
" Loh ini kan mbak Vera?" Tanya Psikiater yang di datangi oleh dimas.
Dimas memutuskan untuk langsung membawa Vera ke Psikiater, karena menurut nya saat ini Vera butuh seseorang yang bisa mengerti keadaan nya.
" Ibu kenal dengan Istri saya?" Tanya dimas yang nampsk heran.
" Ibu Vera dulu pernah saya tangani, selama dua bulan dia saya yang menangani. Tapi waktu itu dia belum benar-benar sembuh secara normal, dan masih ada beberapa pertemua dan ada obat-obatan yang memang harus dia konsumsi, Bisa dibilang hanya sebuah Vitamin tapi setelah terakhir ketemu dia tidak pernah datang kesini lagi. " Ucap psikiater yang ber name tag Hana.
" Tolong tangani istri saya lagi ya bu hana, tadi saat di kontrakan dia menjerit-jerit seperti orang ketakutan. Dan tadi di mobil dia meracau yang tidak jelas" Dimas menjelaskan keadaan Vera.
Huftth...
Hana menarik nafas dengan berat, inilah yang di takutkan saat Vera tidak mau datang untuk melakukan terapi atau konsultasi lagi. Karena orang yang pernah mengalami gangguan mental, atau depresi memerlukan waktu lama untuk bisa hidup secara normal seperti orang yang sehat.
" Pak dimas, saya akan usahakan untuk menangani ibu Vera.Tapi saya mau bertanya apa bapak tahu jika ibu Vera ini dulu pernah depresi berat? " Tanya hana yang ingin memastikan.
" Maksud bu hana?" Tanya dimas yang tidak mengerti.
" Begini pak dimas, dulu bu Vera ini sewaktu kuliah dia pernah depresi karena di tinggal menikah oleh sang pacar. Semenjak kejadian itu ibu Vera ini sering melamun, dan tiba-tiba marah dan menangis. Saat itu kuliah nya hanya menunggu wisuda saja, sebenarnya Vera ini orang yang cerdas cuma dia tipe pendiam dan tidak mudah terbuka dengan orang lain bahkan orang tua nya,saat itu akhirnya dia di rawat dan saya yang menangani. Selama hampir dua tahun dia saya rawat, bisa di bilang sembuh tapi dia punya kebiasaan buruk seakan seperti dendam. Dia lebih menyukai pria yang sudah berkeluarga, karena dia menganggap para istri-istri itu yang sudah menghancurkan hubungan nya dengan sang pacar. Mungkin itu hanya sugesti diri nya sendiri karena di tinggal sang pacar menikah dengan wanita lain." Ucap dokter hana menceritakan kisah tentang Vera.
" Bukan itu saja dia juga sudah sering kali mengganggu suami orang hingga dia di usir dari tempat tinggal nya. Nah terakhir saya ketemu dia waktu orang tua nya membawa dia kesini kurang lebih satu tahun yang lalu, waktu itu hanya dua bulan saja saya nenangani nya" Ucap bu hana lagi.
" Terus ini harus bagaimana bu?" Tanya dimas cemas, di lihat nya Vera yang dari tadi hanya duduk di lantai sambil memainkan lego yang di berikan oleh dokter hana. Kadang dia tertawa dan kadang juga menangis.
Dokter hana tampak memikirkan pertanyaan dari dimas, sebenarnya dokter hana sudah menyerah menangani Vera. Sudah bertahun-tahun Vera tetap begini lagi. Dulu saat Vera dibilang sembuh dokter hana sangat senang, bahkan saat mendengar Vera sudah bekerja dia pun ikut bahagia. Tapi saat satu tahun yang lalu orang tua vera membawa nya kesini dokter Hana sangat terkejut.
" Kunci kesembuhan itu ada dalam tubuh Vera sendiri. Kalau dia bisa menguasai pikiran nya sendiri, bisa berbagi masalah nya dia tidak akan seperti ini lagi. Mungkin ada sesuatu yang hingga saat ini masih terus mengganggu fikiran nya , bisa di karenakan masa lalu nya atau rasa ketakutan nya sendiri." Ucap bu Hana menjelaskan semua nya kepada Dimas.
Akhirnya Bu hana memutus kan untuk sementara Vera dia rawat di tempat praktek nya. Disini juga ada beberapa pasien yang seperti Vera. Di tempat praktek nya juga ada beberapa kamar yang khusus di huni oleh pasien-pasien seperti Vera. Vera belum bisa dikatakan gila karena saat di tanya Vera masih sedikit mengerti. Nama dirinya dan orang tua nya dia masih hafal, hanya bicara nya saja yang sering tidak jelas.
__ADS_1
" Jika nanti tidak ada perubahan, dengan terpaksa vera akan saya antarkan ke rumah sakit jiwa. Disana akan lebih baik, mengingat disini hanya saya saja yang menangani di bantu beberapa suster" Ucap bu Hana.
Tidak ada kata-kata yang bisa dimas ucapkan selain pasrah dan ikhlas dengan keadaan Vera. Karena kesembuhan yang besar itu berasal dari diri Vera sendiri.
" Baiklah bu hana, saya titip Vera disini besok saya akan datang untuk melihat kondisinya dan mengantarkan baju ganti untuk nya" Akhirnya dimas menyetujui saran dari ibu hana.
Setelah meninggalkan Vera bersama ibu hana, dimas menghampiri pak Rt yang masih setia menunggu nya di parkiran sambil berbincang dengan satpam.
******
Sementara ini di perusahaan Global property melani datang bersama babby H untuk membawakan makan siang untuk sang suami. Sebelum nya melani memang sudah menghubungi sang suami jika dia akan datang membawakan makan siang.
Saat memasuki lobby kantor melani berpapasan dengan Novi yang akan keluar makan siang dengan teman-teman nya.
" Selamat siang ibu melani" Sapa Novi dan kedua teman nya sambil membungkukkan badan nya.
" Iya bu, mari bu kami duluan" Jawab Novi yang memilih cepat-cepat pergi.
Melani hanya tersenyum dan menganggukkan kepala nya, dia pun melanjutkan langkah kaki nya menuju lift untuk membawa nya ke lantai paling atas tempat sang suami berada.
Saat sudah sampai di lantai atas, melani di sambut oleh Raya sang sekretaris handal nya yang sekarang menjadi sekretaris suami nya.
" Selamat siang ibu melani, bagaimana kabar ibu? Lama tidak ketemu ibu, sang babby makin gemuk saja ya bu" Sapa Raya sambil melirik babby H yang terlelap dalam stroler nya.
" Siang juga Ray, kabar ku baik. Kamu sendir bagaimana?" Tanya balik melani.
" Baik juga bu, oh iya bu tuan hendra sudah menunggu di dalam. Kalau ibu dan tuan hendra mau makan siang biar babby H saya yang jaga. " Ucap Raya yang menawarkan untuk menjaga sang babby H.
" Tidak usah Ray, ya sudah saya masuk dulu ya. Kamu segera makan siang juga" Seru melani lalu membuka pintu ruang kerja sang suami.
__ADS_1
Saat pintu terbuka di lihat nya sang suani yang sedang serius dengan laptop nya sehingga tidak menyadari saat melani membuka pintu.
" Sibuk banget mas? " Tanya melani saat mendekat ke meja kerja hendra.
" Eh sayang , gak kok ini hanya mengecek hasil kerja sama kita dengan Perusahaan Nusantara Group, alhamdulillah proyek yang kita tangani sudah selesai, dan minggu depan peresmian nya. Tuan Jimmy meminta kita ikut menghadiri peresmian apartemen itu" Ucap hendra yang kini sudah duduk di samping melani di sofa yang ada di ruang kerja nya.
" Alhamdulilah, akhirnya proyek ini selesai juga" Seru melani sambil menyusun makanan yang dia bawa dari rumah.
Hendra berjalan mendekati kereta sang anak, dilihat nya sang anak sedang terlelap dengan nyenyak nya. Hendra mencium babby H dengan gemas karena makin hari makin gemuk dan bikin gemes.
" Mas makan siang dulu, jangan ganggu Vino. Biar dia tidur dulu mas , dia juga belum lama kok tidur nya. Saat di lampu merah dekat swalayan itu tadi dia mulai tertidur" Ucap melani memberitahu.
" Dia semakin hari semakin gemuk dan bikin gemes" Seru hendra yang sudah duduk lagi.
" Dia minum Asi nya makin kuat mas" Jawab melani.
" Iya sampai Papa nya tidak kebagian lagi, di kuasai Vino terus. " Gerutu Hendra yang mulai protes.
" Udah deh jangan mulai, sama anak sendiri kok iri. Malu dong sama umur" Gerutu Melani sambil tertawa.
" Iya mama sayang" Jawab hendra sambil menggoda melani.
Hendra dan melani pun mulai memakan makan siang nya, dengan sesekali mereka menceritakan tentang perkembangan perusahaan nya. Melani terlihat bangga saat perusahaan mengalami peningkatan. Hendra ternyata punya jiwa bisnis seperti pak Admaja.
******
Untuk part nya Vera tadi yang soal depresi atau gangguan mental kalau misal ada kesalahan atau kata yang tidak sesuai harap di maklumi ya kak. Karena Author menulis sesuai yang pernah Author dengar saja. 🙏🙏
Terimakasih dan selamat membaca 🙏❤❤
__ADS_1