Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Mantan pacar


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Bimo melihat wajah nina yang terlihat kesal sambil memandang tajam ke arah hani. Sedangkan hani masih saja terdiam di tempat nya, bimo tahu pasti sudah terjadi sesuatu antara nina dan hani nampak terlihat pipi hani yang memerah seperti bekas tamparan.


Nina beralih memandang bimo dengan kesal, dia kesal karena wanita seperti hani di jadikan sekretaris oleh bimo. Sudah tidak sopan, kalau pun dia tidak tahu siapa nina yang sebenarnya seharus nya dia bisa tanya baik - baik tidak menghina dan marah - marah.


" Bim, sebenar nya siapa sih wanita ini ? Bisa - bisa nya dia datang ke perusahaan mu dan sampai ke lantai atas ini, apa dia salah satu wanita mu ?" Tanya hani dengan nada cukup ketus sambil melirik nina seolah memandang jijik ke arah nina.


Mendengar pertanyaan dari hani membuat rahang bimo mengeras seakan ingin menampar mulut kurangajar hani. Namun nina mencengkram jas bagian belakang bimi, seolah dia tidak ingin bimo memarahi sekretaris nya. Nina ingin tahu ada hubungan apa antara bimo dan sekretaris nya sehingga dia memanggil bimo hanya dengan nama tanpa embel - embel pak atau tuan.


" Memang nya kamu siapa ? setau saya antara karyawan dan atasan itu harus memanggil pak atau tuan sebagai tanda hormat antara karyawan dan atasan nya. Tapi kenapa dari tadi kamu memanggil kak bimo dengan nama nya saja ?" Tanya nina penuh selidik.


Justru bimo yang tidak nyaman dengan pertanyaan sang istri, dia lupa kalau nina bukanlah wanita polos yang mudah di bohongi. Bimo berharap jangan sampai hani bicara jujur siapa dia yang sebenarnya, hani cuma masa lalu bimo bahkan bimo tidak tahu jika sekretaris baru nya adalah hani mantan pacar nya 5 tahun yang lalu.


" Oh kamu mau tahu siapa aku. Aku beritahu sama kamu ya aku ini mantan pacar bimo, 5 tahun yang lalu kami saling menjalin kasih. Jadi kamu cuma wanita bayaran nya jangan berbangga hati cuma karena bimo memanggil mu sayang, dia itu cuma mau tubuh mu saja. " Seru hani penuh percaya diri.


Haaa Haaa Haaaa


Nina tertawa setelah mendengar penjelasan Hani, dengan begitu percaya diri nya wanita itu bilang jika dirinya mantan pacar bimo.


" Mantan pacar ? Cuma mantan pacar saja bangga. Hello... yang kata nya mantan pacar gak malu tuh bicara seperti itu, cuman mantan loh tapi kok bangga nya setengah hidup " Seru nina sambil terkekeh.


" Bagus saya dong walaupun cuma mantan setidak nya saya punya harga diri tidak rendahan seperti kamu. Kamu itu cuma wanita rendahan yang rela naik ke ranjang bimo untuk menarik perhatian bimo atau karena uang kamu sampai rela naik ke ranjang bimo. Bahkan bisa saja bukan hanya bimo , tapi para lelaki di luaran sana sudah banyak yang mencicipi tubuh mu itu " Seru hani membuat bimo tidak lagi memendam amarah nya.


Plakk


Tanpa ampun bimo menampar pipi hani, belum hilang rasa sakit akibat tamparan nina tadi kini sudah di tambah rasa sakit dari tamparan bimo.


" Pergi dari sini sekarang sebelum aku memukul mu lebih dari ini !!" Bentak bimo dengan tatapan tajam penuh amarah ke arah hani.


Nina tersenyum sinis melihat wajah kusut hani, wajah cantik karena mek up itu kini sudah berubah memerah dan mek up pun terlihat tidak rapi lagi.


" Bim, kamu menampar ku hanya demi wanita murahan ini " Ucap hani sambil memegang pipi nya yang baru saja di tampar bimo.

__ADS_1


" Wanita yang kau hina dan kau bilang wanita murahan itu adalah ISTRI KU !!" Seru bimo dengan lantang.


Hani hanya bisa membelalak kan mata nya dengan lebar saat mendengar ucapan bimo, dia tidak percaya ternyata wanita yang sudah dia hina adalah istri bimo. Hani sebenarnya tahu jika bimo sudah menikah tapi dia tidak tahu jika nina lah istri bimo.


" Hari ini juga kamu saya pecat !!" Seru bimo membuat hani semakin gemetaran. Dia tidak bisa kehilangan pekerjaan ini , jika dia tidak bekerja darimana dia akan menghidupi diri nya sendiri.


" Tolong jangan pecat aku bim, maaf aku minta maaf " Seru hani dengan suara bergetar.


" Tidak.... " Bimo menghentikan ucapan nya karena nina menyela ucapan nya.


Nina masih ingin membuat pelajarab kepada hani jadi dia tidak semudah itu akan membiarkan hani pergi dari perusahaan. Dia masih ingin mencari tahu maksud dan tujuan hani bekerja di perusahaan bimo.


" Jangan pecat dia kak, biarkan dia bekerja disini sebagai sekretaris mu. Aku memaafkan nya , tapi tidak untuk lain kali. " Seru nina sambil melirik hani.


" Kamu yakin sayang ?" Seru bimo.


" Iya kak, aku yakin. Kasihan dia pasti di luaran sana tidak ada perusahaan lain yang mau menerima nya bekerja, makanya dia bekerja di perusahaan mu " Ucap nina, membuat hani lega.


* Aku tahu jika kamu berusaha mendekati suami ku lagi. Dengan kamu tetap di perusahaan ini akan membuat ku semakin mudah mencari tahu rencana dan sepak terjang mu. * Gumam nina dalam hati nya.


Sementara itu di tempat lain tepat nya di rumah dimas, nabila mulai merasakan perut nya yang sakit dan mulas - mulas. Sepertinya nabila akan melahirkan, nabila saat ini hanya di rumah seorang diri. Dimas dan Hasni ada di cafe, sedang kan ibu marni sedang membawa tama pergi bermain ke rumah tetangga.


" Kenapa perut ku sakit begini ya ? apa aku mau melahirkan ?" Tanya nabila pada dirinya sendiri.


Nabila berjalan ke luar kamar dan duduk di ruang keluarga, perut nya semakin sakit tak tertahan lagi. Nabila mengambil ponsel yang ada di atas meja dan mencoba menghubungi ibu mertua nya,namun ternyata ponsel ibu mertua nya ada di atas rak Tv.


" Ibu tidak membawa ponsel, aku coba telepon mas dimas saja " Ucap nabila lalu menghubungi ponsel dimas.


Sampai panggilan yang ke dua dimas tidak kunjung mengangkat ponsel nya. Begitupun dengan hasni, ponselnya malah tidak aktif.


" Aduch kemana mereka , apa mungkin mas dimas sibuk karena cafe sedang ramai. Nomor hasni pun tidak aktif, duh makin sakit saja perut ku aku tidak sanggup lagi berjalan ke luar rumah untuk mencari ibu" Seru nabila sambil mengusap perut nya yang semakin sakit.


Nabila pun mencoba menghubungi Aina, tidak ada pilihan lagi selain menghubungi Aina. Karena Aina yang lebih tahu tentang dirinya, Aina tahu tentang sakit nya Nabila.

__ADS_1


[ Hollo bil tumben kamu telepon ? ada yang bisa aku bantu bil ?] Tanya Aina di seberang sana.


[ Na, sepertinya aku akan melahirkan di rumah tidak ada orang dan ponsel mas dimas susah di hubungi,tolong aku ya Na ]


[ Baik bil, kamu tenang ya saya akan meminta mobil rumah sakit untuk menjemput mu ]


[ Iya bil terimakasih ]


Nabila tetap duduk di sofa ruang Tv sambil menunggu mobil rumah sakit menjemput nya. Dia juga masih terus berusaha menghubungi dimas tapi tetap sama saja tidak ada jawaban.


" Sebenarnya kamu kemana mas kok telepon ku tidak kamu angkat " Gumam nabila.


Nabila jadi menghawatirkan suami nya, tidak biasa nya dimas seperti ini bahkan mengabaikan telepon dari nabila.


" Bil kamu kenapa ?" Tanya ibu marni yang baru saja masuk dan melihat nabila meringis kesakitan.


" Perut ku sakit bu " Seru nabila.


" Kamu mau melahirkan bil lihat ini ketuban kamu sudah pecah, ya Allah maafkan ibu bil tidak seharus nya ibu meninggalkan mu sendiri. " Seru ibu marni menyesal.


Ibu marni langsung lari ke luar untuk menitipkan tama kepada tetangga nya. Ibu marni langsung kembali lagi menghampiri nabila.


" Ibu panggil taksi dulu ya bil, oh iya dimana ponsel ibu " Seru ibu marni yang terlihat panik.


" Ibu tolong ambilkan perlengkapan yang sudah nabila siapkan di tas yang ada di dekat lemari baju bu, tadi nabila sudah meminta tolong kepada Aina. Mobil rumah sakit sudah jalan kesini " Ucap nabila sambil menahan sakit nya.


Dengan segera ibu marni masuk ke dalam kamar nabila dan mengambil tas yang di maksud nabila. Setelah menunggu 30 menit mobil rumah sakit pun sudah sampai, mereka menjemput menggunakan ambulance agar lebih cepat.


*****


Semoga nabila dan bayi nya lahir dengan selamat dan sehat semua nya. Dimas ?? kira - kira dimas dimana ya ?


Tetap dukung karya AUTHOR ya kak, LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA, SERTA RATE BUNTANG 5 ❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH ❤❤


__ADS_2