
Sudah satu minggu Raka dan Nina ada di kampung, dirumah orang tua nya. Hari ini Raka dan Nina kembali lagi ke kota. Setelah mengantarkan Nina, akan kembali ke kota B lagi, karena masa cuti nya sudah habis.
" Nina, nanti kalau wisuda tolong kabari mas ya. Nanti mas usahakan untuk datang, dari dulu mas sangat menginginkan melihat mu wisuda" Ucap raka saat dalam perjalanan pulang.
" Iya mas, itu pasti dong. " Jawab singkat Nina sambil mengacungkan jempol tangan kanan nya.
" Emhh...mas , mas raka tidak kefikiran ingin menikah lagi?" Tanya nina pelan.
Raka hanya menggelengkan kepala nya dan tetap fokus mengendarai mobil nya.
" Mas belum memikirkan untuk berumah tangga lagi Nin, dua kali mas gagal membina rumah tangga. Mas masih takut jika gagal lagi, biarkanlah seperti ini. Jika nanti Allah mengirimkan jodoh nya mas pasti menikah juga" Jawab Raka dengan bijak .
" Aku hanya bisa mendoakan semoga mas mendapatkan istri yang bisa menerima mas apa ada nya, tidak hanya memandang materi semata. Jangan seperti mantan istri ke dua mas Raka itu, ternyata dulu cuma mau harta mas Raka" Ucap Nina menyinggung masa lalu Raka dan Vera.
" Sudah jangan membicarakan Vera lagi, dia sudah bahagia dengan suami nya. Mungkin juga anak nya sekarang juga sudah besar" Ucap raka yang belum tahu tentang Vera yang sudah berpisah dengan dimas.
" Anak ? Anak wanita itu memang sudah besar mungkin usia nya sekitar satu tahun. Tapi apa mas Raka belum tahu jika vera dan dimas itu sudah bercerai,karena vera nya stres dan gila lagi. Jadi anak nya sekarang di urus sama mas dimas, dan mas dimas itu kakak ipar nya mbak melani. Dunia ternyata sempit ya mas" Ucap nina menjelaskan.
Raka sevenarnya sudah mengetahui jika dimas adalah kakak ipar melani, namun dimas belum tahu jika vera dan dimas sudah bercerai. Dia mengira vera hidup bahagia bersama dimas.
Raka hanya diam tidak mengomentari ucapan Nina, dia tetap fokus menyetir mobil.
Setelah tiga jam lebih di perjalanan akhirnya raka dan nina sudah sampai di depan kontrakan . Raka dan nina langsung turun dari mobil dan menurunkan barang bawaan nya.
" Mas Raka istirahat dulu kan? tidak langsung pulang ke kota B?" Tanya Nina saat sudah masuk kedalam kontrakan nya.
" Iya, mas malam ini bermalam dulu di kontrakan mu. Mas nanti malam mau menemui Tuan Jimmy dulu ada pekerjaan yang harus kami bicarakan" Ucap Raka.
" Oh ya sudah, kalau begitu aku istirahat dulu ya mas. Mas Raka juga istirahat" Seru nina, lalu meninggalkan raka sendirian di ruang tamu.
* Aku harus menemui Dimas, aku harus mencari tahu kebenaran nya kenapa dia meninggalkan vera disaat vera sedang butuh dirinya. Bukan nya dia sudah berjanji untuk membahagiakan vera* Gumam raka dalam hati nya.
********
Ting
Bunyi notifikasi ponsel dimas, ada pesan masuk dari aplikasi yang berwarna hijau. Dimas pun mengambil ponsel yang ada di atas meja dan membuka pesan singkat nya.
[ Dim, kamu ada waktu tidak? aku ingin bertemu. By Raka ]
__ADS_1
" Raka.. !! Ada apa dia ingin bertemu dengan ku? Apa dia ada di kota ini?" Tanya dimas pada diri nya sendiri.
Dengan cepat Dimas mengetik balasan untuk Raka dan mengirim nya.
[ Kita ketemu di Cafe bintang jam 4 sore]
[ Iya, datang lah tepat waktu]
[ Iya Raka]
Setelah berkirim pesan dimas, Raka masuk ke dalam kamar dan merebah kan tubuh nya di atas kasur, tidak menunggu lama Raka pun sudah terlelap perjalan dari desa sekitar 3 jam sangat membuat nya kelelahan.
Sekitar jam empat lima belas menit sore Raka sudah sampai di cafe bintang tempat yang di janjikan dimas tadi siang. Ternyata dimas sudah sampai di cafe terlebih dahulu.
" Nyuruh saya tepat waktu, tidak tahu nya kamu sendiri yang molor" Gerutu dimas sambil menyalami Raka yang baru saja datang.
" Sorry bro" Jawab raka sambil terkekeh seolah tidak ada salah.
Raka pun duduk di kursi seberang Dimas, mereka menceritakan masa-masa kuliah dulu hingga mereka berdua tertawa terbahak-bahak.
Setelah obrolan yang tidak jelas itu, akhirnya Raka mulai membicarakan apa yang membuat nya menemui dimas.
" Kamu mau menanyakan soal Vera?" Tanya dimas yang langsung tahu arah pembicaraan Raka.
" Iya" Jawab Raka singkat.
" Aku sudah lama bercerai dengan Vera, tepat saat anak ku belum genap 1 bulan. Bukan aku yang meninggalkan Vera, tetapi orang tua vera lah yang memaksa ku untuk menceraikan vera. Vera saat itu mengalami depresi yang cukup serius pasti kamu tahu hal apa yang sudah membuat nya depresi" Seru dimas menjelaskan.
Namun Raka menggelengkan kepala nya, tanda dia tidak mengetahui apa alasan yang membuat Vera menjadi depressi.
Akhirnya dimas menceritakan semua nya tanpa ada yang dimas tutupi. Raka seakan tidak percaya jika Vera pernah mengalami masalah yang sampai membuat nya depresi.
" Jadi vera sekarang sudah menikah lagi dengan mantan pacar nya dulu?" Tanya Raka ingin memastikan kembali.
" Iya, bahkan sekarang dia pun sudah sembuh dan seperti nya dia sangat bahagia hidup dengan suami nya yang sekarang. Kalau kamu mau ketemu dia, besok dia datang kerumah ku untuk menemui Tama, anak kami" Ucap dimas memberitahu.
" Aku tidak bisa, besok aku harus sudah kembali ke kota B. Pekerjaan ku sudah menanti ku" Jawab raka.
" Minggu depan aku akan menikah, bisakah kamu datang bro. " Tanya dimas , Raka pun terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh Dimas.
__ADS_1
Raka sangat heran dengan dimas, begitu cepat nya dia memutuskan untuk menikah kembali. Belum juga genap satu tahun menduda kini sudah mau menikah kembali.
" Begitu cepat kamu memutuskan menikah kembali? Ingat dim, jangan mudah memutuskan sesuatu jika hati kita sedang tidak tenang. Tapi aku doa kan semoga pernikahan mu kali ini jadi yang terakhir untuk mu, kita pernah sama-sama gagal menikah dengan wanita yang sama." Ucap Raka sambil tersenyum sinis kepada diri nya sendiri.
" Do'akan saja semoga pernikahan ku yang sekarang bisa langgeng hingga kakek nenek" Ucap dimas.
" aamiin " Raka mengaminkan ucapan dimas.
Saat mereka sedang berbincang tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka berdua.
" Hai Dimas, Raka !! " Sapa orang itu sambil berjalan menghampiri meja Raka.
Raka dan dimas pun menoleh ke sumber suara lalu mengernyitkan kening nya melihat ada seorang wanita datang menghampiri meja mereka. Mereka heran kenapa wanita itu ada di tempat ini juga, padahal dimas dan raka malas bertemu dengan wanita aneh itu.
" Kalian ternyata saling mengenal?" Tanya wanita itu yang sudah berdiri di dekat mereka.
" Mbak mira, kenapa si dimana tempat saya ketemu dengan mbak. Sudah seperti hantu yang bisa berpindah- pindah tempat" Ucap dimas yang heran dengan keberadaan mira yang selalu ada dimana-mana.
" Iya juga ya, waktu itu kita ketemu di rumah sakit. Dan beberapa hari yang lalu aku juga ketemu sama mas Raka di mall, dunia memang sempit ya mas" Ucap mira yang kini sudah duduk di samping raka.
Raka hanya diam saja, dia malas menjawab pertanyaan mira yang bagi nya tidak penting dan hanya buang-buang waktu saja. Raka pun memilih untuk segera pergi dari tempat itu.
"Dim, aku balik duluan ya? Ada pekerjaan yang masih harus aku kerjakan. " Ucap Raka pamit kepada dimas.
" Ehh tunggu aku juga mau pulang, anak ku sudah menunggu ku di rumah. Kita keluar sama-sama ya" Ucap dimas lalu berlari ke arah Raka yang sudah duluan pergi.
" Loh kok malah pada mau pulang si, ini sdh mau magrib kita sekalian makan malam saja yuk aku yang traktir dech" Ucap mira.
Raka dan dimas tidak menghiraukan tawaran dari mira ,mereka memilih segera mungkin pergi dari tempat itu.
" Hai... Dimas ,, Raka,, !! " Teriak mira memanggil raka dan dimas yang meninggalkan nya begitu saja.
*******
🌹🌹🌹🌹 SELAMAT MEMBACA 🌹🌹🌹🌹
***JANGAN LUPA TETAP DUKUNG KARYA AUTHOR YA KAK, LIKE KOMEN VOTE DAN KLIL FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA ❤❤
DI TUNGGU RATE BINTANG 5 NYA YA KAK ❤
__ADS_1
TERIMAKASIH ❤❤***