
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Malam ini bimo mengajak nina untuk makan malam di restoran sekaligus mengenalkan nina dengan Mama nya. Perasaan nina sangat gugup, dia takut jika kehadiran nya tidak di terima oleh orang tua bimo mengingat bimo adalah orang kaya dan sukses tidak seperti dirinya yang hanya gadis biasa.
Nina mengambil paper bag yang tadi pagi di berikan oleh bimo,nina belum tahu model gaun bagaimana yang ada dalam paper bag itu. Yang nina tahu bimo hanya bilang jika malam ini nina harus memakai baju dalam paper bag itu.
" Bukan nya ini baju dari MYA butik ya?" Tanya nina pada diri nya sendiri saat membuka papar bag pemberian bimo siang tadi.
" Tapi kapan om bimo beli nya ? tapi baju ini buka nya waktu itu sudah ada yang membeli nya, iya aku ingat karena aku sendiri yang melayani pembeli itu tapi seingat ku dulu seorang ibu-ibu tengah baya yang membeli nya, tapi aku lupa juga si. Ahh ya sudah lah lebih baik sekarang aku bersiap-siap karena lima belas menit lagi om bimo akan datang" Ucap nina sambil melirik jam dinding yang terpasang di dinding kamar nya.
Baju yang di berikan bimo adalah baju yang pernah di beli oleh Ibu lusi saat pertama kali ingin melihat nina dengan dekat waktu itu pun ibu lusi datang ke butik dengan membawa sekar.
Nina pun memilih salah satu gaun yang ada di paper bag lalu memakainya, nina pun merias wajah nya dengan mek up yang tidak terlalu tebal.
Tepat jam tujuh malam mobil bimo sudah sampai di depan rumah nina, dengan segera nina keluar dan membuka kan pintu untuk bimo.
Bimo tertegun saat melihat wanita yang dia cintai malam ini terlihat sangat berbeda. Malam ini nina terlihat anggun dan sangat cantik dari biasa nya.
" Om..."
" Om bimo " Teriak nina memanggil nama bimo yang sedari tadi masih bengong sambil menatap nina.
" Ehh.. iya.. iya maaf ada apa Nin?" Tanya bimo yang terkejut dan gugup.
" Dari tadi di panggil kok hanya bengong saja, kenapa si ? apa riasan di wajah ku lucu ya atau ada yang aneh?" Tanya nina sambil memegang pipi kanan dan kiri nya.
Bimo menggelengkan kepala nya dan tersenyum manis kepada nina.
" Tidak ada yang salah dengan riasan kamu , malam ini kamu sangat cantik " Seru bimo memuji kecantikan nina.
" Tidak usah gombal lah om, ayuk kita berangkat biar pulang nya tidak kemalaman. Kalau pulang malam-malam aku tidak enak di lihat sama para tetangga, dia pasti mikir yang macem-macem tentang ku apalagi aku ini tinggal sendiri" Seru nina lalu mengunci pintu dan berjalan menuju mobil bimo yang terparkir di halaman rumah.
Bimo pun hanya bisa menghela nafas berat lalu mengikuti langkah nina menuju mobil nya. Setelah siap bimo langsung melajukan mobil nya menuju restoran yang sudah dia pesan.
******
Setelah menempuh perjalan tiga puluh menit mobil bimo sudah sampai di restoran tempat yang dia janjikan, nina terlihat gugup saat hendak turun dari mobil. Terlihat beberapa kali dia terlihat menghela nafas dan mengusap-usap dada nya.
" Kamu kenapa ? gugup atau takut?" Tanya bimo.
" Dua - dua nya om, aku gugup karena ini pertama kali dalam hidup ku ketemu dengan calon mertua dan aku takut jika orang tua Om tidak menyetujui hubungan kita" Ucap nina mencoba berkata jujur agar kegugupan nya bisa sedikit berkurang.
" Jangan gugup ataupun takut, mama ku itu orang yang baik dan penuh kasih sayang. Aku hanya mempunyai seorang mama dan dia tidak pernah membeda-bedakan derajat manusia. Oh iya tolong kalau disana nanti tolong jangan panggil aku Om, kamu bisa panggil nama ku atau Kak saja" Ucap bimo dengan menggenggam tangan nina yang terasa sangat dingin.
__ADS_1
Nina hanya tersenyum dan mengangguk. Bimo dan nina pun masuk ke dalam restoran dan langsung menuju area taman restoran, bimo sudah memesan tempat khusus untuk acara nya malam ini.
" Om kenapa tempat nya gelap seperti ini ? padahal itu di bagian dalam terang benderang atau lampu di bagian sini masih dalam perbaikan" Seru nina bingung.
Bimo tidak menjawab pertanyaan nina, bimo tetap berjalan sambil menggandeng tangan nina. Tidak mendapat jawaban apa pun dari bimo membuat nina kesal dan cemberut.
" Om kita pindah tempat saja, tempat ini gelap. Pasti mama om juga tidak mau di tempat gelap seperti ini." Seru nina mencoba mengajak pindah bimo.
" Tidak perlu, kita akan tetap disini" Seru bimo dengan nada tenang dan serius.
Nina merasa kesal dengan bimo, dia tidak habis pikir dengan bimo bisa-bisa nya mengajak makan malam di tempat gelap seperti ini.
" Tapi ini....."
Belum juga nina melanjutkan kata-kata nya tiba-tiba lampu pun hidup dan semua terlihat terang dan nina melihat tulisan yang sangat membuat nya bahagia bahkan dia sendiri pun lupa jika hari ini adalah hari bahagia nya.
" SELAMAT ULANG TAHUN KE 24 TAHUN NINA "
Tulisan terpampang sangat besar dengan dihiasi lampu-lampu yang sangat indah. Nina sampai meneteskan air mata, dia tidak menyangka bimo bisa seromantis ini dan tahu tanggal lahir nya.
" Om ini semua om yang menyiapkan nya?" Ucap nina dengan mata berbinar bahagia.
" Iya, apa kamu suka?" Tanya bimo.
Bimo tidak menyia-nyiakan kesempatan dia juga membalas pelukan nina.
" Ada kejutan lagi untuk mu" Seru bimo sambil melepaskan pelukan nya.
" Apa Om?" tanya nina dengan penasaran.
" Kamu lihat ke arah sana, di sana ada kejutan untuk mu " Seru bimo sambil menunjuk ke arah yang tidak jauh dari tempat nya berdiri.
Tepat saat nina mengikuti arah yang di tunjuk bimo, lampu yang tadi nya mati kini pun menyala dan memperlihatkan ada sekelompok orang sedang duduk sambil memperhatikan mereka berdua.
" Bapak, emak dan mas Raka satu nya lagi..."
" Itu mama ku " Ucap bimo yang tahu akan pertanyaan nina.
Nina semakin bahagia, ternyata bimo sudah menyiapkan kejutan yang begitu berharga dalam hidup nya. Bimo pun mengandeng tangan nina untuk menghampiri keluarga nya.
" Selamat ulang tahun anak ku, Nina" Seru pak minto sambil memeluk nina dengan erat.
" Bapak dan mak imah kenapa datang ke kota tidak mengabari Nina?" Tanya nina yang terlihat kebingungan karena tiba-tiba keluarga nya ada di depan mata nya.
__ADS_1
" Nanti bapak ceritakan"
" Selamat ulang tahun ya nak, semoga kamu di dekatkan dengan jodoh mu" Seru mak imah dengan tulus.
" Adik kecil ku selamat ulang tahun, mas tidak menyangka adik kecil ku, adik manja ku kini sudah tumbuh dewasa. Ternyata mas yang sudah tua" Seru raka memeluk nina dengan erat.
Acara pemberian selamat pun selesai kini nina beralih memandang ke arah perempuan paruh baya yang duduk di samping Raka.
" Loh ini bukan nya ibu Lusi?" Tanya nina yang mengenali perempuan itu.
" Benar sayang, aku ibu lusi yang beberapa kali ketemu kamu di MYA butik. Dan aku ini mamanya bimo" Ucap ibu lusi yang akhirnya berterus terang tentang dirinya yang sebenarnya.
Nina tidak menyangka ternyata ibu lusi lah orang tua bimo.
* Pantas saja apa yang ibu lusi ceritakan saat bersama kak jesi waktu itu mirip sekali dengan cerita om bimo, ternyata memang om bimo yang dia ceritakan. Dunia memang sempit * Gumam nina dalam hati nya.
" Maaf ya bu saya tidak tahu jika ibu adalah ibu nya Om.. eh kak bimo" Ucap nina salah tingkah sampai lupa akan memanggil om kepada bimo.
" Tidak apa-apa sayang, kamu panggil mama saja seperti bimo memanggil saya mama" Seru ibu lusi memberitahu.
" Emh.. baik Mama Lusi" Ucap nina sedikit gugup.
Ibu lusi pun mengangguk dan tersenyum bahagia, dia sangat bahagia akhirnya bimo bisa mendapatkan wanita sebaik dan secantik nina.
" Kok Kalian bisa kompakan ada disini?" Tanya nina yang bergantian melirik ke orang tua dan kakaknya.
" Kami kesini karena undangan dari calon adik ipar ku itu" Seru raka sambil dagu nya menunjuk ke bimo.
Nina menoleh dan mencari jawaban kebenaran dari laki-laki yang duduk di samping nya. Sedangkan bimo hanya nyengir kuda sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
" Tiga hari yang lalu nak bimo datang menemui bapak, dia melamar mu langsung kepada bapak dan mak imah. Bapak sangat menghargai niat baik dan keseriusan nak bimo. Hingga nak bimo meminta bapak datang ke kota untuk merayakan ulang tahun mu, dan sekaligus untuk meminta jawaban mu atas lamaran nak bimo. Bapak tidak bisa memutuskan apa-apa karena semua keputusan ada pada mu " Seru bapak menjelaskan semua yang sudah terjadi hingga dia sampai di kota malam ini.
Nina tidak menyangka jika bimo akan seserius ini dengan langsung datang menemui orang tua nya tanpa sepengetahuan nya bahkan sebelum nya bimo tidak cerita apa pun tentang niat nya yang ingin menemui orang tua nina di desa.
******
🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹
SEMOGA KAKAK PARA PEMBACA SUKA DENGAN KARYA AUTHOR YA, DAN TETAP BERIKAN DUKUNGAN NYA ❤❤
LIKE, KOMEN, VOTE, KLIK FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA ❤
JANGAN LUPA RATE BINTANG 5 NYA KAK ❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤