
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Wajah mira tersenyum bahagia melihat suami nya terlelap di samping nya. Bimo terlihat sangat lelah dengan aktifitas panas yang baru saja mereka lakukan, kegiatan itu sangat menguras banyak tenaga nya. Tidak ada rasa sedih sedikitpun yang mira tampak kan dalam dirinya. Justru dia sangat senang karena sang suami malam ini telah menghabiskan malam bersama nya.
" Setidak nya malam ini kamu menghabiskan malam dengan ku. Tidak dengan wanita di luaran sana, sebelum aku mendapatkan cinta nya mas fadli lagi aku tidak akan melepaskan mu, Bimo Anggoro !! " Seru mira sambil membelai pipi bimo yang sedang tertidur dengan nyenyak nya.
Mira turun dari ranjang nya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Di biarkan nya bimo tertidur dengan tidak memakai apa-apa, mira hanya menutupi nya dengan selimut tebal.
Setelah masuk kamar mandi, mira pun mengisi bathup dengan air hangat dan menuangkan aroma terapi ke dalam air dan dia pun berendam .
* Bagaimana cara nya agar aku dapat menguasai harta nya bimo, setelah aku mendapatkan harta nya aku akan meninggalkan nya dan aku akan mengejar cinta nya fadli, dengan uang yang ku miliki bisa untuk biaya hidup ku dengan fadli. Jadi aku dan fadli tidak akan hidup susah seperti dulu* Gumam mira bicara dengan dirinya sendiri.
*******
" Mas, kamu tidak marah kan?" Tanya aina saat fadli sudah masuk ke dalam kamar dan saat ini sudah berbaring di samping nya.
Mendengar pertanyaan sang istri, fadli pun duduk kembali dan membawa Aina ke dalam pelukan nya. Fadli tahu jika istri nya saat ini merasa bersalah karena pertemuan nya dengan dimas tadi sore.
" Sayang, dengar kan aku. Sedikitpun aku tidak marah sama kamu, apalagi soal pertemuan dengan mantan suami mu tadi. Semua orang punya masa lalu, kamu dan aku sama-sama sudah pernah menikah, kamu punya mantan suami dan aku punya mantan isteri. Tidak ada salah nya kita tetap menjalin silahturahmi dengan mantan yang penting kita tahu batasan diri masing-masing." Seru fadli sambil mengusap punggung Aina dengan lembut.
" Jadi mas tidak marah saat tadi aku ketemu mas dimas ?" Tanya aina memastikan lagi, Aina pun mendongakkan wajah nya dan menatap wajah fadli.
" Mas tidak marah sayang" Jawab fadli sambil mencium kening aina.
" Terimakasih mas" Aina semakin mengerat kan pelukan nya.
Fadli pun merebahkan tubuh nya dan tubuh aina di kasur empuk nya. Tidak membuang kesempatan lagi akhirnya fadli pun melancarkan aksi nya. Akhirnya terjadilah sesuatu yang memang sepatut nya terjadi di antara sepasang suami istri itu.
__ADS_1
Pagi pun menjelang, aina sudah terbangun dari tadi dan sudah menyiapkan sarapan dan semua keperluan suami nya. Dilirik nya jam yang menempel di dinding kamar nya sudah menunjukkan pukul tujuh pagi namun suaminya belum juga selesai mandi. Suara gemercik air masih terdengar dari kamar mandi.
Aina pun mengambil tas kerja suami nya dan tidak lupa juga membawa tas nya sendiri untuk dibawa ke luar kamar. Aina menunggu fadli di meja makan, sambil menunggu suami nya Aina membuka ponsel nya yang memang dari semalam tidak dia aktifkan.
Saat aina mengaktifkan ponsel nya ada beberapa pesan masuk, salah satu pesan dari ibu marni mantan mertua nya. Aina pun membuka pesan dari ibu marni.
[ Assalamualaikum Aina, kamu apa kabar?]
[ Tadi dimas cerita katanya habis ketemu kamu di swalayan, dimas juga cerita jika sekarang kamu sedang hamil. Selamat ya Aina atas kehamilan mu, ibu sangat bahagia mendengar kabar kehamilan mu. Kalau ada waktu bolehkan ibu main ke rumah mu? ]
Aina membaca dua pesan yang dikirimkan ibu marni, pedan yang dikirim sudah dari semalam namun baru Aina baca.
Aina pun mengetik balasan untuk pesan ibu marni.
[ Waalaikumsalam bu, alhamdulillah kabar aina baik bu. Maaf ya bu aina baru bisa balas pesan ibu, dari semalam ponsel aina mati baru ini aina hidup kan]
Aina mengirim dua balasn untuk ibu marni, setelah membalas pesan Aina meletakkan ponsel nya di meja bertepan dengan kedatangan fadli di meja makan.
" Sedang kirim pesan sama siapa sayang?" Tanya fadli lalu mencium kening aina dan duduk di kursi samping aina.
" Balas pesan dari ibu marni mas, dia menanyakan kabar ku dan mengucapkan selamat atas kehamilan ku. " Jawab aina dengan jujur tanpa menutup-nutupi semua nya dari fadli.
Fadli mengangguk dan mulai memakan sarapan yang sudah di siapkan oleh aina. Walaupun sedang hamil muda aina tidak merasakan mual yang berlebihan di saat pagi hari. Dan tidak merasa terganggu dengan bau-bau masakan atau bumbu dapur.
" Nasi goreng buatan istri ku memang enak banget, tidak salah kalau istri ku punya usaha cafe" Puji fadli sambil terus menyuapkan nasi goreng ke dalam mulut nya.
" Kamu bisa aja mas, oh iya ngomongin soal cafe pulang dari rumah sakit aku mau ke cafe ya mas. Biasa aku mau ngecek keadaan cafe dan memeriksa keuangan cafe, ini kan awal bulan. " Ucap aina meminta izin kepada suami nya.
__ADS_1
" Iya sayang nanti pulang dari cafe nya mas jemput saja ya , karena hari ini kita berangkat bareng. Bagaimana kalau makan siang nanti kita makan di cafe kamu sekalian mas ngantar kamu, hari ini jadwal praktek kamu cuma sampai siang saja kan?" Ucap fadli memberikan ide yang di setuju oleh aina.
" Ide bagus itu mas, mulai hari ini aku memang cuma sampai jam 12 siang saja mas. Kan memang mas kan yang mengatur ulang semua jadwal ku hanya sampai siang, pemilik rumah sakit mah bebas ya mas" Seru aina sambil melirik fadli yang masih mengunyah suapan terakhir nasi goreng nya.
Fadli pun menoleh ke arah aina dan tersenyum menanggapi ucapan sang istri.
" Aku memang sengaja membuat jadwal praktek mu sampai siang sayang, karena kamu sekarang sedang hamil jadi mas tidak mau kamu terlalu capek sayang" Ucap fadli.
" Iya suami ku sayang" Jawab aina singkat.
Sebenarnya aina tidak setuju dengan jadwal kerja nya yang di rubah oleh fadli. Dia merasa tidak enak dengan rekan seprofesi nya, dia tidak mau rekan-rekan nya beranggapan jika aina memanfaatkan suami nya. Namun aina tidak bisa menolak keputusan suami nya, sebagai seorang istri dia harus mematuhi keputusan suami nya, beruntung aina masih di izinkan bekerja.
Setelah selesai sarapan aina di bantu fadli membereskan meja makan. Aina tidak mencuci piring nya hanya meletakkan di tempat pencucian piring, karena nanti ada sendiri orang yang bekerja bersih-bersih rumah dan mencuci pakaian yang datang setelah aina dan fadli berangkat bekerja.
Aina hanya memperkerjakan untuk bersih-bersih rumah dan cuci gosok saja, untuk urusan memasak masih di ambil aina.
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹
*****
Tetap berikan dukungan untuk karya-karya Author ya kak, LIKE, KOMEN, VOTE , KLIK FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA ❤❤❤
JANGAN LUPA BERIKAN RATE BINTANG 5 YA KAK ❤❤
❤❤ TERIMAKASIH ❤❤
__ADS_1