
Pedang gila dengan gagah membawa kepala pendeta Sharika, dan berjalan ke arah nenek Kharmila.
Setelah sampai di hadapan nenek karmila, Pedang gila tanpa berkata lalu menyodorkan bungkusan kepala dari pendeta Sharika.
Nenek Kharmila tersenyum dan berkata, "buang saja..!" adik sudah melihat kakak membereskan pendeta sesat itu." mendengar perkataan nenek Kharmila, Pedang gila lalu melemparkan bungkusan kepala itu, dan langsung melesat seperti terbang dan terlihat hanya sebuah titik ketika bungkusan itu menjauh.
Pedang gila tersenyum dan nenek Kharmila juga tersenyum, lalu keduanya bergandengan tangan dan melesat kearah prajurit pasukan kaisar Zhiangwen yang masih bertempur, dan mereka berdua mengamuk dan menghabisi siapa saja pasukan kaisar Zhianwen, yang dekat dan terlihat oleh mereka.
Karna ganasnya Pedang gila yang membabat musuh tanpa kenal ampun, dan sekali tebas langsung tewas bahkan yang tergores oleh pedangnya juga tak lama kemudian tewas dengan tubuh membiru, akibat racun dari pedang kelabang biru.
Begitu juga nenek Kharmila, pedang waletnya tampak berlumuran darah pasukan kaisar Zhiangwen, kedua pasangan tua itu layaknya seperti malaikat maut bagi pasukan musuh.
Banyak pasukan kaisar Zhiangwen yang lebih memilih melarikan diri, ketika melihat keduanya mulai mendekat kearah mereka, pasukan putri Qiao makin bersemangat melihat hal itu, dan berlari mengejar pasukan musuh dan menghabisi mereka satu persatu yg terkejar.
Pertempuran hebat terjadi di komplek istana kaisar Zhiangwen, pasukan putri Qiao yang dibantu oleh perguruan Dewa iblis dan perguruan tengkorak putih, yang bergerak menyebar sambil mencari pasukan kaisar Zhiangwen yang bersembunyi di sekitar area komplek istana rumah dan gedung yang sudah di tinggalkan oleh penghuninya.
Banyak gedung dan rumah sengaja di bakar oleh pasukan putri Qiao, karna mereka sering di sergap oleh pasukan panah dan tombak prajurit kaisar Zhiangwen yang bersembunyi di dalam rumah dan gedung gedung di sekitar area komplek istana.
Sedangkan di depan istana kaisar Zhiangwen, Mo kwi bersama Liu chan dengan pasukan naga peraknya, terus mendesak pasukan elite istana kaisar Zhiangwen yang berusaha bertahan di depan istana, dan menahan pasukan putri Qiao supaya tidak masuk kedalam istana kaisar Zhiangwen.
Ratusan anak panah melesat dari dalam istana kaisar Zhiangwen, membantu pasukan mereka yang sedang bertempur di lapangan luas di depan istana kaisar Zhiangwen, bau amis darah, dan darah yang membanjiri lapangan luas itu serta teriakan teriakan kesakitan dan suara adu senjata membuat suasana di lapangan terbuka depan istana itu layaknya sebuah tempat penjagalan manusia.
Mo kwi terus memimpin pasukan yang bergerak dari depan dan berusaha mendesak pasukan kaisar Zhiangwen.
Mo kwi melihat dari dalam istana tampak asap keluar dan mulai membumbung tinggi, dan tak lama kemudian api mulai berkobar dari arah belakang istana kaisar Zhiangwen.
Mo kwi mengerutkan keningnya melihat hal itu.
"Apa pasukan Raja muda Yan sudah memasuki istana, dan membakarnya ?" Mo kwi berkata dalam hati, melihat istana kaisar Zhiangwen terbakar dari dalam.
Semangat Mo kwi makin besar melihat hal itu, dan terus mendesak berusaha masuk kedalam istana.
Dan pasukan yang bergerak mengepung istana dari sisi kiri dan kanan juga sudah mulai menguasai keadaan dan pertempuran terbuka semakin sengit.
Tapi semangat pasukan kaisar Zhiangwen mulai jatuh, dan banyak yang tewas.
Keadaan sedikit demi sedikit mulai menguntungkan bagi pasukan Raja muda Yan, yang semangat bertempurnya semakin berkobar.
Dan ketika pasukan yang bergerak dari sisi kiri dan kanan mulai maju dan akhirnya perlahan lahan mulai mendesak pasukan elite kaisar Zhiangwen kearah tengah tempat Mo kwi bertempur.
Pertempuran semakin hebat, di lapangan terbuka di depan istana kaisar Zhiangwen.
__ADS_1
Pasukan kaisar Zhiangwen yang loyal dan setia, berusaha sekuat tenaga menahan gempuran pasukan yang di pimpin oleh putri Qiao.
Pasukan kaisar Zhiangwen semakin terjepit dan bertahan di depan istana, mereka di kepung dari tiga arah, depan, samping kiri dan samping kanan.
Melihat hal itu, sebagian pasukan kaisar Zhiangwen mulai putus asa, ada yang langsung menyerah dan membuang senjata mereka karna melarikan diri adalah hal yang mustahil, karna di belakang mereka istana kaisar Zhiangwen mulai terbakar hebat, api yang berasal dari bagian belakang istana mulai bergerak melahap bagian tengah, asap hitam membumbung tinggi.
Mo kwi dengan pedang bintang berputar dengan jurus putaran malaikat pedang ketika puluhan prajurit kaisar Zhiangwen mengepung dirinya, pedang dan tombak prajurit langsung putus ketika beradu dengan pedang bintang Mo kwi, kepala, badan bahkan tangan dan kaki tertebas oleh pedang bintang Mo kwi, dan keadaan mulai dikuasai oleh pasukan yang di pimpin oleh putri Qiao.
Mo kwi sudah memasuki istana kaisar Zhiangwen, ketika ia masuk, puluhan panah langsung menyambut Mo kwi.
Mo kwi langsung menghantamkan tangan kirinya kearah panah panah itu, dan panah yang lolos dari pukulan tangan kirinya, di babat oleh pedang bintang Mo kwi.
Mo kwi setelah menahan panah, lalu melesat ke arah para pemanah.
Sreeeeet...crass..craaaas...!!
Pedang bintangnya langsung membabat pinggang salah seorang pemanah dan langsung putus, lalu kemudian membabat leher salah seorang pemanah yang tak bisa menghindari serangan Mo kwi.
kepala pemanah itu langsung putus terkena tebasan pedang bintang milik Mo kwi.
Liu chan dan pasukan naga peraknya dan pasukan pimpinan putri Qiao mulai memasuki istana.
"Tuan muda..!!" mari kita lihat kedalam istana," tapi hamba tak akan mau jika tuan muda menyuruh hamba untuk membunuh kaisar zhiangwen atau anggota keluarga kerajaan, karna hamba tak bisa melakukannya.
Liu chan mengangguk mendengar perkataan Mo kwi,
lalu bergerak di ikuti oleh Mo kwi, masuk lebih dalam.
Liu chan tertegun ketika melihat jalan masuk ke arah ruang kamar pribadi kaisar Zhiangwen yang telah tertutup api besar dan wajah nya terlihat sedih.
"kenapa paman..? " Mo kwi berkata setelah melihat perubahan yang terjadi di wajah Liu chan.
Jika kita terus kedepan, kita akan sampai di tempat kaisar Zhiangwen, dan tuan muda liat sendiri, api sangat besar dan kita tak mungkin masuk lebih dalam lagi.
Mo kwi tertegun mendengar perkataan dari Liu chan, lalu menarik nafas dalam dalam lalu berkata, apakah ada jalan rahasia keluar dari dalam istana ini.
Setahu hamba ada tuan muda, tapi arah keluar dari jalan rahasia itu hanya keluarga terdekat kaisar Zhiangwen yang tahu Liu chan berkata.
Mo kwi mengangguk, "daerah sekeliling istana sudah di kepung oleh anak buah paman Sianbin, sedangkan istana terbakar hebat, dan agaknya api yang kulihat tadi berasal dari sini, apakah kaisar zhiangwen membakar diri dan keluarganya ?" Mo kwi bertanya tanya dalam hati.
Lalu ia keluar bersama dengan Liu chan..karna sudah tidak mungkin masuk lebih dalam lagi, karna kobaran api yang sangat hebat.
__ADS_1
Wajah Mo kwi juga terlihat sedih, sebuah keturunan, dari salah seorang kaisar pemdiri kerajaan Ming, musnah akibat hasutan dan keserakahan dari para pendamping mereka.
***Sementara itu di luar istana**.
Kemenangan sudah berhasil di raih oleh pasukan pimpinan putri Qiao*.
Putri Qiao menatap para pasukan kaisar Zhiangwen yang menyerah, duduk dan di kelilingi oleh pasukannya.
Lalu putri Qiao menatap seorang mentri tua yang tadi ditangkap oleh seorang anak buahnya ketika mentri itu hendak melarikan diri dengan dikawal pasukan elite, terlihat dan langsung di kepung dan di lumpuhkan, lalu mereka di tawan dan di kumpulkan di lapangan terbuka yang luas di depan istana kota Nanjing.
Hmm...!!
Rupanya perdana mentri Qi thay, putri qiao berkata. setelah melihat mentri tua itu.
Perdana mentri Qi thay langsung menunduk dan bersujud di depan putri Qiao, lalu tangan perdana mentri Qi hendak menyentuh kaki putri Qiao, tapi putri Qiao menarik kakinya dan berkata, "singkirkan tangan mu, jangan sentuh aku..!!" putri Qiao berkata.
Ampuni nyawa hamba tuan putri, hamba berjanji akan berbakti kepada tuan putri dan mengabdi pada raja muda Yan.
"Tutup mulutmu..!!" jika calon suamiku mengampunimu maka kau akan selamat, tapi jika dia berkata bunuh, jangan harap aku akan mengampunimu.
Perdana mentri Qi yang tengah menunduk bertanya tanya dalam hati, putri Qiao masih muda dan anak angkat raja muda Yan, siapa lelaki yang beruntung itu ? perdana mentri Qi thay berkata dalam hati.
Mo kwi lalu berjalan keluar bersama dengan Liu chan menghampiri ke arah putri Qiao. yang drdepannya terlihat seorang berpakaian perang sangat mewah tengah bersujud.
Kwi koko, bagaimana dengan situasi di dalam istana yang terbakar, Mo kwi menggelengkan kepalanya, wajah nya sedih dan tak menjawab pertanyaan putri Qiao.
Perdana mentri Qi thay sewaktu mendengar putri Qiao berkata Kwi koko, lalu mengangkat kepala, dan melihat, siapa yg dipanggil dengan mesra yang bernama, kwi koko, dan ketika melihat Mo kwi adalah orang tersebut, wajah perdana mentri Qi thay langsung pucat, tapi tak berlangsung lama, karna pedang bintang langsung menebas leher perdana mentri Qi, yang kepalanya langsung menggelinding dan tubuhnya langsung ambruk.
Melihat hal itu..prajurit putri Qiao langsung teriak bersama sama.
Hidup kaisar Yan zhu di, hidup raja muda Yan.
Ban shwe..ban, ban shwe..
Hidup kaisar Yan zhu di, hidup putri Qiao.
( Visual kaisar Jianwen )
Bulan juni 1402 kaisar Jianwen ( saya tulis Zhiangwen ) pasukan raja muda Yan berhasil menduduki kota Nanjing dan penyerangan itu di sebut dalam sejarah dengan "lnsiden Jingnan" dan kaisar Jianwen di kabarkan tewas dengan membakar diri bersama keluarganya di dalam istana.
__ADS_1
Meskipun secara resmi kaisar Jianwen di kabarkarkan tewas terbakar, tapi ada beberapa catatan tak resmi yang mengatakan bahwa kaisar Jianwen berhasil melarikan diri dan menjadi Biksu.
tapi catatan sejarah tentang hal itu menjadi simpang siur dan kebenarannya di pertanyakan. dan adapula catatan yang mengatakan kaisar Jianwen melarikan diri ke asia tenggara, tapi itu juga masih diragukan.