Pendekar Gurun

Pendekar Gurun
Ch : 136 Kegundahan Hati Seorang Kaisar


__ADS_3

Mereka yang hadir melihat ke arah Mo kwi setelah pemuda itu berkata.


"Kwi koko, kau masih belum sehat, nanti saja kita pikirkan bersama..!!" putri Qiao berkata.


"Aku sudah pikirkan apa yang kukatakan, dan aku punya keyakinan akan berhasil membuka gerbang kota Nanjing dari dalam, tapi aku minta waktu untuk melakukannya..!!" Mo kwi berkata.


Putri Qiao menghela nafas mendengar perkataan kekasihnya, ia tahu sifat dari kekasihnya itu, jika sudah yakin akan suatu tujuan, maka ia akan tetap melaksanakan apa yang ia yakini, walaupun banyak yang menentang.


"Bagaimana menurut pendapat paman Shin, dengan usulan dari Kwi koko ?" putri Qiao berkata.


"Selain dari usulan Mo kwi, apa tuan putri punya rencana lain, dan kawan kawan yang lain apa mempunyai rencana atau usul, bagaimana cara kita menembus gerbang kota Nanjing ?" Shin mo berkata, sambil melihat kepada mereka yang hadir, untuk membahas rencana penyerangan kota Nanjing.


Mereka tak menjawab dan ketika Shin mo melihat kearah putri Qiao, putri Qiao pun berkata, "aku juga belum mempunyai rencana paman, dan masih menunggu, laporan mata mata dari kota Nanjing."


"Jika memang belum ada rencana, mengapa kita tidak coba saja apa yang anak Mo kwi katakan, tapi anak Mo kwi harus sembuh dahulu sebelum berangkat ke kota Nanjing," Shin mo berkata.


Baik ayah, Mo kwi berkata, setelah bercakap cakap lalu mereka membubarkan diri dan istirahat di tempat yang telah di sediakan.


Mo kwi tertegun ketika sampai kamar, apalagi ketika melihat, putri Qiao, Han lian, Ling ji dan Pedang gila ikut kekamarnya.


"Untuk apa kalian mengikuti aku ?" Mo kwi berkata.


Aku adalah istrimu, jadi berhak ikut dengan Kwi koko, putri Qiao berkata sambil tersenyum manis.


Aku juga istrimu sama dengan enci Qiao jadi berhak tidur di sini, Han lian berkata sambil matanya mengerling kearah Mo kwi.


Mo kwi menghela nafas mendengar perkataan dari kedua gadis itu, tapi sebuah senyuman terlihat dari wajahnya.


"Dan kau Ling ji ?" hamba adala budak tuan, jadi harus selalu ada di samping tuan," Ling ji berkata, sambil tertunduk malu.


Mo kwi langsung menepak jidatnya mendengar alasan mereka bertiga, dan ia tak bisa membantah alasan mereka.


Tiba tiba tanpa di tanya pedang gila berkata.


"Aku murid, harus selalu di samping guru."


"Tidak bisa..!!"


Dan entah kenapa, mereka bertiga ketika mendengar perkataan Pedang gila langsung berkata seperti itu, dan Pedang gila langsung mengerutkan keningnya ketika mendengar perkataan dari ketiga gadis itu.


"Kau pergi tidur di tempat lain," Han lian berkata.


Akhirnya Pedang gila ketika mendapat isyarat dari Mo kwi, kemudian berjalan keluar kamar, dan masih terdengar suaranya ketika meninggalkan kamar.

__ADS_1


"Subo, selir dan budak jika di kamar, selalu kompak."


Sementara di kota Nanjing


Pertemuan mendadak di adakan oleh kaisar Zhianwen, para mentri dan komandan yang tersisa, diam ketika melihat Kaisar Zhiangwen berjalan kearah kiri dan kanan mondar mandir, sambil tangan nya memegang dagu, dan wajahnya terlihat kusut.


Kaisar Zhianwen lalu berhenti di depan sebuah meja yang banyak terdapat makanan ringan dan arak.


Kaisar Zhiangwen lalu memegang pinggir meja lalu membalikan meja itu.


Gubraaaak,..praaank..!!"


Makanan berhamburan, poci dan cangkir arak yang terbuat dari keramik, langsung berhamburan dan pecah berantakan, semua yang hadir dan melihat kejadian itu hanya diam tak berkata apa apa.


"Dasar orang orang tak berguna..!!"


Kaisar Zhiangwen berkata, "kalian selalu melaporkan padaku yang muluk muluk dan kita pasti menang,"


"Tapi lihat apa yg terjadi ?" mana komentar dan laporan yang kalian berikan sekarang, "manaa ..!!"


"Aku ingin lihat," Kaisar Zhiangwen berkata, wajahnya sangat merah, akibat banyak arak yang telah ia minum, dan tampak wajah yang sangat gusar dan penuh kemarahan ketika berkata, para mentri dan komandan pasukan, tak berani berkata apa apa, jika keadaan memang seperti ini, yang berbicara tanpa di suruh, pasti akan kehilangan kepala.


Karna kaisar tengah gusar.


100 ribu pasukan yang terlatih, dibuat hancur lebur oleh kepemimpinanya, dan dia adalah keponakanku putri Qiao.


Kaisar Zhiangwen lalu duduk di kursi singasana,


Dan menarik nafas dalam dalam seperti ada sebuah beban berat yang menghimpit dadanya.


Setelah kemarahan kaisar Zhiangwen mereda, perdana mentri Qi thay lalu menyuruh beberapa orang dayang, untuk membersihkan makanan dan pecahan cangkir dan poci, beserta arak yang masih berserakan.


Dan setelah semua menjadi bersih, lalu Perdana mentri Qi thay memberi isyarat, kepada semua yang hadir, untuk bersujud bersama kepada kaisar Zhiangwen.


Lalu mereka bersama kemudian bersujud dan berkata, Semoga yang mulia kaisar selalu berada dalam lindungan para dewa dan berjaya selamanya.


Kaisar Zhiangwen menarik nafas melihat dan mendengar perkataan mentri dan komandan pasukan miliknya, yang masih tersisa.


Lalu kaisar Zhiangwen memberi isyarat kepada mereka untuk berdiri, dan mereka lalu berdiri setelah mendapat isyarat dari Kaisar Zhiangwen.


Setelah kasim Co tewas dalam pertempuran, hanya tersisa perdana mentri Qi thay, yang menjadi tangan kanan dari kaisar Zhiangwen.


"Bagaimana menurut perdana mentri dengan situasi sekarang ini, dan tindakan apa yang harus kita lakukan ?" Kaisar Zhiangwen berkata.

__ADS_1


Perdana mentri Qi thay lalu berjalan ke tengah, lalu memberi hormat kepada kaisar Zhiangwen, kemudian berkata.


"Menurut hemat hamba, sebaiiknya kita memperkuat ibu kota kerajaan, yang mulia kaisar..!!" hamba yakin setelah mereka berhasil menghancurkan pasukan yang di pimpin kasim Co, mereka akan mengincar kota Nanjing.


"Tapi hamba yakin, mereka juga banyak kehilangan prajurit ketika mempertahankan kota Nanjing, dan kita pakai siasat mereka, untuk mempertahankan kota Nanjing, sambil mempersiapkan pasukan dan menarik pasukan pasukan, yang berada di kota kota di belakang kita."


"Walau jumlah pasukan mereka lebih banyak, tetapi kita mempunyai benteng kota yang sangat kokoh dan sukar di tembus dari luar," perdana mentri Qi thay berkata.


Kaisar Zhiangwen, mentri dan komandan pasukan yang hadir mengangguk, mendengar perkataan dari perdana mentri Qi thay.


"Apa mereka pasti akan menyerang ke Nanjing ?"


Kaisar Zhiangwen berkata.


"Hamba yakin sekali, yang mulia Kaisar, sebab jika mereka tak menyerang kita sekarang..!!" di kemudian hari mereka tak kan ada kesempatan lagi, karna kita akan segera menambah prajurit, jika perlu pendekar pendekar sewaan, dan menyerang mereka kembali."


Kaisar Zhiangwen mengangguk mendengar perkataan dari perdana mentri Qi thay.


lalu berkata.


"Jadi, apa usul mu untuk mengatasi masalah ini ?


Kita harus memperketat penjagaan di kota Nanjing.


Para penduduk dan pedagang yang keluar masuk kota Nanjing harus di periksa secara ketat, jangan sampai kita kecolongan, dan kita harus menyebar mata mata di setiap penjuru kota, untuk mencari dan menemukan mata mata milik putri Qiao.


Dan hamba mendapat 2 orang pendekar tangguh yang mau membantu kita.


Qi thay lalu memberi isyarat, dan masuk 2 orang kakek tua berkepala botak dan berkulit hitam yang sepertinya bukan berasal dari bangsa Han dan sekitarnya, mereka langsung memberi hormat kepada Kaisar Zhiangwen, dan berkata.


Kami kakak beradik, berasal dari negri Thian tok ( india ) Sharika dan Sharmani, kami di kenal dengan nama, sepasang pendeta hitam.


*


*


*


---------‐-----------------------------------------------------------------


Ada rekomendasi bacaan bagus buat kawan kawan


__ADS_1


__ADS_2