
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
Sepulang nya dari rumah melani, aina dan fadli mampir ke swalayan untuk membeli buah-buahan dan susu ibu hamil. Kebetulan stock di rumah memang habis, sehingga aina pun meminta fadli mampir ke swalayan.
Aina sibuk memilih buah-buahan segar, begitupun dengan fadli ikut antusius memilih buah-buahan samai keranjang mereka penuh dengan berbagai macam buah.
" Mas , ini sudah banyak banget " Seru aina menyadarkan fadli untuk tidak memilih buah-buahan yang lain nya lagi.
" Ah iya sayang, mas terlalu semangat memilih buah-buahan nya hingga tidak sadar kalau keranjang sudah penuh. Ya sudah sekarang kita ambil susu nya dulu ya " Seru fadli sambil mengambil keranjang yang sudah penuh buah dari tangan aina.
" Iya mas tapi kita timbang dulu itu buah nya di sebelah sana" Seru aina sambil menunjuk tempat penimbangan buah yang tidak jauh dari tempat nya berdiri.
Fadli dan aina pun berjalan menuju tempat penimbangan buah, fadli memberikan keranjang buah nya kepada karyawan dan karyawan itu pun mulai menimbang dan memisahkan jenis buah-buahan yang di beli aina. Setelah semua nya selesai aina dan fadli menuju tempat rak susu ibu hamil.
" Beli dua saja mas yang rasa stroberry dan coklat" Ucap aina sebelum fadli mengambil banyak stock susu.
" Kenapa cuma dua, tidak sekalian beli yang banyak ?" Tanta fadli heran.
" Tidak mas dua itu saja cukup, nanti kalau habis baru beli lagi " Jawab aina.
Fadli pun mengangguk dan mengambil dua kotak susu hamil dengan rasa stroberry dan coklat sesuai dengan permintaan aina.
" Mbak aina?" Panggil seseorang mengejutkan aina.
Aina pun mencari sumber suara, dan tidak jauh dari nya berdiri seorang wanita yang aina kenali.
" Nabila?" Seru aina dengan senyum ramah nya.
" Iya mbak, mbak aina apa kabar? Sendirian ya mbak?" Tanya nabila yang tidak mengetahui keberadaan fadli.
" Alhamdulillah baik, aku sama mas fadli kok itu dia lagi ambil susu di sebelah sana. Oh iya bil tolong panggil aina saja tidak usah pakai mbak karena kita kan seumuran" Seru aina ramah.
" Oh iya Aina, emh kalau ada waktu mampir ya ke tempat usaha baru kami yang baru. Kami buka cafe kecil-kecilan ada di jalan xx " Ucap nabila memberi tahu.
Fadli yang sudah selesai mengambil susu pun langsung menghampiri aina.
" Eh ini istri nya dimas kan?" Tanya fadli saat sudah berada di samping aina.
" Iya mas, ini nabila istri nya dimas . Mereka sekarang sudah punua cafe baru mas, kapan-kapan kita mampir ya" Seru aina.
" Oh itu pasti sayang" Jawab fadli.
__ADS_1
" Aku dulan yan Bil, kami sudah selesai belanja. Kamu masih mau belanja atau sudah mau pulang? " Tanya aina sebelum pergi.
" Saya masih mau belanja Aina, masih banyak bahan-bahan yang harus saya beli. Kamu kalau mau duluan tidak apa-apa" Jawab nabila.
Aina dan fadli pun mengangguk, lalu berjalan meninggalkan nabila. Aina dan fadli menuju kasir dan membayar belanjaan nya.
********
Malam hari saat pulang dari butik, nina mampir beli maetabak manis kesukaan nya. Kebiasaan nina mengganti makan malam nya dengan ngemil makanan favorite nya.
" Kamu lagi?" Seru nina saat sedang berada di depan gerobak martabak yang tidak jauh dari tempat kerja nya.
" Kenapa si selalu saja ketemu kamu, sepertinya kita ini berjodoh" Ucap bimo dengan senyum jahil nya.
Nina membuang muka, dan tidak menghiraukan ucapan dari bimo. Nina mengambil handphone di dalam tas nya lalu memainkan nya, sambil duduk di kursi plastik dekat gerobak.
" Pak saya mau yang coklat keju 1 ya" Ucap bimo kepada bapak penjual martabak.
Bimo pun menarik kursi plastik dan membawanya di dekat nina duduk.
" Ngapain si Om duduk disini, di situ kan tempat nya masih luas" Sungut nina dengan kesal.
" Ini kan tempat umum jadi tidak masalah dong saya mau duduk dimana saja" Jawab bimo dengan santai.
" Kamu ngomong apa? Enak saja bilang saya tua, saya masih gagah dan tampan begini kamu bilang tua. Awas saja jika kamu naksir saya" Seru bimo dengan sombong nya.
Nina mengernyitkan kening nya saat mendengar ucapan bimo yang terlalu percaya diri nya.
" Jangan terlalu percaya diri Om , yang ada nanti om sendiri yang jatuh cinta kepada ku. " Jawab nina tidak mau kalah dari bimo.
Bimo tidak bisa menjawab ucapan nina, apa yang di ucapkan nina ada benar nya juga. Bimo menyadari seperti ada perasaan berbeda saat sedang bersama Nina, bahkan saat ini jantung nya pun berdetak lebih cepat.
" Tidak mungkin aku jatuh cinta dengan gadis bar-bar seperti kamu. Bisa-bisa hilang pamor ketampanan ku" Jawab bimo dengan jantung yang makin tidak karuan.
" Dasar Om Om tua" Seru nina dengan kesal.
Perdebatan mereka berhenti saat abang penjual martabak memberikan pesanan mereka. Bahkan tanpa mereka sadari pesanan martabak mereka sama coklat keju.
" Punya saya yang mana pak?" Tanya nina yang sudah tidak sabar ingin segera pergi dari tempat itu.
" Ini dua-dua nya sama neng coklat keju semua, seperti nya neng dan mas nya berjodoh deh" Ucap abang penjual martabak nya.
__ADS_1
" Apaan si pak" Seru nina sambil memberikan selembar uang lima puluh ribu kepada penjual martabak.
" Tidak usah neng sudah di bayar sama mas nya" Seru penjual martabak.
Tadi setelah pesan bimo sudah langsung membayar pesanan nya dengan memberikan uang selembar merah kepada penjual nya.
" Nih om, aku tidak mau berhutang sama orang asing" Ucap nina sambil memberikan uang kepada bimo.
" Tidak usah anggap saja aku yang traktir kamu" Bimo menolak uang yang di berikan oleh nina.
" Tapi Om...." Ucapan nina terhenti karena tiba-tiba ponsel bimo berdering.
Bimo pun mengangkat panggilan di ponsel nya dan sedikit menjauh dari Nina. Nina memperhatikan gerak gerik bimo dari jauh, dia pun memilih menunggu bimo selesai bertelepon baru akan bicara lagi dengan bimo.
[ Hallo Bik ada apa ?]
Tanya bimo kepada seseorang yang menghubungi nya, salah satu pelayan bimo yang menghubungi bimo.
[ Tuan, Nyonya Mira masuk rumah sakit]
[ Apa?? Kenapa dia bisa masuk rumah sakit? Mira bikin ulah apa lagi bi?]
[ Saya tidak tahu Tuan, tadi saat saya sedang mengantarkan makan malam tau-tau nyonya sudah pingsan dan banyak darah. Sepertinya nyonya pendarahan tuan jadi kami langsung membawa nyonya ke rumah sakit]
[ Baiklah, nanti aku akan ke rumah sakit bibi temani dulu mira. Oh iya bik mira di rawat di rumah sakit mana?]
[ Iya tuan, kami ada di rumah sakit Husada kamar VIP no 3 ]
Tut
Bimo langsung mematikan sambungan telepon nya saat sudah mengetahui mira di rawat di rumah sakit mana. Bimo langsung masuk ke dalam mobil nya , dia melupakan keberadaan Nina.
Bimo langsung pulang ke apartemen nya terlebih dahulu untuk mandi dan berganti pakaian. Bimo terlihat cemas bagaimana pun mira saat ini masih istri sah nya dan sedang hamil walaupun bimo meragukan anak yang di kandung mira. Bimo tetap khawatir dengan keadaan bayi dalam kandungan mira.
********
🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹
Tetap berikan dukungan untuk karya AUTHOR ya kak, LIKE KOMEN VOTE KLIK FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYA YANG BANYAK ❤❤
JANGAN LUPA RATE BINTANG 5 NYA KAK ❤❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤