Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Rumah sakit jiwa


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Dimas dan nabila sudah berada di rumah nya dan saat ini sedang ada di dalam kamar. Nabila mulai membuka suara dan menjelskan kepada dimas.


" Mas maaf.. aku tidak bermaksud untuk merahasiakan penyakit ini kepada mu mas. Penyakit ini ada sebelum aku menikah dengan mu mas, aku hanya tidak ingin mas dimas terbebani dengan penyakit ku ini " ucap nabila dengan mata yang berkaca - kaca.


Dimas langsung memeluk nabila dengan erat, dia tidak mungkin akan memarahi nabila.


" Sekarang kamu harus dengarin kata - kata dokter, kamu harus rutin cek up dan rajin minum obat. Mas ingin kamu sembuh dek, mas akan cari dokter terbaik untuk mengibati mu " ucap dimas dengan mata yang berkaca - kaca.


" Iya mas " Jawab nabila singkat.


Nabila terlalu nyaman dalam pelukan suami nya hingga dia tertidur. Dimas memindahkan nabila di kasur lalu dimas keluar kamar mencari keberadaan tama. Tama sedang bermain dengan ibu marni di teras depan.


" Ada apa dim ? ibu lihat seperti nya wajah kalian tadi terlalu serius , ada apa dengan nabila dan kandungan nya?" tanya ibu marni yang juga menghawatirkan keadaan nabila dan bayi dalam kandungan nabila.


" Kandungan nabila baik - baik saja bu, tapi nabila bu... nabila ternyata selama ini mengidap kanker otak stadium 2 bu, nabila sudah merahasiakan semua nya kepada kita bu. Aku jadi suami yang gagal bu, istri ku sakit aku tidak mengetahui nya " ucap dimas penuh penyesalan.


Melihat kondisi dimas yang tidak memungkinkan untuk membicarakan masalah ini di luar rumah, ibu marni langsung membawa tama masuk dan di ikuti dimas di belakang nya.


" Apa yang kamu katakan tadi benar dim ?" tanya ibu marni memperjelas kembali.


" Benar bu " jawab dimas singkat.


" Kasihan nabila dim ? " ucap ibu marni pelan.


Dimas mengangguk, dia harus segera mencari dana untuk pengobatan nabila. Untuk kemotherapi sepertinya tidak bisa karena saat ini nabila sedang hamil, nabila sudah pasti tidak akan mau jika harus menjalani kemotherapi.


******


Dua minggu kemudian.

__ADS_1


" Kira - kira biaya operasi berapa ya dok ? biar saya mulai menyiapkan nya dari sekarang, karena kami bukanlah orang yang berduit banyak dan siapa tahu uang tabungan kami tidak cukup" Tanya dimas kepada dokter tegar dengan senyum canggung nya.


Saat ini dimas mendatangi dokter tegar untuk menanyakan perihal pengobatan nabila. Dan di sepakati untuk melakukan operasi setelah nabila melahirkan.


Mulai hari ini nabila ada dalam pantaun dokter, harus rutin cek up seminggu sekali dan mengkonsumsi obat dengan teratur sampai tiba saat nya jadwal operasi.


" Maaf pak dimas untuk soal biaya nanti bapak bisa tanyakan langsung kepada pihak administrasi. " jawab dokter tegar ramah.


" Oh begitu ya dok " Seru dimas singkat.


Setelah urusan nya dengan dokter tegar selesai dimas pamit pulang. Sebelum nya dimas sudah bilang kepada nabila jika hari ini dia menemui dokter tegar untuk konsultasi masalah operasi, nabila sengaja tidak di ajak karena baru kemarin dia memeriksakan kesehatan nya kepada dokter tegar. Dimas tidak mau nabila terlalu capek apalagi saat ini kandungan nya sudah membesar.


" Dimas !" Panggil fadli yang melihat dimas ada di bagian administrasi.


Dimas mendatangi bagian administrasi untuk menanyakan soal biaya operasi nabila namun belum sempat bertanya kepada petugas fadli sudah datang dan menghampiri nya.


" Fadli " Seru dimas lalu menghampiri fadli.


Kini mereka berdua sudah berada di ruangan pribadi fadli, dimas sebenarnya sungkan dengan fadli karena bagaimanapun fadli adalah suami dari mantan istri nya, Aina.


" Nabila akan menjalankan operasi fa, tapi nunggu dia melahirkan dulu. Semoga saja setelah operasi nanti nabila bisa sehat kembali. Aku hanya berharap semoga nabila bisa sembuh dan bisa mengurus keluarga kecil ku." ucap dimas dengan suara pelan.


" Sabar, insya Allah nabila pasti akan sembuh. Oh iya bagaimana keadaan jantung mu ? apa masih sering sakit atau sesak, ingat kamu juga punya riwayat sakit jantung jadi tetap jaga kesehatan jangan sampai kamu juga drop " Ucap fadli mencoba mengingatkan dimas tentang kesehatan nya terutama kesehatan jatung.


Dimas sendiri sudah lupa jika dia punya riwayat sakit jantung karena dia sudah lama tidak minum obat dan tidak memeriksakan keadaan jantung nya. Dan beruntung dia tidak pernah merasakan sakit atau pun sesak pada jantung nya.


" Alhamdulillah aku sehat fa, dan jantung ku juga seperti nya baik -baik saja karena aku sudah tidak pernah merasakan nyeri atau pun sesak saat bernafas. Oh iya kalau begitu aku permisi dulu. Aku harus balik ke cafe lagi karena jam segini biasa nya cafe ramai kasihan hasni kalau tidak ada yang menggantikan " Ucap dimas sambil berpamitan.


" Oh iya silahkan. Ingat jaga kesehatan , kalau ada apa - apa cepat hubungi aku atau langsung saja datang ke rumah sakit." Ucap fadli kembali mengingatkan dimas.


Dimas hanya tersenyum dan mengangguk lalu keluar dari ruangan dokter fadli.

__ADS_1


*****


" Sepertinya dia sudah tidak waras lagi pak, kami ingin membawa nya ke rumah sakit jiwa biar dia di tangani oleh dokter langsung. Kalau di biarkan disini terus dia akan mengganggu ketenangan penghuni sel yang lain nya. Karena setiap saat dia suka teriak - teriak dan marah - marah " Ucap polisi yang menangani kasus mira.


Bimo dan nina saat ini menjenguk mira di kantor polisi, sebelum nya pihak polisi memang menghubungi bimo untuk bisa datang ke kantor polisi.


" Lakukan yang terbaik saja pak " Jawab nina yang akhirnya buka suara.


Bagaimanapun nina seorang perempuan hati nya tidak tega melihat keadaan mira yang memprihatinkan. Mira terlihat kurus dan tak terawat.


" Kamu yakin membiarkan dia di rumah sakit ?" Tanya bimo heran dengan ucapan nina.


" Dengan membiarkan mira tetap di dalam sel tahanan seperti ini tidak akan membuat hati ku tenang atau pun bahagia. Justru aku merasa seperti orang jahat yang dengan tega memenjarakan wanita gila. Kalau seperti itu aku juga tidak jauh beda dengan mira. " Ucap nina sambil menatap wajah suami nya dengan lembut.


Bimo sangat bangga mempunyai seorang wanita yang berhati tulus dan baik. Selama bersama nina dia pun merasakan jika kehidupan nya semakin lebih baik bahkan rezeki nya pun semakin lancar.


" Baiklah sayang aku setuju. Pak polisi tolong bapak urus semua nya, dan jika perlu sesuatu tolong hubungi saya atau istri saya. Kami akan menanggung semua biaya mira selama dia berada di rumah sakit jiwa, semoga dengan begini mira bisa segera normal kembali. " Ucap bimo sambil melirik ke dalam sel dimana mira sedang bermain dengan boneka panda pemberian nina.


Namun langkah mira tiba - tiba mendekati jeruji sel tahanan. Pandangan mira lurus ke arah nina, seakan ada sesuatu yang ingin mira sampaikan kepada nina.


" Kamu menang dan aku kalah " Kata - kata itu yang lolos dari mulut mira, membuat nina dan bimo diam terpaku mencerna kata - kata mira.


" Disini tidak ada yang menang dan tidak ada yang salah, sadarlah mira saat ini waktu nya kamu bertaubat dan segeralah sembuh sehingga kamu bisa memperbaiki diri mu " Ucap nina.


Namun tanpa di suruh, mira tertawa sambil lompat - lompat seperti anak kecil yang baru saja di belikan mainan.


" Aku kalah.. aku kalah... aku kalah hahahaaa " Seru mira namun tiba - tiba dia juga menangis.


" Hiksss... hiksss... hikksss.. Baaaa ... wweeee, bohong kan " Seru mira membuat nina dan bimo semakin yakin jika mira sudah tidak waras lagi.


********

__ADS_1


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak ya kak. 🙏❤


TERIMAKASIH 🙏🙏


__ADS_2