
Waktu sudah menjelang siang dan dimas sudah berada di cafe, semua karyawan takut saat dimas memasuki cafe. Para karyawan pun sudah berusaha mengusir dimas sesuai dengan pesan Aina, jika dimas datang jangan di perbolehkan masuk.
Dimas tetap memaksa masuk dan memukul siapa pun yang menghalangi nya dan merusak benda-benda yang dekat dengan nya. Para karyawan memilih mundur dan membiarkan Dimas masuk. Daripada tetap di halangi justru akan menimbulkan keributan dan saat ini suasana cafe sedang ramai pengunjung.
" Bapak mau apa?" Tanya Ida yang ketakutan saat dimas mendekat ke arah nya.
" Menyingkir" Seru dimas.
" Apa? pak dimas mau ngapain? " Tanya Ida lagi dengan gemetaran karena ketakutan.
" Mana uang cafe? Serahkan semua nya ? Kalau tidak, aku tidak segan-segan akan memecat mu. Cepat...!!" Bentak dimas dengan kasar.
Ida dan satu teman nya yang bertugas di bagian kasir sangat ketakutan. Dia tidak mungkin menyerahkan uang cafe kepada dimas, karena Aina sudah melarang memberikan uang kepada dimas.
" Tidak ada pak! Uang nya sudah di setor kepada ibu Aina semua." Jawab Ida takut-takut.
" Jangan bohong kamu Da, aku tahu kamu bersekongkol dengan Aina. Atau jangan-jangan kamu korupsi juga uang cafe ku. " Bentak dimas dengan menatap tajam ida.
" Ti..tidak pak. Uang benar sudah saya transfer ke rekening ibu Aina sesuai perintah ibu Aina. Sekarang tiap tiga hari sekali uang cafe langsung saya serahkan ke ibu Aina. " Jawab ida membela dirinya.
Dimas tidak percaya dengan sekali tarik Ida sudah berpindah tempat. Kini giliran dimas yang mengacak-acak tempat penyimpanan uang di kasir.
Ida yang melihat dimas membongkar tempat dia menyimpan uang pun sangat ketakutan, pasal nya itu uang hasil cafe selama tiga hari ini yang belum sempat Ida kirim ke Aina.
" Pak tolong jangan di ambil itu punya ibu Aina, tolong pak ! Kalau bapak ambil nanti saya pasti di pecat. Pak tolong kembalikan uang itu" Pinta ida dengan mengiba.
Dimas tidak perduli dengan rengekan Ida, yang penting dia sudah mendapatkan uang walaupun tidak banyak. Tidak mendapatkan surat-surat penting punya Aina dapat uang dari hasil mengbil di cafe pun tidak masalah.
" Katakan dimana Istri ku?" Tanya dimas.
" Kami tidak tahu pak, dari kemarin ibu Aina belum datang kesini. Mungkin ibu Aina sedang bekerja pak" Jawab ida dengan menundukkan kepala nya.
Dimas pun masuk kedalam ruang kerja yang selama setahun lebih dia gunakan untuk bekerja. Dimas duduk di kursi kerja nya dan menyandarkan badan nya di sandaran kursi.
" Aina kenapa kamu menggugat cerai, aku tidak ingin kita bercerai aku sangat mencintai mu. Ah.. ini baru surat gugatan belum ada putusan cerai. Masih ada tahap mediasi, aku akan meminta aina membatalkan perceraian ini" gumam dimas pada dirinya sendiri.
Dimas pun keluar dari ruangan nya dan segera menemui Ida sang karyawan yang bertugas dibagian keuangan cafe.
" Ida,maaf tadi aku sudah mengacaukan semua nya. Sampaikan maaf buat karyawan yang lain nya. Dan untuk uang ini tetap saya ambil karena ini juga hak saya. Bereskan semua barang-barang yang tadi saya hancurkan. Saya mau pergi, kalau ibu datang tolong kabari saya" Ucap dimas dengam nada tegas tanpa marah - marah.
" Ba.. baik pak" Jawab Ida masih ketakutan.
__ADS_1
Dimas pun keluar dari cafe dan menuju ke mobil nya lalu melajukan mobil nya keluar dari pekarangan cafe.
" Gila.. benar-benar sudah gila pak dimas" Ucap dito sang pelayan cafe.
" Benar aku juga tidak menyangka pak dimas bisa sebrutal itu kalau marah" Tambah sang pelayan yang lain.
" Husttt... Sudah kembali lagi kerja. Jangan bergosip nanti kalau pak dimas balik lagi sudah beda lagi urusan nya. Itu lihat pengunjung semakin banyak. Dan jika pengunjung bertanya soal tadi bilang saja itu kesalah pahaman" Ucap ida dengan bijak.
Mereka pun kembali bekerja di bagian nya masing-masing dan barang-barang yang di hancurkan dimas sudah di bereskan oleh karyawan.
********
Keesokan hari nya Aina datang menemui ibu mertua nya yang sedang tidak enak badan. Aina datang dengan membawa sarapan dua porsi bubur ayam untuk ibu marni dan hasni.
" Mbak tidak makan?" Tanya Hasni yang sedang memakan bubur yang di bawakan Aina.
" Mbak tadi sudah makan di tempat nya Has, ini mbak bawa untuk ibu dan hasni" Ucap aina tersenyum ke arah hasni.
" Terimakasih ya Aina, kamu tidak perlu repot-repot begini. Ibu tidak apa-apa cuma semalam masuk angin saja pagi ini sudah baikan" Ucap ibu marni yang sudah menyelesaikan sarapan nya.
" Tidak repot kok bu, oh iya bu sepertinya kemarin mas dimas datang ke rumah. Soal nya pintu belang di rusak terus lemari acak-acakan aku yakin itu perbuatan mas dimas, karena kemarin juga mas dimas membuat keributan di cafe serta mengambil uang dengan paksa" Seru Aina memberitahu.
Aina yang tahu maksud lirikan dari ibu marni, lalu Aina tersenyum ke arah hasni yang masih tetap fokus memakan sarapan nya.
" Tidak apa-apa Hasni tahu bu, hasni sudah cukup umur untuk mengetahui permasalahan ku bu. " seru aina tersenyum ke arah hasni dan di balas anggukan oleh hasni.
Namun tiba-tiba ada seseorang masuk dan memanggil ibu marni.
" Ibu.. bu." Panggil dimas dari arah depan.
Aina dan ibu marni saling pandang saat mendengar suara dimas. Ibu marni taku jika dimas membuat keributan dirumah nya apalagi Aina ada disini.
" Aina??" Seru dimas yang mengetahui ada Aina di rumah ibu nya.
Karena tadi Aina memang datang dengan menaiki ojek, mobil nya ada di bengkel karena sedang di servise.
" Mas dimas" seru aina tak kalah kaget
Dimas mendekat ke arah Aina dan duduk di kursi sebelah Aina. Pandangan dimas tetap tertuju ke arah Aina dengan raut wajah yang memerah.
Hasni yang melihat kedatangan kakak nya langsung pergi dari meja makan lalu masuk kamar.
__ADS_1
" Kenapa kamu menggugat cerai? apa salah mas dek?" Tanya dimas dengan suara sedikit tertahan.
" Tanpa aku jawab kamu pasti sudah tahu jawaban nya mas. Jawab Aina dengan tatapan penuh amarah ke arah dimas .
" Oh iya mulai sekarang jangan lagi kamu datang ke cafe atau ke rumah ku. Untuk barang-barang mu nanti aku kirim ke alamat mu langsung. Dan tunggu saja sidang cerai kita yang akan di gelar dua minggu lagi, aku harap kamu tidak mempersulit proses perceraian ini." Seru Aina dengan serius dan tidak ada sedikit pun air mata yang keluar dari mata nya.
" Maksud kamu apa Aina .... !!!" Bentak dimas dengan lantang.
Ibu marni kaget dengan bentakan dimas yang cukup keras, anak lelaki nya seperti nya benar-benar tidak terima dengan keputusan Aina.
" Dimas, Aina sudah jangan lagi bertengkar. Selesaikan masalah kalian baik-baik jangan ada keributan seperti ini. Dan kamu dimas, ibu tidak menyangka kelakuan kamu seperti ini. Ternyata ibu selama ini salah mendidik mu bahkan ibu malu mempunyai anak berkelakuan bejat seperti mu" Seru ibu marni dengan mata berkaca-kaca.
Dimas tidak tahu dengan apa yang di bicarakan ibu nya, kesalahan apa yang dia perbuat sampai ibu nya bisa semarah ini dengan nya.
" Bu, ini ada apa ? aku salah apa dan kenapa ibu malah ikut memarahi ku? Seharus nya Aina yang ibu marah karena sudah seenak nya saja mengajukan gugatan cerai tanpa aku tahu apa salah ku?" Seru dimas dengan polos nya yang tetap tidak menyadari kesalahan nya.
Ppllaakk
Tamparan ibu marni mendarat di pipi dimas, ibu marni tidak menyangka anak nya bisa sebodoh ini.
" Jangan pura-pura bodoh kamu" Seru ibu marni dengan menunjuk ke arah dimas.
Aina yang tahu saat ini sang mertua sedang di kuasai amarah, langsung menghampiri nya dan meminta nya untuk duduk dan tenang.
" Ibu tenangkan diri ibu, biar aku yang menjelaskan kepada mas dimas" Seru Aina.
Aina memandang tajam ke arah dimas dengan penuh amarah, bisa-bisa nya dimas tidak menyadari kesalahan yang sudah dia perbuat.
" Kamu itu bodoh atau hanya pura-pura bodoh ? Aku tidak mungkin menggugat cerai kalau kamu tidak melakukan kesalahan!! Baiklah aku akan beritahu kesalahan mu, seharus nya kamu berfikir kenapa surat gugatan perceraian itu bisa di kirim ke alamat baru mu, Hahh?" Seru Aina dengan menahan amarah nya, dia tidak mau membuat keributan di rumah mertua nya.
Deg
Dimas baru ingat jika surat itu memang di alamatkan ke rumah sewa nya yang baru . Rumah yang dia tempati bersama Vera.
" Ka.. kamu.....?"
******
Nanti kita lanjutkan di Bab berikut nya ya kak. Yuk tetap dukung karya Author, jangan lupa LIKE KOMEN VOTE , Klik favorite dan berikan Hadiah/Gift.
Terimakasih. ❤❤
__ADS_1