
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Fadli pun mencari sumber suara itu dan mendapati seseorang telah berdiri di hadapan nya dengan senyum merekah terukir di bibir nya.
"Mira ..." Lirih Fadli hampir tak terdengar.
Mira tersenyum ke arah fadli dan berjalan mendekati fadli. Mira adalah mantan istri Fadli yang sudah bercerai satu tahun yang lalu, karena Mira selingkuh dan menikah dengan seorang pengusaha.
" Iya mas ini aku mira, bagaimana kabar mu mas?" Tanya mira yang sudah berdiri di hadapan Fadli.
" Aku baik, kamu ngapain disni?" Seru fadli balik bertanya.
" Aku habis periksa kandungan, mas fadli sendiri ngapain di sini?" Mira heran kenapa fadli ada di rumah sakit ini karena yang dia tahu fadli kerja di rumah sakit kota S.
" Aku sekarang bekerja di rumah sakit ini, oh iya selamat atas kehamilan mu. Aku masih ada pasien yang harus aku periksa, aku permisi dulu" Seru Fadli mencoba mengakhiri obrolan nya dengan Mira.
Tiba-tiba dari arah lain terlihat Aina datang menghampiri fadli yang sedang berdiri dengan seorang wanita. Aina ingin tahu siapa wanita yang saat ini sedang bersama suami nya.
" Mas" Seru Aina memanggil fadli.
Fadli nampak kaget dengan kehadiran Aina yang tiba-tiba, Fadli takut aina salah paham karena melihat dirinya yang saat ini sedang bersama seorang wanita.
" Sayang" Panggil Fadli yang meraih tangan Aina untuk berdiri di samping nya.
" Sayang kenalkan ini Mira, dia.. dia mantan istri ku. Tadi kami tidak sengaja bertemu disini. Oh iya Mir, kenalkan ini Aina dia istri ku" Seru Fadli memperkenalkan.
Mira tersenyum ke arah Aina lalu mengulurkan tangan nya untuk berkenalan dengan Aina.
" Mira" Seru Mira memperkenalkan dirinya.
" Aina" Aina menyambut uluran tangan Mira.
Mira memperhatikan Aina dari atas sampai bawah, dia tidak menyangka Aina bisa meluluhkan hati fadli si duda yang berhati dingin.
" Ternyata kamu sudah menikah mas, aku gak nyangka ternyata kamu move on juga. Yang aku tahu kamu dulu sangat mencintai ku dan masih tetap mengharap rujuk dengan ku. Selamat untuk pernikahan kalian" Seru Mira tersenyum kepada Aina dan Fadli.
" Kalau begitu saya permisi, Mari Aina" Ucap Mira menganggukkan kepala nya kepada Aina dan Aina membalas dengan senyum ramah nya.
Mira pergi meninggalkan Aina dan Fadli yang masih tetap berdiri di tempat nya bertemu tadi.
" Itu mantan istri kamu ngapain kesini mas? Nemuin mas fadli?" Tanya Aina dengan serius, dia sedikit tidak nyaman dengan kedatangan sang mantan istri suami nya.
__ADS_1
Mira memang wanita yang cantik dan seksi siapa pun yang melihat mira pasti akan jatuh cinta. Aina takut jika sang suami akan berpaling ke mantan istri nya.
" Kami tidak sengaja ketemu di sini, kata nya dia tadi habis periksa kandungan" Seru fadli menjelaskan.
" Oh Mira hamil? " Seru Aina lagi.
" Sudah yuk kita makan siang tidak usah bahas mira lagi, kamu tadi kesini pasti mau mengajak mas makan malam kan?" Goda Fadli sambil mencubit ke dua pipi Aina.
Mereka pun turun ke lantai bawah untuk menuju parkiran rumah sakit, fadli sengaja memarkirkan mobil nya di lantai bawah tempat parkiran umum, padahal sudah di siapkan parkiran khusus untuk dokter dan para pekerja rumah sakit.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Raka saat ini sedang berada di perusahaan cabang nusantara group, selama dua bulan ini Raka sudah tinggal di kota B . Raka mengontrak rumah yang tidak jauh dari tempat nya bekerja.
Raka sekarang menjabat sebagai kepala staff keuangan atas rekomendasi dari Tuan Jimmy. Siang ini Raka sedang mengadakan rapat bulanan dengan staff keuangan.
Ada beberapa laporan keuangan yang harus di benahi karena penyusunan nya tidak sesuai dengan hasil yang dia periksa.
" Saya minta kita semua kerja sama untuk membenahi laporan-laporan ini, saya tidak mau ada kesalahan sedikit pun dalam laporan keuangan ini." Seru Raka dengan tegas.
" Baik pak" Seru peserta rapat dengan kompak.
" Vania, kamu susun ulang laporan ini setelah semua nya selesai kamu berikan kepada saya. " Seru Raka melirik kearah Vania. Seorang wanita yang dari tadi hanya diam menyimak ucapan nya itu pun hanya menganggukkan kepala nya.
" Baik pak" Seru mereka semua.
Acara rapat dadakan yang di adakan Raka bersama para staff keuangan pun selesai dan mereka semua kini sedang berada di kantin untuk makan siang.
" Van, semenjak pak Raka menjabat jadi kepala keuangan, dana-dana yang mengalir tidak jelas mulai terkuak. Selama ini aku pun heran kenapa tiap kita bikin laporan keuangan ada sejumlah pengeluaran yang kita tidak mengerti. Banyak pengeluaran yang tidak masuk akal, pernah aku bertanya sama bu Berta justru aku kena semprot" Seru diah teman Vania.
" Sudah jangan bahas hal itu lagi, kita kesini untuk makan jangan bahas soal pekerjaan lagi. Perutku sudah lapar!" Seru Vania menghentikan pembahasan dari diah.
Mereka berdua pun makan dalam diam tidak ada lagi yang berbicara, tidak lama mereka pun sudah selesai memakan makan siang nya dan kembali kedalam ruang kerja nya.
Raka benar-benar serius dengan pekerjaan nya, dia ingin memperbaiki kesalahan nya yang terdahulu dan tidak akan mengecewakan kepercayaan yang sudah di berikan Jimmy.
* Aku harus segera menemukan titik permasalahan ini, setelah itu aku bisa izin untuk menemui Bapak dan Nina. Aku merindukan mereka* Gumam Raka dalam hati nya.
Di tempat lain
Mira saat ini sedang berada di perusahaan sang suami, dia datang menemui suami nya tanpa memberi kabar terlebih dahulu.
__ADS_1
Dia langsung naik kelantai dimana ruangan sang suami berada.
Saat ini dia sudah berada di depan ruangan suami nya, dilihat nya meja sekretaris suami nya kosong. Mira berfikir jika sang sekretaris sedang makan siang.
Mira pun langsung membuka pintu ruangan suami nya.
" Sa...yang..." Mira tertegun melihat adegan yang terjadi di hadapan nya.
Dimana seorang wanita sedang duduk di pangkuan suami nya sambil melingkarkan tangan nya di leher sang suami dan mencium bibir suami nya dengan rakus. Dilihat nya tangan sang suami menyusup kedalam pakaian sang wanita.
" Hai apa yang kalian lakukan?" Teriak mira dengan menarik rambut sang wanita yang duduk di pangkuan suami nya.
Wanita itu adalah sekretaris dari suami nya sendiri.
" Mira, kamu ngapain kesini? " Seru suami mira tanpa rasa bersalah.
" Kamu jahat mas, bukan nya kamu sudah berjanji tidak akan main wanita lagi. Kamu tahu kan sekarang aku sedang hamil." Sentak Mira dengan marah nya.
" Cihh... aku tidak perduli, yang penting uang bulanan mu masih tetap aku transfer. Aku juga butuh wanita muda tidak tua seperti mu." Seru Bima suami mira dengan santai nya sambil memeluk pinggang sekretaris nya,
" Kamu jangan kelewatan seperti ini dong mas, aku ini sedang hamil anak mu. Aku butuh perhatian dari mu mas , tega kamu menghianati ku mas" Seru Mira dengan mata yang berkaca-kaca.
" Jangan banyak protes, kalau kamu masih mau hidup enak dan mewah jangan ikut campur urusan ku. Sekarang kamu pergi dari ruangan ku, kamu menganggu kegiatan kami saja " Seru bima mengusir mira dari ruangan nya.
Mira tidak bisa berkata-kata lagi, dia tidak mau kembali hidup susah lagi. Tujuan nya menikah dengan bima karena ingin hidup mewah, dulu saat masih menjadi istri nya fadli hidup nya sangatlah sederhana. Karena fadli hanya seorang dokter, dan mira gaya hidup nya seperti sosialita yang tiap bulan nya menghabiskan ratusan juta.
Yang mira tahu Fadli adalah seorang dokter dari keluarga sederhana, dia tidak tahu jika fadli adalah anak dari Ruan Hilmawan, adik dari Jimmy Hilmawan.
" Sayang, kita lanjutkan di ruangan pribadiku saja ya" Seru bimo sambil menggandeng sekretaris nya masuk kedalam kamar yang ada di ruangan nya.
Air mata mira semakin luruh, dia pun meninggalkan ruangan sang suami dengan tangis yang makin menjadi. Hati nya saat ini benar-benar hancur telah mendapati suami nya sendiri sedang bercumbu dengan wanita lain.
* Kenapa sakit banget, apa dulu sesakit ini yang dirasakan mas fadli* Gumam Mira.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹
**************
Jangan lupa tetap dukung karya Author ya kak. Agar Author makin semangat menulis nya.
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏😍