
Semua yang hadir terkejut ketika mendengar suara lembut dari perempuan bercadar hitam yang duduk di meja di sudut ruangan.
Cui im merasa sangat marah ketika mendengar perkataan dari perempuan bercadar itu, ia lalu berdiri. dan melihat kearah perempuan bercadar hitam itu.
"Kau bilang apa hebatnya perguruan Naga langit, kenapa tidak kau buktikan saja ucapan mu, apa benar yang kau katakan tadi,..? jangan hanya bisa bersembunyi di ketiak laki laki jika kau memang hebat."
Perempuan bercadar itu yang sebenarnya adalah Tan lian ketua perguruan Tengkorak putih yang baru. mendengar perkataan dari Cui im lalu melesat kearah tengah ruangan yang agak kosong dan berdiri.
"Kau mau bukti, maju saja jika ingin bukti, sekalian saja semeja dengan orang orang mu itu, datang semua kesini,"..!!
Li chun yang brangasan dan agak dogol tak bisa menahan emosi, tanpa ba bi bu lagi dan tak sempat di cegah oleh Mo kwi, telah melesat kearah tengah, tempat Tan lian berdiri.
Tan lian yang memang belum begitu dikenal, dan sengaja ingin menunjukan kekuatan didepan orang orang yang menurutnya langkah bagus, untuk menaikan pamor perguruan Tengkorak putih yang mulai menurun, akibat tekanan dari perguruan Dewa iblis sejak kejadian di gunung thay san, dan jalan itu ia temui dengan menantang anak dari ketua perguruan Naga langit yang hadir, tapi seorang pemuda bertubuh besar dan tampaknya agak bodoh yang maju dari meja tempat Cui im yang menantangnya.
"Siapa kau,"..? Tan lian berkata, melihat Li chun sudah berada didepannya.
"Aku Beruang gunung," Li chun berkata sambil menunjuk kearah dadanya sendiri.
Apa kau murid dari perguruan Naga langit,..?
mendengar perkataan dari Tan lian, Li chun tiba tiba tertawa.
Ha,..Ha,..Ha.
Tan lian mengerutkan keningnya ketika melihat Li chun tertawa, apa yang kau tertawakan,..? Tan lian berkata.
Dengan muka polos Li chun menjawab.
"Masa kau tak tahu kenapa aku tertawa, kau sudah besar tapi masih tak bisa membedakan Naga dan Beruang, aku ini Beruang dan dia Naga, mana bisa aku jadi muridnya, dasar perempuan bodoh,"..!! tak bisa membedakan hewan.
Mendengar perkataan Li chun hampir semua yang hadir tertawa, tapi wajah Mo kwi menunjukan kecemasan ketika melihat dan menyadari situasi makin memanas di ruangan ini.
Wajah dibalik cadar hitam terlihat membesi, Tan lian sangat marah mendengar olok olok dari Li chun.
"Agaknya kau ingin cepat ****** ditempat ini," Tan lian berkata.
Sebuah bayangan melesat, dan terlihat See in telah berada di dekat Li chun, kemudian See in memberi hormat, See in lalu berkata.
"Maaf, bila aku tak salah duga, apakah nona adalah ketua perguruan Tengkorak putih yang baru,"..? See in berkata.
__ADS_1
Mendengar perkataan dari See in, mereka yang berada dalam ruangan terkejut, begitu mengetahui perempuan bercadar itu adalah ketua perguruan Tengkorak putih.
Tan lian mendengus mendengar perkataan dari See in, "jika benar lalu kau mau apa,"..? Tan lian berkata kepada See in.
Ia adalah tamu dimeja kami, dan bukan murid dari perguruan Naga langit, dan aku berharap ketua berbesar hati menyudahi perselisihan ini, See in berkata sambil merendah.
Tapi bukan Tan lian yang menjawab perkataan dari See in, malah Li chun yang memjawabnya.
"Benar paman, aku sudah memaafkan perempuan ini, kasihan sekali, sudah besar tapi tak bisa membedakan hewan," Li chun dengan mimik muka seirus berkata kepada See in.
Para tamu undangan mendengar perkataan dari Li chun tertawa, Lin eng sampai menutupi mulutnya tak kuasa menahan tawa, begitu juga ibunya Cui im, tapi ia merasa berterima kasih kepada Li chun, karna sudah membuat Tan lian ditertawakan oleh orang orang didalam ruangan.
Wajah Tan lian kelam membesi mendengar perkataan dari Li chun, dan mendengar tertawaan dari orang orang yang berada dalam ruangan.
Dua bayangan melesat dan sampai di samping Tan lian.
"Ketua, biar Tio ban yang menghadapi cecunguk cecunguk ini,"..!! Tan lian mengangguk mendengar perkataan Tio ban, lalu kembali ketempat duduknya.
See in dan tokoh tua yang berada diruangan terkejut ketika mendengar nama Tio ban si Mata malaikat, pelindung perguruan tengkorak putih yang sudah lama tak terdengar kabarnya, dan sekarang telah berdiri bersama dengan seorang bertopeng, dengan pedang di punggungnya.
"Maaf tuan, kenapa harus memperpanjang masalah yang sebenarnya tak perlu terjadi," See in berkata.
Sebelum See in berkata, Li chun sudah mendahului.
"Paman kembali saja, percuma bicara dengan orang orang *****, "ketua dan anak buah sama saja, tak kenal dengan hewan," suara riuh tertawa kembali terdengar ketika Li chun berkata, sementara See in tak berkata hanya menggelengkan kepala, lalu kembali kemejanya.
Sementara Ang hwa yang selalu melihat muridnya melihat kearah Mo kwi bertanya, "Chan er, kau naksir dengan pemuda itu,"..?
Diao chan yang mendengar perkataan gurunya, wajah gadis itu merah, kemudian berkata.
"Guru, apa guru ingat ketika pengangkatan ayah menjadi gubernur kota kaifeng setahun lalu, seorang pemuda yang mengaku kusir kereta putri Qiao, "yang sanggup menghadapi sepasang pendekar bermuka hewan, sepertinya, pemuda itulah orangnya," Ang hwa terkejut ketika mendengar perkataan muridnya, ia lantas memperhatikan Mo kwi yang duduk semeja dengan See in.
Sementara itu ditengah ruangan, Tio ban menatap kearah Li chun.
"Katakan siapa gurumu,"..? biar aku sampaikan nanti kematianmu disini, bila bertemu dengannya.
Li chun merasa kesal karna gurunya dibawa bawa oleh Tio ban lalu meludah.
Phuuuuih,..!! pantang nama guruku di sebut dihadapan manusia yang tak kenal dengan hewan, Muka Tio ban merah mendengar perkataan dari Li chun.
__ADS_1
"Pedang gila, bunuh pemuda dogol ini,"..!! Tio ban berkata kepada orang bertopeng yang berada dibelakangnya.
Orang bertopeng yang disebut Pedang gila lalu mencabut pedang, tanpa berkata kemudian menyerang kearah Li chun.
Serangan pedangnya sangat ganas, karna Tio ban mencampur ilmu Pedang gila dengan ilmu pedang miliknya, dan melatih Pedang gila untuk menjadi seorang pembunuh di perguruan Tengkorak putih.
Li chun melayani serangan dari Pedang gila, walaupun bertubuh besar, tapi Li chun sangat gesit menghindari tebasan tebasan Pedang gila.
Pertempuran sengit terjadi dihadapan para undangan khusus di tempat gubernur Zhang, sementara dari sebuah ruangan rahasia, seorang dengan memakai topeng melihat pertandingan dari sebuah lobang rahasia, yang bisa melihat jelas kearah tempat Li chun dan Pedang gila bertempur.
Kekuatan Li chun yang berlatih di gunung, memang berbeda dengan pemuda seumurannya, gwakang ( tenaga luar ) dari pemuda itu sangat besar, tapi lawannya adalah pedang gila, alias Tan huo, bekas ketua perguruan pedang suci yang terkena hipnotis dari Mata malaikat.
Liu kang yang melihat pertandingan juga terkejut ketika melihat ilmu pedang gila yang hampir mirip dengan ilmu pedang perguruannya, tapi terkadang ilmu pedang manusia bertopeng itu selalu berubah ubah, Sehingga kecurigaan dari Liu kang tak terlalu besar, walau melihat ada kemiripan.
Dalam satu kesempatan, Pedang gila berhasil mengores tangan dari Li chun, tapi pedang gila juga mundur selangkah, ketika Li chun berhasil memukul pedang itu setelah mengores tangannya.
Wajah Li chun berubah kelam melihat darah menetes dari tangannya, ia lalu menyerang kearah pedang gila dengan membabi buta, karna terbawa amarah serangan serangan dari Li chun sangat dasyat, dan menimbulkan angin menderu, pertermpuran makin cepat, dan akhirnya Li chun berhasil menyarangkan pukulannya setelah berhasil menghindari tebasan pedang gila yang mengarah bahu Li chun, Pedang gila mundur setengah langkah ketika pinggangnya terkena hantaman Li chun, karna sambil menghindar, pukulan Li chun tak terlalu telak dan berpengaruh terhadap pedang gila.
Pedang gila lalu memasang kuda kuda, dan melesat sangat cepat, kearah Li chun, pedang nya sekarang mengeluarkan hawa dingin, dan sangat cepat.
Semua yang hadir terkejut, melihat cepatnya serangan dari Pedang gila.
Li chun yang tak bisa melihat pedang, karna saking cepatnya pedang itu bergerak kearahnya, wajah pemuda dogol itu pucat, Lin eng menjerit sambil menutupi wajahnya, merasa ngeri melihat serangan pedang yang sangat cepat menyerang Li chun.
"Mati aku,"..!! Li chun berkata dalam hati.
Traaaang,...!!
Sebuah bayangan melesat, dan sinar berwarna agak kehijauan menangkis pedang yang akan menyerang Li chun.
Semua yang hadir tertegun, ketika melihat di tengah ruangan telah berdiri seorang pemuda, yang tadi datang bersama dengan Li chun, tangan pemuda itu memegang sebuah pedang butut yang berwarna agak kehijauan, tapi bukan itu yang membuat orang yang berada diruangan terkejut.
Kecepatan pemuda itu, dan mundurnya pedang gila selangkah dalam sekali serang, dan patahnya pedang yang dipakai oleh pedang gila, yang membuat orang orang yang berada didalam ruangan terkejut, Tio ban yang berdiri tak jauh dari pedang gila sangat terkejut, begitu jugaTan lian dan Yie dong.
Karna mereka tahu, pedang gila memakai pedang pusaka, dan pedang pusaka itu dengan sekali hantam sudah terbabat putus, oleh pedang pemuda itu, yang berwarna agak kehijauan.
See in, Cui im dan Lin eng hanya bisa terpana, pemuda yang duduk disebelah mereka, entah kapan bergerak, tahu tahu sudah menangkis pedang gila dan membuntungi pedang pusaka, milik lelaki bertopeng itu.
Mo kwi berdiri tegak, dihadapan kakak angkatnya.
__ADS_1