Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Akhirnya dimas tahu


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


FLASHBACK ON


💞💞💞💞


Saat berada di parkiran rumah sakit sambil menunggu ojel online yang di pesan nya, Hasni menghubungi dimas memberitahu jika dirinya tidak bisa menemani nabila karena ada acara dadakan di kampus.


[ Hallo Dek ?]


Sapa dimas di seberang sana menjawab telepon hasni.


[ Mas dimas sudah berangkat belanja ?] Tanya hasni.


[ Belum dek, ini mas masih di cafe nunggu dadang masih ngecek bahan - bahan yang habis. Oh iya ada aa kamu menghubungi mas ? apa ada yang penting, mbak mu gak kenapa - kenapa kan ?]


[ Mbak nabila masih menunggu antrian mas, oh iya mas aku ada rapat dadakan di kampus, mbak nabila meminta ku untuk ke kampus saja dan ini aku lagi nunggu ojek. Kalau mas belum berangkat, mas kesini aja dulu temani mbak nabila. Kasihan mbak nabila kalau tidak ada yang menemani. ]


[ Oh iya sudah , mas langsung kesana. Kamu hati - hati ya dan kalau pulang telat kabari ]


[ Iya mas, assalamualaikum]


[ Wa'alaikumsalam ]


FLASHBACK OFF


💞💞💞💞


Saat hendak menghampiri nabila di ruang dokter ayu, dimas melihat nabila sudah keluar dan berjalan menuju ke suatu ruangan. Diam - diam dimas mengikuti kemana nabila pergi dan ternyata nabila masuk ke ruang praktek dokter tegar.


" Dokter tegar spesialis kanker? Kenapa nabila masuk ke ruangan dokter tegar ?" tanya dimas pada dirinya sendiri.


Dengan hati yang penasaran dimas pun melangkahkan kaki nya mendekati ruangan dokter tegar namun langkah nya terhenti karena ada seseorang yang memanggil nya.

__ADS_1


" Mas dimas !!" Panggil aina. Aina tadi hendak ke ruangan dokter tegar untuk menemui Nabila karena dia tahu dari dokter ayu jika nabila ada di ruangan dokter tegar.


" Aina " Seru dimas sedikit gugup.


Aina menangkap kekhawatiran dan kegugupan dalam raut wajah dimas. Dimas memang khawatir dan penasaran kenapa nabila ada di ruangan dokter tegar dan gugup karena pertemuan nya dengan aina tanpa ada orang yang menemani mereka.


" Mas dimas ngapain disini ? atau mau menjemput nabila ?" Tanya aina menebak.


" Kamu tahu jika nabila ada di dalam sana ?" Tanya dimas sambil menunjuk ruangan dokter tegar.


* Aduch sepertinya aku salah bicara, tapi ya sudahlah sepertinya mas dimas memang sudah tahu jika nabila ada di ruangan dokter tegar. * Gumam aina dalam hatinya.


" Emmh.. iya tadi aku melihat nabila masuk ke ruangan dokter tegar, kenapa mas dimas tidak ikut masuk ?" Seru aina yang tidak mengatakan jika nabila sedang memeriksakan penyakit nya kepada dokter tegar.


" Aku heran kenapa nabila masuk ke ruang praktek dokter tegar, sedangkan di atas pintu tertulis dokter spesialis kanker. Apa jangan - jangan nabila.... " Seru dimas tidak meneruskan ucapan nya namun justru dia berlari dan memaksa masuk ke ruangan dokter tegar.


Dokter tegar dan nabila kaget saat pintu ruangan nya di buka dengan cukup kuat, pintu memang tidak terkunci jadi dimas dengan mudah untuk masuk.


" Mas dimas !" Seru nabila dengan nada suara bergetar karena terkejut dengan kehadiran dimas.


" Dokter sebenarnya istri saya sakit apa ?" Tanya dimas yang sudah beralih menatap ke arah dokter tegar.


Dokter tegar masih terdiam, dia belum bisa menjelaskan jika suasana masih belum tenang. Dokter tegar pun meminta dimas dan nabila duduk kembali agar suasana tenang kembali baru dokter tegar memulai pembicaraan nya.


" Mbak nabila, sebelum nya maaf jika saya harus bicara jujur dengan suami anda. Cepat atau lambat suami anda akan tahu semua nya, suami anda berhak tahu semua nya dan jangan anda membenci saya karena saya sudah menceritakan semua nya kepada suami anda. " Ucap dokter tegar dengan tenang.


Sebelum nya suster asistent dokter tegar sudah keluar dari ruangan, dan menunggu di luar bersama beberapa pasien yang lain nya yang akan memeriksakan penyakit nya kepada dokter tegar. Sedangkan aina sudah kembali ke ruangan nya lagi , dia tidak jadi menemui nabila karena waktu nya tidak tepat.


" Apa ? jadi istri saya menderita kanker otak ? dan sekarang sudah stadium 2 ?" Tanya dimas dengan wajah tidak percaya nya.


" Benar pak, sekarang kanker yang di derita istri pak dimas sudah stadium 2. Saya sudah seringkali mengingatkan istri bapak untuk rutin cek up dan menjalani operasi di awal terdeteksi kanker itu sekitar tiga tahun yang lalu. Tapi ibu nabila tidak mau dan selama ini hanya mengandalkan obat - obatan, dan selama ibu nabila hamil baru dua kali dia memeriksakan nya lagi. Dan sekarang kanker itu sdh stadium 2 " Ucap dokter tegas menjelaskan semua nya kepada dimas selaku suami nabila.


Dimas syok dan benar - benar tidak percaya dengan kenyataan yang baru saja dia ketahui. Dia pun tidak menyangka jika nabila bisa menyembunyikan semua ini dari nya.

__ADS_1


*******


Sedangkan di tempat lain bimo, nina dan sekar sedang berkunjung ke rumah mama lusi di kota X. Kota kelahiran mama lusi dan kota tempat mama lusi mengenal hingga menikah dengan almarhum papa bimo, sebelum akhirnya mereka pindah ke kota dimana tempat usaha suami nya dan saat ini di teruskan oleh bimo.


Mama lusi lebih memilih tinggal di kota kelahiran nya, di kota ini dia merasa nyaman dan merasa selalu dekat dengan mendiang suami nya.


" Udara nya masih segar dan sejuk ya ma ? Walaupun kota tapi tidak terlalu ramai dengan kendaraan. " Ucap nina sambil jalan - jalan di komplek perumahan tempat tinggal mama lusi.


" Iya nin, karena disini jauh dari jalan besar mungkin yang lewat ya cuma mobil penghuni komplek sini saja. Tapi sekitar tiga kilo meter dari sini ya sudah jalan besar jadi ramai kendaraan. Disini mama lebih merasa tenang dan nyaman, mungkin karens disini juga tempat kelahiran mama dan banyak kenangan yang sudah mama lalui di kota ini jadi mama lebih betah disini." Ucap mama lusi yang sudah mengambil alih sekar dalsm gendongan nina.


Biar pun tempat tinggal mama lusi berupa komplek dan kebanyakan penghuni nya juga bekerja kantoran tapi mereka ramah - ramah tidak seperti penghuni komplek tempat tinggal nya, disana banyak orang yang masa bodoh mungkin bukan nya tidak perduli dengan tetangga, karena mereka seharian bekerja dan sudah capek jadi mereka memilih istirahat di dalam rumah ketimbang ngumpul - ngumpul dengan yang lain nya.


" Bimo tadi belum bangun ya ?" Tanya mama lusi.


" Iya ma, kata nya masih mengantuk " Jawab nina disertai senyum malu - malu.


" Bimo dari dulu memang begitu, kalau dia pulang kesini bangun pasti siang - siang. Apalagi sekarang sudah menikah dengan mu, pasti semalam habis bergadang jadi tambah dia malas bangun " Ucap mama lusi sambil menggoda nabila.


" Emmhh... eh ma kita ketaman itu saja yuk. Sepertinya disana ramai dengan anak - anak. Pasti sekar senang di ajak bermain di sana, sekar sekarang sudah mulai belajar berdiri ma. Sebentar lagi sudah mau jalan " Ucap nina mengalihkan pembicaraan, dia tahu pasti mama lusi mengetahui jika semalam dia dan bimo habis bermain. Makanya nina mencoba mengalihkan pembicaraan, nina malu kalau harus membicarakan hal intim dengan mertua nya.


" Wah cucu oma sudah mau jalan. Pokok nya kalau sekar sudah bisa jalan nanti oma belikan sepatu roda, nanti main sepatu roda bareng oma " Ucapa mama lusi sambil mencium pipi sekar yang semakin cubby.


Nina hanya bisa melotot mendengar ucapan mama mertua nya, bisa - bisa nya mau ngajak cucu nya main sepatu roda.


* Yang benar saja mama mau mengajak sekar main sepatu roda, sekar masih terlalu kecil kalaupun nunggu sekar besar apa mama masih sanggup main sepatu roda. Tidak ngeri jatuh terus encok apa * Gumam nina sambil memandang mama lusi yang berjalan mendahului nya.


Bersambung..


******


SEMOGA NABILA SEGERA SEMBUH DAN SEHAT 🤲❤


JANGAN LUPA TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK , LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH SERTA RATE BINTANG 5 NYA ❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏🙏


__ADS_2