
Hari yang di tunggu-tunggu melani dan hendra pun kini telah tiba. Dimana hari ini hendra akan mengikrarkan janji suci, yang akan menjadikan dirinya dan melani terikat dalam suatu pernikahan.
Sebelum nya keluarga hendra sudah datang dari sehari sebelum acara akad nikah. Keluarga hendra menginap di penginapan yang sudah di sediakan keluarga Melani, yang letak nya tidak jauh dari rumah Melani.
" Kamu sudah siap Ndra?" Tanya pak de yono saat akan berangkat ke kediaman rumah orang tua melani.
" Insya Allah siap paman, doa kan hendra ya pak De" Ucap hendra sambil memeluk pak De yono.
" Selalu.. Pak de selalu mendoakan yang terbaik untuk mu" Jawab pak de yono sambil menepuk pundak hendra.
Terlihat Bude Karsi dan Aina mengecek barang - barang hantaran yang akan di bawa ke rumah melani. Ibu marni dan Hasni terlihat cuek, mereka ber dua hanya duduk sambil memainkan ponsel nya.
" Bagaimana Aina, barang-barang hantaran sudah lengkap semua apa belum?" Tanya bude karsi kepada Aina.
" Alhamdulillah sudah lengkap bude, ayuk kita masukan ke dalam mobil" Ucap Aina sambil menganggkat satu keranjang barang hantaran.
Aina dan bude karsi memasukan barang-barang hantaran ke dalam mobil di bantu oleh para tetangga yang ikut hadir ke acara pernikahan.
" Seperti mau menikahi anak pejabat saja, barang hantaran segitu banyak. Buang-buang duit tau, tau gitu kan uang nya lebih baik di tabung" Ucap ibu marni yang tiba - tiba mendekat ke mobil.
" Udah sih kamu diam saja Mar, lagi pula hendra yang membeli nya pakai uang hendra sendiri. Tidak pakai uang mu, membantu tidak tapi mau rusuh. Malu dilihat tetangga" Ucap bude karsi dengan ketus.
" Maksud ku kan baik mbak, supaya nanti uang nya bisa untuk hendra buka usaha. Mbak karsi tidak mikir sampai situ kan?" Ucap ibu marni malah mencibir.
Semua yang melihat kejadian itu hanya bisa menggelengkan kepala nya. Mereka semua heran dengan cara berfikir ibu marni. Hantaran memang tidaklah wajib tapi kalau memang pihak lelaki mampu untuk memberikan nya juga tidak masalah.
" Mas kawin sudah siap Ndra, Awas sudah sampai sana gak tahu nya mas kawin tertinggal" tanya pak de yono mengingatkan.
" Sudah hendra siapkan pakde" Jawab hendra pasti.
Tepat jam sembilan pagi rombongan Hendra berangkat menuju tempat acara, waktu perjalanan hanya sekitar lima belas menit. Dan akad nikah akan di laksanakan pukul sepuluh pagi.
__ADS_1
Kini rombongan hendra sudah sampai di rumah melani, rombongan di sambut dengan meriah. Ibu lasmini, hasni dan dimas tampak terkejut dengan apa yang mereka lihat. Mereka fikir mungkin hanya pesta sederhana dengan tenda seadanya. Tapi semua itu jauh berbeda dengan apa yang mereka fikirkan.
Halaman rumah orang tua melani di sulab bak negeri kayangan. Pelaminan yang mewah, ibu lasmini taksir harga sewa pelaminan bisa sekitar 50 juta.
" Ini gak salah orang kampung bisa mengadakan pesta semewah ini, Ini pasti orang tua melani menghabiskan uang hendra" Gumam ibu lasmini.
" Bu, ternyata pesta nya semewah ini. Lihat tuch mereka menyewa jasa WO juga. Wah benar-benar mewah " bisik dimas di telinga ibu nya.
Walaupun menikah di desa orang tua melani ingin memberikan pesta yang terbaik untuk anak nya. Ini belum seberapa, tadi nya orang tua melani ingin memberikan yang lebih mewah tetapi melani menolak nya.
*****
"Bagaimana para saksi, Sah " Ucap pak penghulu
" Sah"
Seru semua yang menyaksikan acara prosesi Ijab Qabul hendra dan melani.
Saat ini hendra dan melani sudah resmi menjadi pasangan suami istri yang sah. Tangis haru terlihat dari Melani dan orang tua nya.
" Aamiin " Jawab melani.
Melani dan Hendra mendapat ucapan selamat dari keluarga besar dan para tetangga yang ikut hadir. Sayang sahabat nya Winda tidak bisa hadir menyaksikan pernikahan Melani, karena ada tugas di rumah sakit yang tidak bisa di tinggalkan.
" Selamat ya Ndra, Mel, mbak doakan semoga selalu bahagia dan segera dapat momongan" ucap Aina memberikan ucapan selamat.
" Aamiin, terimakasih mbak" Jawab hendra dan melani bersamaan.
" Mas dan mbak selamat ya" Ucap hasni singkat.
Dari sekian banyak keluarga hanya ibu marni dan Dimas yang tidak memberikan ucapan selamat kepada sang pengantin.
__ADS_1
" Kenapa kamu tidak mengucapkan selamat kepada adik mu Dim?" Tanya pakde yono mendekati dimas yang duduk sendirian.
" Ohh iya pakde sebentar lagi" Jawab dimas yang kaget karena tiba-tiba pakde menepuk pundak nya.
" Kamu juga Marni, apa kamu tidak ingin memberikan anak mu ucapan selamat. Dari berangkat tadi saya perhatikan muka mu di tekuk terus, tidak ada bahagia-bahagia nya sama sekali" Ucap pak de yono.
" Siapa bilang!! Aku bahagia hendra menikah, aku cuma tidak suka aja kenapa istrinya hendra dari kalangan orang miskin. Seharus nya hendra bisa mencontoh kakak nya ini menikah dengan anak orang terpandang dan pekerjaan nya pun bagus. Hendra nya saja yang bodoh, mau aku jodohkan dengan Rindu anak anggota dewan tapi tidak mau" Ucap ibu Marni sambil menatap tajam ke arah sepasang pengantin yang sedang bahagia.
" Marni !! Jaga ucapan mu !! " Ucap pakde yono penuh penekanan.
Pak de yono meredam amarah nya, dia tidak mau merusak hari bahagia hendra. Bisa saja pak de hendra memarahi ibu marni saat ini juga, tapi pak de yono mengurungkan nya. Saat ini yang terpenting hari bahagia hendra dan melani berjalan dengan lancar.
Saat semua tamu undangan sedang asik menikmati hidangan yang telah di sediakan. Tiba-tiba ada salah satu warga dari pihak melani datang menghampiri ibu marni.
" Ibu dari tadi saya perhatikan hanya duduk diam saja, apa ibu tidak mau makan. Atau perlu saya ambil kan?" Tanya ibu yang menghampiri ibu marni, yang bernama lastri.
" Saya malas makan, masih kenyang. Ibu tahu tidak kira-kira ini biaya pernikahan habis berapa puluh juta" Tanya ibu marni ingin tahu.
" Waduch kalau soal itu saya kurang tahu bu, tapi dengar-dengar si habis lebih dari 300 juta. Untuk pelaminan nya saja sudah lebih dari 50 juta, belum catering trs hiburan dan perlengkapan tenda dan rias nya." Ucap ibu lastri jujur.
" Wah pak Rahmat beruntung ya bisa dapat mantu orang kaya, hajatan di kampung saja menghabiskan uang ratusan juta" ucap ibu marni.
" Lohh masak ibu bicara seperti itu si, ibu kan besan nya pak rahmat. Pak rahmat itu orang baik bu, jangan menghina seperti itu dong bu." Ucap ibu lastri dengan nada tidak suka.
" Heleh dasar orang kampung ya tetap kampungan, enak saja dia meminta uang beratus-ratus juta untuk pesta seperti ini." Ucap ibu marni.
Ibu lastri hanya diam sambil menggelengkan kepala nya. Dia heran dengan ibu marni yang terlalu sombong. Menyesal dia tadi mendekati ibu marni, padahal tujuan awalnya hanya untuk menawarinya makan. Tapi justru wanita tak tahu diri itu bicara yang tidak-tidak.
*****
Tetap tunggu bab selanjut nya ya kak, cerita nya akan semakin seru.
__ADS_1
Keluarga hendra yang julit akan berhadapan dengan melani yang tangguh dan kuat.
Selamat membaca🙏🙏