
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Dua bulan kemudian
💞💞💞💞💞
Jam sebelas malam nina mengalami sakit perut yang luar biasa hingga dia mencengkram lengan bimo dengan kuat. Bimo terbangun karena kaget dengan cengkraman nina yang cukup kuat, saat bimo bangun wajah nina seperti sedang kesakitan hingga bimo bingung ada apa dengan istri nya.
" Sayang ,,, sayang kamu kenapa ? Ada apa sayang ?" Tanya bimo dengan panik nya.
" Perut ku sakit banget mas, aduh ... sakit mas. " Seru nina dengan suara yang cukup kuat.
Bimo semakin bingung dan kasihan melihat istri nya yang kesakitan. Bimo langsung keluar kamar dan memanggil mama nya, dengan segera mama lusi pun berlari menghampiri nina di kamar.
" Bimo ini istri mu mau melahirkan segera siapkan mobil kita bawa istri mu ke rumah sakit " Ucap mama lusi.
" Iya ma " Seru bimo yang langsung mencari kunci mobil dan langsung ke garasi mengeluarkan mobil nya.
Setelah mobil siap, mama lusi di bantu bik atun membawa nina keluar kamar dan menuju mobil dengan bimo yang langsung menyupiri nya sendiri karena sopir di rumah memang sedang libur karena sakit.
" Cepat bawa ke rumah sakit terdekat saja bim " Seru mama lusi yang sudah duduk di belakang bimo sambil memeluk nina.
Tanpa menjawab bimo langsung melajukan mobil nya dengan cukup cepat, kebetulan memang sudah cukup malam jadi jalanan lenggang dan sepi sehingga bimo bisa leluasa di jalan.
" Sakit ma.. " Rintih nina membuat mama lusi langsung mengusap - usap perut nina.
" Iya sayang sabar ya sebentar lagi kita sampai rumah sakit. Mama tahu yang kamu rasakan karena mama sudah pernah merasakan nya " Seru mama lusi dengan tangan yang masih tetap mengusap perut nina.
" Ma memang sakit banget ya ?" Tanya bimo yang masih saja sempat bertanya kepada mama nya.
" Banget pakai banget, sudah kamu jangan banyak tanya dulu fokus saja mengendarai mobil. " Mama lusi menghentikan niat bimo yang masih ingin bertanya lagi.
Setelah tigan puluh lima menit mobil bimo sudah sampai di rumah saki milik keluarga fadli yang kini sudah menjadi hak milik fadli. Bimo langsung turun dan berlari ke dalam rumah sakit mengambil kursi roda dan langsung kembali menghampiri nina.
__ADS_1
" Hati - hati bim " Seru mama lusi saat bimo mendorong kursi roda nina cukup cepat.
" Iya ma " Jawab bimo singkat.
Bimo memang mendorong kursi roda nya cukup cepat agar nina segera sampai di dalam rumah sakit dan di tangani oleh dokter. Bimo sudah tidak tega melihat wajah nina yang berantakan menahan rasa sakit pada perut nya.
* Sesakit itukah wanita yang melahirkan ? andai rasa sakit itu bisa di gantikan, aku siap menggantikan nya agar istri ku tidak kesakitan seperti ini * Gumam bimo dalam hati nya.
Nina sudah sampai di depan ruang bersalin, sebelum nya mama lusi memang sudah mendaftarkan nina jadi nina langsung dibawa ke ruang bersalin di ikuti dengan suster yang berjalan cepat di depan bimo.
" Apa bapak mau ikut masuk menemani istri bapak di dalam?" Tanya suster tersebut.
" Iya sus, saya ingin menemani istri saya. Tolong segera tangani istri saya ya dok. " Ucap bimo dengan cepat.
" Iya pak, bapak silahkan masuk kita tunggu dokter yang sedang bersiap - siap sebentar" Ucap suster lalu masuk lagi ke dalam ruang bersalin di ikuti oleh bimo.
Mama lusi menunggu di luar ruang bersalin dan duduk di kursi tunggu. Doa - doa dia lafadz kan untuk keselamatan menantu dan cucu nya.
Setelah menunggu sekitar empat puluh menit jagoan bimo akhir nya lahir juga, bayi tampan dengan berat 3,8 kilo gram dengan panjang 50 centi meter itu pun lahir dengan selamat dan penuh perjuangan dari sang mama.
Bimo menyaksikan sendiri bagaimana perjuangan sang istri melahirkan buah hati nya. Bahkan bimo menangis saat nina terus menjerit sakit dan terus mencengkram tangan bimo.
" Terimakasih sayang atas perjuangan mu, sekarang aku tahu kenapa seorang anak harus mengutamakan ibu, ibu, dan ibu nya. Karena melahirkan itu memang sakit dan penuh perjuangan, kamu dan mama adalah ratu ku. Aku berjanji tidak akan membuat kalian kecewa , sedih dan terluka sebisa mungkin aku akan membahagiakan dua ratu ku dan anak - anak ku " Ucap bimo dengan mata berkaca - kaca, dia menyesali perbuatan nya dulu yang sering menentang sang mama, sampai dia menikahi mira tanpa restu mama nya.
Dengan lembut bimo mencium kening nina , kata terimakasih tak henti - hentinya dia ucapkan. Nina hanya menganggukkan kepala nya karena dia masih terlalu lelah sehabis melahirkan. Ada bulir air mata yang keluar dari mata nina, dia terharu mendengar kata - kata yang di ucapkan suami nya.
Nina pun di pindahkan ke ruang rawat inap, dan bayi nya pun saat ini sudah berada di kamar inap nina. Bayi kecil itu sedang berada dalam gendongan bimo , setelah mengadzani anak nya bimo masih terus menggdndong jagoan kecil nya itu.
" Mama juga mau gendong bim, lebih baik kamu hubungi keluarga mertua mu. Kasih kabar mereka kalau nina dudah melahirkan." Ucap mama lusi lalu mengambil cucu nya dari gendongan bimo.
" Oh iya ma aku sampai lupa mengabari mereka " Seru bimo sambil menepuk jidat nya.
Bimo segera mengambil ponsel dalam kantong celana nya lalu menghubungi mertua dan kakak ipar nya. Namun tidak ada yang mengangkat telepon dari bimo, mungkin karena sudah tengah malam tepat nya sudah setengah dua malam mereka masih terlelap. Bimo pun memilih mengirim pesan singkat saja.
__ADS_1
" Tidak di angkat ya mas ?" tanya nina.
" Iya sayang, ini masih tengah malam mereka mungkin juga masih terlelap, tapi aku sudah mengirm pesan kok jadi saat mereka melihat ponsel nya nanti mereka akan membaca nya " Ucap bimo yang kini sudah duduk di kursi dekat ranjang nina.
" Iya mas, oh iya mas. Anak kita mau di kasih nama siapa ? Kamu sudah menyiapkan nama kan ?" Tanya nina.
" Iya sayang nama jagoan kita sudah aku siapkan, aku memberinya nama Adzam anggoro " ucap bimo.
" Adzam.. nama yang bagus mas " Ucap nina setuju dengan nama yang di berikan oleh bimo.
Pintu kamar rawat nina terbuka dan masuk dokter dan suster yang akan memeriksa nina. Bimo sedikit menjauh dari ranjang agar dokter lebih mudah memeriksa kondisi istri nya.
" Apa masih merasakan sakit bu?" Tanya dokter dengan senyum ramah nya.
" Tidak dok, sakit nya sudah hilang kok dok " Jawab nina.
" Begitulah seorang wanita bu, saat buat bersama suami dan sama - sama merasakan enak bahkan sampai nambah ya bu. Tapi saat melahirkan ehh merasakan sakit nya sendirian. " Seru dokter dengan tidak ada malu - malu nya. Mungkin karena dia dokter kandungan jadi tidak malu lagi bicara seperti itu karena bagu nya sudah terbiasa.
" Iya dok bahkan bisa lembur sampai pagi." Jawaban nina membuat bimo melongo, bisa - bisa nya sang istri bicara jujur di hadapan dokter dan suster.
Dokter hanya tersenyum sambil melirik bimo yang salah tingkah, sedangkan suster dan mama lusi hanya menahan tawa nya.
Nina sama sekali tidak sungkan bicara jujur dengan dokter, karena dokter nya juga seorang perempuan membuat nina nyaman untuk berbicara. Sampai dia tidak tahu jika suami nya saat ini wajah nya pucat karena menahan malu.
* Huh... istri ku ini bar - bar nya kok tidak hilang juga. Dokter nya juga apaan sih ini, senang banget ngomongin urusan ranjang. Eh tapi dia kan dokter kandungan, jadi ya wajar* Gumam bimo dalam hati.
******
Selamat nina dan bimo akhirnya jagoan nya babby boy ❤❤
Jangan lupa terus dukung karya author ya kak ❤❤
TERIMAKASIH ❤❤❤
__ADS_1