Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Jujur dengan ibu marni


__ADS_3

Aina sudah mengajukan gugatan perceraian ke kantor pengadilan agama, semua nya sudah di proses dan tinggal menunggu dimas mendapat surat gugatan. Aina sudah membicarakan semua nya dengan orang tua nya. Orang tua Aina menyeragkan semua keputusan kepada Aina.


Hari ini Aina akan menemui ibu marni untuk membicarakan soal gugatan nya. Aina sangat berharap ibu marni bisa menerima keputusan nya ini.


Aina pergi ke rumah ibu marni dengan mengendarai mobil nya, tak butuh waktu lama Aina sudah sampai di depan rumah sang ibu mertua. Di halaman rumah terlihat hasni sedang bersiap untuk berangkat kerja, Aina sekarang kagum dengan Hasni adik ipar manja nya ini sekarang sudah bisa mandiri. Dia kuliah sambil bekerja paruh waktu sebagai pelayan di sebuah cafe.


" Mbak Aina tumben pagi-pagi sudah datang kesini, tidak kerja mbak?" Tanya Hasni yang langsung menyalami kedatangan Aina.


" Iya has, mbak ada perlu dengan ibu. Kamu mau kerja atau kuliah?" Tanya Aina yang melihat hasni sudah rapi.


" Hari ini aku kerja mbak, kuliah nya lagi kosong karena kampus lagi ada acara mbak" Jawab Hasni.


" Kamu kenapa tidak mau kerja di cafe nya mas dimas saja?" Tanya Aina yang masih menyebut itu cafe dimas.


" Aku sudah nyaman dengan tempat kerja ku yang ini mbak, oh iya mbak aku berangkat kerja dulu ya takut macet kalau berangkat siang-siang" Ucap hasni sambil menyalami tangan Aina lagi.


Hasni benar-benar sudah banyak berubah, nads bicara nya juga sudah sopan dan tidak ada kata-kata yang ketus. Bahkan sekarang hasni jadi murah senyum.


" Emhh.. Hasni ini untuk beli bensin ya, tolong di terima kalau tidak mbak marah" Ucap Aina mengulurkan tiga lembar uang berwarna merah dengan nada mengancam.


" Baiklah.. Terimakasih ya mbak" Jawab Hasni dengan tersenyum ramah.


Motor hasni meninggalkan Aina yang masih terus berdiri menatap kepergian sang adik ipar. Lalu Aina masuk kedalam rumah di carinya sang ibu mertua, ibu marni ada di teras belakang sedang menyiram mawar kesayangan nya.


" Assalamualaikum bu" Sapa Aina saat sudah di teras belakang.


" Waalaikumsalam, eh Aina " Seru ibu marni lalu meletakkan alat penyiram nya dan langsung menghampiri Aina.


Aina mencium tangan ibu marni dengan sopan, ibu marni membawa Aina masuk ke dalam ruang keluarga agar lebih nyaman untuk berbincang.


" Aina tumben kamu datang, dimas tidak ikut?" Tanya ibu marni.


" Aina sendiri bu, Aina ingin bicara sama ibu ada hal penting yang ingin aina sampaikan" Jawab Aina dengan wajah sendu.


Ibu marni melihat raut kesedihan di wajah sang menantu, banyak pertanyaan dalam benak ibu marni yang ingin dia tanyakan. Salah satu nya perihal ucapan dimas saat berkunjung kerumah kemarin.


" Ada apa Aina?" Tanya ibu marni dengan lembut.


" Maaf kan Aina bu" Seru Aina sambil bersimpuh di hadapan sang ibu mertua. Bagaimana pun Aina sangat menyayangi ibu marni, begitupun ibu marni walaupun dulu dia selalu membela dimas tidak di pungkuri dia juga sangat menyayangi Aina.

__ADS_1


" Jangan begini Aina, ayuk bangun dan bicara ada apa yang sebenarnya. " Seru ibu marni sambil mengusap bahu Aina dengan lembut.


Aina sudah duduk kembali di samping ibu marni, air mata nya terus membanjiri kedua pipi nya.


" Bu, maafkan aku yang tidak bisa menjadi istri yang baik untuk mas dimas. Aku tidak bisa mempertahan kan rumah tangga ku dengan mas dimas bu, aku sudah mengugat cerai mas dimas." Ucap Aina dengan yakin dan serius.


Jderrr


Jantung ibu marni seakan berhenti berdetak setelah mendengar ucapan dari Aina. Menantu yang selalu dia banggakan sudah menggugat cerai anak kandung nya.


" Kenapa bisa seperti ini Aina?" Tanya ibu marni yang masih tidak percaya.


" Mas dimas... Dia selingkuh dan sudah menikah lagi dengan wanita selingkuhan nya bu. Dan sekarang wanita itu sedang hamil anak mas dimas" Jawab Aina dengan terisak.


Tak ada lagi yang bisa ibu marni lakukan jika sang anak kandung nya sendiri yang sudah melakukan sebuah kesalahan. Wanita mana yang mau untuk berbagi suami dengan wanita lain.


" Sejak kapan?" Pertanyaan itu keluar dari mulut ibu lasmini dengan sendirinya seakan dia mempercayai dengan apa yang di bicarakan Aina tentang anaknya.


" Sekitar tiga bulan yang lalu bu" Jawab Aina.


Aina pun menceritakan semua nya dari awal, dari kecurigaan nya yang menemukan struk belanja sampai yang dia mendapatkan bukti-bukti yang akurat tentang perselingkuhan sang suami.


" Jadi ini alasan mu mengambil alih keuangan cafe?" Tanya ibu marni lagi


Ibu marni tidak menyangka jika dimas bisa berbuat seperti ini, dia berfoya-foya untuk menyenangkan wanita simpanan nya sedangkan istrinya harus banting tulang mengumpulkan rupiah demi cicilan bank.


" Maafkan anak ibu ya Nak, ibu tidak menyangka dimas bisa sebejat ini. Bahkan soal kerja sama cafe yang dia bicarakan itu pun ternyata bohong. Ibu akan mendukung semua keputusan mu, walaupun dimas anak kandung ku aku tidak akan membela nya. Biarkan dia menerima akibat dari perbuatan nya. " Seru ibu marni dengan mata berkaca-kaca.


Aina memeluk ibu marni dengan erat, aina tidak menyangka jika sang mertua akan mendukung nya. Yang dua tahu selama ini sang ibu mertua selalu membela dimas.


" Sekarang apa rencana mu ?" Tanya ibu marni ingin tahu.


" Aku sudah mendaftarkan perceraian di pengadilan agama bu, dan aku tidak akan memberikan sedikit pun harta gono-gini untuk mas dimas, aku tidak mau dia menikmati harta ku dengan wanita lain bu. " Seru Aina dengan serius.


Ibu marni melihat kilat amarah dalam tatapan Aina, menantu nya yang lemah lembut ternyata bisa semarah ini. Ini semua gara-gara dimas, dimaslah yang membuat aina menjadi seperti ini.


Saat mereka sedang serius berbicara tiba-tiba terdengar deru suara mobil memasuki halaman rumah. Aina melihat jika mobil yang datang adalah mobil Dimas suami nya.


" Mas dimas bu?" Seru Aina

__ADS_1


" Segera ke kamar mandi dan cuci muka mu, jangan sampai dimas tahu jika kamu habis menangis. Soal gugatan mu lebih baik jangan di bahas dulu, biarkan dia tahu saat surat dari pengadilan datang" Ucap ibu marni dengan bijak nya, karena dia tidak mau melihat Aina jadi sasaran amarah dimas.


Aina berlari ke kamar mandi untuk mencuci muka nya agar tak kelihatan jika dirinya habis menangis.


" Ibu, mana aina?" Tanya dimas saat sudah masuk kedalam rumah.


" Ada di kamar mandi, kenapa kalian datang sendiri-sendiri begini?" Tanya ibu marni pura-pura belum tahu apa-apa.


" Semalam aku sibuk di cafe bu, aku membicarakan kerja sama dengan teman ku sampai larut. Akhirnya aku memutuskan tidur di cafe" Ucap dimas berbohong dan hanya di anggukin oleh ibu marni.


" Ibu habis menangis? Kok mata ibu sembab begitu?" Ternyata dimas menyadari jika sang ibu habis menangis.


Aina pun keluar dari kamar mandi dan menuju ke ruang keluarga, lalu duduk di samping ibu marni tanpa menyapa dimas.


" Oh ini tadi ibu sama Aina sedang nonton sinetron, cerita nya sedih banget. Seorang suami yang ketahuan selingkuh lalu istri sah nya mengusir suami nya, dan akhir nya dia jadi gembel" Ucap ibu marni berbohong dan menyindir dimas.


Aina ingin tertawa mendengar jawaban dari sang ibu mertua nya, bisa-bisa nya ibu mertuanya mengarang cerita sampai seperti sutradara sinetron.


" Tapi kan suami nya yang salah, ya tidak masalah dong bu dia di usir dan jadi gembel. Kenapa ibu menangis?" Ucap dumas yang tidak peka.


" Ibu menangis bukan karena lelaki sialan itu, tetapi karena wanita nya istri sah nya itu. Yang sudah jelas-jelas cantik, kaya dan pekerja keras masih saja di selungkuhin, tidak adil kan?" Tanya ibu marni memancing.


Dimas masih saja tidak peka dengan sindiran-sindiran dari ibu nya.


" Sayang kamu sudah lama?" Tanya dimas mengalihkan topik pembicaraan tentang sinetron.


" Sekitar tiga puluh menit yang lalu mas ini juga sudah mau pulang kok, tapi aku langsung ke rumah sakit. Ada jadwal praktek jam 10 sampai jam 3 sore. Seharusnya aku masih cuti, cuma sebagian dokter ada kegiatan sosial jadi sementara aku yang gantiin" Seru Aina menjelaskan.


" Oh begitu" Jawab singkat dimas.


" Bu, Aina pamit dulu ya. Nanti kalau tidak sibuk Aina main kesini lagi" Pamit aina lalu mencium tangan ibu marni.


" Iya hati-hati ya Nak" Seru ibu marni sambil mengusak punggung Aina.


" Dek nanti malam mas pulang kerumah, kamu siap-siap nanti kita makan malam di luar" Ucap dimas dan hanya di balas senyum oleh Aina.


Aina tidak mau berlama-lama lagi, dia sudah muak melihat sang suami. Aina mempercepat langkah nya menuju mobil dan langsung mengendarai mobil nya keluar dari pekarangan rumah ibu mertua.


******

__ADS_1


**TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK, DENGAN CARA LIKE, KOMEN, VOTE,BERIKAN HADIAH & GIFT. ❤❤❤🥰🥰


SELAMAT MEMBACA, TERIMAKASIH 🙏❤**


__ADS_2