
Hmm,..!!
"Ilmu pemuda itu aneh dan dasyat, jika tidak terbakar, akan terkena racun.
Agak nya sudah ratusan ular mati oleh pemuda itu.
Jika diteruskan akan habis ular di hutan ini."
Kakek yang bermuka kuning yang tak lain adalah Kim mo, yang mengurus ketua perguruan Dewa iblis Shin mo dari kecil, berkata dalam hati.
"Sebentar lagi siluman belut itu pasti keok," wanita bercadar itu yang adalah Nio nio berkata, sambil tertawa.
"Biarkan saja ular dihutan ini mati, jijik aku lihat ular ular itu," Nio nio berkata.
Bangkai ular bertebaran ada yang gosong, kering dan hancur, sebagian ular malah ada yang melarikan diri.
Siluman ular yang meniup suling, melihat ular ular yang telah ia kumpulkan dan ia pelihara, mati berserakan, Siluman ular puluhan tahun melatih barisan ular dengan suling nya.
Melihat Mo kwi mengamuk, dan menghancurkan barisan ular nya, wajah nya terlihat sangat menyeramkan.
ia lalu menghentikan tiupan suling nya.
ular ular yang tak mendengar suara suling, langsung pergi melarikan diri karna tak tahan dengan hawa panas yang keluar dari tubuh Mo kwi.
Siluman ular menyerang kearah Mo kwi dengan membabi buta, Siluman ular sudah tak memperdulikan nyawanya sendiri, melihat ratusan ular ular kesayangannya mati, Siluman ular menjadi hilang kendali.
Mo kwi bergerak gesit menghindari serangan suling dari siluman ular, kemudian tubuh nya bergerak dengan kaki yang melangkah ringan dan sudah berada dibelakang Siluman ular, kaki Mo kwi lalu menghantam bokong Siluman ular.
Bhuuuk,..!!
Siluman ular terhuyung huyung kedepan bokongnya terkena tendangan Mo kwi, ketika Siluman ular terhuyung, Mo kwi sudah bergerak dan telah berada didepan Siluman ular.
Melihat wajah Mo kwi yang merah, dan mnegeluarkan hawa panas, menyeringai didepannya, Siluman ular terkejut dan keluar keringat dingin dari wajahnya, dan Siluman ular menyadari bahwa ajalnya sebentar lagi akan tiba.
Dengan tangan nya, lalu Mo kwi menangkap leher Siluman ular, yang sedang terhuyung huyung.
Siluman ular matanya melotot ketika lehernya dicekik oleh Mo kwi.
Siluman ular merasakan hawa panas perlahan masuk dari cengkraman tangan pemuda itu, semakin lama semakin panas, Siluman ular berusaha meronta, tapi Tangan Mo kwi sangat kuat mencengkram leher siluman ular.
Akhirnya Siluman ular tewas dengan wajahnya menghitam terkena hawa racun dari tubuh Mo kwi, sedangkan lehernya seperti luka bakar dan mengeluarkan asap bau daging terbakar.
"Pergi kau sana biar jadi santapan ular,"
Mo kwi berkata sambil melemparkan tubuh siluman ular yang telah tewas.
__ADS_1
Putri Qiao menutupi wajah nya sedangkan Han sikong tak berani menatap kearah wajah Mo kwi.
"Sipat pemuda itu sama seperti Hek mo waktu kecil,"
Wajah Kim mo tersenyum ketika berkata. sedangkan Nio nio tertawa cekikikan mendengar perkataan dari Toako nya, "agaknya toako menyukai bocah itu," Nio nio berkata dalam hati.
"Ssssssttt,. !! Ada yang datang," Kim mo berkata.
Putri Qiao menutupi wajah nya karna merasa ngeri melihat kematian yang dialami oleh Siluman ular,
Sedangkan Han sikong tak berani menatap kearah Mo kwi, karna Han sikong sangat takut melihat perubahan yang terjadi pada diri Mo kwi, apalagi tubuh Mo kwi mengeluarkan hawa panas dan ular gurun api yang mendesis bila ada yang mendekati majikannya.
"Kalian tidak apa apa,"..!! Mo kwi yang sudah berubah kembali, berkata kepada putri Qiao dan Han sikong.
"Apa ular ularnya sudah pergi,"..? putri Qiao berkata.
Hmmm,..!!
"Jika kau takut dengan ular, seharusnya kau tidak usah ikut," Mo kwi berkata.
Selesai Mo kwi berkata, dari kejauhan ia melihat 2 bayangan melesat kearah mereka.
Seorang kakek tinggi besar dengan membawa kampak yang sangat besar berwarna hitam, bersama dengan seorang kakek kurus yang membawa pedang yang mengeluarkan cahaya perak ketika tertimpa sinar matahari, tanda pedang pusaka.
"Kakak apa mereka orang orang raja muda Yan,"..?
Kedua orang itu adalah orang kepercayaan dari kampak setan, seorang tokoh misterius yang sangat jarang terlihat, dan mereka ditugaskan kekota Fu'yi atas perintah langsung dari kapak setan untuk menghabisi keluarga gubernur Li, terutama putri Qiao, anak angkat Raja muda Yan.
Kampak hitam dan pedang perak memandang kearah bangkai bangkai ular yang berserakan, lalu kearah mereka bertiga.
"Dimana siluman ular,"...? kampak hitam berkata.
"Sedang berpesta dengan ular ularnya,"..!!
Mo kwi berkata sambil berdiri menghalangi putri Qiao dan Han sikong.
"Apa maksudmu bocah,"..? kakek itu berkata,
Mo kwi yang merasa panas dirinya disebut bocah, tak menjawab.
"Kakak rupanya dia tuli," kakek kurus itu berkata, sambil tersenyum, menatap tajam kearah Mo kwi.
"Aku dapat laporang ada tiga orang yang sedang menyelidiki kami, agak nya kalian ketiga orang itu."
Kakek kurus itu berkata sambil terkekeh seram, tak usah basa basi, keluarkan pedang mu, Pedang perak berkata sambil melangkah ke depan.
__ADS_1
Han sikong yang melihat pedang Mo kwi menggelengkan kepala.
"Mo kwi,..Pakai pedangku,"..!! Aku sudah punya Pedang, paman, Mo kwi berkata sambil melangkah kedepan, dan berhadapan dengan sipedang perak.
Mo kwi lalu mengeluarkan pedangnya.
Bhuaahaha, Ha, Ha,..Pedang perak tertawa melihat pedang Mo kwi.
Sedangkan Han sikong dan putri Qiao mendengar tertawaan dari pedang perak hanya bisa menunduk, mereka tahu Mo kwi pasti dihina gara gara pedangnya, dari gagangnya saja terlihat masih kasar, dan ketika Mo kwi cabut, pedang nya yang berwarna kehijauan itu terlihat kasar seperti pedang yang belum selesai di perhalus dan sudah dipakai.
Itulah yang membuat pedang perak tertawa,
"Pedang seperti itu akan melawan pedang baja perak milikku," pedang perak berkata dalam hati.
"Pinjam saja pedang temanmu itu untuk melawanku, pedang baja perak miliku tak pantas bersentuhan dengan pedang butut milikmu itu," pedang perak berkata sambil tertawa terkekeh kekeh, perkataanya sangat menghina pedang yang Mo kwi pakai.
Han sikong dan putri Qiao pun melihat pedang Mo kwi seperti pedang biasa yang belum jadi dan terlihat sering dipakai oleh penduduk untuk membabat tanaman yang tidak terlalu besar, atau memotong bambu.
Setelah bertemu ayah angkat, aku akan memintakan pedang pusaka milik ayah angkat untuk Mo kwi, putri Qiao berkata dalam hati.
Mo kwi yang melihat tertawaan, mendengar serta melihat tingkah pedang perak yang menghina pedang bintangnya, mengerutkan dahi.
"Tuan,"..!!
"Biasanya benda yang terlihat bagus dan suka diperlihatkan, adalah barang yang bagus hanya buat pajangan saja."
"Berbeda dengan dengan barang yang jelek, tapi berguna dan bisa sangat di butuh kan oleh pemiliknya."
"Pedang mu hanya pantas untuk membabat rumput dan tulang kaki kambing."
"Berbeda dengan pedang baja perak miliku yang terbuat dari baja perak yang sudah berusia diatas seratus tahun."
Pedang perak berkata sambil mengeluarkan pedang baja peraknya. yang mengeluarkan cahaya gemerlap ketika tertimpa sinar matahari.
Mendengar perkataan pedang perak.
Mo kwi lalu mengerakan dua kali pedang bintang, kearah sebuah batu cadas hitam yang besarnya seperti perut kerbau, dan pohon sebesar pelukan pria dewasa, disampingnya.
Batu cadas hitam terpotong lalu terbelah dua dengan sangat rapi terkena angin pedang bintang Mo kwi, begitu juga pohon besar itu tumbang, batang pohon yang keras itu putus lalu tumbang dan menimbulkan suara gemuruh.
Wajah pedang perak berubah hebat melihat angin pedang bintang Mo kwi yang bisa membelah batu yang keras dan menebas batang pohon yang sebesar pelukan pria dewasa.
Pedang perak, Han sikong dan putri Qiao tak percaya melihat pedang butut Mo kwi bisa setajam itu.
Mo kwi memandang pedang bintangnya, kemudian pemuda itu menatap kearah Pedang perak, dan bertanya.
__ADS_1
.
"Apa ada yang salah dengan pedang bututku,"..?