
Di sebuah cafe yang terletak di pusat kota ada seorang wanita cantik yang sedang duduk sendiri menunggu seseorang yang tak kunjung datang, sudah satu jam lebih dia menunggu tapi yang di tunggu tak menampakkan batang hidung nya juga.
" Kemana si orang itu janjian jam satu sampai satu jak begini tak kunjung datang juga. " Gerutu sang wanita.
Dia terus menatap ke arah pintu masak, tetap nihil yang di tunggu tidak datang juga. Dari arah berlainan Dimas yang dari tadi melihat ke arah wanita cantik itu pun mencoba menghampiri sang wanita.
" Permisi mbak, saya perhatikan dari tadi mbak gelisah dan terus melihat ke arah pintu masuk?" Tanya dimas saat sudah berada di meja si gadis.
" Saya lagi nunggu teman saya mas, sudah satu jam lebih saya menunggu tapi tidak datang juga. Mana dari tadi di hubungi gak ngangkat" Jawab si wanita cantik tu.
" Boleh saya temani disini sambil nunggu teman nya datang. Kenalkan saya Dimas pemilik cafe ini" Ucap dimas sambil mengulurkan tangan nya.
Si wanita itu tersenyum manis ke arah dimas lalu menyambut uluran tangan dimas.
" Saya Vera, oh silahkan kalau mau duduk" Jawab Vera sambil senyum-senyum.
Ternyata wanita itu adalah Vera, Vera sudah tidak di rumah sakit jiwa lagi. Orang tua Vera sudah mengeluarkan Vera dari rumah sakit jiwa dan memberikan pengobatan untuk Vera, dalam dua bulan ini Vera menjalani pengobatan di salah satu psikolog terbaik di kota ini. Beruntung Vera belum benar-benar gila, hanya stress dan depresi karena masalah-masalah yang dia hadapi. Sehingga masa pemulihan nya pun tidak terlalu lama.
Mereka pun mengobrol dan saling tukar nomor ponsel, mereka pun terlihat semakin akrab. Vera sudah melupakan orang yang di tunggu nya karena terlalu asik mengobrol dengan dimas.
" Mbak Vera sudah menikah?" Tanya dimas ingin tahu.
" Saya sudah menikah mas, tapi saya sudah bercerai karena suami saya ketahuan selingkuh dan melakukan KDRT kepada saya, dan sekarang dia lagi di penjara. " Jawab Vera berbohong padahal sampai sekarang dia belum bercerai dan masih sah menjadi istri Raka.
" Lelaki bodoh !! Wanita secantik mbak Vera kok di sia-sia kan. Kalau saya yang jadi lelaki itu akan saya perlakukan dengan baik wanita secantik mbak Vera ini." Kata dimas mencoba mencari perhatian Vera.
" Ahh mas Dimas bisa aja. Mas dimas sudah menikah? " Tanya vera tersipu malu.
" Aku sudah menikah, tetapi istri ku itu terlalu gila kerja sampai-sampai aku tak terurus. Padahal aku sudah meminta nya tidak bekerja, karena aku juga mampu mencukupi kebutuhan nya. Tapi istri saya itu keras kepala, jadi kami tiap hari ribut terus" Dimas berkata dengan berbohong demi menarik simpati dari Vera.
Vera tersenyum semanis mungkin ke arah dimas, dari cara Vera memandang dimas sepertinya Vera tertarik kepada Dimas dan begitupun dengan Dimas.
" Mas Dimas kalau kita dekat seperti ini, istri mas dimas akan marah tidak?" Tanya vera sambil memegang jemari dimas.
Dimas yang melihat Vera meremas jari tangan nya membiarkan nya, dimas justru tersenyum dan meraih tangan Vera balik.
" Jelas tidak dong, istri ku itu seperti tidak perduli dengan ku. Yang penting uang bulanan dari ku lancar dia tidak akan marah, dia mana perduli dengan apa yang aku lakukan mbak. Jawab dimas sambil mencium tangan Vera.
__ADS_1
" Mas dimas jangan panggil mbak dong, panggil Vera saja biar lebih akrab. Tapi ngomong-ngomong mas mau kan dekat dengan aku. " Tanya vera tetap memegang jemari dimas.
" Mau dong Vera sayang " Jawab dimas dengan binar bahagia.
" Mas dimas panggil aku sayang? " tanya Vera memperjelas.
" Iya Vera sayang, bolehkan aku panggil dengan sayang. Tidak ada yang marah kan?" Tanya dimas ingin lebih dekat dengan Vera.
" Boleh mas dan tidak ada yang marah kok, aku kan sekarang single mas. " Jawab Vera.
Mereka ber dua mengobrol lebih dekat bahkan sekarang mereka sudah pindah ke ruang kerja dimas, agar tidak terganggu dengan pengunjung cafe yang lain.
*****
Melani dan hendra sudah berada di ruangan Winda dan setelah mendengar keluhan dari melani, winda neminta melani untuk berbaring di brankar yang ada di ruang praktek melani.
" Kita coba USG dulu ya mel, kita lihat dulu kondisi rahim kamu dulu" Ucap Winda sambil mengolekan gel ke perut melani.
" Aku nurut saja sama ibu dokter nya, kalau aku nolak pasti ibu dokter marah" Jawab melani dengan bercanda, sehingga mengundang gelak tawa hendra dan winda.
" Sudah diem dulu jangan bercanda terus, kita mula USG nya" Seru winda dengan serius.
"Kamu tokcer juga Ndra " Seru winda sambil terus menggerak-gerakan alat USG yang dia pegang.
" Maksud kamu apaan Win? " tanya hendra yang tidak paham.
" Kalian lihat di layar, itu lihat ada bulatan kecil dalam kantung rahim. Itu yang dinamakan Janin, usia nya baru 6 minggu jadi masih kecil" Winda menjelaskan secara tidak langsung memberitahu jika melani sedang hamil.
" Oh janin, tapi kenapa dia ada di rahim nya melani?" Tanya hendra dengan bodoh nya.
Melani mulai menyadari jika dia hamil saat hendra menanyakan tentang janin dalam rahim.
Plak
Winda memukul hendra dengan buku yang berada tidak jauh dari nya. Winda tidak habis fikir dengan kepolosan suami melani.
" Kenapa kamu tanya sama saya? Kamu yang mencetak nya, tapi malah tanya ke saya. Lihat betapa aneh nya suami mu" Seru winda dengan sebal.
__ADS_1
"Janin, dan aku yang mencetak nya? " Gumam Hendra masih terus berfikir.
" Apa? Jadi istriku sekarang sedang hamil? " Seru hendra saat menyadari perkataan dari winda.
Melani dan winda hanya menggelengkan kepala nya, melani tidak menyangka jika suami nya jadi selemot ini. Beruntung periksa nya sama winda, kalau sama dokter lain sudah pasti malu banget .
" Sayang .. kamu hamil dan kita akan jadi orang tua. Terimakasih sayang.. terimakasih" Ucap syukur hendra sambil memeluk melani yang juga sedang tersenyum bahagia.
" Sudah pelukan nya, sekarang duduk dulu. Aku mau memberikan resep untuk kamu tebus. " Seru winda saat sepasang suami istri itu terus berpelukan.
Melani dan hendra duduk di depan meja winda, sedangkan winda sedang menulis resep vitamin yang harus di konsumsi melani.
" Ini resepnya nanti tebus di apotik ya, vitaminya harus di konsumsi setiap hari pagi dan malam saja. Banyak makan buah dan sayur, hindari makan makanan mentah seperti sushi. " Ucap winda sambil memberikan resep vitamin kepada melani.
" Terimakasih ya winda, aku gak nyangka aku bisa hamil secepat ini. Aku bahagia wind, aku akan jadi orang tua" Seru melani bahagia.
" Selamat ya mel,aku ikut bahagia " Winda tersenyum ke arah melani.
Hendra yang duduk di samping melani terdiam, ada sesuatu yang ingin ditanyakan kepada winda. Tapi winda dan melani dari tadi mengobrol tidak selesai juga.
" Emmhh Win, selama melani hamil boleh tidak kami melakukan itu.. itu. pokok nya yang itu kamu pasti paham" tanya hendra dengan malu-malu.
Melani yang mendengar pertanyaan hendra pun mengerti apa yang dimaksut sang suami. Melani melotot ke arah sang suami, yang di plototin justr tertawa sambil garuk-garuk kepala yang tidak gatal.
" Boleh, tapi lakukan dengan hati-hati ya dan aku sarankan jangan terlalu sering Ndra, kamu mau nya nyetak terus. Dan pada masa trisemester pertama mual-mual itu wajar nanti kalau sudah trisemester ke dua atau ke tiga mual nya pasti hilang" Winda menjelaskan dengan pelan.
" Terimakasih ya Wind, kami permisi kamu kan ada jadwal operasi" Melani cepat berpaimtan biar hendra tidak banyak pertanyaan lagi.
" Iya mel. Sekali lagi selamat ya jangan lupa dua minggu lagi datang periksa ya." Ucap winda sambil memeluk melani.
" Iya wind" Jawab melani.
Melani dan hendra menunggalkan ruang praktek winda dengan senyum bahagia. Akhirnya yang mereka harapkan di kabulkan juga.
*******
Hari ini sudah Up tiga bab ya kak, semoga kalian semua tetap suka dengan karya ku.
__ADS_1
Terimakasih 🙏