
Sehari setelah kejadian di rumah sakit Vera semakin uring-uringan karena terus merengek meminta kalung berlian yang baru. Tidak ada pilihan lain selain meminta tolong sang ibu untuk bicara dengan Aina. Akhirnya dimas mendatangi rumah ibu nya, rumah yang sudah lama tidak ia kunjungi. Semenjak menikahi Vera dimas sudah jarang berkunjung ke rumah ibu marni.
Saat ini dimas sudah sampai di rumah ibu marni dan langsung masuk tanpa permisi terlebih dahulu. Ibu marni yang sedang memasak di dapur di buat terkejut dengan kedatangan dimas.
" Dimas.. masuk rumah kenapa tidak permisi dulu. Beruntung ibu tidak punya riwayat sakit jantung" Gerutu ibu marni saat tiba-tiba dimas berdiri di belakang nya.
" Maaf bu tadi dimas buru-buru ada perlu sama ibu" Ucap dimas sambil menyomot ayam goreng yang baru saja selesai di goreng.
" Ya sudah kamu duduk dulu di sana, ibu selesaikan ini sebentar. Kalau kamu mau makan ambil sendiri" Ucap ibu marni sambil meletakkan piring kotor di tempat pencucian piring.
" Iya" Tanpa ragu dimas langsung mengambil piring dan makan dengan lahab nya.
Setelah mencuci perkakas dapur yang kotor ibu marni pun duduk menemani dimas yang sedang lahap memakan makanan nya.
" Pelan-pelan Dim, sudah seperti seminggu tidak makan. Kamu kemana saja tidak pernah datang kerumah ibu lagi. Kata Aina kamu ada bisnis buka cabang cafe baru sama teman mu di luar kota?" Tanya ibu marni.
" Iya bu, aku lagi sibuk" Jawab dimas yang sudah menyelesaikan makan nya.
Ibu marni memperhatikan dimas dengan teliti, ibu marni heran dengan badan dimas yang terlihat lebih kurus dari biasa nya.
" Dim, kamu terlihat kurus? apa selama di luar kota kamu tidak makan?" Tanya ibu marni yang heran.
" Ya makan bu, aku terlalu sibuk jadi kurang istirahat juga" Jawab dimas beralasan.
" Bu aku mau minta tolong sama ibu, ibu tolong bicara sama Aina kalau aku butuh uang untuk tambahan modal. Aku sudah bicara dengan Aina tapi dia tidak mau memberikan nya" Seru dimas yang akhirnya mengutarakan niat nya.
" Dimas, kasihan Aina dim, dia sudaj bayarin cicilan bank dan kamu juga katanya jarang ngasih dia uang. Kamu kan pegang uang cafe, kenapa masih minta sama Aina. Malu dim, malu juga sama orang tua Aina!" Seru ibu marni menasehati sang anak.
" Bu uang cafe sekarang sudah di kuasai Aina. Bulan ini aku cuma diberi 5 juta saja, mana cukup uang 5 juta bu..Itu cuma buat bayar cicilan mobil saja" Gerutu dimas
Ibu marni kaget saat dimas bilang soal cicilan mobil, jadi mobil yang di beli dimas itu kredit tidak kas. Lalu uang hasil cafe selama ini kemana? Pertanyaan itu terus berputar di kepala ibu marni.
" Kok kredit?? Bukanya waktu itu kamu bilang mau beli mobil kas karena males ribet kredit?" Tanya ibu marni tak percaya.
__ADS_1
" Terpaksa bu, uang ku tidak cukup kalau harus beli kas karena aku juga butuh modal banyak untuk cafe baru. Nanti kalau sudah berhasil aku beli juga mobil yang kas dan yang lebih bagus dari yang sekarang" Seru dimas sombong. Padahal cafe cabang yang di bicarakan nya itu tidak pernah ada, uang dia habis untuk menghidupi Vera.
" Terus kenapa uang cafe bisa sama Aina?" Tanya ibu marni ingin tahu lebih jelas lagi.
" Kata Aina hasil cafe bulan ini untuk melunasi cicilan bank karena dia sudah malas mencicil nya lagi. Kata nya capek, karena aku tidak mau ikut membayar nya" Jawab dimas jujur.
" Kamu kan tahu gaji Aina itu juga tidaklah besar, ibu tahu dia bayar bank itu masih di bantu orang tua nya. Ibu salah mendidik mu dim, dulu ibu sangat mendukung apa yang kamu lakukan bahkan saat kamu menguasai hasil cafe. Sekarang ibu menyesal dim, ibu minta sama kamu buang jauh-jauh keserakahan mu itu kasihan Aina" Seru ibu marni dengan mata yang ber kaca-kaca.
Dia menyesali karena selama ini selalu mendukung apa pun yang di lakukan dimas. Ibu marni tidak mau lagi merepotkan Aina, Aina sudah banyak berkorban untuk keluarga nya terutama untuk dimas.
" Ibu ini kenapa si? dulu ibu mendukung ku sekarang malah sudah mendukung Aina. Ibu mau tidak si bicara sama Aina?" Sentak dimas dengan nada bicara meninggi.
" Maaf dim ibu tidak bisa. Pulanglah ibu mau istirahat" Seru ibu marni lalu pergi meninggalkan dimas yang masih diam di meja makan.
" Bu.. ibu.. " Dimas berteriak.
Ibu marni tidak memperdulikan teriakan anak nya, sekarang ibu marni tidak mau lagi dimas bersikap serakah. Kesalahan terbesar yang ia sesali adalah dulu terlalu memanjakan dimas dan selalu mendukung tindakan buruk dimas.
Dimas pergi dari rumah ibu nya dengan perasaan kesal, lalu dimas melajukan mobil nya ke Cafe.
" Kalau kamu tidak nyaman kamu boleh menunggu mbak di luar mel" Seru Aina saat sedang menunggu Raka di ruang kusus menjenguk tahananan.
" Tidak mbak, aku temani mbak disini" Jawab Melani tersenyum.
Tidak menunggu lama akhir nya Raka pun datang dengan di antar oleh polisi yang menjaga sel tahanan.
" Melani?" Seru Raka saat mengetahui jika melanilah orang yang ingin menemui nya.
Melani dan Aina tersenyum kepada Raka, melani terenyuh melihat kondisi Raka yang terlihat sangat kurus dan wajah kusam. Rambut yang sudah tidak terawat lagi, jambang yang sudah mulai tumbuh. Baru 9 bulan di dalam penjara perubahan Raka sangat drastis.
" Apa kabar mas?" Tanya melani tersenyum ramah.
" Kabar ku seperti yang kamu lihat ini mel" jawab Raka dengan senyum yang tipis.
__ADS_1
" Kamu hamil mel? Selamat ya mel atas kehamilan mu. Sebelum nya aku minta maaf ya mel atas perbuatan ku selama ini. Aku memang lelaki yang bodoh mel" Ucap raka dengan tertunduk.
" Sudah mas tidak perlu di bahas lagi dan aku juga sudah memaafkan mu. Oh iya kenalkan ini mbak Aina kakak ipar ku" Seru melani mengalihkan topik pembicaraan.
Raka mendongakkan kepala nya menatap ke arah Aina perempuan yang ada di samping melani yang tersenyum ramah ke arah nya.
" Aina" Seru Aina memperkenalkan dirinya.
" Raka" Jawab Raka.
" Tujuan kami kemari itu kami memang ada perlu dengan mas Raka. Kami ingin menanyakan sesuatu tentang Vera" Ujar Aina yang langsung pada topiknya.
Raka terdiam saat Aina menyebutkan nama Vera, raka bertanya-tanya ada masalah apa kakak ipar melani dengan Vera. Selama dirinya di penjara Vera hanya menjenguk nya 2 kali saja. Sampai saat ini Vera belum pernah datang lagi karena yang dimas tahu Vera ada di Rumah sakit jiwa.
" Vera? Ada apa dengan Vera? bukan nya dia ada di Rumah sakit jiwa? Apa dia sudah sembuh?" Tanya dimas borongan.
" Vera pernah gila?" Gumam Aina pelan tapi masih bisa di dengar oleh melani.
" Nanti aku ceritakan mbak, sekarang kita bahas urusan mbak dulu" Ujar Melani.
Akhirnya Aina menceritakan soal Vera kepada Raka. Raka syok dengan apa yang barusan dia dengar, dia tidak menyangka jika Vera sudah menikah lagi di saat masih menjadi istri sah nya.
" Jadi Vera menikah dengan istri mbak Aina?" tanya raka yang masih belum yakin.
" Iya mas, makanya kami kesini untuk menanyakan perihal hubungan mas dan vera. Dan ternyata benar Vera masih istri mas Raka" Jawab Aina.
" Kurangajar dasar wanita ja la ng, menyesal aku dulu menikahi nya" Seru raka dengan mengepalkan tangan nya.
Raka semakin menyesali perbuatan nya, gara-gara dirinya semua nya hancur. Rumah tangga nya dengan melani hancur, ibu nya meninggal dan kini Vera sang istri sudah menjadi istri simpanan orang.
Setelah urusan dengan Raka selesai, melani dan Aina pun berpamitan kepada Raka. Tidak lupa tadi melani dan aina meminta maaf kepada Raka karena sudah memberitahukan soal prilaku Vera di luaran sana.
******
__ADS_1
Jangan lupa tetap dukung karya Aurhor ya kak ❤😍
Selamat membaca. Terimakasih.