Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Makan bakso


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Acara pesta belum selesai namun bimo sudah mengajak nina pulang, bimo sudah tidak menahan cemburu nya lagi. Daripada terjadi keributan di pesta bimo memilih segera meninggalkan tempat pesta. Nina pun akhir nya menyadari jika suami nya sedang cemburu, sehingga dia pun menurut saat bimo mengajak pulang.


" Kak bimo cemburu ya ?" Tanya nina saat di perjalanan pulang.


Bimo hanya diam saja karena dia masih mengontrol rasa cemburu dalam diri nya. Nina yang melihat bimo diam saja akhirnya dia pun ikut diam, percuma di ajak bicara kalau lawan bicara nya hanya diam saja.


* Lihat saja sampai rumah pasti akan aku beri hukuman lembur sampai pagi. Salah siapa kamu sudah membuat ku cemburu * Gumam bimo dalam hati nya.


" Senang ya bisa bernostalgia sama teman SMP, apalagi sekarang dia berubah jadi tampan " Seru bimo sambil melirik nina.


" Apaan sih kak, begitu saja cemburu. Aku sama haris itu tidak ada hubungan apa - apa, dari zaman dulu kami tetap berteman. Jangan cemburuan gitu dong, saat jalan dengan ku dan kamu ketemu sama mantan - mantan kamu dan mengobrol aku saja tidak marah. Mantan kamu itu banyak kak, apalagi wanita satu malam mu. " Seru nina dengan ketus, dia sebal karena suami nya seperti tidak adil baru juga dirinya ketemu teman sekolah nya dan mengobrol saja sudah cemburu.


Bimo langsung menghentikan mobil nya di pinggir jalan karena dia sangat kesal saat nina menyebut kata wanita satu malam.


" Kenapa harus bahas masa lalu sih ? " Tanya bimo sambil menatap wajah nina dengan lekat.


" Kak kak bimo duluan yang mulai, aku cuma ngobrol dengan teman lama ku saja kakak cemburu. Aku sama haris itu tidak ada hubungan yang spesial kak, kami cuma berteman." Ucap nina membela diri.


" Benar kalian tidak ada apa - apa dan kamu hanya menganggap nya sebatas teman. Tapi bagaimana dengan pria itu ? dari cara dia memandang mu saja aku sudah tahu jika dia itu mencintain dan mengagumi mu, lelaki macam apa dia yang mencintai wanita yang sudah bersuami. Kalau di lihat - lihat juga masih tampan dan keren saya, dia beda jauh dengan ku " Seru bimo memuji diri nya sendiri.


Rasa nya nina ingin sekali marah, tetapi saat mendengar ucapan narsis dari sang suami membuat nina tidak bisa meluapkan kemarahan nya. Justru nina ingin tertawa tetapi dia mencoba menahan tawa nya.


" Kenapa kamu diam ? memang benar kan lebih tampan susmi mu ini ?" Tanya bimo lagi.


Hahaaa hhaaa haaaa


Akhirnya tawa nina lepas juga, nina tertawa sampai perut nya terasa sakit. Bimo justru diam sambil melihat istrinya yang terus menertawakan ucapan nya.


" Haduh... perutku sampai sakit kak. Sudah lebih baik kamu diam dan sekarang kita pulang, daripada aku terus tertawa lagi, aku takut aku ngompol disini " Seru nina masih tetap tetawa.

__ADS_1


" Lucu pun tidak tapi kenapa kamu tertawa ? " Tanya bimo justru membuat nina semakin tertawa.


Bimo pun melajukan mobilnya lagi, mobil yang di kendarai bimo melewati jalan yang dekat dengan taman yang masih cukup ramai, dan di pinggir taman banyak para pedagang yang mangkal. Pedang - pedagang yang mangkal di pinggiran taman itu hanya di perbolehkan berjualan saat malam hari saja.


Nina melihat ada pedagang bakso gerobak, Nina pun meminta bimo untuk menghentikan mobil nya untuk membeli bakso.


" Kak kita beli bakso itu dulu ya, aku lapar tadi kan belum sempat makan malam. Di pesta tadi hanya makan kue saja belum sempat makan yang lain ada pria yang cemburu dan mengajak pulang " Seru nina setengah menyindir bimo.


Bimo ingat memang saat berangkat tadi mereka belum makan malam dan saat di pesta belum sempat makan sudah pulang. Bimo melirik jam yang melingkar di tangan kiri nya sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Bimo semakin merasa bersalah kepada istri nya, karena ke egoisan dan rasa cemburu nya sampai melupakan makan malam nya.


" Ya sudah kamu turun dan pesan saja dulu, aku cari tempat untuk parkir mobil dulu. " Seru bimo dan di setujui oleh nina.


Nina turun dari mobil dan memesan dua porsi bakso, sambil menunggu pesanan nya jadi nina memakan kerupuk pangsit yang ada di atas meja. Tidak lama bimo pun datang menghampiri Nina tepat dengan pesanan bakso yang baru saja datang.


" Pas banget ya kak, tidak perlu menunggu lama sudah dateng aja bakso nya " Seru nina.


" Kamu bisa aja , oh iya jangan makan sambal banyak - banyak ingat malam ini belum makan nasi. Nanti perut nya sakit" Ucap bimo memperingati nina.


Nina pun tetap mengikuti perintah suami nya, dia hanya menuangkan tiga sendok sambal kedalam mangkok bakso nya. Nina bimo mulai menikmati bakso nya dalam diam, namun nina terlihat tidak berselera justru dia hanya memandangi suami nya.


" Kenapa sayang ? apa bakso nya ada yang kurang ?" Tanya bimo menghentikan makan nya.


Nina menggeng namun mata nya tertuju pada mangkok bakso yang ada di depan bimo. Bimo melihat istri nya yang melihat lurus ke arah bakso nya pun heran, dia mencoba mencari perbedaan yang ada di mangkok bakso nya namun isi nya pun sama dengan mangkok bakso istri nya.


" Mau bakso yang ini ?" Tanya bimo sambil menunjuk semangkok bakso yang ada di hadapan nya.


Nina mengangguk dengan cepat dengan senyum penuh kebahagiaan. Bimo pun menukar mangkok bakso nya dengan punya nina dan begitupun sebalik nya.


" Ini baru enak " Seru nina dan memakan bakso nya dengan lahap.


* Isi bakso juga sama saja dan mangkuk dan sendok pun sama , kenapa istri ku ini ? Apa dia kesambet ?* Seru bimo dalam batin nya .

__ADS_1


" Kak aku boleh nambah gak ?" Tanya nina yang kini mangkuk bakso nya sudah kosong tinggal kuah beberapa sendok saja.


" Boleh sayang, bang bakso nya 1 lagi ya tidak pakai lama " Seru bimo memesankan lagi untuk nina.


Tak perlu waktu lama bakso untuk nina pun sudah terhidang di depan nina lagi, karena tidak terlalu ramai jadi bakso nina cepat tersaji.


" Emmhh... kak, tolong tuangin dong kecap, saus dan sambal nya. Soal nya yang tadi enak banget, kalau nuang sendiri seperti tadi kurang pas. " Ucap nina membuat bimo heran sambil menghela nafas panjang.


Bimo pun menuangkan kecap, saus dan sambal kedalam mangkuk bakso nina. Nina sangat senang dan langsung memakab bakso nya dengan lahap.


" Berapa bang ?" Tanya bimo saat akan membayar bakso nya.


" 3 mangkuk bakso sama dua gelas es teh jadi semua 55 ribu pak " Jawab abang bakso sopan.


Bimo memberikan selembar uang seratus ribuan kepada abang bakso nya.


" Sisanya ambil saja bang " Seru bimo sebelum pergi dan nina karena kekenyangan memilih menunggu di mobil.


" Tetimakasih pak, semoga istri bapak dan bayi nya sehat - sehat ya pak " Seru abang bakso yang berfikir nina sedang hamil karena tadi abang bakso melihat tingkah nina yang aneh, dan dia menyimpulkan nina sedang hamil.


Bimo hanya mengangguk padahal dia tidak paham maksud dari abang penjual bakso itu.


* Maksud dia tadi apa ya ? istri dan bayi ? Entahlah, sekarang mendingan cepat pulang, sampai rumah langsung ajak istri main sebagai hukuman karena tadi sudah membuat ku cemburu * Gumam bimo dalam hati nya.


******


Jangan di hukum lama - lama ya bim, kasihan nina 🤭❤


TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK, JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA KAK ❤❤


TERIMAKASIH ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2