Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Kebaya untuk calon ipar


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹 HAPPY READING 🌹🌹🌹🌹


Butik melani saat ini semakin besar, melani menambah bangunan lagi di bagian belakang. Barang-barang yang di jual nya pun semakin banyak dari produck luar negeri dan dalam negeri serta hasil karya disaigner nya sendiri pun ada. Dari mulai pakaian, sepatu dan tas mahal berjejer mentereng di butik melani.


Hari ini dengan membawa babby Vino, Melani mendatangi butik nya untuk menemui jesi sang desaigner yang bekerja sama dengan butik nya.


" Haloo say , apa kabar? Tumben ibu boss yang super sibuk ini datang ke butik?" Seru jesi saat mendapati melani masuk ke dalam ruangan jessi.


" Aku ada perlu sama kamu Jes, kamu lagi sibuk tidak?" Tanya melani.


" Buat ibu boss tidak ada kata sibuk, apa sih yang bisa saya bantu say" Seru Jesi dengan gaya gemulai nya.


Melani sudah sering kali meminta jesi untuk merubah diri nya sesuai dengan kodrat nya, sebenar nya jesi adalah pria yang baik dan tampan. Tapi karena sesuatu hal yang membuat nya menjadi seperti wanita.


" Tolong buatkan kebaya pengantin yang simpel tapi tetap elegant, aku mau berikan kebaya itu untuk calon istri kalak ipar ku. Masalah ukuran standar seperti badan ku, aku minta satu minggu harus jadi" Seru melani sambil menahan tawa nya. Dia ingin mengerjai jesi dengan memberinya waktu hanya seminggu saja.


" Satu minggu ?? aduch say kenapa tidak dari kemarin-kemarin sih kamu bilang nya, dalam minggu ini banyak banget pesanan baju untuk pengantin tapi akan aku usahakan jadi tepat waktu dech" Ucap Jesi


" Jangan khawatir acara nya masih bulan depan kok, kamu masih punya waktu kurang lebih tiga minggu lagi. " Ucap melani sambil terkekeh.


" Huuuhhh... ternyata kamu ngeprank saya. Beruntung masih bulan depan, soalnya minggu ini saya benar-benar sibuk say. Butik mu ini semakin ramai pesanan gaun pengantin pun hari ini aku sudah menerima tiga pesanan. " Jesi menjelaskan.


" Itu berarti hasil karya mu sangat di minati oleh masyarakat, aku bersyukur akhir nya butik ku bisa menjadi sebesar ini. Ini semua berkat kamu Jesi" Ucap melani benar-benar menghargai kerja keras jesi.


" Saya yang seharus nya berterimakasih say, berkat mu aku bisa mengembangkan bakat ku lagi kalau tidak ada dirimu entah jadi apa nasib ku. Dulu orang-orang sangat menyanjung ku dan menghargai ku, hanya karena sebuah kesalahan yang tidak aku lakukan mereka beralih membenci dan menghujat ku. Beruntung ada dirimu yang menolong ku dan membangunkan ku dari keterpurukan ku" Ucap Jesi mengenang masa lalu nya yang benar-benar menyakit kan.


" Sudah jangan di ingat lagi, aku senang bisa membantu mu. Kita sama-sama saling membantu berkat mu juga butik ku semakin ramai. Jes, kalau kamu mau membuat butik sendiri seperti dulu aku tidak masalah. Aku akan mendukung dan membantu mu. " Ucap melani memberikan peluang untuk jesi agar bisa berkarya sendiri seperti dulu.


Dulu jesi adalah salah satu pemilil butik yang terkenal di Kota X , namun hanya karena sebuah kesalahan yang tidak dia perbuat dan butik itu kini di ambil alih oleh sahabat nya. Dan Jesi di tendang keluar dari butik, jesi pun sempat menjadi bahan gunjingan masyarakat karena berita tentang jesi beredar di kota X.

__ADS_1


" Tidak perlu say, aku lebih suka bekerja seperti ini saja. Aku tidak mau memiliki butik lagi, biar aku berkarya di butik mu saja,lagi pula uang yang ku hasilkan dari butik mu juga lumayan besar. " Seru jesi dengan senyum yang mengembang.


" Baiklah, oh iya ingat tadi pesan ku kebaya satu set sama jasnya. Nanti kalau sudah selesai kamu hubungi aku saja. Kalau begitu aku permisi dulu ya Jes..Kalau sudah capek istirahat dulu jangan di paksakan kerja" Seru melani sambil memeluk jesi.


" Siap ibu boss" Seru jesi dengan suara macho nya.


Melani tersenyum mendengar suara bass jesi, melani melenggang keluar dari ruangan jesi dan menghampiri Babby Vino yang tadi dia titipkan kepada Putri. Melani memang sengaja tidak membawa babby siter Vino karena Ibu mina sedang tidak enak badan jadi babby siter Vino membantu mengerjakan tugas ibu mina.


*******


Setelah dari butik melani melajukan mobil nya kerumah ibu mertua nya, sudah seminggu lebih melani tidak bertemu ibu marni.


" Melani, datang kok tidak ngabarin ibu dulu nak?" Seru ibu marni saat melani turun dari mobil dan babby vino pun ikut turun dan langsung berlari menghampiri nenek nya yang sedang bermain dengan tama di teras rumah.


" Iya bu tadi melani habis dari butik terus langsung main kesini, Vino kangen sama tama. Dia rewel ngajakin kesini terus tapi melani baru bisa sekarang. Ibu apa kabar?" Ucap melani sambil menyalami dan memeluk ibu mertua nya.


Vino pun menuruti perintah sang mama untuk salim kepada nenek nya. Vino sekarang sudah berumur 14 bulan sudah lancar berjalan dan bicara sudah mulai jelas.


" Nek calim iyum ulu" Ucap vino dengan suara khas anak kecil.


" Oh Vino mau salim dan cium sama nenek, sini sayang " Seru ibu marni lalu berjongkok dan mensejajarkan tinggi nya dengan Vino.


Vino pun menyalami sang nenek serta mencium nya lalu memeluk nya.


" Cudah ino au ain ama ama ( Sudah vino mau main sama tama)" Ucap vino lalu berlari menghampiri tama yang sedang bermain.


Melani dan ibu marni pun duduk tidak jauh dari tempat anak-anak bermain sebelum nya ibu marni sudah masuk ke dapur mengambilkan melani teh hangat dan sepiring kue buatan nya.


" Oh iya bu, ini ada oleh-oleh buat ibu dan yang lain nya" Ucap melani sambil memberikan dua kantong plastik yang berisi bahan makanan dan yang lain nya.

__ADS_1


" Kamu selalu begini setiap kali datang mel, ibu jadi tidak enak. " Seru ibu marni sambil meletakkan kantong plastik di meja samping nya.


" Melani tidak repot bu, oh iya bu sudah sampai mana persiapan pernikahan nya mas dimas?" Tanya melani mulai membicarakan tentang pernikahan dimas.


" Semua nya sudah di atur oleh dimas dan nabila, mereka hanya mengadakan acara di panti saja mel. Ibu sebagai orang tua hanya mendukung nya saja. " Ucap ibu marni.


Melani mengangguk menyetujui ucapan sang ibu mertua, melani pun teringat tujuan nya kemari juga ingin membicarakan soal baju pengantin.


" Oh iya bu, bilang sama nabila dan mas dimas. Tidak usah beli atau sewa baju pengantin karena melani sudah menyiapkan satu set kebaya dan jas pengantin untuk mereka,itu sebagai hadiah pernikahan dari melani. " Melani menjelaskan sebelum ibu marni menolak nya.


" Alhamdulillah, terimakasih ya mel. Nanti ibu sapaikan kepada mereka. Setau ibu mereka memang belum membuat baju pengantin" Ibu marni sangat berterimakasih kepada melani.


Selama ini melani sudah banyak membantu nya, dulu dia sangat membenci melani dan tidak menyetujui saat hendra berniat menikahi melani, namun ternyata melani adalah wanita yang benar - benar baik. Kebaikan melani tidak hanya untuk keluarga nya kepada orang lain pun melani akan berbuat baik dan tidak sungkan untuk membantu nya.


Semenjak perubahan sikap ibu marni yang semakin baik kepada nya, melani pun semakin merasakan kasih sayang dari seorang ibu mertua yang dulu belum pernah dia dapatkan dari ibu mertua nya yang terdahulu.


#Ada yang kangen dengan Raka tidak ? Bab selanjutnya Author selipin part Raka ya#


**********


🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa tetap dukung karya Author ya kak, LIKE KOMEN VOTE KLIK FAVORITE DAN BERIKAN HADIAH NYS ❤❤❤


JANGAN LUPA BERIKAN RATE BINTANG 5 NYA KAK ❤


Sambil nunggu bab baru yuk mampir di Novel " PERNIKAHAN CEO MUDA"


TERIMAKASIH ❤❤

__ADS_1


__ADS_2