
Dimas tidak terima di perlakukan dengan kasar oleh hendra, terlebih ibu nya pun sekarang sudah tidak membela nya lagi.
" Mas dimas sekarang lebih baik pergi dari sini sebelum aku menghajar mu lagi. Jangan salahkan aku kalau sampai kamu babak belur di tangan ku" Seru henda menahan emosi.
" Cihhh segitu nya kamu membela Aina, sudah seberapa jauh hubungan kalian. Jangan-jangan kalian sudah sering tidur bareng, nah kalau begitu kan kita satu sama Aina !!" Dimas tetap beranggapan hendra dan aina mempunyai hubungan khusus di belakang nya.
Pplaakk
Kini giliran Aina yang menampar dimas, dari tadi dia hanya diam saja mendengar hinaan dari mulut dimas. Aina sudah tidak tahan lagi mendengar dimas membawa-bawa hendra dalam masalah nya. Apalagi memfitnah hendra.
" Tutup mulut busuk mu itu dimas" Aina sudah tidak memanggil dengan embel-embel mas lagi. Hilang sudah rasa hormat Aina kepada dimas, sekarang yang ada hanya kebencian dan muak melihat tingkah dimas.
" Kalau kamu masih saja memfitnah aku dan hendra siap-siap aku akan bawa masalah ini ke jalur hukum. Dengan tuduhan pencemaran nama baik. Dan kamu yang akan mendekam ke dalam penjara, bukti-bukti perselingkuhan mu pun aku sudah punya. " Ancaman Aina membuat dimas diam seketika. Dia tidak menyangka Aina bisa semarah ini dengan nya.
Dimas diam dia tidak bisa menyangkal semua tuduhan dari Aina, karena dia sendiri juga tidak ada bukti tentang tuduhan yang dia tujukan kepada hendra dan Aina.
" Kalau kamu tidak percaya Vera masih istri sah nya orang lain, kamu bisa temui suami Vera di kantor polisi. Dan satu lagi yang harus kamu tahu Dim, Vera adalah wanita yang sudah menghancurkan rumah tangga melani dengan suami nya yang terdahulu. Bahkan dulu pekerjaan Vera adalah naik ke ranjang para pria hidung belang. Jadi tidak salah aku menyebut nya Pelakor ataupun sampah !! " Sentak Aina dengan tatapan mematikan ke arah Dimas.
" Tidak.. tidak mungkin Vera seperti itu. Vera itu wanita baik-baik tidak seperti yang kalian tuduh kan" Dimas membela Vera.
Dimas tetap tidak percaya dengan apa yang dia dengar, menurut nya Vera adalah wanita yang sempurna, cantik dan tulus mencintai nya.
" Apa yang tidak mungkin. Kalau dia wanita baik-baik tidak mungkin dia merebut suami orang. Ibu saja muak dengan wanita itu, beberapa hari yang lalu ibu ketemu dia di rumah sakit. Pasti kamu tahu sepulang dari rumah sakit pipi wanita itu memar, itu perbuatan ibu. Ibu lah yang menampar wanita itu karena sudah menghina melani dan ibu. Andai waktu itu ibu tahu jika wanita itu adalah selingkuhan mu, mungkin sudah ibu buat dia menangis sepanjang hari..Sampai kapan pun ibu tidak akan menerima nya sebagai menantu ibu." Ibu marni berkata dengan penuh kebencian.
* Jadi yang di bilang nenek-nenek peot oleh Vera itu ibu. Huftt kenapa bisa jadi seperti ini, semua nya kacau* Gerutu dimas dalam hati nya.
Tanpa pamit lagi dimas pergi meninggalkan rumah ibu nya dengan banyak pertanyaan di benak nya. Seperti apa yang di katakan Aina tadi, dimas ingin mendatangi suami Vera di kantor polisi untuk menanyakan kejelasan tentang Vera.
*****
Kini dimas sudah berada di kantor polisi untuk menemui Raka dan menanyakan kabar kebenaran tentang Vera seperti apa yang sudah di katakan Aina dan Hendra.
__ADS_1
Dimas duduk menunggu kedatangan Raka yang sedang di jemput oleh petugas kepolisian.
Akhirnya yang di tunggu Dimas pun datang juga, Raka datang dengan di gandeng oleh polisi penjaga.
" Dimas....!!! Kamu dimas kan?" Tanya Raka saat mengenalu siapa lelaki yang ada di depan nya.
Dimas masih terdiam, karena dia juga merasa tidak asing dengan wajah yang ada di depan nya. Tetapi Dimas lupa siapa lelaki yang sedang bersama nya, karena kini dimas lebih kurus dan wajah nya mulai tumbuh jambang.
" Kamu.. Maaf aku seperti nya pernah melihat mu tapi aku lupa siapa kamu." Seru dimas yang mengungkapkan rasa penasaran nya.
" Dim.. ini aku Raka, teman kuliah mu dulu. Kita dulu sering main motor bareng" Ucap Raka menjelaskan.
" Raka.. benar ini kamu, ternyata dunia ini sempit sekali ya bisa ketemu kamu disini. Kamu kenapa bisa sampai di dalam penjara?" Tanya dimas yang tak menyadari bahwa raka yang dia cari adalah teman lama nya sendiri.
" Panjang cerita nya, dan kamu kesini ngapain? mau ketemu siapa?" Tanya Raka.
Dimas baru tersadar jika tujuan nya datang ke kantor polisi untuk menemui Raka. Raka suami dari istri nya, Vera.
" Apa kamu Raka suami nya Vera?" Tanya dimas yang semakin penasaran dan dia pun berharap semoga apa yang dia fikirkan tadi tidak benar.
" Kamu kenal Vera dim?" Tanya Raka balik.
Raka tidak menyangka jika dimas mengenal Vera istri nya, atau mungkin kedatangan dimas ada hubungan nya dengan Vera. Raka semakin penasaran kenapa dimas bertanya soal Vera.
" Vera istri ku..!!" Kata dimas dengan jujur.
Deg...
Raka kaget mendengar pengakuan dari dimas, sejak kapan dimas menikahi Vera, sedangkan raka belum menceraikan Vera. Namun tiba-tiba Raka ingat kedatangan melani dan aina beberapa hari yang lalu yang menceritakan soal Vera telah menikah dengan suami Aina.
Bugh..
__ADS_1
Raka tiba-tiba memukul wajah dimas dan menarik kerah baju dimas. Amarah raka memuncak saat mengetahui dimas adalah suami baru Vera.
" Jadi kamu pria berengsek yang sudah menikahi Vera , Hah ? Kamu tahu tidak Vera itu masih istri sah ku, dasar lelaki brengsek" Seru Raka emosi.
Polisi jaga yang melihat kejadian itu pun lantas menghampiri mereka ber dua dan melerai perdebatan mereka.
Kini mereka ber dua sudah duduk di tempat nya masing-masing. Dengan Raka yang masih mencoba menahan emosi nya. Nafas Raka terlihat tersengal-sengal karena menahan emosi yang memuncak.
" Jadi benar Vera itu masih istri sah kamu? Maaf Ka' aku tidak tahu jika Vera itu masih istri kamu, Vera mengaku jika dia single dan tidak bersuami . Maaf jika aku tahu Vera wanita bersuami aku tidak akan mungkin menikahinya." Seru Dimas menjelaskan.
Raka menghela nafas dengan berat, dia tidak boleh egois yang dikatakan dimas memang benar. Vera mungkin berbohong tentang status nya.
" Sudahlah aku sudah tidak perduli lagi dengan Vera, yang aku dengar dia sekarang sedang hamil anak mu. Aku serahkan Vera kepada mu, kapan kamu ada waktu ajak Vera menemuiku biar aku ucapkan ikrar talak untuk nya. Setelah itu kalian urus surat perceraian ku, agar kalian bisa mendaftarkan pernikahan kalian di KUA, kasihan anak kalian nanti ."Ucap raka dengan bijak.
" Dan apa benar jika dulu kamu itu suami Melani?" Tanya dimas lagi.
" Iya melani dulu istri ku, aku menikahi Vera secara diam-diam tanpa sepengetahuan Melani. Aku menyesal menghianati wanita sebaik dan selembut melani. Ibarat nya aku membuang berlian demi sebongkah batu kerikil" Ucap raka dengan penuh sesal.
Dimas tertegun mendengar ucapan Raka, karena sekarang dia juga mengalami apa yang Raka alami. Dia rela menghianati Aina demi wanita seperti Vera.
Dan sekarang Aina memilih pergi dari nya. Tapi nasi sudah menjadi bubur, apa yang sudah terjadi tidak bisa di perbaiki lagi.
" Waktu jenguk sudah habis" Ucap bapak polisi memberi tahu.
Akhirnya Raka dan dimas menyudahi obrolan nya, dan dimas berjanji akan membawa Vera menemui Raka seperti permintaan Raka tadi. Dimas pun meninggalkan kantor polisi dengan perasaan yang tidak menentu. Haruskah dia tetap mempertahan kan Vera atau meninggalkan Vera???
*****
Nah dimas galau kan? Tapi kalau untuk kembali sama Aina jangan harap Aina mau.
Masih penasaran kan sama kelanjutan nya? Yuk berikan like dan komen , vote dan hadiah nya sebanyak mungkin biar author semangat nulis nya. ❤❤❤
__ADS_1