Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Babby Tasya lahir


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Keluarga fadli dan ainasedari tadi mondar-mandir di depan ruang bersalin dengan perasaan cemas dan khawatir. Dari subuh tadi Aina sudah di bawa ke rumah sakit , aina akan melahirkan dan sudah satu jam lebih aina ada di ruangan bersalin tapi belum terdengar suara tangisan bayi,berarti bayi aina belum lahir.


" Bagaimana ya jeng sudah satu jam kita menunggu tetapi belum ada tanda-tanda aina melahirkan, saya khawatir dengan kondisi aina jeng" Setu mama fadli yang sangat mencemaskan kondisi aina.


" Iya jeng saya juga khawatir, tapi kita berdoa saja semoga aina dan calon bayi nya sehat-sehat semua" Seru mama aina sambil memeluk besan nya.


" Aamiin " Seru semua yang ada di sana.


Hanya Jimmy yang tidak ikut ke rumah sakit, karena jimmy sang kakak nya fadli sedang ada meeting dengan klien yang tidak bisa di wakilkan.


Hooeekk hhooeekk hhooeekk


Suara tangisan bayi terdengar dari dalam ruang bersalin.


" Alhamdulillah" Ucap syukur kedua keluarga besar yang menunggu di depan ruang bersalin.


Selang beberapa menit fadli keluar dengan penampilan yang acak-acakan namun senyum bahagia terukir di bibir nya.


" Pa, Ma, Mbak alhamdulillah anak ku perempuan dan sekarang aku sudah sah menjadi orang tua, aku sudah menjadi seorang Papa dan aina menjadi seorang mama. " Seru fadli sambil memeluk satu persatu keluarga nya. Ada mama nya, kedua mertuanya dan sina kakak ipar nya.


" Selamat ya Nak, semoga kelak anak itu bisa jadi yang shokeha dan membanggakan keluarga nya" Seru papa mertua fadli.


" Aamiin " Jawab fadli bersamaan dengan yang lain nya.


Setelah bayi di bersihkan dan aina juga sudah di pindahkan ke ruang rawat, keluarga besar semua masuk kedalam ruang rawat aina. Ruang rawat aina memang dipilihkan yang paling besar, karena rusngan ini memang khusus untuk keluarga pemilik rumah sakit.


" Duh cantik nya cucu Oma, mirip sekali dengan papa nya dari mata dan hidung ngambil papa, bibir nya seperti mama nya. " Ucap mama fadli sambil menggendong bayi yang beru lahir.


" Ma, sina mau menggendong nya juga dong siapa tahu setelah ini sina bisa hamil lagi dan melahirkan bayi perempuan yang cantik dan mungil seperti ini" Ucap sina sambil mengambil alih bayi dalam gendongan ibu mertua nya.


" Kamu sudah menyiapkan nama untuk anak mu belum Fa?" Tanya papa mertua fadli yang sedari tadi hanya menyimak obrolan saja.


Fadli dan aina saling pandang, lalu aina tersenyum dan mengangguk menandakan memberi izin fadli untuk memberitahukan nama anak nya kepada keluarga nya dari sekarang, tadi nya fadli dan aina ingin mengumumkan nama anak nya saat sudah ada di rumah. Namun karena sang papa sudah bertanya jadi di beritahukan sekarang.

__ADS_1


" Tasya putri hilmawan, kita bisa memanggil nya tasya" Seru fadli .


" Wahh nama yang bagus itu Fa, mbak suka dengan nama nya. Ini calon ratu di keluarga hilmawan, siap-siap saja kamu rebutan babby tasya sama hiro, dia tadi ngeyel pengen ikut mau lihat adik bayi. Akhirnya setelah mbak bujuk dia mau di tinggal dengan syarat babby nya nanti di bawa pulang" Ucap sina sambil tertawa.


" Anak itu selalu saja banyak akal nya, nanti kalau sudah di bawa pulang ajak saja hiro ke rumah mbak. Bisa ngamuk nanti kalau mbak tidak mengajak nya melihat babby tasya" Seru fadli yang sudah tahu katakter keras dari keponakan nya itu. Hiro memang menuruni sifat dari sang kakak, Jimmy. Keras dan tegas dalam semua tindakan nya,namun jimmy sangat baik dan menyayangi fadli.


Sina, Mama fadli dan mama nya aina sedang duduk bertiga di sofa yang sama dengan sina duduk di antara kedua wanita tengah baya itu sambil memangku babby tasya yang tertidur.


Sedangkan fadli masih menyuapi aina makan, aina terasa sangat lapar karena tenaga nya hampir habis saat melahirkan tadi. Sedangkan ayah aina dia memilih keluar dari ruangan rawat aina, karena tadi sedang menerima telepon dari teman nya.


*******


" Selamat siang bu, ehh ibu yang dulu datang bawa bayi kan ?" Tanya nina dengan ramah saat ibu lusi masuk ke dalam butik.


Ibu lusi hari ini memang mengunjungi butik tempat nina bekerja, disamping ingin bertemu nina dia juga ingin membeli gaun untuk dirinya sendiri yang akan dia kenakan untuk menghadiri acara pernikahan anak teman arisan nya.


" Iya Nina, ibu hari ini mau cari gaun untuk ibu. Tolong carikan gaun yang cocok buat ibu ya, tapi jangan yang terbuka ya Nin, ibu sudah tua jadi malu kalau harus pakaian yang terbuka. " Ucap ibu lusi sambil tertawa.


" Iya buk, ayuk mari ikut saya di ruangan sebelah sana bu. Disana banyak pilihan nya, ibu bisa memilih sesuai yang ibu inginkan" Ucap nina sopan dan ramah.


" Ibu Lusi " Seru seseorang memanggil ibu lusi dengan nada manja nya, siapa lagi kalau bukan jesi si lelaki gemulai yang baik hati.


Ibu lusi pun mencari sumber suara yang memanggil nya, setelah mengetahui jesi lah yang memanggil nya dengan senang hati ibu lusi menghampiri jesi yang terlihat berjalan ke arah nya.


" Jesi.. kamu apa kabar? kenapa kamu bisa ada disini?" Tanya ibu lusi heran sambil memeluk jesi. Sudah biasa bagi ibu lusi memeluk jesi, karena ibu lusi sudah lama mengenal jesi dan jesi sudah ibu lusi anggap seperti anak nya. Ibu Lusi tahu betul siapa jesi yang sebenarnya.


" Jesi kangen sama ibu, maafin jesi ya bu yang pindah tanpa memberitahu ibu dulu " Seru jesi dengan nada sedih.


" Kamu pindah dan pergi tidak bilang-bilang, bahkan butik mu juga sudah di kuasai orang itu. Kenapa kamu tidak mengguhungi ibu Jes, ibu kan sudah bilang kalau ada apa-apa hubungi ibu. " Seru ibu lusi kesal.


" Maafin jesi ya bu, jesi tidak mau merepotkan ibu lagi. Oh iya ibu disini pasti mau cari baju kan? Jesi punya baju yang cocok untuk ibu" Seru jesi mengalihkan topik pembicaraan karena dia tidak mau bersedih - sedih lagi.


Nina hanya bisa diam dan menyaksikan interaksi antara ibu lusi dengan jesi yang ternyata mereka sudah saling mengenal.


" Iya Jes, tadi ibu sudah minta tolong sama nina untuk mencarikan gaun yang cocok untuk ibu karena ibu percaya dengan nina, pilihan nya tidak pernah salah" Seru ibu lusi memuji nina secara terang - terangan.

__ADS_1


" Oh iya kamu sekarang desaigner di butik ini ?" Tanya ibu lusi ingin tahu.


" Iya bu sekarang jesi kerja dengan melani pemilik butik ini,jesi lebih senang seperti ini bu " Jawab jesi serius dan di anggukin oleh ibu lusi.


Akhirnya ibu lusi, nina dan jesi berjalan bersama menuju tempat gaun-gaun yang di cari ibu Lusi.


" Ini bagus untuk ibu, tidak terlalu berlebihan namun tetap terlihat elegant. " Ucap nina sambil menyerahkan baju kepada ibu lusi.


" Kamu memang the best nina sayang, ini memang baju yang aku maksud tadi. Ini cocok buat ibu lusi, bagaimana ibu suka kan ?" Tanya jesi dengan gaya kemayu nya yang membuat ibu jesi jengah.


Padahal sudah seringkali ibu lusi menasehati jesi untuk merubah penampilan nya seperti kodrat nya seorang lelaku sejati tidak kemayu seperti wanita.


" Benarkan apa yang saya bilang, kalau nina ini memang pilihan nya tidak di ragukan lagi, terbuktikan pilihan nya juga sama dengan yang kamu pilihkan. Nina benar-benar calon mantu idaman, semoga kelak bisa jadi mantu ku beneran, anak ku pasti akan hidup bahagia. " Ucap ibu lusi membuat nina tersipu malu.


Nina hanya tersenyum malu menanggapi ucapan dari ibu lusi yang terkesan bar - bar.


" Ehh buksan nya anak ibu sudah menikah dengan wanita matre itu? Terus nina mau buat mantu anak ibu yang mana lagi ?" Tanya jesi yang benar-benar tidak paham.


" Anak ku sudah bercerai dengan mantan istri nya yang matre itu, maka nya sekarang aku lagi nyariin dia jodoh " Ucap ibu lusi yang pura-pura belum mengetahui hubungan nina dengan anak nya, Bimo.


" Tapi nina ini gadis baik-baik, gak rela aku kalau mau ibu jodohkan dengan anak ibu yang casanova itu" Seru jesi.


" Anak ibu itu sekarang sudah tobat dan sudah memperbaiki diri nya, karena sekarang dia ada anak dari mantan istri nya ya walaupun bukan anak kandung nya" Seru ibu lusi menjelaskan.


Akhirnya ibu lusi pun menceritakan semua yang di alami anak nya kepada Jesi, namun nina pun bisa mendengar nya. Bukan maksud nina mau menguping, tapi saat nina akan meninggalkan ibu lusi dengan jesi, ibu lusi meminta nya tetap ada di tempat itu juga.


* Kenapa yang ibu lusi ceritakan sama dengan kisah yang di alami Om bimo, bahkan bukan hanya sama tapi benar-benar seperti kisah om bimo. Apa ibu lusi ini ibunya om bimo? Ah tapi sepertinya bukan * Gumam nina dalam hati nya saat ibu lusi menceritakan soal anak nya.


******


🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹


TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK, LIKE KOMEN VOTE FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA..❤❤


JANGAN LUPA UNTUK MEMBERIKAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK ❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤


__ADS_2