Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Talak untuk Vera


__ADS_3

Vera diam seribu bahasa saat Dimas menceritakan tentang dirinya yang sudah dia ketahui. Bahkan saat pertemuan nya dengan Raka pun dimas memberitahu Vera. Tak ada sanggahan atau pembelaan dari Vera.


Dimas pun setelah menyampaikan semua kekesalan nya memilih pergi meninggalkan Vera. Dimas memilih mengunci diri di kamar sebelah, dia ingin menenangkan diri. Begitu banyak permasalahan yang akhir-akhir ini dia hadapi.


Masalah perceraian dengan Aina belum juga selesai kini ada masalah baru lagi tentang status Vera yang masih istri sah Raka.


" Mas.. mas dimas buka pintu nya mas?" Seru vera dari luar kamar.


" Mas kamu tidak bisa begini terus mas, ingat mas aku sedang hamil anak mu. Jangan diamkan aku begini" Seru Vera lagi yang tak mau di abaikan oleh dimas.


Dimas tetap diam tidak menyahut panggian dari Vera, saat ini dimas benar-benar ingin sendiri. Akhirnya setelah tidak ada pergerakan dari dimas Vera memilih masuk ke dalam kamar nya.


" Huhh aku tidak menyangka jika mas Dimas ternyata teman mas Raka. Bagaimana pun aku tidak akan melepaskan mas Raka, aku tidak mau hidup susah lagi apalagi saat ini aku sedang hamil" Vera berbicara sendiri di dalam kamar nya.


" Baguslah kalau istri mas dimas sudah melayangkan gugatan cerai jadi aku tidak harus berusah-susah memisahkan mereka. Dasar istri mas dimas itu bodoh dia dengan sendiri nya meminta cerai. Dengan begitu aku bisa jadi istri satu-satu nya mas dimas" Seru Vera lagi dengan bahagia.


Vera tetap mengira jika dimas adalah orang kaya atau pengusaha cafe. Vera berencana esok pagi akan datang ke cafe untuk mengatur cafe, karena yang dia tahu Aina akan bercerai dengan dimas sehingga Aina tidak mungkin akan mengurus cafe lagi.


Sementara itu malam hari di di rumah Melani, Hendra menceritakan semua kejadian yang tadi terjadi di rumah ibu nya.


" Jadi mas dimas beranggapan mas dan mbak aina ada main di belakang nya? Benar-benar lelaki tidak ada otak , justru mengalihkan permasalahan kepada orang lain. Dia tidak sadar diri apa mas, kalau dia lah yang selama ini menghianati mbak Aina" Seru Melani dengan marah karena tidak terima dengan tuduhan dimas untuk suami nya.


" Sudah sayang kamu jangan terbawa emosi, nanti dedek bayi di dalam sini ikut marah juga loh. Kamu sudah tenang saja semua sudah mas atasi. " Seru hendra sambil mengusap perut melani.


" Iya mas, habis nya aku kesel juga dengan mas dimas. Terus mbak Aina sama ibu bagaimana mas?" Tanya melani yang menghawatirkan Aina dan ibu mertua nya.


" Mereka baik-baik saja" Jawab hendra membuat hati melani lebih tenang.


" Syukurlah" Seru melani singkat.


Malam semakin larut hendra dan melani memilih mengistirahatkan tubuh nya.


Agar esok pagi bangun dengan kondisi badan yang lebih segar dan bugar.

__ADS_1


*******


Pagi hari seperti yang di rencanakan nya semalam, Vera akan ikut dimas pergi ke cafe dimana tempat sang suami mencari nafkah.


Vera sudah berdandan secantik mungkin dengan menggunakan dress yang sangat menonjolkan bentuk tubuh nya. Apalagi perut Vera pun sudah terlihat membuncit.


" Kamu mau kemana sudah rapi begitu?" tanya dimas saat melihat Vera sudah rapi.


" Mau ikut kamu ke cafe mas, biar aku tidak suntuk. Aku kan bosan mas di rumah terus, ehh tapi kok kamu belum siap-siap mas ? " Tutur Vera heran.


" Ganti pakaian mu, kamu itu sedang hamil lihat itu perut kamu sudah membesar. Mulai sekarang pakai baju yang longgar, aku tidak mau bayi dalam perut mu tidak nyaman dengan pakaian mu yang ketat itu. Dan hari ini aku tidak akan ke cafe, cafe itu sudah menolak kedatangan ku" Seru dimas dengan raut wajah kesal.


Vera tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan dimas, kenapa sang boss di larang untuk datang ke cafe. Vera semakin bingung.


" Loh memang nya kenapa mas? kan itu cafe milik mu, kamu boss nya kok tidak boleh datang kesana?" Tanya Vera yang tetap tidak paham jika cafe itu berarti bukanlah milik dimas melainkan milik Vera.


" Cafe itu bukan milik ku, cafe itu milik Aina" Akhirnya dimas memberitahu yang sebenarnya.


Hahhhhh.......


" Mas serius?" Tanya vera memastikan lagi apa yang barusan dia dengar.


" Memang kamu kira aku bercanda" Jawab dimas ketus.


" Tapi cafe yang cabang yang joint sama teman mas itu sudah mulai berjalankan mas?" Tanya vera.


" Tidak pernah ada cafe yang aku kerjakan dengan teman ku, itu semua bohong..Aku sengaja bohong sama Aina soal cafe itu. Karena uang tabungan ku sudah habis buat menghidupi gaya hidup mu yang mewah. Jadi aku membuat kebohongan di depan Aina seolah-olah uang ku habis buat modal" Tutur dimas membuat Vera semakin syok.


" Jadi maksud mas sekarang mas seorang penganguran? tidak punya apa-apa lagi?" Tanya Vera yang tak percaya.


" Betul, aku sekarang seorang pengangguran dan tidak punya penghasilan. Kamu sekarang sudah tahu aku tidak punya apa-apa lagi tapi kalau untuk hidup sederhana dan apa ada nya aku masih bisa menghidupi mu. Tapi kalau kamu mau hidup mewah aku tidak sanggup. Sekarang pilihan nya ada pada mu, mau lanjut hidup dengan ku atau kau memilih meninggalkan ku?" Tanya dimas memberi pilihan yang sulit untuk Vera.


Vera tidak mungkin meninggalkan dimas karena saat ini dia sedang hamil dan dia pun mencintai dimas. Sepertinya Vera akan tetap bertahan dengan dimas.

__ADS_1


" Mas apa kamu tidak mengajukan pembagian harta gono gini. Bagaimanapun kamu harus meminta bagian mu mas, lumayan nanti bisa kita gunakan untuk modal usaha" Seru Vera.


" Soal itu kamu tenang saja, aku tetap akan meminta hak harta gono gini bagian ku. Aku tidak akan biarkan Aina menguasai harta nya sendiri. Sudah cepat ganti baju mu dan ikut aku " Seru Dimas.


Vera pun mengganti pakaian nya dengan pakaian yang lebih longgar di badan nya. Setelah itu Dimas membawa Vera pergi kesuatu tempat.


" Mas kok ke kantor polisi ? kita mau ngapain disini?" Tanya Vera yang kebingungan.


" Sudah ayok masuk" Ajak dimas sambil menggandeng tangan Vera.


Vera mengikuti langkah kaki dimas dengan terpaksa, dia sudah mulai paham jika kedatangan nya ke kantor polisi pasti ada hubungan nya dengan Raka.


" Vera andriani binti susilo hari ini kamu saya talak tiga, gugur sudah saya menjadi suami mu. " Seru Raka di depan Dimas dan bapak polisi yang ikut menyaksikan obrolan mereka. Raka langsung menjatuhkan talak tiga untuk Vera.


Tidak ada rasa sedih dan menyesal sedikit pun saat dirinya mengucapkan ikrar talak untuk Vera. Begitupun dengan Vera sedikitpun tidak ada rasa menyesal atau pun sedih.


" Hari ini kamu sudah aku talak Ver segera urus surat-surat nya karena aku tidak mungkin mengurus nya. Setelah semua nya selesai segera daftarkan pernikahan kalian ke KUA, tapi sebelum nya urus juga perceraian mu Dim, yang aku tahu istri mu juga sudah menggugat mu cerai" Seru Raka.


" Baik, terimakasih untuk semua nya. Kalau begitu kami permisi " Ucap dimas berpamitan karena tidak mau berlama-lama lagi ada di kantor polisi.


" Silahkan.. Tunggu.. !! Aku minta kepada mu Ver jangan pernah usik kebahagian melani lagi. Jika kamu masih mengusik nya aku tidak akan tinggal diam. Camkan itu " Seru Raka penuh ancaman.


" Kamu tenang saja aku tidak akan mengganggu melani dan keluarga nya" Seru Vera.


Setelah menyelesaikan ucapan nya Vera dan dimas langsung meninggalkan kantor polisi. Hati Vera saat ini sangat bahagia akhirnya bisa bercerai dari Raka. Dimas sendiri masih memikirkan cara bagaimana caranya agar dia bisa mendapatkan harta gono gini dari Aina, yang dia sendiri sepertinya tidak yakin akan mendapatkan nya. Karena semua yang dimiliki Aina adalah milik aina pribadi yang diberikan oleh orang tua Aina.


Mobil dimas keluar dari halaman kantor polisi menuju jalanan yang sudah terlihat semakin ramai. Dimas melajukan mobil nya menuju salah satu restoran mewah yang berada tidak jauh dari kantor polisi.


*******


Bagaimana para Kakak Reader? Suka tidak sama cerita nya...


Di bab selanjut nya nanti aku up semakin seru.

__ADS_1


Jangan lupa tetap dukung karya Author ya kak ❤❤❤


__ADS_2