Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Aina dan Melani


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Hari-hari Aina saat ini benar-benar penuh warna dan penuh kebahagiaan. Semenjak menjadi istri Fadli, Aina merasakan kasih sayang dan perhatian yang sesungguh nya dari seorang suami yang tak pernah dia dapatkan dari suami nya yang terdahulu.


Sudah dua bulan menjalani rumah tangga dengan Fadli namun Aina maupun Fadli tetap belum menempati apartemen pemberian dari kakak nya, Jimmy.


" Mas siang ini aku tidak bisa menemani mu makan siang ya? Aku ada janji sama melani, tapi kalau mas fadli mau ikut ya gak apa-apa si" Seru Aina memberitahu sang suami.


" Tidak apa-apa sayang, kamu juga butuh privasi bersama teman-teman mu, mas gak akan ganggu. " Ucap Fadli sambil mengusap pucuk kepala Aina.


" Terimakasih mas" Ucap Aina lalu memeluk fadli dengan erat.


Fadli pun tersenyum dan membalas pelukan Aina, kalau tidak mau berangkat kerja sudah di pastikan Fadli akan membawa Aina masuk kamar nya.


Setelah sarapan mereka berdua pun berangkat ke rumah sakit, untuk hari ini Aina mengendarai mobil sendiri karena siang nanti dia ada janji dengan melani.


" Selamat pagi dokter Fadli, dokter Aina" Sapa satpam rumah sakit dengan ramah nya saat fadli dan Aina sudah sampai di lobby rumah sakit.


" Selamat pagi juga pak" Sapa Fadli membalas sapaan dari satpam, sedangkan Aina hanya menjawab dengan senyum nya.


Fadli dan Aina masuk kedalam ruang kerja nya masing-masing.


" Dokter Aina , ini ada kiriman bunga " Ucap suster yang menjadi asisten Aina.


Aina mengambil buket bunga itu dengan penuh pertanyaan, dia berfikir siapa yang telah mengirimi nya buket bunga.


" Dari siapa sus?" Tanya Aina sambil menerima buket bunga nya.


" Kurang tahu dok, tadi OB yang mengantarkan kemari dia juga tidak tahu dari siapa?" Seru suster menjelaskan.


Aina meletakkan buket bunga itu di atas meja nya, dia mencoba mencari tahu siapa pengirim nya. Dia melihat ada kartu ucapan di dalam buket bunga itu lalu Aina mengambil dan membaca nya.

__ADS_1


" Selamat pagi sayang, pagi ini kamu cantik sekali. Semangat ya kerja nya. I LOVE YOU" Aina membaca tulisan yang ada di buket bunga, tapi dia tetap tidak tahu itu kiriman dari siapa.


* Siapa sih ini, apa mungkin mas fadli? dia kan suka iseng dan memberi kejutan . Lebih baik nanti aku coba tanyakan mas fadli * Gumam Aina dalam hati nya.


Aina dan suster asisten nya pun memulai pekerjaan nya dan mulai memanggil pasien yang akan memeriksakan gigi nya baik anak-anak ataupun dewasa.


🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋


Siang hari seperti yang sudah di janjikan, Aina dan melani makan siang di cafe Aina. Aina sengaja memilih cafe nya karena Aina ada sesuatu hal yang ingin dia bicarakan dengan melani.


Setelah makan siang selesai mereka berbicara di ruang pribadi Aina.


" Ada apa mbak? tumben ngajak ketemuan, apa ada yang ingin mbak bicarakan dengan ku? masalah kerjaan? Suamu atau mantan suami?" Tanya melani beruntun membuat Aina hanya menggelengkan kepala nya mendengar pertanyaan beruntun melani.


" Bisa gak si mel kalau tanya itu satu-satu aku kan bingung jawab nya" Seru Aina sambil pura-pura kesal dengan melani.


" Hehee... ya maaf mbak" Jawab melani terkekeh.


" Jadi kemarin lusa mbak ketemu mantan istri nya mas fadli di rumah sakit?" Tanya Melani memastikan lagi.


" Iya Mel, nama mantan istri mas fadli itu mira dia cantik, seksi. Beda jauh kalau di bandingkan dengan ku, dari cara dia memandang ku sepertinya dia tidak menyukai ku dan seakan tidak rela jika mas fadli sudah menikah lagi. Saat ini wanita itu sedang hamil dan dia memeriksakan kandungan nya di rumah sakit husada. Aku takut jika mas fadli dan mira sering ketemu, mas fadli jadi kembali lagi dengan mira" Akhirnya Aina menyampailan rasa ketakutan nya.


" Mbak jangan berfikir negatif dulu, belum tentu wanita itu mau merebut mas fadli bukan nya dia sudah menikah dan saat ini sedang hamil. Aku tahu mas fadli itu laki-laki yang baik dan bertanggung jawab. Dia sangat mencintai mbak Aina jadi tidak mungkin dia menghianati mbak Aina. Mbak harus berfikir positif jangan mikir yang tidak-tidak dulu" Ucap melani menyakinkan Aina.


Aina nampak memikirkan ucapan melani barusan, dia membenarkan ucapan melani tidak seharus nya dia berfikir negatif.


" Aku hanya takut jika mas Fadli kembali lagi dengan mira, Aku tidak mau kalau harus di madu untuk yang ke dua kali nya mel. Kamu tahu kan bagaimana sakit nya di khianati suami" Seru Aina mempertegas ucapan nya.


" Iya mbak rasa nya sangat sakit banget. Mbak tidak perlu takut kalau sampai wanita itu mencoba menganggu rumah tangga mbak dan mas fadli, aku pasti akan bantu mbak Aina memberi dia pelajaran. " Ucap melani dengan semangat.


Aina tersenyum mendapat dukungan dari Melani, tapi untuk saat ini dia tidak mau berfikir yang negatif. Dia harus percaya dengan suami nya, Aina percaya dengan fadli cuma perasaan aina mengatakan jika mira itu masih mencintai fadli dan mengharapkan fadli.

__ADS_1


* Aku harus jaga dengan baik suami ku, tidak ada yang nama nya pelakor lagi* Gumam Aina.


" Mbak sudah melakukan program hamil seperti yang mbak bicarakan dengan ku tempo hari?" Ucap melani mencoba mengalihkan topik pembicaraan.


" Sudah mel, tapi mas fadli bilang kita baru dua bulan menikah jadi harus sabar dulu. " Ucap Aina.


" Bagus dech mbak lebih cepat lebih baik, yang penting usaha nya tidak pernah telat. Bila perlu cetak terus tiap malam ganti gaya yang lain juga. Haha haha" Ucap melani lalu tertawa lepas.


Aina melemar bantal kursi ke arah melani untuk menghentikan tawa melani. Bukan nya berhenti tawa melani justru semakin kencang.


" Dasar Mesum, mungkin kamu itu yang tiap hari mencetak. Lembur-lembur bikin adik untuk Vino. Haha" Aina pun tertawa dengan puas bisa membalas ucapan melani tadi.


" Kok tahu si mbak,mbak ngintip ya..." Seru Melani dengan tawa yang mulai mereda.


Mereka berdua pun tertawa sampai perut mereka terasa sakit, beruntung ruangan Aina berada di bagian belakang jadi suara mereka tidak menganggu para pelanggan yang sedang makan siang di cafe nya.


" Sudah jangan bahas itu lagi, bikin perut ku sakit karena tertawa. Kamu juga entah apa Mel, pikiran kamu itu sekarang mesum kayak nya ini karena sudah di racuni hendra deh" Seru Aina .


" Mas Hendra kan suami ku mbak sudah pasti aku ya ngikutin dia" Jawab melani.


" Dasar memang gak waras kalian" Gerutu Aina.


Setelah puas saling bercanda Aina dan Melani pun pergi dari cafe. Aina pergi menuju rumah sakit kembali sedangkan Melani juga pergi menuju perusahaan nya. Sekarang melani memang sudah masuk kembali ke perusahsan nya, karena banyak proyek kerja sama yang sedang di jalankan jadi melani membantu hendra. Melani tidak full seminggu di perusahaan dia hanya tiga hari saja berada di perusahaan. Selebih nya dirumah dengan Vino anak nya.


🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹


*****************


***Tetap dukung karya Author ya kak dengan cara berikan LIKE, KOMEN,VOTE DAN KLIK FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA. ❤❤❤


JANGAN LUPA BERIKAN RATE BINTANG LIMA YA KAK ❤❤❤

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏🙏❤❤***


__ADS_2