
🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹
" WIILL YOU MARRY ME "
Seru bimo tiba-tiba sambil jongkok di hadapan nina dengan membawa kotak cincin yang berisi cincin berlian yang sangat indah.
Nina terkejut dan menutup mulut nya dengan tangan kanan nya, dia benar-benar tidak menyangka atas keseriusan bimo. Mata nina berkaca-kaca karena bahagia, baru kali ini ada seorang laki-laki yang benar - benar serius melamar nina di hadapan keluarga nya.
" YES I WILL "
Nina menjawab dengan buliran bening yang ikut membasahi pipi mulus nya.
Bimo pun langsung memsangkan cincin berlian ke jari manis nina dan tak lupa bimo mencium kening nina.
" Ekhhheeemmm "
Deheman panjang dari Raka menyadar kan ke dua nya jika saat ini bukan hanya mereka saja yang ada di tempat itu, melainkan ada keluarga yang lain nya.
" Maaf-maaf aku terlalu bahagia jadi tidak menyadiri kalau ada kalian" Seru bimo yang terlihat malu - malu.
" Kalian ini padahal ada kami di sini tapi masih saja berani berciuman, bagaimana jika hanya ada kalian berdua saja. Hemm aku tidak bisa membayangkan nya " Seru raka seperti terlihat sangat serius dengan ucapa nya, padahal raka hanya menggoda nina dan bimo saja.
" Mana ada kami berciuman, kak bimo hanya mengecup kening ku saja. Kalau berciuman itu tidak begitu " Ucap nina yang tetlihat membela diri, dia tidak suka dengan ucapan raka yang bilang jika diri nya dan bimo berciuman.
" Memang kalau ciuman itu bagaimana?" Tanya bimo yang juga menggoda nina.
Nina terlihat kesal dan cemberut karena bimo bukan nya membela nya justru malah menyudutkan nya. Melihat nina yang tampak kesal ibu lusi pun tampak menengahi nya.
" Nina sayang terimakasih ya nak sudah mau menerima bimo, mama sangat senang dan bahagia akhir nya bimo bisa mendapatkan wanita yang benar-benar serius mencintai bimo dari hati bukan dari materi. Mama hanya berharap kamu lah wanita terakhir dan selama nya dalam hidup bimo" Seru mama lusi dengan mata yang berkaca-kaca karena terlalu bahagia.
Mama lusi membawa nina dalam pelukan nya, dia benar - benar bahagia dengan apa yang terjadi malam ini.
__ADS_1
" Sekarang kita makan dulu ya, nanti kita lanjut kan lagi obrolan nya. Setelah makan kita tentukan tanggal pernikahan kalian, bagaimana pak, buk apa kalian setuju?" Tanya mama lusi meminta pendapat orang tua nina lagsung.
Pak minto dan yang lain nya kompak menganggukkan kepala nya, menurut mereka lebih cepat lebih baik jadi biar tidak ada zina atau menimbulkan fitnah.
Setelah acara makan malam keluarga selesai, mereka langsung membahas tentang tanggal pernikahan nina dan bimo. Kesepakatan pun di ambil pernikahan mereka akan dilaksanakan lima minggu lagi dan tepat nya ada di rumah nina yang saat ini di tempati oleh Nina.
Dirumah nina hanya acara akad nikah nya saja, sedangkan untuk resepsi mereka sepakat di hotel yang sudah di rekomendasikan oleh bimo.
******
Sedangkan di tempat lain mira sedang bersama lelaki paru baya yang akhir-akhir ini menjadi pohon uang nya, siapa lagi kalau bukan Om Jos.
" Mira sayang cepatkan ritme nya, aku sudah tidak tahan lagi. Kita ledakkan sama-sama " Seru om jos dengan suara serak nya dengan tangan yang terus menggenggam dua gapura depan milik mira.
" Iya Om sayang, om nikmati saja permainan ini " Seru mira sambil meliuk-liukan tubuh nya di atas tubuh om Jos.
Saat ini mira sedang melayani om jos di atas ranjang rumah kontrakan nya, om jos sudah sering kali datang ke rumah kontrakan mira dan pasti akan berakhir di ranjang mira.
" Miraaaaa..... eeemhhhh " Om jos mengerang panjang saat sesuatu meledak dari dalam milik nya untuk kesekian kali nya.
" Terimakasih om " Ucap mira yang kini sudah berbaring di samping om jos, mira terlihat sangat kelelahan karena hampir satu jam lebih dia yang memegang kendali.
Kedua manusia tanpa ikatan pernikahan itu pun tertidur dengan lelap, permainan mereka tadi benar - benar sangat melelahkan dan menguras tenaga nya.
******
" Nin, kenapa kamu masih bekerja di butik ? padahal kamu kan bisa cari kerja sesuai dengan ijazah sarjana kamu, atau kamu tidak kau kerja kantoran ?" Tanya Raka saat sedang sarapan di rumah yang di tempati nina.
Nina menggeleng dengan mulut nya yang penuh dengan nasi goreng buatan mak imah.
" Aku masih betah kerja di butik nya mbak melani mas, lagi pula kerja di butik juga gaji nya tidak jauh beda dengan yang kerja kantoran. Terus masih dapat jatah makan siang pula, yah walaupun tidak banyak teman tapi aku cukup senang kerja disana" Seru nina setelah menelan nasi goreng nya.
__ADS_1
" Bapak setuju dengan kamu nin, selagi kamu masih menyukai pekerjaan mu di butik kamu harus tetap mempertahankan nya, dan jangan melepaskan pekerjaan yang ada demi mengejar pekerjaan yang belum pasti. Jika kamu mau kerja kantoran setidak nya kamu ngomong baik-baik juga dengan melani" Ucap bapak minto menasehati nina.
Sampai sekarang pak minto tetap menganggap melani anak nya, bahkan pak minto merasa sangat banyak hutang budi dengan melani dan kedua orang tua nya.
" Lagi pula ngapain aku capek-capek kerja kantoran, sebentar lagi aku kan menikah dan suami ku orang kaya jadi aku tinggal ongkang - ongkang kaki sudah dapat jatah bulanan yang banyak " Seru nina lalu tertawa lebar.
" Ternyata adik ku ini matre juga , haha hahaaa " Ucap Raka ikut tertawa lebar.
Pak minto dan mak imah hanya tersenyum melihat anak - anak nya. Bu imah benar - benar bahagia mempunyai keluarga yang lengkap, dia sangat menyayangi raka dan nina seperti anak kandung nya sendiri. Mungkin jika anak nya masih hidup sudah seumuran dengan melani.
* Izinkan aku bahagia bersama mereka lebih lama * Ucap mak imah dalam hati nya.
" Mak, mak kenapa kok diam saja ? Emak tidak suka dengan ucapan nina tadi ya ? maaf mak nina tadi hanya bercanda, nina bukan perempuan matre kok " Ucap nina yang mengira mak imah marah karena ucapan nina tadi.
" Tidak Nin, mak hanya sedang bahagia bisa mempunyai anak - anak yang lengkap seperti kalian. Ternyata Allah itu memang baik dia mengirimkan keluarga baru yang utuh untuk emak " Seru mak imah dengan nada sedikit bergetar karena menahan tangis.
Nina beranjak dari duduk nya dan menghampiri mak imah dan memeluk nya.
" Mak , Nina dan mas Raka selama nya akan menjadi anak emak. Walaupun emak ibu sambung kami dan kami mengenal emak sudah sebesar ini tetap bagi kami emak adalah ibu dan orang tua kami. Emak jangan sedih lagi ya ada kami semua disini bersama emak, sebentar lagi emak kan akan punya menantu yang tampan jadi bertambah lagi anak emak. Dan setelah menikah nanti nina kan akan membuat anak dan emak akan segera mempunyai cucu." Seru nina berhasil membuat mak imah tersenyum kembali.
Mak imah tersenyum karena mwndengar ucapan polos dari nina, yang berkata begitu absurd tanpa di filter terlebih dahulu. Mak imah menyukai nina yang bicara apa ada nya seperti itu.
* Huhhh dasar benar - benar gadis bar - bar, kenapa bisa dia bicara seperti itu tanpa ada filter nya terlebih dahulu * Gumam Raka yang heran dengan ucapan nina.
*******
Akhirnya hari ini author bisa up dua bab kak 🥰❤
JANGAN LUPA TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK, AGAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT UP DAN MENULIS NYA ❤❤
TERIMAKASIH 🙏❤
__ADS_1