Tak Sanggup Untuk Di Madu

Tak Sanggup Untuk Di Madu
Wanita gila


__ADS_3

Hendra beserta rombongan keluarga nya sudah undur diri dari rumah melani. Saat pulang ibu marni lebih memilih ikut semobil dengan Dimas. Dia tidak mau semobil dengan pak de yono.


" Bu tadi apa ya maksud ayah nya melani bicara seperti itu? seolah dia tahu bagaimana keluarga kita?" Tanya Dimas saat dalam perjalanan pulang.


" Ibu juga kesal dengan mereka, kalau tidak ada pak de mu tadi sudah pasti ibu labrak mereka. Pak de mu juga itu yang mulai cari masalah" Gerutu ibu marni sambil membetulkan kaca mata nya.


" Mas, kamu lagi nyetir yang fokus. Masalah tadi kalian bahas nanti di rumah" Ucap Aina mencoba menghentikan pembicaraan unfaedah antara dimas dan ibu nya.


" Iya istri ku" Jawab Dimas singkat sambil menggerutu tidak jelas.


Ibu marni masih terlihat kesal di tambah Aina yang sekarang sudah mulai berani membantah. Dulu Aina adalah menantu yang penurut dan tidak pernah marah, tapi semenjak ibu marni dan dimas memaksa mengambil uang pinjaman di bank dan Aina yang harus mencicil bulanan nya, Aina sudah mulai berubah.


" Aina !! Kamu kenapa si ikut-ikutan menyetujui pernikahan hendra dan melani. Kamu justru bahagia melihat hendra menikah dengan wanita miskin itu. Kamu kan tahu dia itu tidak selevel dengan kita. Rumah nya doang terlihat bagus, tapi hasil dari bantuan pemerintah" Ucap ibu marni ketus.


" Darimana ibu tahu kalau rumah itu dari bantuan pemerintah?" Tanya Aina ingin tahu alasan sang mertua.


" Aina.. Aina kamu ini jadi wanita kok ya polos banget si. Kamu tahu sendiri kan orang tua melani itu tidak bekerja dan hanya mengandalkan melani. Dan kamu tahu sendiri kan melani cuma resrpsionist, jadi sudah pasti itu rumah bantuan" Ucap ibu marni memperjelas.


" Oh.. begitu ya bu. Aina malah tidak berfikir sampai situ. Ya sudahlah bu, buat apa kita meributkan hal itu. Biarkan hendra bahagia dengan pilihan nya sendiri" Seru Aina sebelum memejam kan mata nya untuk sekedar tiduran. Daripada terus bicara tapi tidak bermanfaat.


" Dasar anak mantu kurangajar orang lagi bicara di tinggal tidur, Ehh Aina.. Hasni kamu juga tidur saja dari tadi. Bangun temani ibu ngobrol" Teriak ibu marni geram.


" Apaan si bu, hasni capek ah mau tidur. Sudah ibu diem saj, ganggu orang tidur aja" ucap hasni membuat ibu marni semakin marah.


"Anak dan mantu kurangajar" Gerutu ibu marni.


Mobil terus melaju membelah jalanan yang sudah mulai padat, hari sudah semakin sore membuat jalanan pun ramai orang-orang yang baru pulang dari liburan, kebetulan memang ini hari minggu.


Sementara itu Hendra dan pak de yono sudah sampai duluan di kediaman Hendra. Pak de yono langsung pulang karena hari sudah semakin sore dan mereka pun sudah capek.


Tak berselang lama mobil yang di kendarai dimas pun sampai di halaman rumah.


" Kamu kok tadi ninggalin kami si ndra?" tanya dimas tidak suka.

__ADS_1


" Pak de yono nanti malam ada acara mas, makanya aku ngebut bawa mobil nya biar tidak terjebak macet" Jawab hendra memberi alasan.


" Sudah jangan berdebat lagi, kita semua ini capek. Sekarang lebih baik masuk, bersih-bersih dan istirahat. Mas dimas ayuk kita pulang, badan ku sudah lengket semua aku pengen mandi" Seru Aina sambil masuk ke dalam mobil nya sendiri.


Aina dan dimas pun pulang kerumah nya sendiri, rumah mereka tidak begitu jauh dari rumah hendra. Mungkin hanya berjarak sekitar 3 kilo meter saja. Sementara itu Hendra dan Ibu serta hasni masuk ke kamar nya masing-masing untuk sekedar bersih bersih dan istirahat sebentar sebelum makan malam.


*****


Pagi ini Vera datang ke Perusahaan melani untuk bicara dengan melani soal harta bagian Raka. Tetap harta yang ada di fikiran Vera.


" Ehh Vera, kamu kesini ngapain? bukanya kamu sudah tidak bekerja disini?" Tanya yuna sang resepsionist.


" Gak usah banyak tanyak, aku mau ketemu boss kalian. Dia ada apa tidak?" Tanya vera tidak ada sopan santun nya.


" Yang kamu maksud ibu melani?. Maaf Ver, beliau hari ini masih belum masuk. Kalau kamu ingin menemui nya besok saja" Ucap yuna dengan ramah dan lembut.


" Kamu jangan bohongi saya ya, kamu itu cuma resepsionist busuk. Jangan halangi aku untuk ketemu boss serakah mu itu!!" Teriak Vera seperti orang gila.


" Melani.. melani.. melani keluar kamu. Jangan menghindar dari ku, aku tahu kamu ada di dalam" Teriak Vera, dan Yuna masih tetap menghalangi Vera masuk ke dalam kantor.


" Sebentar lagi pihak keamanan datang Yun" Ucap teman yuna.


" Dasar kalian pegawai rendahan, berani nya menghalangi ku. Kamu belum tahu kan siapa saya, hah? Aku ini Vera istru ke dua nya Raka, suami melani. Jadi aku berhak masuk ke perusahaan ini. haha haha haha" Teriak melani sambil tertawa tidak jelas.


Teriakan Vera mengundang rasa ingin tahu para karyawan yang lain. Akhirnya banyak karyawan yang ikut berkerumun menyaksikan keributan itu, termasuk hendra.


" Dasar wanita gila" Gumam hendra dalam hati.


" Oh jadi Vera ini yang jadi pihak ketiga dalam rumah tangga nya ibu melani, ihh gak tahu malu" Cibir karyawan yang lain.


Tidak menunggu lama dua pihak keamanan datang untuk mengamankan Vera. Paman Harun yang baru datang pun ikut melihat kejadian itu.


" Pak seret wanita ini keluar, hafal dan ingat wajah nya dengan benar. Jangan biarkan dia masuk ke perusahaan ini lagi" Ucap paman harun dengan tegas, lalu berjalan masuk ke dalam perusahaan.

__ADS_1


" Kamu lihat wanita itu Ndra, itu wanita yang sudah membuat rumah tangga melani hancur. Sekarang wanita itu yang hancur sendiri. Jika kamu menyakiti Melani kamu juga bisa saya buat lebih hancur lagi" Bisik paman harun ke telinga hendra sambil tersenyum kecil, lalu melanjutkan langkah nya masuk ke dalam perusahaan.


Paman harun hanya ingin mengertak hendra dan hanya ingin tahu reaksi hendra.


" Saya janji tidak akan menyakiti melani" Jawab hendra pelan.


Vera terus berteriak-teriak tidak karuan sambil mencaci kedua anggota keamanan.


" Hehh jangan usir saya, saya ini boss kalian juga. Dasar satpam sialan, lihat saja kamu akan saya pecat!! Melani lihat ini satpam mu berani mengusir ku" Teriak Vera.


" Sudah cepat pergi dari sini sebelum says panggilkan polisi" Ancam salah satu dari anggota keamanan.


Vera akhirnya bisa dibawa keluar dari lobby perusahaan, Vera tetap meraung- raung tidak jelas sambil mengucap sumpah serapah untuk melani dan karyawan yang lain nya.


Setelah semua nya kembali kondusif, semua karyawan sudah kembali ke pekerjaan nya masing-masing. Hendra menghubungi melani meminta nya untuk berhati-hati, hendra takut Vera akan nekat melukai melani.


Sambungan telepon pun tersambung dan melani mengangkat nya dengan cepat.


[ Hallo, mas ada apa.?]


[ Tidak ada apa -apa mas cuma mau ngasih tahu tadi Vera datang ke kantor dia mencari mu dan marah-marah, kamu hati-hati ya. Kamu masih di desa?]


[ Haahh Vera datang dan marah-marah ! mau apalagi wanita gila itu. Iya mas aku akan hati-hati , Siang ini mas aku pulang ke kota sama Nina.]


[ Ya sudah kamu hati-hati, mas lanjut kerja lagi ya. Nanti boss marah. hehehee]


[ Apaan si mas]


Sambungan telepon pun berakhir, Hendra kembali menyelesaikan pekerjaan nya lagi.


*****


Alhamdulillah sudah Up lagi, doakan Author sehat selalu ya kak. Agar Author rajin up nya.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2