Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Kedatangan mario


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


💞💞💞💞💞


Di rumah dimas saat ini nabila sedang bersiap - siap, karena hasni yang dari kemarin sibuk membantu di cafe mengurus pesanan kue yang di pesan nina untuk acara tasyukuran anak nya. Jadi nabila harus mengurus dua anak sekaligus, ibu marni ada namun tama tidak mau dengan ibu marni. Tama rewel karena dari kemarin dia ingin ikut ke cafe tadi tidak di bolehkan karena dimas dan hasni sedang sibuk sekali.


" Nabila sini gina biar sama ibu, kamu segera bersiap - siap saja. Biar ibu yang memakaikan baju gina, tama kan sudah ganteng duduk di ruang Tv saja ya nak. Tunggu ayah datang, kalau ayah datang kita langsung berangkat ke rumah tante nina " Ucap ibu marni dengan lembut agar tama bisa mengerti ucapan nya, maklum tama masih sensi .


" Ia nek " Ucap tama lalu turun dari ranjang nabila dan berlari ke ruang Tv menunggu sang Ayah.


" Ini baju nya gina bu,maaf ya bu jadi merepotkan. Ya sudah nabila mandi dulu ya bu, emh sudah jam sembilan acara nya jam sepuluh harus kilat ini mandi nya bu " Seru nabila lalu langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Ibu marni pun langsung memakaikan baju gina dan mendadani nya dengan cantik, tidak ketinggalan sepatu berwarna pink juga di pakaikan di kaki kecil gina.


" Nah sudah cantik, sekarang kita keluar tunggu ayah di ruang Tv sama abang tama. " Ucap ibu marni berbicara dengan gina, padahal gina belum mengerti apa yang di ucapkan oleh nenek nya.


Nabila mandi dengan kilat, lima belas menit nabila sudah siap semua nya. Nabila pun keluar dari kamar dengan menenteng tas nya yang lumayan besar , yang berisi barang-barang gina dan tama. Dimas pun sudah sampai di rumah nya dan langsung menghampiri keluarga nya.


" Sudah siap semua ? Kalau sudah siap yuk kita berangkat, tapi sepertinya kita akan sedikit terlambat. Tapi tidak apa - apa daripada kita tidak datang, karena tadi mobil juga di pakai dadang mengantar pesanan nina dulu, karena tidak mungkin bawa motor. " Seru dimas.


" Iya mas kita langsung berangkat saja yuk. " Seru nabila lalu menggendong nabila, sedang kan tama langsung minta gendong ayah nya.


Ibu marni kebagian membawakan tas yang berisi barang keperluan gina dan tama. Mereka semua pun langsung berangkat menuju rumah nina. Walaupun akan terlambat dimas tidak melajukan mobil nya dengan cepat, dia tidak mau membahayakan keluarga nya apalagi ada anak kecil di dalam mobil.


******


Acara syukuran anak nina dan bimo pun akhirnya selesau, para tetangga dan anak yatim sudah pulang dari setengah jam yang lalu. Kini tinggal keluarga dan teman - teman nina dan bimo saja , mereka sedang berbincang dengan topik pembahasan yang tidak ada habis nya.


Para orang tua berkumpul sendiri - sendiri , para suami atau papa muda juga berkumpul sendiri apalagi para wanita nya juga tidak mau kalah.


" Hasni kenapa kamu diam saja ?" Tanya nina yang dari tadi memperhatikan hasni yang hanya diam.


" Iya nih hasni dari tadi diam saja, memang nya kamu lagi ada masalah ya has ?" Ucap aina ikut menambahi pertanyaan nina.


Hasni menggeleng namun raut wajah nya terlihat sedih, sebenarnya hasni juga ingin punya pasangan dan menikah seperti yang lain nya. Tapi pangeran berkuda yang di harapkan hasni tidak kunjung datang juga. Melihat yang lain bahagia dengan rumah tangga nya masing - masing dan mempunyai anak membuat hasni semakin ingin menikah, apalagi kuliah nya pun sudah selesai tinggal menunggu wisuda nya saja.

__ADS_1


" Aku ingin menikah " Seru hasni tiba - tiba dan membuat semua yang ada di dekat hasni langsung terdiam dan lekat memandang hasni.


" Serius ?" Tanya nina sambil memegang ke dua pipi hasni.


Hasni hanya mengangguk pelan , dengan tatapan lurus ke depan. Seperti orang yang sedang patah hati, jangankan patah hati rasa nya cinta saja hasni belum tahu thor.


" Aku juga ingin mempunyai pasangan, dan hidup bahagia bersama anak - anak seperti kalian semua. Mbak melani, mbak aina , mbak nabila, mbak winda dan kamu Nin semua sudah menikah dan mempunyai anak , kecuali mbak winda. Tapi mbak winda juga sudah menikah terus giliran ku kapan?" Ucap hasni dengan wajah sedih nya.


" Sabar dulu has, sebentar lagi jodoh kamu juga pasti datang. Tunggu saja tanggal main nya, semua manusia yang di ciptakan itu sudah ada pasangan nya masing - masing lagi pula jodoh rezeki maut semua sudah ada yang mengatur nya " Ucap melani mencoba menasehati adik ipar nya.


Hasni mengangguk paham dengan apa yang di sampaikan oleh melani. Dia beralih memeluk melani yang memang duduk di samping nya.


" Memang siapa yang pengen nikah ?" Tanya fadli yang tiba - tiba datang menghampiri kumpulan para mama muda.


" Eh mas.. sudah mau pulang ya ?" Tanya aina kepada suami nya karena sang suami sampai menghampiri nya yang sedang mengobrol.


" Oh tidak sayang, ini mas cuma mau ngasih tasya seperti nya dia haus. Oh iya memang tadi siapa sih yang pengen nikah ? Hasni ya ? karena disini cuma hasni yang belum menikah ?" Seru fadli langsung menebak jika hasni lah yang ingin menikah.


Belum juga ada yang menjawab tiba - tiba mereka di kejutkan dengan kedatangan seorang pria yang tidak asing lagi bagi nina , hasni dan melani. Pria yang tampan dengan hidung mancung dan wajah yang terawat siapa lagi kalau bukan jesi alias mario.


" Siapa dia Nin ? Teman kamu atau teman bimo ? tapi seperti nya aku pernah melihat dia, wajah nya tidak asing. Tapi dimana ya aku melihat nya ?" Ucap aina yang belum menyadari jika pria yang saat ini ada di dekat nina adalah jesi.


" Selamat ya nina sayang atas kelahiran baby boy nya, maaf juga baru bisa jengukin adek bayi nya. Lagi banyak banget kerjaan ku, apalagi musim orang menikah begini makin sibuk saja aku " Seru mario dengan suara normal nya.


Melihat ada pria asing yang datang dan mendekat ke arah istri nya, bimo pun langsung mencari tahu siapa lelaki itu. Bimo mendekat dan bertanya kepada lelaki itu siapa dia sebenarnya, karena dia memang tidak mengenali pria yang ada di rumah nya itu.


" Maaf anda siapa ya ? karena saya tidak merasa mengenal anda ? atau anda teman istri saya ?" Tanya bimo tegas.


" Saya mario pak bimo, teman dari istri anda, Nina." Ucap mario jujur, memang mario teman nina teman karena dulu nina pernah bekerja di butik melani dan mario sebagai desaigner nya.


Fadli dan bimo saling pandang seperti nya pemikiran ke dua lelaki itu sama, sama - sama tidak benar. Mereka mengira jika mario adalah mantan pacar nina saat masih kuliah dulu.


" Mario duduk sini " Panggil melani dan menepuk sofa yang ada di samping nya.


" Baik boss " Seru mario dan dia pun langsung duduk di sofa kosong yang di tunjuk melani tadi.

__ADS_1


Hendra dan dimas pun ikut menghampiri mereka yang ada di ruang tamu. Hendra melihat di sana sudah ada mario pun langsung menghampiri mario dan menyalami nya. Fadli dan bimo semakin heran, karena hendra mengenali mario dengan baik.


" Kamu kenal dia ndra ?" Tanya bimo dengan wajah bingung nya.


" Iya kenal, memang nya kenapa ? apa kamu tidak mengenali nya ?" Tanya hendra balik.


" Aku sepertinya tidak asing dengan wajah nya tapi aky lupa dia itu siapa dan pernah ketemu dimana ? Kamu kenal, istri mu kenal dan istri ku juga kenal tapi kenapa aku tidak kenal mario. Sebenarnya kamu itu siapa sih ?" Seru bimo yang sudah lelah mengingat - ingat siapa mario yang sebenarnya.


" Hasni kom diam saja, jangan sedih lagi dong kan aa nya sudah datang " Seru melani menggoda hasni.


Hasni terlihat malu - malu bahkan wajah nya pun memerah bak kepiting rebus .


" Apaan sih mbak " Seru hasni dengan senyum malu - malu nya.


" Siapa dia ndra, pacar hasni ya " Tanya dimas tapi berbisik di telinga hendra.


Hendra hanya menjawab dengan mengangkat tangan dan kedua bahu nya saja. Kalau soal pria itu siapa jelas hendra tahu. Tapi jika dia pacar hasni atau bukan hendra tidak tahu.


" Kalian ini para pria - pria yang mata nya perlu di obatin dulu bila perlu pakai kaca mata dengan lensa kaca pembesar biar kalian tahu siapa pria itu. Itu kan kak Jesi desaigner di butik nya mbak melani, sekarang dia sudah kembali ke kodrat nya dengan nama asli nya Mario" Seru nina menjelaskan siapa mario yang sebenar nya agar para suami tidak lagi penasaran.


" Alhamdulillah " Seru mereka yang belum tahu jika mario adalah jesi.


Aina dan nabila sangat kagum dengan perubahan jesi, pria yang ada di dekat mereka terlihat sempurna sama sekali tidak ada yang menyangka jika mario adalah jesi atau yang sering di sebut wanita jadi - jadian oleh fadli. Fadli sendiri tidak menyangka jika mario adalah jesi. Perubahan jesi benar - benar luar biasa.


" Jadi mario ini jesi si wanita jadi - jadian yang ada di butik melani ?" Tanya bimo lagi tanpa memfilter pertanyaan nya.


Semua pasang mata langsung beralih menatap bimo dengan tatapan tajam. Begitupun dengan mario dia menatap tajam ke arah bimo, sedangkan bimo hanya bisa garuk - garuk kepala sambil nyengir kuda.


*****


Semoga hasni berjodoh dengan mario ya ❤


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak ya kak, 🙏❤


TERIMAKASIH 🙏❤

__ADS_1


__ADS_2