Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Kesehatan nabila menurun


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Dua bulan kemudian


💞💞💞💞


Dua bulan sudah mira berada di dalam penjara, mira masih terus meracau dan memaki bimo dan nina. Dia masih tidak terima atas apa yang sudah di lakukan bimo, terlebih sebulan yang lalu mira keguguran karena terjatuh di kamar mandi.


Mira menyalahkan bimo dan nina atas insiden yang menimpa nya. Dia tetap tidak perduli dengan dirinya yang saat ini masih berada di dalam penjara, bahkan mira sering teriak - teriak dan tertawa sendiri teman satu sel nya merasa terganggu dengan ulah mira.


" Pak polisi !!! Keluarkan saya dari sini, anda itu tidak berhak menahan saya seperti ini. Saya itu wanita kaya dan terhormat, saya ini nyonya bimo anggoro. haha hahaa " Seru mira dengan suara keras nya sambil tertawa seperti orang stress.


" Pak polisi !! Bimo Nina kamu sudah membuat aku menderita, tunggu saja pembalasan ku. Haha haa haaa " Mira bicara sendiri lalu tertawa dengan sangat lantang.


Mira terkadang bersikap seperti orang yang kehilangan akal, tapi terkadang juga bisa bersikap layak nya manusia normal. Jika bersikap normal dia akan memaki bimo dan nina, dan menyalahkan mereka ber dua.


" Diam, brisik banget sih kamu !! " Teriak salah satu teman mira di dalam sel tahanan.


Di dalam sel ada tiga penghuni salah satu nya mira, teman sel mira semua berbadan tambun. Namun meskipum badan mereka tambun tidak membuat mira takut justru mira semakin mengolok mereka karena badan nya yang tambun.


" Hai gendut kamu yang diam, aku sedang menghubungi calon suami ku untuk membebaskan ku dari sini. Jangan berisik nanti suamu ku tidak mendengar apa yang aku katakan " Mira berucap seperti orang hilang akal.


Kedua teman mira pun hanya bisa menggelengkan kepala nya sambil tersenyum kecut melihat kelakuan mira.


" Sepertinya dia sudah tidak waras " Ucap si A kepada teman nya.


" Benar, lebih baik kita biarkan saja yang penting dia tidak membahayakan kita " Jawab si B yang kini sudah merebahkan tubuh nya kembali di kasur tipis.


Mira tetap saja bicara sendiri dan menjawab nya sendiri, persis seperti orang yang sudah kehilangan akal sehat nya. Sesekali dia pun teriak - teriak memanggil polisi untuk mengeluarkan nya dari sel.


*********


Usia kandungan nabila sudah 5 bulan, namun nabila merasa kesehatan nya semakin menurun , namun dia mencoba biasa saja di depan suami dan keluarga nya. Pagi ini nabila sedang sarapan bersama dimas, dan keluarga nya yang lain.

__ADS_1


" Mbak nabila kok aku perhatiin sekarang terlihat kurus ya ? biasa nya orang hamil itu akan gemuk , tapi kenapa mbak nabila kurusan ? " Tanya hasni di sela - sela sarapan nya.


" Iya loh bil, ibu perhatikan kamu memang kurusan. Ingat bil kamu sedang hamil, kamu harus jaga kesehatan dan perbanyak makan yang bergizi " Ucap ibu marni sambil meletakkan sendok nya dan menatap ke arah nabila.


Nabila hanya tersenyum sambil mengangguk pelan, bagaimana badan nya bisa gemuk jika makanan yang dia makan semua terasa hambar di mulut nya bahkan rasa sakit kepala sekarang sering datang dan sangat menyiksa nabila. Bahkan tak jarang nabila memuntahkan makaban nya saat selesai makan, dan yang pasti tanpa sepengetahuan orang rumah.


" Iya bu, has.. Mungkin karena memang baru kehamilan pertama jadi masih menyesuaikan dengan hormon di badan ku. " Ucap nabila mencari alasan.


" Dek, sekarang kamu tidak usah ke cafe ya. Kamu mulai sekarang di rumah saja fokus sama kehamilan mu, mas tidak mau kamu dan bayi kita kenapa - kenapa. Di cafe juga sudah ada karyawan yang bisa menghandel dapur. " Ucap dimas sambil menatap nabila.


" Iya mas, tapi kalau sesekali aku ke cafe boleh kan mas. Kalau di rumah terus aku bisa bosan mas, nanti aku bawa tama juga ke cafe " Ucap nabila penuh harap.


" Iya boleh. Oh iya dek hari ini jadwal kamu periksa kandungan kan ?" Tanya dimas sambil mengakhiri sarapan nya.


" Emhh... iya mas. Apa mas dimas mau ikut lagi ?" Tanya nabila.


" Mas antarkan saja ya dek, maaf banget bukan mas tidak mau ikut masuk tapi hari ini mas harus belanja bahan - bahan kue lagi stok sudah mulai habis. Nanti mas minta hasni saja yang menemani mu " Ucap dimas dengan wajah menyesal nya sambil melirik ke arah hasni yang juga sudah menyelesaikan sarapan nya.


Nabila sangat senang karena sang suami kali ini tidak akan ikut masuk ke dalam rumah sakit. Namun ada hasni yang akan ikut menggantikan dimas.


Nabila tersenyum getir saat hasni menyetujui menggantikan dimas mengantarkan nabila cek up kandungan. Nabila sebenarnya hari ini akan menemui dokter tegar juga, tapi apa boleh buat ada hasni yang menemani nya. Sepertinya dia akan membatalkan pertemuan nya dengan dokter tegar.


******


" Mbak aku tunggu di sini saja ya, mbak nabila tidak apa - apa kan masuk ke ruangan dokter nya sendirian. " Ucap hasni.


Hasni lebih memilih menunggu nabila di luar ruangan dokter ayu. Sebenarnya hasni mendapat pesan dari teman kampus untuk datang ke kampus karena ada rapat, hasni termasuk anak yang aktif di organisasi jadi jika kampus mengadakan acara hasni pasti di ikut sertakan.


" Iya tidak apa - apa Hasni, emmhh.. sepertinya kamu sedang ada janji ya ?" Tanya nabila sambil menelisik wajah hasni yang terlihat bingung.


" Emhh.. bagaimana ya mbak sebenarnya aku di minta ke kampus karena ada rapat untuk acara besok lusa. Baru saja teman ku kirim pesan mbak, tapi aku tidak bisa meninggalkan mbak nabila sendiri. " Ucap hasni dengan wajah yang masih bingung.


Nabila tersenyum, sepertinya kali ini nasib baik berpihak kepada nabila. Tidak perlu kucing - kucingan dari hasni lagi untuk ketemu dokter tegar.

__ADS_1


" Sudah kamu pergi saja, nanti mbak pulang nya bisa naik taksi. Kamu tidak usah khawatir mbak kan sudah dewasa bukan anak - anak lagi, justru mbak yang khawatir sama kamu. Kamu masih gadis anak perenpuan ibu satu-satu nya jangan sampai mengecewakan ibu dan kakak mu. Sekarang kamu pergi saja, teman - teman mu pasti sudah menunggu. " Ucap nabila sambil menasehati hasni.


" Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu ya mbak. Kalau ada apa - apa segera hubungi aku atau mas dimas " Ucap hasni lalu mencium tangan nabila dan pergi meninggalkan nabila.


Tidak lama dari kepergian hasni, giliran nabila pun tiba dan nabila masuk ke dalam ruangan dokter ayu.


" Bayi nya sehat, apa mau tahu jenis kelamin nya ?" Tanya dokter ayu kepada nabila, karena selama periksa nabila maupun dimas tidak pernah menanyakan jenis kelamin anak nya.


" Boleh dok " Jawab nabila antusius.


" Jenis kelamin nya perempuan, ukuran nya juga sudah sesuai dengan usia janin. Tapi kenapa makin kesini kamu nya yang tidak sehat bil, kamu pasti belum memberitahu tentang kondisi penyakit mu kepada suami mu ? Kesehatan mu menurun bil, badan mu kurus dan tiap pemeriksaan berat badan mu selalu turun. " Ucap dokter ayu, membuat nabila menganggukkan kepala nya tanda mengiyakan ucapan dokter ayu.


" Bil, kamu tidak bisa begini terus. Bagaimana pun juga kamu punya suami, dan suami mu ber hak tahu kondisi kamu." Ucap dokter ayu mencoba menasehati nabila.


" Dokter Aina kemarin menemui ku dia menanyakan kondisi janin mu dan kesehatan mu. Karena dokter aina tahu jika kamu sakit, dia tidak mau kamu dan calon bayi mu kenapa - kenapa. " Ucap dokter ayu sedikit ketus karena dia merasa jika nabila terlalu egois.


" Maaf dokter ayu, apakah pemeriksaan nya sudah selesai. Kalau sudah saya mau permisi, saya mau menemui dokter tegar. " Seru nabila mengalihkan pembicaraan nya.


Dokter ayu mengangguk dan memberikan resep obat dan vitamin untuk nabila tebus di apotik rumah sakit.


Setelah keluar dari ruang praktek dokter ayu, nabila pun menuju ruang praktek dokter tegar. Dengan jalan yang hati - hati nabila berjalan sambil memegangi perut nya yang sudah buncit.


Setelah berjalan lima menit nabila sampai di depan ruangan dokter tegar dan langsung di sambut oleh asissten dokter tegar, nabila pun masuk kedalam ruang praktek dokter tegar.


Tanpa nabila sadari sedari dia keluar dari ruangan dokter ayu, ada seseorang yang mengikuti kemana arah pergi nya nabila. Dan orang itupu terkejut saat nabila masuk ke dalam ruangan dokter tegar, di atas pintu jelas dapat terbaca jika dokter tegar adalah dokter spesialis kanker.


Bersambung ...


*******


KIRA - KIRA SIAPA YA YANG MENGIKUTI NABILA ? TEMUKAN JAWABAN NYA DI BAB BERIKUT NYA. ❤❤❤


TETAP DUKUNG TERUS KARYA AUTHOR YA KAK, AUTHOR BUKANLAH SIAPA - SIAPA TANPA DUKUNGAN DARI PARA KAKAK PEMBACA SEMUA NYA ❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH ❤❤


__ADS_2