Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Diminta untuk pindah


__ADS_3

Sudah tiga hari Aina menikmati masa kesendirian nya sebagai seorang janda, Aina menyibukkan dirinya di Rumah sakit dan cafe. Selama tiga hari ini juga dia tidak bertemu dengan Dimas, untuk akses komunikasi dengan dimas sudah dia blokir semua.


Tetapi untuk komunikasi dan silahturahmi dengan keluarga dimas Aina masih tetap berjalan dengan baik. Untuk saat ini Aina tidak memikirkan untuk mencari pasangan, disamping masih dalam masa iddah Aina juga masih trauma untuk menjalin suatu hubungan.


Pagi ini Aina menjemput hasni dan ibu marni untuk pergi ke salah satu mall, untuk mencari hadiah untuk babby H. Babby H hari ini sudah boleh pulang kerumah. Aina dan hasni sudah tidak sabar untuk bertemu babby H yang sangat lucu.


" Mbak Aina nanti mau beli hadiah apa untuk babby H?" Tanya Hasni saat memasuki lobby Mall.


" Mbak belum tahu Has, kita lihat nanti aja" Jawab Aina yang memang belum tahu ingin membeli apa.


Aina , hasni dan ibu marni masuk ke dalam toko yang menjual barang khusus anak-anak.


Saat bu marni sedang memilih baju-baju lucu untuk babby H, tiba-tiba ada seorang laki - laki yang mengambil baju yang hendak ibu marni ambil. Ibu marni pun langsung melihat ke arah pria yang ada di samping nya.


" Dimas!!" Seru bu marni saat mengetahui orang di samping nya adalah dimas.


" Ibu.. Ibu ngapain disini?" Tanya dimas cuek.


" Ibu lagi cari kado untuk hadiah anak nya hendra, oh iya melani sudah melahirkan. Kamu tidak ingin melihat keponakan mu Dim?" Seru ibu marni dengan senyum menghiasi bibir nya.


" Aku sibuk" Jawab dimas ketus.


Ibu marni tahu jika dimas saat ini masih marah dengan nya, sikap dimas benar-benar sudah berubah. Sudah tidak ada lagi rasa hormat kepada sang ibu.


" Mas, dari tadi aku cariin ternyata kamu di sini. Aku sudah selesai mas yuk bayar dulu" Seru Vera yang datang secara tiba-tiba. Vera belum melihat siapa ibu - ibu yang sedang berbicara dengan dimas.


" Loh ini kan nenek-nenek peot yang waktu itu menampar ku di rumah sakit. Mas,ini nenek peot itu sekarang kamu balas tampar dia mas" Ucap Vera dengan manja nya.


Dimas diam tidak menjawab, tidak mungkin dia akan menampar ibu kandung nya sendiri.


Vera semakin memaksa dan merengek agar dimas mau mengikuti keinginan nya.


" Ayok dong mas jangan diam saja, dia sudah menampar ku sampai pipi ku ini memar selama tiga hari."Rengek Vera lagi.

__ADS_1


Aina dan hasni pun datang menghampiri sang ibu, mereka kaget saat melihat dimas bersama dengan ibu nya dan di sebelah dimas ada seorang wanita yang mereka yakini itu adalah Vera wanita yang sudah di nikahi dimas secara diam-diam.


" Ibu sudah selesai belum?" Tanya Aina dengan tidak menghiraukan kehadiran dimas dan vera.


" Sudah, ayok kita pergi dari sini. Ibu malas berlama-lama melihat pasangan yang tidak waras ini. " Seru ibu marni dengan ketus.


" Hehh nenek peot maksud kamu apa ngatain kami pasangan tidak waras?" Sentak Vera dengan berani nya.


*Ternyata wanita seperti ini yang membuat mas dimas berpaling dari ku. Cantik si tapi kalau soal sopan santun nihil" Gumam Aina.


Dimas semakin diam tidak bisa berbuat apa-apa, dia tidak mungkin membela Vera sedangkan yang dihadapan nya adalah ibu dan keluarga nya.


" Vera kamu diam, dia itu ibu kandung ku!!" Seru Dimas akhir nya jujur siapa wanita yang kini ada di hadapan nya.


Vera terdiam dan tidak percaya jika wanita yang dia hina adalah ibu kandung suami nya, yang berarti adalah mertua nya sendiri. Vera semakin malu dan menundukkan kepala nya.


" Dan ini Aina mantan istri ku, di sebelah nya Hasni adik ku" Ucap dimas memperkenalkan dua wanita yang baru saja datang.


Vera menatap sinis ke arah Aina, ternyata wanita yang ingin dia temui sudah ada di hadapan nya. Banyak hal yang ingin Vera sampaikan kepada Aina.


" Dasar wanita gila" Seru Aina.


Dimas pun langsung menarik tangan Vera dan membawa Vera pergi dari tempat itu. Dia tidak mau Vera berbicara yang semakin ngelantur. Vera berontak saat dimas menarik tangan nya, dia masih ingin berbicara dengan Aina.


*****


Vera masih cemberut saat berada di dalam mobil, bahkan saat sudah sampai di depan rumah pun dia masih saja cemberut tidak mau berbicara sama sekali.


" Itu kenapa ada ibu irah di depan rumah kita?" Tanya Dimas saat sudah sampai di depan rumah.


" Memang dia siapa mas?" tanya Vera akhirnya membuka suara nya.


" Itu ibu yang punya rumah ini" Jawab Dimas lalu turun dari mobil dan menghampiri ibu irah dan menyuruh nya untuk masuk.

__ADS_1


Kini dimas,vera dan ibu irah sudah duduk di sofa ruang tamu. Ibu irah datang karena ingin mengatakan masalah rumah yang di tempati oleh dimas.


" Begini nak dimas, rumah ini sudah ibu jual dan sudah laku. Besok pemilik baru rumah ini akan pindah ke rumah ini jadi ibu minta nak dimas dan istri pindah dari rumah ini hari ini juga atau paling lambat besok pagi." ucap bu irah menjelaskan.


" Loh tidak bisa begitu dong buk, saya kan sudah membayar sewa ini satu tahun. Terus bagaimana dengan uang sewa yang sudah saya bayar kan sama ibu" Seru dimas yang tidak setuju.


" Loh nak dimas jangan pura-pura lupa dong , nak dimas memang waktu itu sudah membayar satu tahun. Tapi seminggu kemudian nak dimas mendatangi rumah saya dan meminta uang itu setengah nya. Berhubung memang rumah ini sudah mau laku jadi ibu kasih yang setengah nya. Ibu ada buktinya kalau nak dimas lupa" Ucap bu irah sambil memberikan kertas perjanjian bukti pengambilan uang.


Deg..


Dimas baru ingat, memang dia waktu itu meminta uang itu setengah nya lagi untuk membayar hutang karena dia kalah taruhan dengan teman nya.


" Terus kita mau tinggal dimana mas?" Tanya Vera yang sudah mulai cemberut lagi.Maklum mungkin efek dari ibu hamil jadi bawaan nya cemberut terus.


" Baiklah bu, kami akan meninggalkan rumah ini. Besok pagi pasti kami sudah pergi dari sini. Tapi rumah ini kan baru kami tempati 4 bulan, bisa tidak bu yang 2 bulan kami minta uang nya. " Seru Dimas yang memang juga membutuhkan uang itu untuk mencari rumah sewa lagi.


" Iya ini sudah saya siapkan, 20 juta uang sewa selama dua bulan nya saya kembalikan. Karena ini memang bukan hak saya jadi saya kembalikan " Seru bu irah sambil meletakkan uang 20 juta di atas meja.


" Kalau begitu saya permisi. Mari bu Vera ..." Seru bu irah dan Vera hanya membalas nya dengan senyuman kecil.


Sepeninggalan bu irah dimas dan Vera mulai membereskan barang-barang mereka agar esok pagi mereka tinggal pergi tanpa harus membereskan barang-barang nya lagi. Mereka berdua belum tahu akan tinggal dimana, uang dimas pun sudah semakin menipis. Belum untuk biaya Vera melahirkan, dan untuk bayar kontrakan kebutuhan sehari-hari. Dimas pusing dan bingung mana sekarang dia hanya pengangguran.


" Mas kita mau tinggal dimana?" Tanya Vera yang sudah duduk di sofa ruang tengah.


" Mas belum tahu, mas nanti coba cari kontrakan saja. Mungkin tempat tinggal kita nanti tidak bisa sebesar ini lagi, uang mas tidak cukup untuk menyewa kontrakan yang besar. " Seru dimas lesu.


" Terserah kamu saja mas, kalau pun aku menolak nya kamu tetap mencari kontrakan yang kecil. Jadi mending aku diam saja, dan kamu itu mas jangan cuma diam saja cari kerja dong mas. Kita ini butuh makan, sebentar lagi aku melahirkan. Uang tabungan mu juga tidak banyak jadi jangan santai terus dong" Seru Vera sedikit meninggikan nada bicara nya.


" Iya nanti aku cari kerja" Jawab singkat dimas.


Dimas pun pergi mencari kontrakan baru untuk tempat tinggal nya. Akhirnya dimas menemukan kontrakan yang tidak terlalu kecil dengan biaya sewa 1 juta sebulan. Dimas langsung membayar uang sewa selama setahun agar dia tidak pusing memikirkan uang sewa setiap bulan nya.


******

__ADS_1


Nah dimas sama vera sudah mulai hidup susah, hayo siapa yang suka dimas dan vera hidup susah?


Yukk tetap dukung karya Author ya kak. 🙏❤❤😍😍


__ADS_2