Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Bertemu Dimas


__ADS_3

🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹


Saat ini Aina dan fadli sedang dalam perjalanan pulang ke kota, Fadli tidak memperbolehkan Aina menyetir mobil sendirian jadi pagi-pagi sekali Fadli menjemput Aina di rumah orang tua nya. Rencana pernikahan mereka akan di adakan satu bulan lagi di rumah orang tua Aina, seminggu sebelum pernikahan nya Aina harus sudah berada di rumah orang tua nya.


" Mas kita mampir mini market atau swalayan dulu ya, ada barang yang harus aku beli" Seru Aina saat dalam perjalanan pulang.


" Iya sayang." Seru fadli dengan senyum manis nya.


" Mas, emmhh... kalau nanti saat pernikahan aku mengundang keluarga mantan suami ku boleh atau tidak?" Tanya Aina ragu-ragu takut jika Fadli marah ataupun tersinggung dengan ucapan nya.


" Memang nya harus ya mereka di undang?" Seru Fadli tanpa melihat ke arah Aina.


" Emmhh... bagaimana ya mas, melani itu baik banget sama aku. Melani itu kan istri nya Hendra, hendra adik nya mas dimas. Ibu marni dan Hasni juga sampai sekarang hubungan kami baik-baik saja, mereka sudah aku anggap keluarga ku. Tapi kalau mas tidak setuju ya tidak apa-apa aku bisa ngerti" Seru Aina dengan suara melemah.


Fadli melihat ke arah Aina, dilihat nya wajah calon istri nya itu terlihat sangat sedih. Fadli jadi merasa bersalah sudah berucap seperti tadi, padahal tadi hanya ingin tahu bagaimana reaksi Aina jika dia melarang keluarga mantan suami nya datang kepernikahan mereka.


Fadli menepikan mobil nya, lalu mengambil kedua tangan Aina.


" Sayang, aku tidak melarang siapa pun yang kamu undang. Bahkan kalau mantan suami mu mau kamu undang pun aku tidak masalah. Biar dia tahu kalau sekarang kamu sudah menjadi milikku, tidak ada lagi laki-laki yang akan menyakiti mu. " Seru Fadli sambil menggenggam ke dua tangan Aina.


" Terimakasih mas" Aina secara tidak sengaja memeluk Fadli, Fadli yang mendapat pelukan secara tiba-tiba pun tidak menyia-nyia kan kesempatan. Di balas nya pelukan Aina dengan erat sambil mengusap punggung Aina.


Aina yang menyadari tindakan nya pun langsung melepaskan pelukan nya, wajah Aina memerah karena malu.


" Maaf aku tadi terlalu bahagia jadi reflek memeluk mu mas" Ucap Aina malu-malu sambil menggigit bibir bawah nya.


" Gemesin banget si kamu sayang, sudah yuk kita lanjut perjalanan nya. Kalau kelamaan berhenti aku takut tidak bisa mengendalikan diri ku lagi, kamu terlalu menggoda dan menggemaskan" Seru Fadli tanpa menyaring ucapan nya.


Aina mengernyitkan kening nya karena heran dengan ucapan Fadli yang menurut nya terlalu berlebihan.

__ADS_1


Fadli pun melajukan kembali mobil nya dengan kecepatan sedang. Seperti pesan Aina, fadli akan memberhentikan mobil nya saat ada mini market atau swalayan.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Mobil fadli sudah berhenti di salah satu mini market yang berada tidak jauh dari lampu merah. Saat akan turun dari mobil ponsel fadli berdering.


" Sayang, kamu masuk duluan saja ya aku angkat telepon dari kak Jimmy dulu ya" Ucap fadli sambil menunjukan ponselnya kepada Aina.


" Iya mas, mas tunggu di mobil saja tidak apa-apa aku sebentar kok" Seru Aina dan Fadli pun mengiyakan nya.


Aina turun dari mobil dan masuk kedalam mini market, untuk membeli barang keperluan nya. Saat Aina berada di rak sabun mandi ada seseorang yang memanggil Aina.


" Aina" Seru orang itu.


Aina pun mencari sumber suara yang tadi memanggil nya, ternyata Aina pun mengenali siapa orang yang memanggil nya tadi.


" Mas dimas" Lirih Aina pelan tetapi masih di dengar oleh dimas.


Aina masih terdiam, dia memperhatikan laki-laki yang saat ini berdiri di hadapan nya. Laki-laki yang dulu dia cintai dan laki-laki yang pernah menjalin rumah tangga dengan nya. Laki-laki itu sekarang sangat jauh berbeda, kulit nya yang terlihat gelap dan wajah nya kusam serta pakaian nya pun warna nya sudah pudar.


" Aina" Panggil dimas lagi.


Aina tersadar dalam lamunan nya, dan mengalihkan pandangan nya dari dimas.


" Emmhh... mas dimas apa kabar?" Akhirnya pertanyaan itu pun keluar dari mulut Aina.


" Kabar ku baik, kamu sendiri bagaimana?" Tanya dimas balik.


" Aku baik mas, oh iya bagaimana kaba Vera dan anak kalian. ?" Tanya Aina basa basi.

__ADS_1


" Mereka baik, oh iya Aina.. maaf kan aku atas semua perbuatan ku terdahulu" Seru dimas dengan penuh rasa penyesalan.


Aina tidak bisa berlama-lama di mini market ini dia ingat ada Fadli di luar sana yang sedang menunggu nya. Dia tidak mau fadli mengetahui jika dirinya bertemu dimas, dia tidak mau fadli salah paham.


" Sudahlah mas aku sudah memaafkan nya, emh.. maaf aku duluan ya mas. Temen ku sedang menunggu di parkiran. Salam untuk Vera dan anak kalian" Seru Aina lalu pergi meninggalkan dimas yang sedang berdiri mematung.


Aina langsung membawa barang belanjaan nya ke kasir, setelah membayar nya Aina langsung keluar menuju mobil Fadli. Saat Aina keluar dari mini market di lihat nya fadli sedang berjalan ke arah mini market. Beruntung Aina sudah keluar dari minimarket sehingga fadli tidak perlu masuk dan bertemu dimas.


Tanpa Aina sadari Fadli dan dimas itu sudah saling mengenal. Tetapi mereka belum mengetahui siapa mereka masing-masing.


" Sudah selesai ?" Tanya Fadil sambil mengambil barang belanjaan dari tangan Aina.


" Sudah mas, yuk kita langsung pulang saja, aku capek banget pengen langsung istirahat" Ucap Aina yang langsung mengajak Fadli pulang, dia takut dimas akan keluar dan bertemu dengan dirinya lagi.


" Iya yuk, Kak Jimmy juga tadi menyuruh untuk datang kerumah nya. Kata nya ada urusan, nanti setelah sampai rumah aku langsung pulang ya sayang. Aku mau ketempat kak Jimmy. " Ucap Fadli sambil membuka kan pintu mobil untuk Aina.


" Iya mas gak apa" Jawab Aina.


Dimas dari dalam mini market melihat Aina dengan seorang pria, dimas ingin menghampiri Aina dan ingin tahu siapa laki-laki yang sedang bersama Aina tapi dia urungkan karena dia sadar diri, dirinya tidak berhak lagi atas Aina. Dimas tidak mengetahui jika lelaki yang bersama Aina adalah Fadli, sang dokter baik yang pernah ia temui di rumah sakit.


Saat mobil fadli sudah meninggalkan parkiran mini market, Dimas pun keluar dari mini market dan menunuju motor yang terparkir di depan mini market.


* Apa laki-laki tadi itu pacar Aina? kalau di lihat dari penampilan dan mobil nya seperti nya dia orang kaya. Aina, semoga kamu bahagia selalu. Aku memang pria bodoh yang rela meninggalkan mu demi nafsu sesaat* Gumam Dimas dalam hati nya.


Dengan penuh penyesalan dimas pun melajukan motor nya untuk pulang ke kontrakan nya, hari ini dia benar-benar sangat lelah karena tadi harus berjualan keliling cukup jauh. Hari ini tidak berjualan di pasar karena pasar juga sepi jadi dimas memilih untuk berkeliling.


🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹


******

__ADS_1


Jangan lupa tetap dukung karya Author ya kak, biar Author nya semakin semangat Up nya. 😍😍


TERIMAKASIH . 🙏❤


__ADS_2