Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Mira di usir


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


[ Cantik apa kabar ?]


Nina membaca pesan yang di kirimkan bimo lewat aplikasi hijau. Sebenar nya nina mulai menyadari ketertarikan nya kepada bimo, tapi dia tidak mau mencintai lelaki yang salah. Lelaki yang sudah berumah tangga dan sudah bahagia dengan anak istri nya.


" Kenapa sih dia masih saja menganggu ku, tolong om jangan janggu aku lagi. Aku tidak mau rasa ini semakin besar, aku tahu rasa yang ku miliki ini salah " Seru nina sambil memandangi foto dalam ponsel nya.


Foto diri nya dan bimo sewaktu wisuda seminggu yang lalu, foto itu bimo yang mengirimkan ke ponsel nina.


[ Kenapa kamu tidak pernah membalas pesan ku ? apa aku punya salah ?]


Bimo terus mengirim pesan kepada nina tapi satu pun belum ada yang nina balas. Bimo tidak menyerah dia terus mengirim pesan dan menghubungi ponsel nina, namun nina tetap tidak mau mengangkat telepon dari bimo.


[ Tolong om jangan hubungi aku lagi ]


Akhir nya nina membalas pesan bimo, dengan cepat bimo pun mengetik balasan untuk nina lalu mengirim nya.


[ Apa aku ada salah ?]


[ Om memang ada salah, om sudah berkeluarga dan mempunyai anak. Jadi om salah kalau mencintai wanita lain, tolong om jangan membuat ku di benci oleh istri Om aku seorang perempuan dan aku tahu bagaimana sakit nya hati istri om jika tahu om mencintai wanita lain. ]


[ Perasaan ku ini tidak salah nina , aku jujur dan tulus mencintai mu. Aku jatuh cinta kepada mu saat pertama kali kita bertemu. Besok bisa kah kita bertemu ada hal yang ingin aku sampaikan kepada mu. ]


[ Maaf om aku tidak bisa, tolong om jangan memberikan aku masalah yang bisa merusak nama baik ku. Aku tidak mau di anggap wanita perusak rumah tangga ]


[ Tidak akan ada yang menganggap mu seperti itu, makanya aku ingin kita bertemu dan berbicara. Kamu selalu saja menghindari ku Nin, berapa kali saja aku menemui mu tapi kamu tidak mau menemui ku]


[ Kita bertemu pun hanya beberapa kali om itu pun hanya sebentar dan tanpa sengaja, jadi anggap saja kita tidak saling mengenal. Maaf Om aku harus istirahat besok aku harus bekerja ]


[ Besok aku akan menjemput mu di tempat kerja mu saat jam makan siang, sekali ini saja. ]


Bimo menunggu balasan dari nina namun setelah menunggu tiga puluh menit tetap belum juga ada balasan. Bimo mencoba menghubungi nomor ponsel nina namu tidak bisa, terus mencoba sampai tiga kali tetap mencoba.


" Dia memblokir nomor ponsel ku " Seru bimo.


Bimo memilih merebahkan tubuh nya di atas kasur king size nya, namun saat akan memejam kan mata bimo mendengar suara sekar menangis. Sekar nama yang di berikan bimo untuk bayi mira.


Tangisan sekar makin kencang dan makin menjadi, bimo pun keluar kamar dan mencoba menghampiri kamar mira. Saat bimo keluar kamar nya dia melihat sang mama juga keluar dari kamar hendak menghampiri sekar di kamar mira.


" Sekar kenapa ya ma ?" Tanya bimo kuatir dengan sekar yang tak kunjung diam juga.


" Mama tidak tahu bimo, coba kita lihat ke kamar mira. Mungkin sekar haus" Ucap ibu lusi lalu bejalan menghampiri kamar sekar.


Tok Tok Tok

__ADS_1


" Mira.. Mira buka pintu nya, kamu dengar tidak itu sekar dari tadi menangis. " Seru bimo dari depan pintu sambil terus mengetuk pintu kamar mira.


Pintu kamar sekar tetap tertutup, tidak ada tanda-tanda sekar untuk membuka kan pintu kamar nya sedangkan tangisan sekar terdengar semakin kencang.


" Mira.. buka pintu nya !! Mira.. Miraaaa jangan sampai aku hancurkan pintu kamar ini. Buka pintu nya Mira !!" Teriak ibu lusi sambil terus menggedor pintu kamar mira.


Ceklek


Pintu kamar mira pun terbuka dan terlihat mira sedang menguap sambil menahan kantuk nya. Tanpa permisi ibu lusi pun langsung masuk dan menggendong sekar.


" Kalian kenapa si malam-malam teriak-teriak di depan kamar ku, ini sudah jam sebelas malam aku mengantuk mau istirahat. " Seru sekar tanpa rasa berdosa.


" Kamu sedari tadi tidur ? apa kamu tidak mendengar dari tadi sekar menangis, kamu justru enak-enakan tidur. Benar-benar wanita gila, sekarang kamu susuin sekar biar dia diam dan tertidur lagi" Ibu lusi marah sambil menggendong sekar yang masih saja menangis.


" Aku tidak mau, aku tidak mau lagi memberikan nya asi. Nanti badan ku akan melar dan gemuk. Aku tidak mau hal itu terjadi kepada ku. Berikan saja dia susu botol, itu juga bagus sama-sama susu " Jawab mira seenak nya.


Ibu lusi dan bimo hanya bisa menggelengkan kepala nya, dia benar-benar tidak menyangka ada wanita yang tega dengan anak nya apalagi saat ini masih bayi belum genap sebulan.


" Jadi kamu tidak mau merawat anak ini ? " Tanya bimo dengan senyum devil nya.


" Iya aku tidak mau, anak itu menyusahkan saja. Bawa saja anak itu keluar, kalau mama mau tidur dengan anak itu silahkan atau mama biarkan saja anak itu tidur dengan bi atun di kamar belakang sana. " Ucap mira dengan tangan bersedekap.


" Baik kalau kamu tidak mau mengurus anak mu biarkan aku yang merawat anak mu ini,kamu memang tidak pantas di sebut seorang ibu. Darah daging mu sendiri kamu telantarkan! Sekarang kamu kemasi barang-barang mu dan keluar dari rumah ini !! Bentak bimo dengan suara lantang.


" Ma tolong bawa sekar keluar " Seru bimo.


Ibu lusi pun menuruti perintah bimo untuk membawa sekar keluar kamar, saat di luar ada bi atun yang datang menghampiri ibu lusi dengan membawa sebotol susu.


" Sejak kapan mira tidak memberikan asi kepada sekar bi?" Tanya ibu lusi.


" Sudah empat hari ini Nyonya" Jawab singkat bi atun sambil meminumkan susu kepada sekar.


" Padahal kalaupun tidak mau menyusui nya langsung dia bisa memompa Asi nya. Dasar wanita itu benar-benar gila. Bibi tolong jaga sekar, bawa dia ke kamar saya saja dan tidurkan dia disana. Saya mau melihat mira dulu " Seru ibu lusi lalu berjalan menghampiri kamar mira.


Saat masuk kamar mira, mira dan bimo sedang berdebat karena mira tidak mau keluar dari rumah.


" Aku tidak akan mau keluar dari rumah ini, aku masih istri mu mas !!" Seru mira beralasan.


" Aku sudah menceraikan mu dan sebentar lagi surat cerai kita akan keluar. Aku sudah meminta pengacara ku mengurus semua nya, dengan uang yang ku punya aku bisa melakukan apa saja terutama mempercepat percerain kita. " Ucap bimo sediki sombong.


" Ma, tolong bantu kemasi barang-barang mira dan masukkan ke dalan koper jangan sampai ada satu barang pun yang tertinggal karena aku tidak mau dia menginjakkan kaki di rumah ini lagi" Seru bimo.


Ibu lusi mengambil koper yang ada di samping lemari dan langsung memasukan baju-baju mira dan semua barang yang di miliki mira.


" Kalian tidak bisa mengusir ku, hentikan !! Dan kembalikan baju-baju ku kedalam lemari. !!" Teriak mira seperti orang yang kesetanan.

__ADS_1


Bimo memegangi ke dua tangan mira dengan kuat, sehingga mira tidak bisa menganggu ibu lusi saat membereskan barang - barang mira.


Setelah barang-barang mira masuk ke dalam koper, bimo menyeret mira keluar kamar dan menuju pintu utama. Ibu lusi menyeret dua koper dan meletakkan nya di teras rumah.


" Keluar kamu dari rumah ini, aku tidak sudi terlalu lama membiarkan mu tinggal di rumah ku " Seru bimo sambil mendorong mira keluar rumah.


" Kamu itu seorang ibu yang tidak punya kasih sayang, wanita seperti mu tidak pantas di sebut sebagai ibu. Ibu mana yang tega menelantarkan anak nya sendiri ? Hah ?" Seru ibu lusi tak kalah emosi.


Mira mengepalkan ke dua tangan nya, dia benar - benar tidak terima dengan semua penghinaan dari bimo dan mama nya.


" Mas tolong jangan usir aku, kasihan sekar dia masih membutuhkan ku. Tolong lah mas.. demi sekar " Rayu mira dengan mulut manis nya.


" Kamu bilang kasihan sekar dan demi sekar? Apa aku tak salah dengar? Bukan nya kamu sendiri yang tidak mau merawat sekar dan kamu juga yang menelantarkan nya. Berfikir dulu sebelum bicara Mira. Ok kalau kamu mau sekar bisa kamu bawa, lagi pula dia bukan anak ku jadi kamu yang lebih berhak mengurus nya " Seru bimo memancing sekar.


" Aku tidak mau, lebih baik sekar kamu saja yang merawat atau jika kamu tidak mau berikan saja dia ke panti asuhan" Mira menolak membawa sekar ikut dengan nya.


Bimo dan sang mama tersenyum puas dengan jawaban mira, karena memang ini lah jawaban yang bimo tunggu-tunggu.


" Baik biarkan sekar tinggal disini tapi sekali pun kamu tidak boleh menemui sekar atau di kemudian hari kamu meminta sekar kembali, kalau sampai itu terjadi kamu akan saya laporkan ke polisi atas tuduhan penelantaran balita. " Seru bimo mengancam.


Diam-diam ibu lusi merekam semua pembicaraan mira dan bimo, itu akan dia jadikan bukti jika mira memang tidak mau merawat anak kandung nya sendiri.


Bimo masuk ke dalam kamar nya dan tidak lama lagi keluar dari kamar dengan membawa sesuatu di tangan nya.


" Ini kunci mobil mu dan ini uang 50 juta untuk biaya hidup mu, anggap saja ini harta gono gini yang aku berikan untuk mu. Kalau kamu menuntut lebih dari ini silahkan kamu bawa sekar dengan mu. Sekar disini juga perlu biaya, seharus nya kamu sebagai ibu kandung yang membiayai nya bukanlah diri ku. " Ucap bimo


" Tidak aku tidak mau membawa anak pembawa sial itu" Mira tetap tidak mau membawa sekar dengan nya.


Mira menerima kunci mobip nya dan uang 50 juta yang di berikan bimo, setelah itu dia nenyeret ke dua koper nya menuju mobil yang terparkir di depan rumah.


" Ingat jangan pernah kamu kemari lagi , dengan beralasan sekar. Jika itu terjadi dingin nya jeruji besi menanti mu !!" Seru ibu lusi lantang.


Mobil mira pun keluar dari halaman rumah mewah itu, mira mencoba menghubungi taman nya untuk meminta tolong menginap di rumah mereka atau di kontrakan mereka. Malam ini mira memutuskan untuk menginap dulu di tempat teman nya, baru besok dia akan mencari kontrakan. Dengan bekal uang 50 juta dari bimo dan uang di ATM nya sekitar 20 juta mira bisa menyewa kontrakan yang lebih bagus dan besar.


*****


🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹


Bagaimana ? Seru tidak ?? Penderitaan mira baru di mulai 🙏


TETAP BERIKAN DUKUNGAN NYA UNTUK KARYA AUTHOR KAK. ❤❤ LIKE, KOMEN, VOTE, FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA ❤❤


JANGAN LUPA RATE BINTANG 5 NYA 🌹🌹🌹🌹


TERIMAKASIH.

__ADS_1


__ADS_2