
Babby H sudah berusia tiga bulan, makin gemuk dan aktif. Melani untuk sementara masih mengurus babby H seorang diri tidak memakai jasa babby siter. Melani ingin melihat perkembangan sang anak. Sebenarnya hendra sudah menawarkan jasa babby siter tetapi melani menolak nya.
Ibu marni dan hasni hampir tiap weekend datang melihat babby H. Bahkan tak jarang ibu marni menginap di rumah melani hanya sekedar ingin bermain lebih lama dengan babby H.
Butik melani pun sekarang semakin berkembang, Melani sudah menambah 4 karyawan di butik nya dan bangunan butik juga sudah di perluas, untuk urusan butik melani percayakan kepada Putri dan Nina. Semua laporan keuangan butik mereka kirim lewat email bahkan terkadang Nina yang datang menemui melani untuk sekedar menyerahkan laporan keuangan butik.
" Sayang, mas berangkat ke kantor dulu ya. Kamu baik-baik di rumah. Ingat kalau sudah lelah segera istirahat, minta bantuan bu minah untuk menjaga babby H " Seru Hendra saat berpamitan untuk berangkat ke kantor.
" Iya mas, aku masih ingat semua pesan-pesan dari suami teecinta ku ini" Ucap melani sambil memberi babby H asi.
" Anak Papa jangan rewel ya, papa berangkat kerja dulu. Nanti kalau papa sudah pulang kita main lagi " Ucap hendra sambil mencium babby H yang sedang asik minum Asi.
Setelah berpamitan Hendra pun berangkat ke kantor dengan masih mengendarai mobil lama nya. Mobil melani ada dua tetapi hendra lebih memilih mobil nya sendiri yang dia beli sekitar lima tahun yang lalu.
Melani dan babby H pun mulai bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit, hari ini jadwal nya babby H untuk mendapatkan imunisasi. Melani pergi di antar oleh supir baru nya, saudara dari pak ahmad yang baru bekerja sekitar dua bulan. Hendra tidak mengizinkan melani menyetir mobil sendiri saat membawa babby H.
" Bu sudah sampai, saya tunggu di parkiran ya bu" Ucap budi saat mobil sudah sampai di parkiran rumah sakit.
" Iya bud, tapi kalau kamu bosen di parkiran kamu bisa nunggu di kantin rumah sakit saja. Nanti kalau saya sudah selesai saya kabari kamu" Ucap Melani sebelum keluar dari mobil.
" Baik bu" Jawab budi dengan sopan.
Melani masuk ke dalam rumah sakit sambil menggendong babby H di sebelah kiri dan tangan kanan nya menentang tas yang berisi barang keperluan babby H.
Setelah satu jam imunisasi babby H selesai dan melani langsung menghubungi Budi untuk menunggu di parkiran mobil. Sebelum ke luar dari rumah sakit melani mendapat telpon dari Aina.
[ Hallo mbak, Ada apa?]
[ Aku di rumah mu mel kata bu mina kamu sedang pergi imunisasi untuk babby H. Masih lama ya?]
[ Oh ini sudah mau pulang kok mbak, mbak Aina tunggu saja di rumah ya. ]
[ Oh ya sudah, aku tunggu ya. Aku sudah kangen babby H ]
Setelah sambungan telepon selesai melani langsung menghampiri budi di parkiran mobil,budi membukakan pintu untuk melani.
__ADS_1
" Langsung pulang saja ya bud" Ucap melani setelah budi masuk dan duduk di belakang kemudi.
" Oh iya bu" Jawab budi.
Budi melajukan mobil nya keluar dari parkiran mobil, saat mobil melewati pintu keluar rumah sakit melani melihat laki-laki penjual roti yang sedang mangkal tidak jauh dari pintu keluar. Melani menyadari jika laki-laki itu adalah dimas kakak ipar nya.
" Budi berhenti dulu" Ucap melani tiba-tiba.
Budi pun menghentikan mobil nya dengan mendadak beruntung tidak ada mobil lain di belakang nya.
" Maaf bu" Ucap budi takut.
" Tidak apa-apa lagian tadi saya yang tiba-tiba minta kamu berhenti. Bud, kamu lihat laki-laki itu yang berjualan roti tolong kamu belikan saya roti itu ini uang nya" Seru melani sambil mengulurkan uang tiga lembar berwarna merah.
" Ini semua bu? dan roti isi apa saja?" Tanya budi setelah menerima uang dari melani.
" Apa saja terserah kamu, kamu sekalian beli isian yang kamu inginkan. Nanti roti nya bisa kita bagi-bagikan juga" Ucap melani memberitahu.
Budi pun turun dari mobil dan menghampiri lelaki penjual roti. Melani memperhatikan dari dalam mobil, ada rasa kasihan saat melihat kakak ipar nya seperti itu.
" Dulu mas Raka juga melakukan kesalahan seperti mas dimas, tapi Allah menghukum nya dengan mendekam dalam jeruji besi karena dia juga ketahuan korupsi uang perusahaan. Lantas bagaimana dengan Vera, kemana wanita itu?" Melani terus bicara dalam hati nya sendiri dan tanpa dia sadari budi sudah masuk kembali ke dalam mobil dan melajukan mobil nya.
******
Dimas pulang dengan hati yang bahagia karena barang dagangan nya sudah habis, jadi dia bisa pulang lebih awal.
Vera heran melihat dimas pulang saat masih siang hari, Vera pun menghampiri dimas.
" Mas kok jam segini sudah pulang? " tanya Vera dengan heran sambil mata nya melirik ke arah gerobak motor nya.
" Roti nya sudah habis mas?" Tanya Vera lagi.
Dimas memgangguk dan tersenyum menanggapi pertanyaan Vera.
" Iya Ver, tadi ada yang borong dagangan mas jadi mas bisa pulang cepat. Mas mau makan siang dulu habis itu setoran dan mau ambil roti lagi, sore mas mau jualan lagi" Ucap dimas dengan serius.
__ADS_1
" Ya sudah aku sudah siapkan makan siang nya mas, ayuk kita makan sama-sama" Ajak vera.
Dimas dan Vera menuju meja makan, di meja makan terhidang menu makanan yang sederhana. Hanya ada nasi putih, telur ceplok dan tumis kangkung. Dimas mulai menyendok makanan nya dan memakan nya dengan lahap, bagi nya saat ini yang terpenting perut nya kenyang. Tidak perlu makanan mewah atau makanan yang enak dan lezat.
" Memang mas tapi jualan di mana?" Tanya Vera ingin tahu.
" Tadi mas jualan deket rumah sakit harapan, tadi nya ada ibu-ibu beli 5 biji saja terus mas mencoba jualan di situ setelah hampir satu jam alhamdulillah ada yang borong 300 ribu. Mas saat itu seperti tidak percaya tapi memang nyata, makanya habis ini mas mau setoran" Ucap dimas dengan bahagia nya.
" Lumayan Ver, tadi mas cuma bawa 50 biji saja karena baru pertama jualan. Alhamdulillah laku semua, dari uang 500 ribu ini mas bisa dapat bagian 100 ribu" Ucap dimas sambil menunjukan uang hasil jualan nya.
" Iya mas semoga nanti seterus nya lancar terus. " Ucap Vera.
" Aamiin" Dimas mengaminkan ucapan Vera.
Vera terdiam lagi ada sesuatu hal yang ingin dia bicarakan dengan Dimas tetapi dia takut dimas marah , ada sesuatu hal yang sampai sekarang menganggu fikiran Vera. Dia ingin sekali menemui Melani dan Aina dia ingin meminta maaf kepada kedua wanita itu.
Hampir setiap hari Vera termenung dan melamun memikirkan kesalahan-kesalahan nya yang dia lakukan kepada Melani dan Aina, dia ingin meminta maaf kepada orang- orang yang pernah dia sakiti.
" Mas... Apa aku boleh menemui melani dan aina?" Tanya Vera sambil menundukkan kepala nya karena takut.
Dimas yang baru saja menyelesaikan makan nya pun langsung terdiam dan menatap ke arah Vera.
" Mau apa ketemu mereka?" Tanya dimas ketus.
" Aku mau minta maaf sama mereka mas" Jawab Vera ragu.
" Jangan sekarang !! Untuk saat ini aku tidak mau ketemu dengan mereka apalagi Aina, aku malu dengan kondisi ku yang seperti ini. Tolong patuhi suami mu Ver" Seru dimas lalu pergi keluar rumah untuk ke rumah ibu Rt.
Vera menatap kepergian dimas dengan mata yang berkaca-kaca. Sampai sekarang dimas masih saja belum siap untuk ketemun keluarga nya apalagi mantan istri nya, Aina.
******
Jangan lupa tetap dukung karya Author ya kak. 🙏❤❤
Terimakasih dan selamat membaca ❤❤😍😍
__ADS_1