
Malam hari Aina menceritakan kejadian tadi siang saat dia bertemu dengan Mira. Tak ada yang di kurangi dan tak ada yg Aina lebih-lebihkan Aina menceritakan apa ada nya.
Fadli sudah tidak kaget atau pun heran mendengar cerita Aina , dia sudah paham sekali bagaimana watak dari mantan istri nya. Justru fadli lah yang merasa takut jika Aina tetpengaruh dengan omongan Mira.
" Mas sudah tahu bagaimana watak nya mira, jadi mas pasti percaya dengan istri mas. Lain kali kalau kamu ketemu mira apapun yang dia bicarakan tidak usah kamu percaya, wanita itu mulut nya juga lemes" Seru fadli memberi tahu Aina.
" Iya mas, tadi itu rasa nya mau aku pukul mulut nya, tapi aku masih bisa nahan diri karena banyak orang dalam toko itu" Ucap Aina yang geram membayangkan kejadian siang tadi.
" Ternyata istri ku galak juga ya, aku harus hati-hati menghadapi istri ku" Ucap fadli menggoda Aina sambil menarik hidung Aina.
Aina mendengus kesal, lalu Aina mencubit pinggang fadli hingga fadli mengaduh karena kesakitan.
" Rasain kamu mas, salah siapa bilang aku galak." Seru Aina sambil terus mencubit pinggang fadli.
" Ampun sayang, ampun.. mas minta maaf. Maaf ya.. " seru fadli dengan mengatupkan kedua tangan nya.
" Janji gak akan ngatain aku galak lagi? " Tanya Aina penuh keyakinan dengan senyum licik nya.
Fadli melihat senyum Aina yang terlihat mengejek justru akan dia jadikan kesempatan menghukum Aina. Fadli tahu jika saat ini sang istri hanya mengerjai nya.
" Iya mas janji sayang, mas gak akan mengatakan kamu galak lagi. Tapi sekarang kamu harus ikut mas sebagai hukuman karena kamu sudah mengerjai mas. " Seru Fadli lalu mengangkat Aina masuk ke dalam kamar nya.
Aina tidak bisa menolak lagi, suami nya memang selalu ada alasan jika urusan masalah ranjang. Selalu berkedok hukuman, tetapi hukuman yang mengasikkan bagi mereka berdua.
Mereka pun melakukan hukuman nya selama satu jam , setelah itu mereka tertidur di bawah gelungan selimut tebal nya.
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
Hari ini dimas berkunjung ke rumah ibu nya untuk menjemput tama, sudah 3 hari tama menginap di rumah ibu marni.
__ADS_1
" Dimas, kata hendra dia mau mengajak mu gabung di perusahaan ny? " Tanya ibu marni saat dimas sedang bermain dengan tama.
Dimas meletakkan mainan anak nya lalu beralih memandang sang ibu yang sedang menunggu jawaban nya.
" Kemarin hendra sudah menemui ku bu, hendra juga sudah memberitahu dimas untuk ikut bekerja di perusahaan Melani. Tapi maaf bu, dimas menolak nya. Dimas tidak ada pengalaman kerja kantoran, dimas tidak mau membuat hendra atau melani repot karena harus mengajari dimas terlebih sahulu" Ucap dimas menjelaskan alasan dia menolak tawaran kerja dari Hendra.
"Ibu memaklumi alasan mu dim, apa pun keputusan mu ibu tetap mendukung mu. Dim, kapan kamu mau pindah tinggal di rumah ini lagi? Ibu dan Hasni hanya berdua , tidak ada laki-laki dalam rumah ini dim. " Tanya ibu marni penuh harap kepada dimas.
Dimas mendekati ibu nya lalu menggenggam tangan ibu marni. Ada rasa bersalah karena dia selama ini blm bisa membahagiakan sang ibu.
" Baiklah bu, secepat nya dimas dan tama akan tinggal di rumah ini lagi bu. Jadi ibu akan selalu dekat dengan cucu ibu, Tama. " Ucap dimas membuat sang ibu tersenyum bahagia lalu memeluk dimas dengan erat.
" Terimakasih" Seru ibu marni dengan bahagia nya.
Mulai hari ini tama akan tinggal di rumah ibu marni, dan untuk sementara dimas akan tinggal di kontrakan sembari mengurus surat kepindahan nya dan membereskan barang-barang nya. Dimas juga ingin berpamitan dengan para tetangga terutama ibu Rt dan pak Rt yang selama ini sudah baik dan banyak menolong dimas.
" Mas dimas mau pindah dari desa ini?" Tanya bu Rt yang terlihat sedih, karena akan berjauhan dengan tama yang sudah dia anggap cucu nya sendiri.
" Maaf ya bu, tolong jangan bersedih. Dimas janji akan sering bawa tama main kesini. Lagi pula dimas kan memang masih harus sering kesini, dimas harus mengambil kue dagangan di rumah ibu" Ucap dimas mencoba menenangkan ibu Rt yang bersedih.
" Terimakasih ya mas" Seru ibu Rt mulai tersenyum lagi.
" Sama-sama pak, bu. Dimas yg seharus nya berterimakasih kepada keluarga pak Rt, karena selama ini bapak dan ibu sudah banyak menolong saya, saya sudah banyak merepotkan keluarga bapak. " Seru dimas lagi.
" Mas dimas tidak pernah merepotkan kami, kami senang bisa saling membantu mas dimas dan tama, kalian sudah kami anggap keluarga kami" Ucap Pak Rt dengan serius.
" Iya pak, terimakasih. Kalau begitu saya permisi ya pak. Mari pak, Bu. Assalamualaikum.." Pamit dimas.
" Waalaikumsalam" Jawab bu Rt dan pak Rt bersamaan.
__ADS_1
Dimas pun keluar dari rumah ibu Rt lalu menuju motor nya, dan menjalankan motor nya meninggalkan rumah ibu Rt.
Di tempat lain ibu marni dan hasni sudah memasak banyak menu makanan untuk menyambut kedatangan Dimas. Kebetulan hari ini minggu, Bu marni juga sudah menghubungi melani dan hendra untuk datang kerumah nya.
" Wah ibu masak apa aja ini" Tanya dimas saat sudah berada di dapur.
" Loh dim, kapan kamu datang? kok ibu tidak dengar suara motor kamu?" Tanya ibu marni yang kaget karena kedatangan dimas yang tiba-tiba.
" Ibu terlalu fokus sama masakan ibu, jadi ibu tidak dengar suara motor dimas. Oh iya mana tama bu?" Tanya dimas yang tidak mendapati anak nya di dekat ibu nya.
" Tama ada di kamar nya hasni, tadi habis di mandiin tama malah tidur. Oh iya kamu cepat mandi setelah itu nanti kita makan malam sama-sama, hendra sama melani juga nanti datang. " Ucap ibu marni memberitahu jika hendra dan melani juga akan datang.
" Iya bu, dimas ke kamar dulu ya bu. Dimas mau membereskan pakaian dimas sama pakaian tama dulu, setelah itu baru dimas mandi" Ucap dimas.
" Iya sana cepetan, biar ibu selesaikan masakan ibu dulu. Setelah itu ibu juga mau bersih-bersih" Seru ibu marni melanjutkan acara masak nya.
Dimas meninggalkan sang ibu yang sedang asik memasak, dimas menuju kamar nya yang sudah lama tidak dia tempati. Dimas masuk kedalam kamar nya, kamar masih tetaplah sama tidak ada yang berubah. Semenjak menikah dengan Aina kamar ini memang tidak pernah di tempati, di tempati jika dimas dan Aina menginap saja.
Dimas jadi teringat dengan mantan istri nya, Aina. Dan tanpa dia sadari air mata nya menetes membasahi pipi nya.
🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹
⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘
Maaf ya kak, Author baru bisa up bab baru. Sudah mau lebaran jadi Author sudah di sibukkan dengan urusan per kue'han 😍
Tapi Author tetap akan uploud setiap hari, jangan lupa dukungan nya ya kak.
***JANGAN LUPA BERIKAN RATE BINTANG 5 YA KAK 🙏❤❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏***