Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Bimo Nina sah


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Hari yang di tunggu - tunggu bimo kini telah tiba, hari ini bimo akan mempersunting wanita pujaan hati nya. Hari ini juga bimo akan mengucapkan ikrar sakral di hadapan ayah nina dan keluarga besar kedua belah pihak.


Bimo gugup dan jantung nya terus berdetak dengan degupan yang sangat cepat, dia juga berkeringat lebih banyak. Sampai beberapa kali dia mengambil sapu tangan yang ada di saku celana nya untuk mengelap keringat.


Bimo mencoba menenangkan diri nya sendiri dengan beberapa kali menarik nafas dan membuang nya dengan pelan.


Tangan bimo dengan mantap menjabat tangan calon ayah mertua nya dan dengan satu tarikan nafas bimo berhasil menyelesaikan ijab qabul nya.


" Sah " Tanya bapak penghulu menanyakan kepada para saksi.


" Sah " Seru saksi dan semua yang menyaksikan acara ijab qabul bimo.


Bimo menghela nafas dengan lega sambil beberapa kali mengucap hamdallah dalam hati nya. Dia sangat bahagia saat ini sudah resmi menjadi suami nina.


Setelah acara ijab qabul selesai nina di bawa keluar menuju ruang keluarga dengan di dampingi mak imah dan melani yang menuntun nya di samping kanan dan kiri. Rona bahagia terpancar di wajah cantik nina.


Bimo tertegun melihat nina yang sangat cantik dengan memakai kebaya yang benar - benar pas di tubuh nya dan riasan nya pun tidak terlalu menor. Membuat nina semakin cantik dan aura kecantikan nya terpancar.


* Benarkah bidadari yang ada di hadapan ku ini ini istri ku ? * Tanya bimo pada diri nya sendiri.


" Kedip dulu itu mata dan tutup itu mulut, awas ada lalat masuk " Ucap Raka sambil menyenggol lengan bimo yang masih bengong memandang nina.


" Ehh kakak ipar " Seru bimo sambil nyengir kuda karena malu.


Bimo menyambut kedatangan nina dengan senyum sumringah. Kedua pengantin saling pandang dan terlihat malu - malu.


" Saling pandang nya di terusin nanti di dalam kamar, sekarang duduk dulu dan tanda tangani itu berkas - berkas pernikahan kalian, kasihan pak penghulu nya dari tadi sudah menunggu " Seru hendra membuat pasangan pengantin baru itu tersenyum malu.


Urusan berkas dan yang lain nya sudah selesai di tanda tangani, pak penghulu pun sudah pamit undur diri karena masih harus menikahkan di tempat lain sehingga dia tidak ikut makan - makan terlebih dahulu.


" Akhirnya kita jadi besan ya jeng. " Ucap mama lusi bahagia kepada mak imah.


" Iya jeng, semoga pernikahan anak - anak kita nanti selalu bahagia dan cepat di beri keturunan, selalu bersama dan menua bersama. " Ucap mak imah.

__ADS_1


" Aamiin " Seru mama lusi penuh haru.


Pak minto menghampiri bimo dan mengucapkan peemintaan nya kepada bimo yang kini sudah resmi menjadi suami nina.


" Sekarang kalian sudah sah jadi suami istri, bapak minta pada mu nak tolong sayangi nina dan bahagiakan dia. Jika kamu sudah tidak mencintai nya lagi tolong jangan sakiti dia, lebih baik kamu kembalikan lagi dia kepada bapak " Ucap pak minto dengan mata berkaca - kaca menyerahkan anak gadis nya kepada suami pilihan anak nya sendiri.


" Bimo janji akan selalu membahagiakan nina, apa pun yang terjadi bimo dan nina akan tetap bersama" Ucap bimo dengan penuh keseriusan.


Pak minto terharu dengan janji bimo, pak minto memeluk bimo dengan hangat bimo pun membalas pelukan bapak mertua nya.


Acara ucapan selamat sudah selesai kini semua tamu undandang yang kebanyakan keluarga, saudara dan kerabat dekat menikmati makanan dan acara yang lain nya di taman belakang rumah yang sudah di hias dengan sangat indah sesuai dengan keinginan nina.


" Sayang kamu tidak makan ?" Tanya mama lusi yang melihat nina duduk dengan teman - teman nya.


" Nanti saja ma, nina belum lapar " Jawab nina ramah sambil mengulas senyum.


" Jangan lupa makan ya sayang, ingat siapkan tenaga untuk nanti malam. Mama yakin nanti malam bimo akan langsung menyerang mu , jadi kamu siap - siap saja " Seru mama lusi tanpa filter membuat teman - teman nina tertawa dengan lebar.


Teman - teman nina ini bukan teman kerja atau teman kuliah tetapi teman yang di maksud melani, aina, nabila , hasni dan jesi. Untuk teman yang lain nya akan di undang saat resepsi di hotel besok malam.


" Ibu jangan bicara seperti itu dong, lihat nih pengantin nya jadi malu. Pasti dia sekarang sedang membayangkan malam pertama nya nanti, ibu sih mengingatkan nya dia jadi malu kan " Ucap jesi dengan nada kemayu nya sontak membuat yang lain nya ikut tertawa kembali.


Sontak jesi langsung menutup dengan kedua tangan nya padahal kan memang sudah tertutup dengan dres yang jesi pakai. Jesi bergerdik ngeri mendengar ancaman dari mama lusi.


" Yeee jangan dong bu, gini - gini jesi juga ingin punya keturunan." Jawab jesi manja.


" Makanya berubah normal, sudah saya mau menemani keluarga yang lain nya. Buat kamu sayang jangan lupa makan ya, besok malam masih ada resepsi panjang jadi kamu harus jaga kesehatan kamu " Seru mama lusi sebelum pergi.


" Iya ma " Jawab nina singkat.


Mama lusi pun meninggalkan nina dengan yang lain nya dan bergabung kembali dengan keluarga yang lain. Mama lusi ternyata teman mama nya melani saat zaman kuliah dulu, makanya sekarang mereka juga saling melepas rindu.


" Nin mertua kamu sebelas dua belas seperti kamu ya? kalau bicara tanpa filter alias bar - bar " Ucap melani di sambut tawa yang lain nya.


" Mama lusi memang begitu , awalnya aku kaget juga mbak tapi lama - lama juga terbiasa justru asik dan enjoy tahu mbak bisa ngobrol sebar - bar mungkin dengan mertua. Kadang aku sendiri sampai keceplosan kalau ngomong tapi mama tidak marah " Ucap nina.

__ADS_1


" Hustt.. disini ada yang masih di bawah umur jangan ngobrolin yang aneh - aneh " Seru aina sambil melirik hasni yang cemberut.


" Kalian semua ngobrolin yang tidak patut aku dengar, kalau seperti ini aku kan kepingin nikah juga. Tapi aky belum punya calon nya, jangan kan calon suami calon pacar saja aku tidak punya " Ucap hasni dengan mimik wajah di buat sesedih mungkin.


" Gampang ini ada kak jesi, dia kan masih jomblo Has. Kak Jesi ini sebenarnya tampan dia nya saja yang aneh dandan kayak gini dan yang pasti uang dia banyak . " Ucap nina sambil tersenyum ke arah jesi yang menatap nina dengan mata melotot.


" Huhhh... dasar mak comblang aneh, masak iya aku sama kak jesi. Walau dia nanti berubah jadi lelaki normal tapi dia kan umur nya jauh beda dengan ku. " Ucap hasni.


" Nina sama bimo saja umur nya selisih jauh, umur tidak jadi masalah has. Yang penting kalian komitmen dan saling mencintai " Melani memberikan sedikit nasehat untuk hasni.


Hasni terdiam dan mencoba mencerna ucapan dari sang kakak ipar nya, sambil manggut - manggut hasni pun tersenyum dan mengalihkan pandangan nya kepada jesi. Jesi yang di tatap hasni malah ketakutan, dia takut kalau hasni menyetujui ide konyol dari nina.


" Kak jesi mau tidak kalau jadi suami hasni " Tanya hasni tanpa basa - basi membuat jesi memelototkan mata nya sampai bola mata jesi hampir saja keluar.


Sedangkan yang lain nya hanya bengong mendengar apa yang baru saja di ucapkan oleh hasni.


" Jesi awas bola mata nya keluar " Seru nabila menyadarkan keterkejutan jesi.


" Hai bocah kecil siapa yang kamu ajak nikah? kuliah saja belum selesai ribut soal nikah, malah ngajakin lelaki jadi - jadian ini nikah " Ucap dimas yang datang secara tiba - tiba.


" Apaan sih mas aku ini sudah besar, aku juga ingin menikah seperti nina. Aku sama nina cuma selisih satu tahun doang jadi wajar dong kalau aku juga pengen nikah " Protes hasni yang tak terima di panggil bocah kecil.


Jesi hanya diam sambil tersenyum melihat perdebatan antara kakak dan adik di depan nya. Jesi sama sekali tidak tersinggung dengan apa yang di ucapkan orang-orang tentang dirinya, karena memang diri nya sendirilah yang salah dengan menyalahi kodrat nya sebagai seorang lelaki.


Dalam hati jesi dia sangat ingin sekali menikah dengan wanita yang benar - benar tulus bisa menerima nya apa adanya. Tentunya wanita yang tidak mempermasalahkan masa lalu jesi sang sebagai lelaki gemulai.


Acara pernikahan bimo dan nina sudah selesai dan acara pun berjalan dengan lancar. Semua tamu undangan dan yang lain nya sudah pulang ke rumah nya masing - masing. Keluarga bimo dan mama lusi juga sudah pulang dari setengah jam yang lalu.


Malam ini bimo menginap di rumah nina, baru besok malam mereka akan melaksanakan resepsi di hotel bintang lima.


*********


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


AKHIRNYA BIMO DAN NINA SAH JUGA, SIAP - SIAP BUKA PUASA BIMO. ❤❤

__ADS_1


TETAP BERIKAN DUKUNGAN NYA UNTUK KARYA AUTHOR, DAN JANGAN LUPA RATE BINTANG 5 NYA KAK 🙏❤


TERIMAKASIH 🙏🙏


__ADS_2