
#FLASHBACKON
Malam ini Melani menghadiri acara pesta ulang tahun pernikahan Jimmy dan istrinya yang ke 5 tahun. Melani datang dengan di temani Hendra. Melani terlihat sangat cantik memaki dress selutut bewarna maroon dengan bahu sedikit terbuka. Begitupan dengan Hendra malam ini hendra terlihat sangat tampan dengan balutan jas warna hitam dengan kemeja warna merah marron.
" Selamat datang ibu Melani, senang sekali ibu melani bisa datang di pesta kami ini" Seru Jimmy sambil bersalaman dengan melani dan hendra.
" Ini calon suami ibu Melani" Tanya Jimmy.
" Iya Tuan, perkenalkan ini Hendra calon suami saya." Melani mengenalkan hendra kepada Jimmy.
" Hallo tuan Jimmy senang berkenalan dengan anda, pembisnis yang sukses " Ucap hendra saat hendak berjabat tangan.
" Bisa saja pak hendra ini, iya salam kenal juga" Jawab jimmy menyambut uluran tangan hendra.
Jimmy memanggil istri nya yang berkumpul dengan teman-teman nya. Disana juga ada orang tua Jimmy dan orang tua istri Jimmy.
" Bu melani kenalkan ini istri saya, Sina" Ucap Jimmy.
" Sina...
" Melani..
Istri Jimmy memperhatikan Melani dari atas sampai bawah, dia merasa pernah ketemu Melani tapi di mana.
" Emmhh Bu Melani, sepertinya saya pernah ketemu anda tapi dimana ya? " Ucap Sina.
" Dimana ya Bu, apa mungkin ibu salah lihat" Jawab Melani.
Emmhhhh
" Iya saya ingat, Bu Melani ini pemilik MYA Butik kan?" Tanya Sina yang sudah mengingat siapa melani.
" Iya bu betul" Jawab Melani sungkan merasa tidak enak, apalagi melihat tatapan hendra yang sepertinya terlihat kaget juga.
" Saya Sina anak nya Ibu Linda, dulu saya pernah ikut mama ke butik nya bu melani tapi cuma sebentar si" Ucap sina sambil terkekeh.
" Ohh iya mbak sina anak nya ibu linda, maaf mbak tadi aku benar-benar lupa. Ehh panggil nya kok jadi mbak. Maaf ya Tuan Jimmy,Bu Sina" Ucap Melani meminta maaf.
__ADS_1
" Oh tidak apa-apa bu melani, panggil seenak kalian berdua saja. Mungkin dengan panggilan mbak malah lebih bagus terlihat lebih muda, kalian kan seumuran. Begitukan sayang" Ucap jimmy melirik ke arah istrinya.
" Betul banget,ya sudah yuk mbak kita kesana. Aku kenalkan sama teman-teman ku. Disana juga ada orang tua dan mertua ku. Hehee tau gak mbak baju yang ku pakai malam ini itu dari butik nya mbak, aku suka banget sama bajy - baju di butik nya mbak melani" Cerocos sina tanpa jeda.
Dari sini melani bisa menyimpulkan jika Sina ini wanita yang humbel dan baik serta ceria. Dari tadi dia bicara terus bahkan tidak ada jeda untuk melani bicara.
" Ma, ini ada mbak melani pemilik MYA Butik itu ma" Seru Sina kepada ibu dan mertuanya.
Ibu Linda dan besan nya menoleh ke arah suara Sina, mereka ber dua tampak bahagia dan senang atas kedatangan Melani.
" Wahh ada mbak melani, saya merasa terhormat atas kedatangan ibu melani" Seru ibu Linda.
" Ohh ini pemilik butik yang terkenal itu ya?" Tanya bu Andin ibu dari jimmy.
" Iya jeng ini ibu melani pemilik butik yang lagi di gandrungi para wanita itu" Jawab ibu Linda.
Melani, Sina dan ke dua ibu itu pun saling bercerita pengalaman nya masing-masing. Rona bahagia tampak terlihat di wajah Melani.
Setelah puas mengobrol dengan ibu Linda dan ibu Andin, Sina mengajak Melani kembali ke tempat acara. Disana para rekan bisnis Jimmy banyak yang hadir.
*****
" Iya Tuan, saya tidak masalah. Dia berani berbuat harus berani mempertanggung jawabkan nya. Mungkin penjara adalah tempat terbaik nya" Seru melani tegas.
" Semua aset milik pak Raka, semua sudah kami sita. Istri dan Ibu nya pun saat ini sudah tidak menempati rumah mewah nya lagi. Dari pengintaian anak buah ku ibu raka tinggal di kontrakan" Jimmy memberitahu.
Melani terdiam mendengar penjelasan dari Tuan Jimmy , melani bingung apakah harus memberitahu kabar ini kepada Nina dan pak minto. Tapi pak minto sudah tidak ada tanggung jawab lagi ke ibu lasmini. Tapi Nina, bagaimana pun Nina anak kandung ibu Lasmini. Dia secepat nya harus di kasih tahu.
Selesai dari acara pesta itu Melani dan Hendra pulang, saat di perjalanan menuju pulang Melani hanya terdiam. Melani masih memikirkan bagaimana cara dia menyampaikan masalah yang di hadapi mantan suami nya kepada Nina.
" Sayang kamu kenapa diam saja? apa memikirkan ucapan Tuan Jimmy tadi?" Tanya Hendra mencoba mencari tahu.
" Maaf mas, aku tidak bermaksud untuk mendiamkan mu. Aku hanya bingung bagaimana cara aku menyampaikan semua ini kepada Nina adik nya mas Raka" Ucap melani sambil menyandarkan tubuh nya di kursi mobil.
" Sayang apa pun yang terjadi kamu harus jujur kepada Nina, jangan sampai Nina tahu dari orang lain. Dengan dia tahu dari orang lain itu akan membuat dia seolah tidak di hargai, dia justru akan membenci mu. " Ucap Hendra menasehati melani.
" Iya mas secepat nya aku akan bicara dengan Nina, Terimakasih mas" Seru melani dengan senyum manis nya.
__ADS_1
Mobil hendra sudah sampai di depan rumah melani, pak ahmad pun segera membukakan pintu gerbang.
" Mas hati-hati ya" Ucap Melani saat hendra hendak pulang.
" Iya sayang, kamu cepat istirahat . Bye..." Ucap hendra sambil melambaikan tangan nya.
Setelah mobil hendra tak terlihat lagi, Melani masuk krdalam rumah dan memasuki kamar nya untuk istirahat. Melani memutuskan untuk bicara dengan Nina besok pagi.
Pagi pun datang dan matahari pun sudah menampakkan sinar nya. Udara pagi yang sejuk membuat orang untuk bermalas malasan.
Setelah sarapan Melani mengaka Nina duduk santai di taman belakang. Di taman belakang banyak di tanami berbagai macam bunga. Semua bunga terawat dengan baik.
" Mbak mau bicara apa sama Nina, sepertinya penting banget?" Tanya nina serius.
" Iya Nin mbak harap kamu jangan marah ya sama mbak, mbak harus membicarakan hal ini sama kamu" Seru melani.
" Iya mbak" Jawab singkat Nina.
" Nin , Mas Raka masuk penjara" Seru melani dengan terpaksa.
" Hahh" Mas raka di penjara? Mas raka salah apa mbak?" Nina kaget dengan apa yang dikatakan melani.
Akhirnya Melani menceritakan semua nya kepada Nina tanpa ada yang di tutup- tutupi nya. Melani pun memberitahu Nina jika ibu nya kini tinggal di kontrakan kecil.
" Itu balasan yang setimpal untuk mereka, terutama mas Raka. Karena hidup mewah ibu dan vera mas Raka jadi menghalalkan segala cara. Dulu mas Raka menyia-nyiakan mbak melani, sekarang dia terima akibat nya."
"Maafkan mas Raka ya mbak, bagaimana pun aku tetap tidak enak dengan mbak melani karena kejadian ini"
" Sudahlah Nin, semua sudah terjadi dan kamu pun tidak salah."
Melani dan Nina berpelukan, Nina terisak di dalam pelukan Melani.
#FLASHBACKOFF
*****
Bab selanjut nya kita ceritakan perjalan cinta Melani dan Hendra ya kak🙏
__ADS_1