biasa dipanggil Zhou fang, siap menjawab pertanyaan Tuan dan mewakili para tawanan, Zhou fang berkata.


Mo kwi kemudian melihat para tawanan kemudian berkata, "apa benar kalian mau di wakili oleh pria bernama Zhou fang ini ?" walau pun kalian harus ikut dia mati, "jika pria ini minta di bunuh, maka akupun akan membunuh kalian semua," Mo kwi berkata.


Hampir semua tawanan berteriak, siap mengikuti perintah Zhou fang, Mo kwi mengangguk, mendengar perkataan dari para tawanan itu.


Dan Zhou fang terkejut, ketika mendengar Mo kwi memerintahkan anak buahnya, untuk memberi para tawanan makanan, dan minuman, dan berpikir bahwa biasanya tawanan yang di beri makan dan minum adalah mereka yang akan di bunuh.


Zhou fang menatap tajam kearah Mo kwi, dan berkata, "tuan tak usah membuang buang makanan, jika ingin bunuh, bunuh saja, tak usah banyak basa basi..!!" Pedang gila meraba gagang pedangnya, mendengar perkataan dari Zhou fang, dan siap bergerak.

__ADS_1


Tapi Mo kwi meraba tangan Pedang gila, untuk menenangkan.


Mo kwi kemudian, tersenyum ke arah Zhou fang, dan berkata, "jika aku mau bunuh kalian semua, kenapa aku membuang buang perbekalan dengan memberi makanan pada kalian.!!"


Setelah mendengar perkataan Mo kwi, Zhou fang dan semua tawanan yang memang haus dan lapar, kemudian melahap makanan dan minuman yang di berikan.


Setelah makan dan minum Zhou fang menatap kearah Mo kwi dan berkata, "apa selanjutnya yang akan tuan lakukan terhadap kami ?"


"Aku akan meminta kalian bergabung dengan pasukan kami..!!" Mo kwi berkata.


Zhou fang mengerutkan keningnya mendengar perkataan dari Mo kwi, dan bertanya.


"Apa maksud perkataan tuan ?"


"Apa kau masih tak mengerti, maksud dari omongan ku ?" Mo kwi berkata.


"Kau dan semua orang yang menjadi tawanan, aku tawari untuk bergabung, dengan pasukan kami."


"Kalian dan kami sebenarnya satu bangsa dan masih saudara, tapi aku tak akan memaksa kalian untuk bergabung, silahkan saudara Zhou berunding dulu dengan kawan kawan yang lain..!"


Mo kwi berkata.


Mo kwi melepas lelah bersama Pedang gila di tenda, sambil minum arak setelah seharian bertempur.


Sedangkan Zhou fang tengah berpikir keras rencana dan siasat apa yang Mo kwi rencanakan, dengan mengajaknya bergabung dengan pasukannya, terjadi perdebatan antar sesama mereka, antara yang setuju dan tidak setuju terhadap usulan Mo kwi.


Sedangkan Zhou fang sendiri berada di tengah tengah, karna hatinya masih merasa bimbang dan ragu.


Memang banyak prajurit yang sudah muak dengan kepemimpinan dari kaisar Zhiangwen yang makin hari semakin memberatkan rakyat, tapi sebagai prajurit mereka sudah bersumpah setia membela bangsa dan tanah airnya.


Setelah mencapai suara terbanyak dengan apa yang mereka pilih, Zhou fang kemudian meminta penjaga untuk menghubungi Mo kwi.


Mendengar Zhou fang dan para tawanan sudah berunding, dan ingin bertemu, kemudian Mo kwi datang bersama dengan Pedang gila.


"Apa kalian sudah mengambil keputusan ?" Mo kwi berkata sambil menatap kearah Zhou fang.


"Kami sudah mengambil keputusan.!!" sebagian akan bergabung dan sebagian tidak mau bergabung," Zhou fang berkata sambil menatap kearah Mo kwi.


"Yang ingin bergabung dengan kami, tolong bergeser pindah kesebelah kanan, dan yang tidak, tetap duduk di tempat..!!"

__ADS_1


Mo kwi melihat tak begitu banyak yang mau bergabung dengan pasukannya, dan ia tersenyum ketika Zhou fang diam di tempat dan tak menggeser pindah kekanan.


Beri makanan dan minuman mereka yang mau bergabung, Mo kwi berkata.


Dan lepaskan mereka yang tak mau bergabung dengan kita, dan suruh mereka pergi dari sini.


Zhou fang terkejut ketika mendengar perkataan dari Mo kwi.


"Ap..apaaa benar tuan menyuruh kami pergi..?"


"Apa kau tidak mendengar perkataanku..?" kalian bebas menentukan hidup kalian, dan aku tak bisa memberi makan kalian jika kalian menjadi tawananku, dan aku juga tak bisa membunuh musuh yang sudah menyerah, lalu apa yang bisa aku perbuat lagi terhadap kalian ?" Mo kwi berkata.


"Tapi ingat !!" Mo kwi berkata, sambil menatap tajam kearah Zhou fang.


"Jika kalian bertemu kembali denganku, di medan perang, jangan harap ada kesempatan seperti ini lagi, biar kalian menyembah, aku akan tetap membunuh kalian tanpa berkedip,"


"Lepaskan mereka, dan biarkan mereka semua pergi..!!" setelah berkata kemudian Mo kwi berbalik hendak kembali ketendanya, tapi baru dua langkah ia berjalan, terdengar teriakan dari Zhou fang dan orang orang yang tadi tak mau bergabung.


"Beri kami kesempatan mengabdi pada Tuan muda !"


Mendengar perkataan Zhou fang dan suara banyak orang, Mo kwi berbalik, dan melihat Zhou fang sedang berjongkok sambil mengepalkan tangan kearah dada di ikuti oleh semua tawanan.


Mo kwi kemudian menghampiri Zhou fang sambil tersenyum, dan mengangkat bahu Zhou fang.


"Saudara Zhou Bangkit lah..!!"


"Aku senang mendengar perkataan saudara Zhou dan kawan kawan yang lain," Mo kwi berkata, ada rasa haru dari nada suara Mo kwi.


Untuk merayakan persaudaraan ini, buka persedian arak dan minum dan makan sepuasnya mo kwi berkata dan di sambut oleh sorak sorai anak buahnya yang baru.


Jika tadi tuan muda tak melepaskan kami, kami lebih baik mati, Zhou fang berkata, Mo kwi tersenyum mendengar perkataan Zhou fang.


Saudara Zhou, aku percayakan mereka pada saudara Zhou untuk memimpin, tapi saudara Zhou harus menurut pada atasan yang telah kami tunjuk, dan aku sudah menunjuk atasan untuk saudara Zhou, Mo kwi berkata.


"Siapa atasan untuk kami tuan muda,"


Zhou fang berkata.


Mo kwi lalu berkata dengan penuh keyakinan

__ADS_1


Kakak angkat ku, Pedang gila


__ADS_2